Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Pelupa


__ADS_3

Tiara pun gelagapan karena pertanyaan Sean yang menyangkut miliknya itu "Aku, aku masih virgin, apa aku harus memberikannya padamu?" ucap Tiara


Sean pun kesal dengan jawaban Tiara, tapi dia juga sadar kalau memang pertanyaannya itu sedikit sensitif "Pertama, Aku sudah menikah dan tidak perlu apapun yang kamu pikirkan itu, kedua, aku hanya ingin tau untuk bahan pertimbangan saja, jika kamu masih virgin, itu artinya aku bisa membantumu, kamu bisa menggunakan besi kursani, tapi kalau kamu pernah melakukannya sebelum menikah, aku tidak yakin besi kursani itu bisa membantu mu" ucap Sean


"Oh,, Ma maaf, aku salah paham" ucap Tiara merasa sangat malu dengan perkataannya sendiri, yang mirip wanita penggoda


"Jadi kamu yakin masih virgin?" tanya Sean lagi,


Sean memang sedikit berhati hati mempercayakan besi itu pada orang Lain, jika besi itu di pakai oleh orang yang pernah melakukanya sebelum menikah, Sean takut kekuatan batu itu akan hangus, dan kalau sampai itu terjadi, Sean sangat menyayangkannya, karena benda bertuah seperti besi kursani itu cukup sulit di dapat, dia


Sean memang hanya beruntung bisa memiliki 3 buah sekaligus, karena biasanya, hanya orang orang yang memiliki ilmu kebatinan tertentu saja yang bisa mendapatkan besi kursani itu


"Aku yakin, kalau tidak percaya kamu bisa.........." ucap Tiara terhenti


Sean sudah bisa menebak perkataan Tiara yang terpotong itu "kenapa kamu selalu menganggapku punya pikiran cabul? aku tidak sesederhana itu" ucap Sean malas


"Iya maaf, aku hanya bermaksud ingin meyakinkan mu saja, bukan mengangapmu seperti itu," ucap Tiara "Kalau boleh tau, apa itu besi kursani?"


"Besi itu punya kekuatan magis untuk membuat orang kebal dari berbagai jenis serangan pisik, hanya saja kelemahannya seperti yang ku jelaskan tadi, jadi aku harus memastikan kalau kamu bersih" ucap Sean


"Begitu kah?, aku berani bersumpah, kalau aku memang belum pernah melakukanya" ucap Tiara


"Baiklah" Sean pun mengeluarkan besi kursani yang dia ambil dari tangan Goma, karena Besi kursani yang dari kang Rawing masih perlu di pulihkan, karena sudah mencapai batasanya waktu itu,


Sean pun memberikan Satu pada Tiara, da Sean juga menyimpan satu untuk dirinya berjaga-jaga


"Simpan lah ini, nanti pada saatnya kamu boleh memakainya" ucap Sean "O yah, jika kamu nanti berhadapan dengan pamanmu, kamu harus mencari sesuatu untuk bisa melunturkan susuk" ucap Sean


"Susuk?, Apa Paman menggunakan benda semacam itu? bukan kah susuk itu untuk aura kecantikan?" tanya Tiara


"Mana ku tau kalau soal itu, aku bukan paranormal, itu hanya tebakan ku, tapi sebaiknya kamu percaya" ucap Sean

__ADS_1


"Baiklah, jadi apa yang harus ku persiapkan untuk membuang efek susuk itu?" tanya Tiara


"Searching saja di internet, aku hanya pernah mendengarnya, bukan pernah memakainya, jadi kurang paham kalau masalah itu," ucap Sean


"Oh, baiklah, terimakasih banyak untuk bantuan mu, aku tidak tau harus membalas kebaikan mu dengan apa, aku hanya bisa menyusahkanmu, maaf" ucap Tiara


"Kamu hanya perlu membawa organisasi ini ke arah yang positif, itu saja, jangan sampai kamu menjelekan namaku di luaran sana" ucap Sean,


Nama master Sent atau Sean memang sudah menggemparkan dunia organisasi, jika nama Arman di kenal sebagai pebisnis profesional, nama Sean malah terkenal sebagai raja dari pembisnis gelap, 2 nama, 2 gelar, namun masih orang yang sama


"kapan Rencananya mereka akan mengadakan pertandingain itu?" tanya Sean


"Mereka merencanakannya besok" ucap Tiara


"Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu sekarang, sampaikan saja pada mereka, kalau aku menyetujui pertandingannya, dan kamu urus saja persiapan nya, aku mungkin akan kembali lagi besok untuk melihat situasi," ucap Sean, diapun segera berdiri dari singgasananya


