
Keesokan paginya Sean sudah bersiap siap, dia sudah berpamitan dengan ayah dan ibunya juga, Sri juga tidak datang, entah karena belum bangun atau memang dia gak ada niat
"Bu, pak, Sean berangkat dulu ya" ucap Sean
"Iya hati hati, salam dari ibu juga untuk ibu kandungmu, jangan lupa kalau kemari lagi bawa calon mantu ya" ucap bu Ika
"Iya bu, Sean usahain" ucap Sean, diapun segera menghidupkan motornya dan perlahan melaju keluar dari jalanan desa, dia terus berkendara menuruni jalanan yang sudah banyak berlubang, sampai akhirnya dia pun sampai di jalan Raya,
Diapun mulai mebenarkan Kaca mata di helm motocross nya
dia pun mulai memacu motor trail nya di jalan raya yang sudah lumayan Ramai walau hari masih gelap
Karena ini hari minggu, Sean berencana untuk ke kota B, dia ingin melihat proses perombakan konsep di rumah makan miliknya
Setelah kurang lebih 3 jam perjalan Sean pun sampai di kota B, dan segera menuju ke rumah makan, diapun memarkir motornya di depan Rumah makan
Sean melihat sudah ada beberapa orang di dalam yang sedang mengobrol dengan Randi, Seanpun masuk dan menghampiri mereka
"Aiya itu dia bosnya datang, kalau ingin yang lebih jelasnya Lagi anda bicarakan dengan dia saja" ucap Randi yang sudah melihat Sean masuk "Sean, dia penanggung jawab untuk perombakan di sini" ucap Randi lagi
Sean pun segera bersalamam dengan pak Pajri, merekapun langsung membahas tentang detil konsep yang di inginkan Sean, bahan baku sudah ada karna Randi juga sudah memberi tau pak pajri, pekerja juga sudah mulai membongkar bongkar konsep yang lama,
"Kira kira berapa hari pak kelarnya" tanya Sean basa basi
"Perkiraan saya paling 3 hari pak, karena hampir semua dinding di tempel material kayu, jadi saya Rasa tidak bisa lebih cepat lagi" ucap pak pajri
"Baik, cukup singkat juga, mohon kerjasamanya dengan baik ya pak" ucap Sean
pekerjapun mulai memasang papan papan kayu tipis kedinding, Sean hanya memperhatikan pekerjaan mereka, Randi juga hanya sibuk berduaan saja dengan Arni di dekat tumpukan meja yang di susun, karna memang meja dan kursi di bereskan untuk sementara waktu, sampai beres pengeerjaannya
Setelah Lama berselang muncul sesososk wanita dari arah luar rumah makan, dan dia pun masuk
"mohon maaf bu, Rumah makan sedang ada perbaikan, jadi semetara tutup dulu" ucap Randi yang tidak mengenali wanita tinggi dengan jilbab hitam dan berkacamata hitam ini
"Saya tidak makan, Saya cari Sean" ucap Wanita ini
"Oh, Sean, dia disana bu" ucap Randi menunjukan Sean yang sedang melihat lihat pekerja
__ADS_1
wanita itu pun Langsung berjalan ke arah Sean yang belum melihat ke arahnya
Sean juga tidak fokus kepada orang yang datang, karena di ruangan ini cukup berisik oleh suara bor listrik dan mesin mesin lainya dari para pekerja
"Apa ini caramu menyelesaikan masalah" ucap wanita itu
Sean pun langsung menoleh kearahnya, dia merasa kalau dia tidak mengenali wanita jangkung dan berkulit putih ini karena terhalang kacamatanya
"Maaf, apa anda bicara pada saya?" tanya Sean
"Kamu pikir pada siapa, aku tanya sekali lagi, beginikah caramu menghadapi masalah?, dengan melarikan diri?" ucap wanita ini sambil mebuka kacamatanya
Sean pun mulai mengenali sdikit dari wajahnya, tapi Sean tidak yakin karena Wanita ini menggunakan jilbab "Sebentar sebentar, apa kamu Rania?" tanya Sean
"Memangnya kamu pikir siapa," ucap Rania
Sean malah tertawa melihat Rania yang seperti ini entah apa yang membuatnya ingin tertawa
