
Sesampainya di dalam, Sean langsung mengecek Semua fasilitas yang ada di sana, dari mulai Ruang tamu, kamar tidur, toilet, dan dapur, Semuanya Sean periksa, dia ingin memastikan kalau Rania akan nyaman disini
Setelah memastikan semuanya berfungsi dengan baik dia pun kembali ke kamar utama untuk melihat balkon depan yang memang bisa langsung di akses dari kamar
Dia pun berdiri di balkon beberapa Saat menatapi satu persatu gedung gedung tinggi yang terlihat dari tempatnya berdiri sekarang, setelah merasa cukup Sean pun berbalik dan kembali masuk ke dalam kamar
Sean pun mendapati Rania yang sekarang sudah duduk di pinggir tempat tidur di kamar ini dengan memegang botol air di tanganya, dan sertipikat tadi di taruhnya di atas kasur di sampingnya, Rania pun hanya terus menatap ke arah Sean
"Kenapa kamu memberikan semua ini padaku?" tanya Rania dengan mata yang berkaca kaca
Seanpun tersenyum "Seperti yang kamu bilang tadi, karena aku menginginkan sesuatu darimu" ucap Sean sambil menatap Rania dengan tatapan aneh, dan perlahan melangkahkan kakinya mendekat ke arah Rania
Rania yang di tatap seperti itu pun mulai gugup, dan pikiranya mulai traveling kemana mana "Ke ke kenapa harus menginginkanya sekarang? kenapa tidak nanti saja setelah menikah?" ucap Rania
"Kenapa aku harus menunggu menikah?" ucap Sean yang kini berdiri di hadapan Rania
"Karena aku,,, aku belum menginginkanya sekarang" ucap Rania tambah gugup dengan menundukan pandangannya
"Tapi aku menginginkanya sekarang, tenggorokanku kering" ucap Sean sambil mengambil botol air dari tangan Rania dan kemudian meminumnya
"Kamu,, kamu, iiiihh jahat" ucap Rania gemas sambil mencubit pelan perut Sean yang sedang minum, dia baru sadar kalau dirinya di kerjai Sean
'Uhuk uhuk' Sean pun sampai terbatuk dan menumpahkan sedikit air ke bajunya sendiri "Kenapa kamu mengganguku, aku sedang minum kan" ucap Sean sambil tertawa,
Dan perlahan Sean pun mendudukan dirinya di karpet lantai dan bersandar di sisi tempat tidur bersebelahan dengan kaki Rania yang duduk di atas
"Kamu tidak pernah jawab serius kalau di tanya, aku kan nanya Serius" ucap Rania sedikit memanyunkan bibirnya
"Memangnya jawabanku tadi salah ya?, perasaan aku tadi serius," ucap Sean
"Tau ah" ucap Rania yang malu sendiri karena dia memikirkan ucapannya barusan
Sean pun mengakhiri tawa nya dan mulai serius
"Ini aku lakukan karena aku pernah berjanji pada diriku sendiri akan menyayangimu seperti ayahmu, dan kurasa dia akan melakukan ini juga jika dia ada di sini sekarang kan?" ucap Sean
"Tapi,, tapi aku tidak mengharapkan ini darimu sekarang, ini terlalu berlebihan" ucap Rania yang cukup terharu
"Tidak apa, menurutku kamu layak medapatkan kehidupan yang baik disini, kamu tidak harus selalu berselisih dengan ibu atau kakakmu jika kamu tinggal di sini" ucap Sean
"Terima kasih, kamu memang sangat peduli padaku" ucap Rania yang langsung mendekap kepala Sean, dan mengecup lembut rambutnya
"O yah Ran, apa maksud mu tadi harus nunggu nikah dulu? aku hanya menginginkan botol air di tanganmu saja kan?" ucap Sean menggoda Rania lagi
"Ku pikir kamu menginginkan yang lain,,,, ah sudah ah jangan ngebahas itu lagi, aku malu" ucap Rania yang langsung melepas dekapan pada kepala Sean dan menutupi wajahnya sendiri dengan kedua tanganya
Sean pun hanya tersenyum dan mendongak melihat Rania yang salah tingkah seperti itu
__ADS_1
"Ran" ucap Sean
"Apa?, jangan bahas itu lagi" ucap Rania yang masih menutup wajahnya
"Tidak, aku cuma mau nanya, apa kantormu tidak akan mencarimu kalau kamu lama lama ada di luar?" tanya Sean asal
Rania pun menggeser tangan yang meutup wajahnya itu kepipinya "Kantor?, oh iya aku harus kembali ke kantor" ucap Rania kaget karena hampir lupa kalau ini masih jam kantornya
"Ya sudah, kita kembali dulu, nanti kamu pulangnya kesini kan?" ucap Sean
"Iya tentu, aku mungkin bisa lebih tenang kalau tinggal disini daripada di rumah ibu, terima kasih ya" ucap Rania tersenyum ke arah Sean
"Iya sama sama" ucap Sean
Mereka berduapun Segera bangkit dan beranjak meninggalkan Apartemen itu untuk kembali lagi ke kantor Rania
Tidak butuh waktu lama untuk Rania sampai ke kantor Hendros properti dengan mengendarai mobil elegan pemberian Sean itu, karena memang jaraknya tidak terlalu jauh,, sebenarnya dia sangat sungkan untuk menerima 2 pemberian Sean ini, tapi Rania kini tau kalau Sean itu orangnya sedikit keras kepala, dan tidak mungkin untuk Sean mengambil kembali apa yang sudah dia berikan kepadanya itu
