Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Tidak Ingin Pulang


__ADS_3

Sean pun segera menghampiri Leon yang masih berdiri memegang pergelangan tangan Rania


"Dua" Sean melanjutkan hitunganya lagi saat berhadapan dengan Leon


Leon pun segera melepaskan tangan Rania sebelum Sean menghitungnya ke angka 3 'Bagai mana mungkin dia sehebat ini?' pikir leon yang memang belum pernah melihat keahlian Sean sebelumnya, dia sedikit merasa takut


"Baguslah kamu melepasnya kalau tidak kau akan sangat menyesal" ucap Sean sambil mengulurkan tanganya seperti orang yang mengajak berjabat tangan


Tampa pikir panjang Leon pun langsung menjabat tangan Sean karena takut, dan bermaksud pura pura berdamai, meski dia putra dari pemimpin Redbear Leon memang tidak bisa bertarung , dia hanya bisa bersiasat saja, entah apa alasanya


Namun ketika Leon menjabat tangan Sean, Sean malah langsung memelintirkan tangan Leon dan menguncinya kebelakang tubuh Leon "Aww aw aw, aw, le lepas lepas aw lepaskan" ucap Leon yang kesakitan tanganya di pelintir Sean


"Harusnya aku patahkan juga tanganmu yang sudah berani menyentuh Rania, tapi aku tidak ingin melihat kalian terlalu lama berdiam di sini karena alasan tidak ada supir," ucap Sean yang melihat mereka hanya bertiga


Sean memang bukan tipe orang yang akan menindas orang yang lemah, dia sadar kalau Leon itu tidak pandai bertarung, jadi dia tidak menyakitinya terlalu parah


"Baik Baik aku akan pergi, tapi lepaskan dulu tangan ku, ssh aww" ucap Leon sambil mengerenyit


"Kuperingatkan juga, jika kamu masih ingin anggota tubuhmu tetap utuh sampai hari tuamu, jangan sekali kali lagi mengganggu Rania, karena ku pastikan tidak hanya satu tanganmu yang patah jika kau berani mengganggu dia lagi nanti" ucap Sean menggeretak Leon


Sean pun langsung mendorong tubuh Leon cukup keras hingga tubuhnya menghantam mobilnya sendiri yang menghalangi jalan ini dan 'bruk' "aahh" lirih Leon lagi, dia memantul dari mobil hingga terduduk di tanah di hadapan Sean


Diapun langsung bangkit kembali dan bergegas memutari bagian depan mobilnya untuk menuju kursi pengemudi dan tetap menatap Sean dengan tatapan heran dan penuh dengki, sambil memegangi tanganya yang Sedikit Sakit, kedua pengawalnya juga bersusah payah untuk masuk ke dalam mobil lagi


'Lihat saja akan kubuat kau menyesal karena melakukan ini padaku, masih banyak cara untuk mnyingkirkanmu meskipun kamu hebat' ucap hati Leon, dia tidak ada keberanian untuk mengatakanya langsung, karena dia cukup ngeri melihat keadaan Zopar dan satu pngawal lainya yang di kalahkan Sean dengan mudah seperti mengalahkan bayi saja,


Merekapun pergi dengan hati penuh dendam dan ngeri terhadap Sean


Sementara itu Rania masih belum percaya pacarnya bisa mengalahkan orang orang tegap barusan dengan sangat mudahnya "Bagai mana kau melakukanya?" tanya Rania yang keheranan dari tadi


"Tidak sulit, Sama seperti aku mengalahkan pria gendut di kedai tempo hari, keren kan?"ucap Sean sambil bergaya memegang pistol jari di depan dagunya dengan gaya so cool (🤔)


"Kamu itu, apa tidak bisa serius sedikit kalau di tanya? tentu saja ini tidak sama, mereka pengawal terlatih Leon lho, masa iya di samakan dengan pria gendut di kota B itu" ucap Rania sdikit cemberut karena tidak mendapat jawaban yang serius


"Sudah, jangan memikirkan hal itu lagi, O yah sekarang kamu mau kemana ?" tanya Sean


"Tadinya aku mau nunggu kamu di kedai lagi, tapi di hadang mobil si Leon tadi" ucap Rania

__ADS_1


"Kamu pakai mobil ini?" ucap Sean yang melihat mobil minibus pengangkut logistik yang di depanya


"Iya, aku tidak bawa mobilku yang di kota J, jadi aku pakai mobil kantor ini untuk kemana mana, ATM ku juga di pegang ibu, jadi aku hanya bisa ambil uang seperlunya saja" ucap Rania


"Ya sudah kamu kembalikan saja kedalam mobilnya, aku mau ajak kamu ke suatu tempat" ucap Sean


"Memangnya mau kemana?"ucap Rania


"Jangan banyak nanya nona cantik, cepatlah!, keburu Sore" ucap Sean sambil mencubit ringan pipi Rania dengan tanganya


"Baiklah" Raniapun memasukan lagi mobilnya ke area kantor lagi


Rania pun segera kembali kehadaapan Sean dan berjalan bersebelahan menuju mobil jeep wrangler Sean