Tiara jua ikut berdiri, "Terimakasih, aku akan berusaha untuk tidak mengecewakan mu" ucap Tiara


Sean pun segera keluar dari gedung Redbear dengan di antar oleh Tiara dan Aruna


Sean pun kembali ke kantor untuk mengambil ponselnya, dia pun segera naik ke lantai atas, diapun melewati meja Elisa sebelum ke ruangannya


Elisa pun memberi senyum kepada Sean "Pak direktur, ibu sudah menunggu anda di ruangan" ucap Elisa


"Ibu?, baiklah" Sean pum berpikir mungkin itu ibunya yang mau melihat keadaan kantor


Tapi saat dia membuka Ruangan kantor yang dia lihat bukan ibunya, tapi seorang wanita cantik berjilbab yang memakai setelan baju Casual, terlihat di sedang duduk di kursi di depan meja Sean


Sean pun masuk dan menghampirinya "Ran, ada apa kemari?" tanya Sean


"Aku menghubungi mu dari tadi, tapi kamu tidak mengangkat panggilan ku, jadi aku kemari tadi, kamu dari mana saja?" ucap Rania

__ADS_1


"Iya maaf, aku dari gedung Redbear barusan, Tiara tadi datang kesini, Aku di meminta datang ke markas Redbear karena ada sedikit masalah di sana, dan ponselku ketinggalan di sini, jadi aku lupa memberitahumu " ucap Sean


Rania pun memasang wajah cemberut, "Apa organisasi itu lebih penting dari ku?" tanya Rania


Sean pun mendekap Rania dari belakang kursi "Bukanya begitu istriku, ini juga karena kamu yang pernah menyuruhku bantu Tiara waktu itu, kalau kamu sekarang melarangku untuk membantunya lagi, aku juga tidak akan membantunya, mau Tiara nangis nangis, mau Tiara sujud sujud pun aku tidak akan peduli" ucap Sean lembut


"Jangan begitu, dia temanku juga, aku bukanya melarang mu, tapi lain kali jangan biarkan aku khawatir karena tidak dapat kabar darimu lagi" ucap Rania


"Iya maaf, aku memang sedikit pelupa,, tapi aku tidak lupa kalau kita sekarang masih pengantin" ucap Sean


"Apa hubungannya?" ucap Rania bingung


"Tentu saja ada hubungannya, jadi kita harus ke ruang istirahat sekarang" ucap Sean


Rania pun merenung sejenak "Jangan bilang kalau kamu ingin melakukan nya di sini" ucap Rania curiga


"Memangnya kenapa?, Tidak boleh?" tanya Sean


"Tapi ini di kantor sayang" ucap Rania


Sean pun melepas dekapannya dan meraih tangan Rania "Tidak akan ada yang melarangnya, tenang saja" ucap Sean sambil menuntun Rania untuk mengikuti nya


"Kamu nakal" ucap Rania, mereka pun segera masuk ke ruang istirahat yang ada di ruang Presdir ini, ya namanya juga pengantin baru, di mana pun tempatnya pasti ada cinta yang bersemi


Sementara di luar Ruangan Elisa dan Regan terlihat sibuk di depan layar komputernya masing masing, mereka tidak tau kalau sekarang diruangan atasannya sedang ada pertempuran sengit yang berlangsung


Beberapa waktu kemudian pintu ruang Presdir pun terbuka dari dalam, Elisa pun melihat Sean di gandeng Rania keluar dari Ruangan itu, Rambut Sean juga terlihat lembab tidak seperti sebelum dia masuk tadi, dia pun menghadap ke meja Elisa dengan wajah yang cukup cerah, penampilannya juga Rapih seperti sebelum dia masuk


"Pak direktur" Elisa pun mengangguk pada Sean Tampa ada prasangka apapun


"Elisa, aku akan pergi lagi, tolang kamu urus semua laporan yang masuk, kalau ada yang tidak bisa kamu putuskan sendiri, kamu boleh hubungi saya" ucap Sean

__ADS_1


"Baik pak direktur" ucap Elisa, diapun sedikit memperhatikan wajah Rania yang bermata sayu itu, tapi dia juga tidak terlalu banyak berfikir


Sean dan Rania pun bergegas turun, dan kemudian merekapun masuk ke mobil Sean untuk pergi makan Siang bersama


__ADS_2