Jadi Rania pun hanya bisa menganggap pemberian Sean itu adalah barang yang di titipkan Sean padanya, dan dia akan menjaganya seperti dia menjaga cintanya
Seteah Rania masuk ke kantor, Sean pun kembali ke Rumah ibunya lagi untuk beristirahat
…
Keesokan paginya Sean memulai kembali aktivitasnya seperti biasa, dan pergi ke kantor dengan agenda yang sama seperti kemarin, ya itu mengunjungi beberapa perusahaan lagi yang tidak Sempat kemarin kunjungi,
Setelah Sean menyelesaikan kunjungan kerjanya, dan hari juga belum terlalu sore, Sean pun langsung menuju ke kantor Rania, karena perasaanya sedikit tidak enak dari tadi dan terus kepikiran Rania, setelah tiba di depan kantor Rania diapun langsung menghubunginya
"Kenapa tidak di angkat angkat, apa Rania Sibuk?" ucap Sean berbicara Sendiri
Sean pun mencobanya lagi dan lagi, setelah bosan diapun memutuskan untuk masuk kedalam dan bertanya pada resepsionis
"Selamat datang pak, apa ada yang bisa kami bantu?" ucap resepsionis itu
"Saya mau bertemu dengan bu Rania, apa beliau ada di tempatnya?" ucap Sean
"Bu Rania ya? kebetulan dia sedang keluar pak" ucap resepsionis wanita itu
"Begitu ya, apa perginya sudah lama?" tanya Sean lagi
"Mungkin sekitar 1 jam yang lalu pak, apa anda mau menunggunya" ucap Resepsionis itu
"Tidak usah lah, tapi kalau boleh tau dia pergi kemana?" tanya Sean penasaran
"Kurang tau pasti kalau tempatnya, tapi dia bilang akan keluar menemui temannya pak" ucap resepsionis
"Temanya?, apa boleh tau nama temanya itu?" tanya Sean penasaran
__ADS_1
"Kalau tidak salah teman bu Rania namanya Sean pak" ucap resepsionis itu
'Sean?, itu namaku, kapan aku mengajaknya pergi?, ini benar benar ada yang tidak beres!' pikir Sean
"Baiklah terimakasih, kalau gitu saya langsung pergi saj" ucap Sean
Sean pun langsung kembali ke mobilnya dan langsung meminta bantuan (S) untuk mencari tau keberadaan Rania sekarang, dengan segera (S) pun memeberikan informasi keberadaan Rania saat ini
"Cafe?, sejak kapan dia suka ke cafe, seingatku dia tidak pernah makan di cafe sebelumnya" ucap Sean, dengan segera diapun melajukan mobilnya ke cafe yang tidak terlalu jauh dari kantor Rania ini
Sesampainya di sana Seanpun melihat mobil baru Rania memang terparkir di sana, dan dengan Segera diapun memarkirkan mobilnya juga, kemudian Sean turun dari mobil dan masuk kedalam cafe itu
Di dalam ruangan cafe yang tidak terlalu besar itu hanya ada beberapa orang saja yang makan, tapi dia tidak menemukan sosok Rania di antara mereka, diapun sdikit kebingungan, dan diapun meminta bantuan (S) lagi untuk memastikan keberadaanya
Dan memang sinyal ponsel Rania ada di sini, diapun mencoba mencari tau dengan bertanya ke penunggu meja kasir yang ada di sana
"Mohon maaf, boleh saya bertanya?" ucap Sean pada kasir itu
"Iya ada apa pak" tanya kasir itu dengan tersenyum
"Saya mau bertanya, apa anda melihat pengunjung ini di sini baru baru ini" ucap Sean memperlihatkan foto Rania di ponselnya
Penjaga kasir itu pun memperhatikan Foto yang ada di ponsel Sean itu
"Sepertinya tidak ada pak" ucap penunggu kasir itu
"Tapi dia mengendarai mobil putih yang ada di depan itu, apa anda yakin tidak melihatnya?" tanya Sean memastikan lagi
"Oh mobil itu, yang saya tau mobil itu sudah terparkir hampir satu jam di sini pak, tapi tidak ada tamu yang masuk kemari dari mobil itu, hanya saja petugas kebersihan kami menemukan sebuah tas dari sisi mobil itu" ucap penunggu kasir
"Apa boleh saya mellihat tasnya?" tanya Sean
Kasir itupun langsung mengambilnya "Ini tasnya pak" ucap kasir itu sambil memperlihatkan sebuah tas tangan berwarna pink dari bawah meja
Sean pung mengingat ngingat, "Itu sepertinya memang tas pacar saya, boleh saya lihat untuk memastikanya?" tanya Sean
"Boleh pak Silahkan" ucap kasir pria itu memberikanya ke Sean
Seanpun mengambil tas tangan itu untuk melihat isi di dalamnya, dan benar saja, ada ponsel Rania di dalam tas itu dan beberapa barang lainya, termasuk kunci mobilnya juga
"Iya ini memang tas pacar saya, boleh saya membawanya?" ucap Sean
"Iya pak Silahkan" ucap kasir itu
Sean pun langsung keluar untuk mengecek mobil Rania dan melihat lihat ke bagian dalam mobilnya, tapi Rania memang tidak ada di sana
Sean tidak bisa berpikir lagi bagaimana caranya untuk menemukan Rania, dia tidak tau harus berbuat apa karena Rania hilang tampa jejak
__ADS_1
"Ran kamu kemana?, kenapa kamu membuatku khawatir seperti ini" ucap Sean pada mobil putih itu, dia kebingungan harus mencari Rania kemana, sedangkan ponselnya sekarang ada di tanganya