
Serangkaian acara pun mereka jalani satu persatu dengan penuh sukacita, sampai akhirnya tibalah saatnya para tamu undangan untuk memberi ucapan Selamat pada 2 pengantin yang kini duduk di kursi pengantin ini
Sean dan Rania pun mulai berdiri, ibu dan ayah mereka pun mendampingi mereka untuk bersalaman dengan tamu undangan
Yang pertama memberi selamat pada mereka adalah sahabat sahabat Rania, yaitu Karin dan Tiara
Setelah bersalaman dengan Sean Karin pun langsung memeluk Rania sebentar "Selamat menempuh hidup baru Rania sahabatku, semoga pernikahan kalian langgeng sampai Kakek nenek, sampai maut memisahkan kalian" ucap Karin
"Amin Amin, kamu kapan nyusul?, tunangan sudah lama, masa nikahnya duluan aku sih" ucap Rania
"Iya iya, sebentar lagi juga pasti nyusul, tenang saja, pokoknya tunggu saja undangan dariku" ucap Karin
"Iya, di tunggu" ucap Rania
Setelah Karin, Tiara juga memeluk Rania "Selamat menempuh hidup baru Ran, semoga kamu cepat cepat dapat momongan" ucap Tiara
"Amiiiin, kamu juga cepetan punya pacar, dan cepetan nikah juga" ucap Rania
"Iya Ran, pasti" ucap Tiara
Mereka pun segera berlalu, dan tamu yang lain pun mulai bergantian memberi selamat pada Rania dan Sean, hingga Sean pun mulai melihat sosok wanita yang sangat di kenalnya di antara barisan tamu yang lain
Sean pun melihat Lena yang mengenakan Gaun pesta simpel yang serasi dengan jilbab yang dikenakannya, dan sebuah tas lucu juga tergantung di pundaknya, semua yang di kenakanya itu terlihat sangat elegan di tubuh mungilnya, Lena datang berdampingan dengan Gina, dan di ikuti Regan juga di belakangnya, diapun perlahan mendekat menyalami orang tua Sean terlebih dahulu
Dan yang duluan sampai pada Sean adalah Gina "Selamat menempuh hidup baru kak" ucap Gina
"Iya terima kasih Gin" ucap Sean
Gina pun berlalu, kini giliran Lena yang mendekat, Dia merasa sedikit sesak karena harus memberi Selamat pada Sean, tapi dia mencoba menguatkan dirinya "Selamat menempuh hidup baru kak, Lena doain semoga kakak Langgeng dengan kak Rania" ucap Lena
Sean pun menatap mata Lena yang memerah itu "Terimakasih, kamu juga cepat cepat cari pacar, dan segeralah menikah" ucap Sean pada Lena,
Lena pun tidak kuasa menahan air matanya saat Sean berkata seperti itu, "Iya kak" ucap Lena
Sean pun melihat rembesan air mata Lena mulai mengalir di pipinya "Len, kenapa kamu nangis?" tanya Sean sambil meraih bahu Lena
Air mata Lena pun malah semakin deras menetes, "Tidak apa kak, Lena bahagia kak Sean akhirnya menikah, Lena hanya merasa kalau Lena akan kehilangan sosok kakak yang sangat peduli ke Lena" ucap Lena
Sean pun merenung dan memejamkan matanya sejenak, dia bisa menebak bukan itu alasan Lena menangis, tapi karena Lena berpikir 'Harusnya aku yang berdampingan dengan kak Sean sekarang' itu yang bisa di tebak Sean dengan mata batinnya 'Maaf Len, aku tidak bisa membahagiakan mu, kamu berhak bahagia tapi mungkin bukan denganku' pikir Sean
"Len,,, aku akan jadi kakak mu sampai kapanpun, dan aku yakin, masih banyak orang yang peduli padamu" ucap Sean
__ADS_1
Lena sedikit menggelengkan kepalanya
Sean tidak berani lagi menebak apa yang di pikiran Lena sekarang, itu hanya akan membuatnya merasa semakin bersalah pada Lena
Lena pun beralih ke Rania dan langsung memeluknya "Kak Ran, selamat berbahagia ya, tolong jaga kak Sean baik-baik, dia sedikit ceroboh" ucap Lena dengan air mata yang masih mengalir di pipinya
Rania pun mengusap ngusap punggung Lena, sebagai seorang wanita, Rania juga bisa menebak apa yang di rasakan Lena saat ini, karena Rania juga tau Lena sangat menyukai Sean, Rania juga sampai berkaca-kaca, dia diam diam memuji ketegaran Lena saat ini
"Tentu Len, aku akan menjaganya dengan baik, percayakan saja padaku" ucap Rania
Sean tidak kuasa melihat mereka berdua yang berpelukan itu, dia memalingkan wajahnya ke arah Regan dengan matanya yang juga berkaca-kaca
Regan pun mulai menghampiri Sean dan mengulurkan tangannya "Bos, selamat berbahagia Bos" ucap Regan
Tapi Sean tidak menjabat tangan Regan, dia malah memeluk Regan dan membisikan sesuatu di telinga Regan "Aku percayakan Lena padamu, jadilah sandarannya saat dia butuh, aku yakin kamu bisa melakukannya itu" bisik Sean, dia pun segera melepaskan pelukannya
