Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Bersamaan


__ADS_3

Tiara pun akhirnya pergi bersama kedua pengawalnya yang masih tidak sadarkan diri , mereka di bawa oleh anak buah Agam untuk ke mobil Tiara dan mereka pun pergi dari markas Agam itu


Sementara itu Sean langsung melihat kondisi Agam yang di belakangnya "Kau tidak papa Agam, apa kita perlu ke dokter" tanya Sean


"Tidak tuan, aku hanya perlu meminum ramuanku saja" ucap Agam


"Oh baiklah, buatkan aku juga" ucap Sean pada Salah satu anak buah Agam


"Baik tuan" ucap anak buah Agam yang langsung bergegas untuk mengmbil ramuan yang biasa mereka minum untuk mengembalikan stamina dean tenaga dengan cepat


Setelah Sean meminum ramuan, diapun langsung beristirahat di salah satu ruangan markas Agam, dan setelah stamina dan kondisinya pulih Sean pun segera kembali ke kantor tampa Agam, karena dia masih beristirahat di markas


Sore harinya Sean langsung kembali pulang ke mansion, dan Sean duduk bersama ibunya di sofa kulit ruang keluarga untuk menanyakn prihal pernyataan Goma,


"Bu, apa kamu mengenal Goma?" tanya Sean tampa basa basi, dia sempat mendengar namanya di sebut Agam tadi


Kartina pun sedikit kaget mendengar nama yang di sebut Sean "Darimana kamu tau nama itu?" tanya Kartina


"Dia mendatangi markas Agam tadi, dan dia menyebutkan kalau dia mengenal ibu" uca Sean


"Apa dia yang membuat Ayah meninggal bu?" tanya Sean lagi


Kartinapun merenung sejenak


"Ibu memang pernah mendapat informasi kalau Goma memang terlibat pada kasus meninggalnya ayahmu, tapi ibu tidak dapat menemukan bukti apapun perihal kematian ayahmu, jasadnya pun ibu tidak pernah melihatnya" ucap Kartina dengan air mata yang mulai merembes keluar


"Begitu kah?, bagaimana bisa ibu tidak melihat jasad ayah?" tanya Sean penasaran


"Itu karena Ayah mu di kabarkan meninggal saat dia di negara T, dan tidak ada informasi yang cukup jelas prihal di mana tepatnya ayahmu meninggal, jadi ibu Ragu untuk mencarinya" ucap Kartina


"Begitu kah? apa ibu tau goma juga yang menyuruh pengasuhku untuk menculiku 20 tahun lalu?, dia berniat menyingkirkanku lewat pengasuhku itu" ucap Sean


"Benarkah?,,,, Goma benar benar tidak tau batas, ibu tidak habis pikir akan seperti apa jika saja ibu menikah dengan dia sepeninggal Ayahmu dulu, pasti ibu akan sangat menyesalinya" ucap Kartina


"Kenapa dia mengejar ibu terus, bukankah dia memiliki anak, dan tentunya dia memiliki istri kan?" tanya Sean


"Dia memang tidak tau batasan, menurut yang ibu dengar dia sudah banyak memiliki istri, tapi dia tidak pernah puas dengan semuanya itu, entah berapa jumlah istrinya sekarang" ucap Kartina


"Begitukah?" ucap Sean tidak habis pikir juga


Mereka lumayan lama membahas tentang Goma dan Leon, dan juga membahas tentang ancaman Goma ke Sean jika dia tidak melepaskan Leon, tapi Sean memang tidak takut dengan ancaman Goma itu dan berniat membalas dendam padanya, hanya saja Sean tidak mengungkit soal Tiara, karena Sean Rasa ibunya juga tidak akan mengenalinya



Keesokan paginya, Sean tidak pergi ke kantor karena libur nasional, Sean juga tidak ke markas Agam untuk latihan, dia hanya berlatih di area belakang mansion ibunya saja,

__ADS_1


bisa mengalahkan Goma adalah acuan Sean sekarang untuk terus melatih tubuhnya


Ketika Sean sedang fokus fokusnya berlatih, tiba tiba handphon yang dia taruh di atas meja pun berdering


Sean pun segera menghampirinya dan mengambil handphonya itu, dan dia melihat nama pemanggilnya terlebih dahulu


"Hallo Len, ada apa?, tumben menghubungiku sepagi ini" tanya Sean


"Enggak ada apa apa kak, Lena cuma merasa sedikit bosan di rumah kost, kebanyakan penghuni kamar pada pulang karena kuliah libur beberapa hari, Gina juga pulang, jadinya di sini sepi tidak ada teman ngobrol" ucap Lena


"Begitu kah? kamu main kesini saja kalau gitu, gimana?" ucap Sean


"main kesana?, enggak ah malu kalau sendirian, Ginanya kan gak ada" ucap Lena


"Kenapa harus malu, ibu pasti senang kalau ada yang main kesini, apa perlu kak Sean jemput?" tanya Sean


