
Sesampainya di mansion Kartina, Sean pun langsung bergeas masuk kedalam mansion dengan pikiran yang rumit,
Sean pun sudah di tunggu ibunya di Sofa ruang tamu, dia menatap tajam ke arah Sean yang datang, Sean pun duduk di sofa yang lain
"Dari mana kamu semalam?" tanya Kartina dingin
Sean sedikit bingung harus menjawab apa, dia mana mungkin berbohong pada ibunaya, meskipun dia Ragu juga untuk berkata yang sebenarnya "Aku menginap di markas Redbear bu" ucap Sean
Kartina menghela napasnya, "Apa Kamu tidak memikirkan perasaan Rania jika dia tau kelakuanmu" ucap Kartina
Sean pun kaget karena ibunya sepertinya sudah tau apa yang terjadi padanya "Maksud ibu apa?" tanya Sean memastikan
Kartina pun mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan Foto Sean yang tidur dengan bertel**jang dada dan di peluk oleh Seorang gadis seksi di balik selimut, Fotonya terlihat sangat natural
"Itu itu, darimana ibu dapat foto itu?" tanya Sean
"Tidak penting Ibu dapat darimana, tapi ibu minta,, tolong kamu jelaskan tentang ini, ibu tidak habis pikir kalau kamu melakukan hal semacam ini" ucap Kartina
"Aku, aku,, aku tidak tau bu" ucap Sean bingung, dia juga tidak tau apa yang terjadi padanya yang tiba tiba berada di satu ruangan dengan Tiara
Sean pun merenung sejenak, dia yakin dia tidak mabuk semalam karena dia tidak meminum alkohol, dia juga yakin tidak melakukan apapun pada Tiara karena tidak semua pakaian Sean terlepas, dia masih mengenakan jeansnya, dan sekarang tiba tiba ada Fotonya berada di tangan ibunya, Sean merasa semuanya janggal, dia tidak bodoh, dia sangat yakin kalau ada yang sudah menjebaknya tadi malam dan ada yang memsukan sesuatu kedalam minumannya saat dia berpidato
"Apa ibu percaya aku melakukan hal lain selain apa yang terlihat di foto itu?" tanya Sean
"Ibu tidak yakin, ibu belum mendengar penjelasan mu" ucap Kartina
"Aku juga tidak tau kejadian spesifiknya, tapi aku yakin ada seseorang yang merencanakan kejadian ini, yang jelas aku dia buat tidak sadarkan diri semalam, aku berani bersumpah aku tidak mengingatnya sama sekali bu" ucap Sean
Pikiran Sean pun langsung mengarah ke Tiara, 'Apa ini rencana Tiara? tapi dia mabuk semalam dan terus berada di dekatku saat pidato berlangsung, tapi kalau bukan dia siapa?' pikir Sean
"Baiklah Ibu percaya padamu, Fotomu ini Ibu dapat dari nomor yang tidak Ibu kenal, coba kamu hubungi Rania, Ibu takutnya Rania juga melihat ini" ucap Sean
"Baik bu" Sean pun segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Rania
__ADS_1
Namun beberapa kali Sean menghubungi nomor Rania, dia tidak kunjung mengangkat telepon dari Sean, dia pun mulai mengkhawatirkan ucap pan ibunya barusan
"Sepertinya aku harus mendatangi nya langsung, Rania tidak mengangakat telpon ku" ucap Sean, dia pun beranjak dari duduknya
Dan segera menuju ke mobilnya yang sudah ada di garasi, diapun masuk kedalam mobil nya dan langsung bergegas keluar dan pergi ke rumah Rania
Sesampainya di depan rumah Rania, Sean pun turun dan langsung bergegas untuk menekan bel, sudah beberapa kali dia menekan bel namun masih tidak ada yang keluar untuk membukakan pintu gerbang untuknya, hari masih terlalu pagi, jadi Sean pikir tidak mungkin Rania sudah pergi ke kantornya
Setelah sekian lama menunggu akhirnya ada yang keluar dari dalam rumah, tapi itu bukan Rania, tapi Seli yang membukakan pintu gerbang
"Ada apa Kaka ke sini" ucap Seli dingin tidak seperti bisanya
Sean pun yakin kalau Rania juga mendapat foto yang Sama dengan ibunya
"Apa Rania ada di dalam?" tanya Sean
"Ada, tapi kakak tidak ingin bertemu kak Sean sekarang" ucap Seli
Sean tampa pikir panjang langsung masuk melewati Seli yang berdiri di sana
Tapi Sean tidak menghentikan langkahnya dan langsung masuk ke rumah Rania , dia tidak melihat Rania di ruang tamu dan di ruang tengah, jadi Sean pastikan kalau Rania ada di lantai 2 rumahnya , Sean pun bergegas
Namun saat Sean akan menaiki tangga, Sean melihat Rania yang menuruni tangga dengan wajah yang suram "Untuk apa kamu kemari?" ucap Rania
"Ran aku ingin menjelaskan sesuatu hal padamu, masalah Foto yang mungkin kamu sudah terima, itu Tidak seperti yang terlihat" ucap Sean
"O yah?, apa maksud kamu melakukan lebih dari itu, kamu tidak punya perasaan, kenapa kamu tega melakukan itu dengan temanku? kenapa?" tanya Rania
"Ran,, dengarkan penjelasan ku dulu, ini tidak seperti yang kamu bayangkan, aku........."