Regan pun hanya menatap Lena yang masih di peluk Rania itu, Regan memang belum terlalu paham tentang apa yang terjadi antara Sean dan Lena, tapi Regan juga bisa merasakan kalau ikatan di antara mereka itu bukan hanya sebatas hubungan kakak adik, tapi ada yang lain
Regan pun mengangguk kepada Sean, dan merekapun segera berlalu
Wajah 2 mempelai yang tadinya berseri ini pun kini jadi sedikit mendung, hanya senyum palsu yang mereka gunakan untuk menutupi raut asli mereka dari para tamu yang lain
Setelah beberapa waktu berlalu, tamu pun mulai surut haripun juga sudah beranjak Siang, merekapun hanya duduk di kursi pengantin nya kembali,
"Iya lumayan bu, aku juga belum makan" ucap Rania
"Ya sudah kalau gitu, Sean kamu temani dulu Rania ke kamar Hotel, nanti ibu suruh orang untuk antar makanannya ke sana" ucap Kartina
"Oh, baik bu" ucap Sean, dia pun beranjak dari kursi untuk membantu Rania berjalan, karena gaun Rania memang panjang dan menutupi kakinya, jadi dia sedikit kesulitan untuk melangkah
Namun tiba tiba ada seorang gadis kecil yang menghampiri Sean dan mengenakan gaun anak berwarna putih yang lucu
"Aa, aya ikut aa" ucap Aya
"Ayaaa, tidak boleh, ini di rumah orang, jangan ikut kakak" ucap isna yang juga menghampiri Aya
Seketika semua yang di sana pun di buat tersenyum oleh Aya yang mengganggu Suasana ini
"Tidak apa, Aya boleh ikut, tapi jangan minta di gendong yah, soalnya kakak harus bantu teteh Rania untuk jalan" ucap Sean yang langsung jongkok di depan Aya dan menycubit pelan hidung Aya
"Iya, Aya mau jalan jalan" ucap Aya
__ADS_1
"Mungkin Adik mu jenuh Arman, ajak saja dia ke kamar Hotel, ini masih siang juga, jadi kamu tahan dulu saja sebentar lagi, bisakan?" ucap Kartina menggoda Sean
Sean pun mengerutkan keningnya pada ibunya "Ibu bicara apa?, aku tidak mengerti" ucap Sean pura pura polos
Dan tentu saja orang orang yang mengerti maksud dari Kartina itu jadi tertawa karenanya, kecuali adik adik Sean yang masih polos, mereka mana ngerti obrolan orang dewasa
Rania hanya mesem saja di samping Sean
"Ya sudah, ayo Ran" ucap Sean sambil mengulurkan sikut tangannya supaya di gandeng Rania
Merekapun berjalan bergandengan untuk menuju ke pintu lift, dan Aya juga berjalan di depan mereka
Sean pun melihat lihat tamu undangan yang sebagian sudah pulang, dan sebagian masih ada yang duduk duduk, dan dia pun melihat Regan juga masih ada di Ruangan ini, tapi Sean tidak melihat Lena di sekitarnya
"Tunggu sebentar Ran, aku temui Regan dulu" ucap Sean
"Ya sudah, jangan lama lama" ucap Rania
Sean pun menghampiri Regan yang lumayan agak jauh, dia duduk sendirian di meja tamu itu
"Regan, kenapa kamu masih di sini?, apa tidak mengantar Lena pulang?" tanya Sean
"Tidak bos, Nona Lena tidak mau ku antar pulang" jawab Regan, dia pun merenung sejenak, "Bos, kalau boleh tau, sebenarnya hubungan kakak adik seperti apa yang bos jalani dengan nona Lena?, aku tidak mengerti, kalian seperti nya tidak biasa" ucap Regan
Sean pun menghela nafas dan kemudian duduk di kursi yang ada di depannya "Meski Lena memanggilku dengan sebutan kakak, itu bukan berarti kalau Lena adalah adiku, Jujur, dia mungkin adalah cinta pertamaku di kota B,, hanya saja aku terlalu lamban menyadarinya, dan sayangnya aku baru sadar saat aku sudah menyimpan harapan kepada Rania," ucap Sean
"Begitu kah?, Apa nona Rania tau itu?" tanya Regan penasaran
"Ya, dia tau, O yah, apa kamu sudah pernah menghubungi nomor Lena yang kuberikan? Apa tanggapannya?" tanya Sean
"Jawabannya tidak" ucap Regan
"Apa maksudmu tidak?, apa kamu langsung menembaknya?, yang benar saja" ucap Sean
"Bukan begitu, aku bertanya padanya apa dia ada pacar atau tidak, dan jawabanya tidak, dia hanya bilang kalau dia menunggu seseorang, dan dia juga bilang kalau saat ini dia hanya ingin fokus belajar dulu, dan belum berniat punya pasangan, itu yang Lena bilang" ucap Sean
Seketika hati Sean pun menghangat, karena pastinya yang di tunggu Lena itu adalah dirinya, Sean benar-benar merasa sudah menghalang-halangi pintu hati Lena untu terbuka kepada orang lain
"Aku percaya padamu, jika kamu benar-benar menyukainya, usahakan saaja terus mendekatinya, aku yakin lambat laun hatinya akan terbuka padamu" ucap Sean
"Iya bos, Siap" ucap Regan
__ADS_1
"Ya sudah aku kembali dulu, aku sudah di tunggu Rania" ucap Sean
Sean pun segera bergegas kembali ke arah Rania dan Aya yang sudah menunggunya