"Tidak usah kak," ucap Lena


"Baiklah, tapi kamu harus main kesini ya," ucap Sean


"Iya Baiklah, Lena kesana sekarang, tapi jangan malu maluin Lena lagi di depan tante nanti, awas lho" ucap Lena


"Iya iya enggak bakalan, ya sudah, kak Sean tunggu kalau gitu" ucap Sean


Setelah beberapa saat berlalu Lena pun sudah memberi kabar kalau dirinya sudah hampir Sampai ke mansion, Sean pun segera ke teras depan dan dudk bersama ibunya di kursi rotan, untuk menjemput Lena


Dan tidak berselang lama mobil putih Lena pun segera masuk ke halaman mansion, Sean yang duduk di kursi halaman segera menuruni anak tangga untuk menghampiri Lena yang baru datang itu


"Gimana perjalannya, lancar?" tanya Sean pada Lena yang baru saja turun dari mobilnya


Lena pun langsung melempar senyum pada Sean "Lumayan kak, agak sedikit macet di depan" ucap Lena yang langsung saja memberi salam pada Sean


Merekapun segera berjalan berdampingan menuju teras Rumah


"Gimana kabar kakak sekarang, apa lukanya sudah sembuh?" tanya Lena basa basi


"Sudah, nih lihat saja, sudah hampir tidak ada bekas nya juga" ucap Sean memperlihatkan pelipisnya


"Syukurlah, maaf Lena tidak sempat menjenguk kakak lagi, akhir akhir ini Lena sibuk karena banyak tugas kak," ucap Lena


"Tidak apa" ucap Sean


Sean merasa kalau ponsel di sakunya mulai berdering lagi dan diapun segera mengambilnya


"Len kamu duluan saja keteras, ibu sudah menunggu di sana, kamu langsung kesana saja, aku mau angkat dulu telpon" ucap Sean

__ADS_1


"Iya baiklah" ucap Lena, diapun menatap lagi ke atas bangunan megah ini, dia masih saja kagum dan segan oleh kemegahan mansion ini, meskipun dia pernah kesini juga sebelumnya


Lena pun segera menaiki anak tangga untuk sampai ke teras rumah, dan Lena pun langsung melihat Kartina yang sedang duduk di kursi Rotan modern di sana, diapun melihat ke arah Lena yang datang, Lena pun segera menghampirinya dan memberi salam pada Kartina


Sementara Sean masih di depan pintu garasi untuk melihat siapa yang menelponnya ini "Rania?, tumben juga dia telpon pagi pagi, apa dia ada pirasat kalau aku bertemu Lena?," gumam Sean, dan diapun segera menjawab panggilanya


"Hallo Ran, ada apa?" tanya Sean santai


"Hallo sayang, aku sekarang sudah ada di komplek Rumah ibu kartina, tapi aku belum tau yang mana rumahnya, aku sedikit linglung mencari alamat ibumu, kompleknya terlalu luas dan Ruamhnya juga besar besar semua di sini" ucap Rania


Sean pun menepuk jidatnya sendiri, 'Aduuuh,, kenapa bisa bersamaan seperti ini,? apa yang akan terjadi jika mereka bertemu' pikir Sean


Seanpun memberi arahan jalan supaya Rania sampai ke rumahnya, dan tidak berapa lama Rania pun sudah sampai di depan gerbang mansion Kartina


Sean pun segera menghampiri Rania yang ada di depan gerbang yang sudah di buka penjaga , Rania tidak memasukan mobilnya langsung kedalam karena merasa sedikit ragu


"Hey, kenapa berhenti di sini, langsung masuk saja" ucap Sean dari jendela mobil pink Rania


"Ini beneran Rumah bu Kartina?" tanya Rania yang merasa tidak percaya


"Memangnya Rumah siapa lagi kalau bukan Rumah ibuku, aku belum sanggup punya Rumah seperti ini," ucap Sean


"Oh,,,,,,,, kalau gitu kita jalan keluar saja yuk" ucap Rania yang merasa segan untuk masuk ke dalam istana megah ini


"Aku tidak bisa, kamu mending masuk kedalam, soalnya aku ada tamu juga" ucap Sean


"Siapa?" tanya Rania memastikan


"Lena" ucap Sean


"Lena?, kenapa dia ada di sini?" tanya Rania


"Iya,,, dia main kesini barusan" ucap Sean


"Kenapa kamu tidak pernah bilang sebelumnya kalau Lena Sering main ke rumah mu" ucap Rania dengan nada cemburu


"Tidak Sering, baru 2 kali ini, tadinya aku mau memberitaumu di telpon" ucap Sean


Raniapun langsung menaikan kaca mobilnya dan tidak menghiraukan Sean


"Ran, Ran, jangan marah" ucap Sean menggedor kaca mobilnya, karena dia pikir Rania akan pergi


Tapi Rania malah langsung memasukan mobilnya ke halaman dan memarkirkan mobilnya bersebelahan dengan mobil Lena yang berjenis sama dengan mobilnya


"Kukira akan pergi" gumam Sean, dia pun beranjak dari pintu gerbang itu menuju ke arah mobil Rania

__ADS_1


__ADS_2