"Ini mobil Siapa sayang?" tanya Rania


"Punya Ibu" ucap Sean


"Oh, memangnya kamu ada tugas apa sih di sini sampai di pasilitasi segala macem gini sama bu Kartina?, enak banget perasaan!" tanya Rania yang tidak peka juga, dia menyangka kata Ibu itu hanya sekedar kiasan Sean ke kartina


Rania pun masuk meskipun sebenarnya dia masih ingin bertanya lagi, Sean juga masuk dari pintu sebrangnya, dan dengan Segera mobil pun melaju


Di dalam mobil "Hebat kamu sayang, sangat banyak kemajuan di beberapa bulan ini, kamu sekarang sudah pinter berkendara, sudah dapat tugas luar kota juga, apa kamu sudah di angkat bu Kertina jadi manager?" tanya Rania


"Ran, aku ini direktur Arman, putra ibu Kartina" ucap Sean dengan menekankan kata putra nya


"Kamu itu, jangan kelewatan kalau bercanda, kalau bu kartina dengar bisa jadi masalah nanti" ucap Rania


"Tapi aku beneran Arman" ucap Sean


"Iyaaa, Sean Arman,,, aku tau, udah ah jangan di bahas, kamu di tanya bener bener juga malah halu, mentang mentang punya nama yang sama" ucap Rania,


Yang Rania dengar, soal kepulangan direktur Arman waktu itu adalah dari luar negri, bukan dari kota B, entah siapa yang berasumsi seperti itu awalnya, tapi berita itu menyebar hampir ke seluruh karyawan pada waktu itu,


Termasuk Rania juga menerima kabar burung seperti itu, jadi dia mengangap Sean barusan hanya bercanda saja untuk menggodanya, karena Sean juga sering mnggodanya dengan kata yang aneh waktu di kota J, jadi dia tidak mengangapnya terlalu serius


Sean mengambil napas dalam dan mengeluarkannya "Terserah kamu saja lah" ucap Sean yang memang belum bisa membuktikan perkataannya sekarang

__ADS_1


Setelah beberapa waktu melaju Sean pun membelokan mobilnya ke jalanan yang mengarah ke komplek Rumah ibunya lagi dan sampailah mereka ke rumah Kartina, merekapun segera turun dari mobil


"Waaw, indah sekali sayang, ini rumah bu Kartina ya?" tanya Rania yang kagum dengan halamanya yang cukup luas dan hijau ini


"Iya, ini rumah bu kartina, aku mengajakmu kesini karena kurasa kamu suka dengan alam, jadi aku pikir kamu akan menyukai tempat ini" ucap Sean


"Suka sekali" ucap Rania dengan mata yang berbinar melihat halaman hijau dengan nuansa alam yang mengitari rumah ini


"Ini masih bukan bagian terbaiknya, ayo ikut" ucap Sean


"Sungguh, apa ada bagian yang lebih baik lagi dari ini?" tanya Rania


"Tentu" ucap Sean


Merekapun berjalan santai untuk mengitari rumah melewati pepohonan hias yang beraneka Ragam, Rania pun merasa kalau dirinya sedang berada di sebuah hutan tropis mini yang sangat menenangkan


Merekapun akhirnya sampai di belakang area rumah yang terdapat kolam koi yang memanjang seperti sungai itu yang melintas di area taman


"Aaaaa indah sekali, ini benar benar indah" ucap Rania langsung mendekat ke area kolam itu "Kamu beruntung sekali bisa tinggal di sini sayang, aku jadi iri padamu" ucap Rania sambil mencoba meraih jernihnya air kolam dan langsung di hampiri oleh puluhan ikan ikan koi yang meminta makan


"Iya, aku memang beruntung" ucap Sean yang hanya duduk memandangi Rania yang terlihat sangat bahagia itu dari gazeboo kayu di area pinggir taman


Rania juga melintasi jembatan kayu untuk menyebrang ke sisi lain kolam dan menatapi tanaman tanaman rindang di sana, dan sesekali menyetuh dedaunannya yang hijau, dia merasa sangat nyaman berada di tempat sepert ini, dan merasa tidak ingin pergi lagi dari sini


Setelah beberapa saat dia menikmati dunianya, Rania menghampiri Sean yang hanya duduk di gazeboo kayu dan hanya memperhatikanya denga tersenyum "Aku merasa senang sekali di sini, rasanya aku tidak ingin pulang dari tempat ini" ucap Rania sambil duduk juga di gazeboo


"Minum dulu" ucap Sean menunjuk baki teh dan makanan ringan yang ada di tengah tengah mereka yang di bawakan asisten rumah barusan


"Iya," Rania pun mengambil cangkir teh dari baki itu dan langsung meminumnya perlahan


"Kalau tidak ingin pulang, ya tidak usah pulang" ucap Sean asal


"Aku tidak enak dengan bu Kartina, aku sudah tidak bekerja lagi denganya kan, aku juga pasti akan di omeli ibu kalau aku tidak pulang" ucap Rania


Merekapun mengobrol di gazeboo beberapa waktu, hingga hari mulai gelap, setelah itu barulah Sean mengantar Rania untuk pulang ke rumahnya


...~°~...

__ADS_1


__ADS_2