"Jangan menertwakanku, apa aku terlihat aneh ya dengan menggunakan jilbab" tanya Rania
"Aku kan sudah usaha, jangan di ketawain, kupikir kamu suka wanita berjilbab, aku hanya meniru dokter itu saja" ucap Rania
"Iya iya, sinih aku benerin dulu, kamu gak lihat cermin yah pakainya, masa miring begini" ucap Sean sambil merapihkan kerudung Rania
"Namanya juga belajar, belum bisa rapih pakainya" ucap Rania
"Nah gini kan cantik, aku memang suka wanita hijab, tapi jika itu dari keinginanya sendiri, bukan karena seseorang" ucap Sean
"Iya, aku juga sedang belajar" ucap Rania
"Oiyah kita cari dulu tempat duduk, di sini terlalu berisik" ucap Sean, Dia pun menyediakan meja di sudut yang agak jauh dari pekerja
Merekapun duduk disana "Sean, apa kamu marah hingga kamu pergi berhari hari karena masalah di kantor tempo hari?" tanya Rania
Sean pun hanya tersenyum, karena terlalu nyaman di desa, sean sebenernya hampir melupakan kejadian waktu itu "Tidak, kemarin aku pergi ke kampung menengok ibu dan bapaku, aku baru tadi pagi sampai kesini, kamu kenapa kesini?" ucap Sean
"Oh, kupikir kamu beneran marah, aku kesini tadinya ya buat minta maaf," ucap Rania
__ADS_1
"Apa kamu sudah bosan dengan pria kaya mu itu?" tanya Sean
"Dia hanya temanku Sean, apa kau tidak percaya? Dia itu kakaknya tiara, waktu kami masih akrab kakanya juga baik padaku, dan sampai sekarang juga dia baik" ucap Rania
Sean pun merenung 'Kakanya Tiara, berarti masih ada sangkut paut dengan Redbear juga?' gumam Sean
"Apa kamu tau Soal Redbear?" tanya Sean
"Entahlah, aku sepertinya sempat dengar nama itu, tapi apa ya?" ucap Rania sambil berpikir
"Sudah jangan di pikirin kalau tidak tau" ucap Sean,
"Iya,,, Sean, aku sudah jelasin siapa temanku kan, sekarang kamu jelasin soal foto itu, apa itu asli atau palsu?" tanya Rania
"Foto Itu asli, dia Lena temanku yang kamu lihat dulu di sini, sekarang dia kuliah di kota J, bagaimana kamu mendapat foto itu," ucap Sean
"Oh begitu, ya daria Leon, enggak tau dia dapat dari mana, tapi dia bilang kalau dia pacarmu, apa benar?" tanya Rania
Sean berpikir Leon memang orangnya Licik, jadi sangat mungkin kalau dia memiliki mata mata "Dia masih temanku" ucap Sean
"Kalau begitu, apa kita bisa jadian sekarang?" ucap Rania tiba tiba
"Hah??" Sean cukup kaget mendengarnya, ini kata yang di tunggu tunggu Sean selama ini, harusnya dia merasa senang mendengar ini, tapi entah kenapa hatinya berkata lain
"Iya jadian, bukan kah kamu peranah mengajaku pacaran tempo hari?, jadi aku harap kita bisa memulainya dari Sekarang" ucap Rania
Sean pun berpikir sejenak, "Baiklah, kita jadian" ucap Sean, meski hatinya merasa sedikit berat, tapi diapun mencoba mengikuti arusnya saja
Randi ternyata menyimak momen Sean itu dia pun memberi tepuk tangan dengan Arni, pekerja juga serempak berhenti dan meniru Randi "Selamat bro, kalian jadian juga, gak sia sia lu punya wajah tampan Sean, dapet juga bu Rania ternyata" ucap Randi sambil salam ala ala persahabatan mereka
"Iya, masa gue kalah sama lu terus" ucap Sean
Rania sedikit tersipuh, dia pikir tidak akan di dengar orang karena situasinya sedikit bising, Rania tidak tau saja kalau Randi dari tadi sengaja menguping percakapan mereka
"Selamat jadian bu Rania" ucap Arni, dia memang tidak mengenal Rania sebelumnya, tapi dia tau dari cerita Randi
"Iya, terima kasih" ucap Rania malu malu
__ADS_1