"Aku tidak ingin dengar alasan mu, sekarang pergi dari rumah ini" ucap Rania dengan Air matanya mulai menetes
"Ran, beri aku kesempatan untuk menjelaskan kalau semua itu hanya rencana Tiara saja" ucap Sean
__ADS_1
"Aku tidak mau dengar lagi, pergi" ucap Rania menghampiri Sean dan mendorongnya untuk keluar
Meski Sean mencoba menjelaskannya terus, Rania tetap mendorong nya hingga Sean benar benar ke luar dari rumah dan Rania pun langsung mengunci pintunya
Sean yang sudah di luar pun mencoba untuk membujuk nya lagi dan lagi sambil terus mengetuk pintu
"Ran, buka dulu sebentar, aku bicara jujur padamu, aku tidak melakukan apapun, percayalah" ucap Sean
"Pergiiiii" ucap Rania yang bersandar di pintu sambil menangis
"Ran, ayolah, ini hanya salah paham" ucap Sean
"Aku bilang lergiiiii" Rania pun menangis hingga mendudukkan dirinya di lantai dan masih bersandar di pintu
Sean juga melakukan hal yang sama, dia pun mendudukkan dirinya di lantai dan bersandar di pintu, dan mereka pun duduk saling membelakangi dengan posisi yang sama, hanya saja mereka terhalang oleh daun pintu "Ran, maaf, bukanya aku menyalahkan mu, tapi seharusnya kamu tidak memintaku untuk menolong Tiara, aku akui aku juga salah, harusnya aku juga tidak menolong nya," ucap Sean ke Arah pintu
Rania masih mendengar nya di sana, hanya saja dia tidak ingin menjawabnya lagi
"Ran, apa kamu masih di sana? aku tau kamu masih di balik pintu ini, intinya aku di jebak Tiara Ran, tapi aku pastikan aku tidak melakukan apapun padanya, mungkin aku sekarang belum punya bukti, tapi aku akan membuktikan nya padamu" ucap Sean
Rania masih enggan untuk menjawab Sean, Dia Hanya teus meneteskan air matanya, dia ingin percaya dengan kata-kata Sean itu, namun hatinya sudah tertutup kabut sekarang, dia masih terbayang gambaran Sean yang di peluk wanita lain di tempat tidur, dan itu membuatnya merasa sangat sakit
"Ran, jika kamu masih tidak percaya padaku, aku akan mencari buktinya sesegera mungkin, tunggu saja, cepat atau lambat aku akan segera membuktikannya padamu" ucap Sean
Sean pun merasa percuma menjelaskan apapun kalau dia tidak memiliki bukti yang kuat, jangankan orang lain yang melihatnya, dirinya saja juga sedikit Ragu kalau antara dirinya dan Tiara tidak terjadi apa pun
Sean pun bangkit dari duduknya, "Ran aku pergi, aku akan kembali setelah aku mendapat buktinya" ucap Sean
Sean pun bernjak dari pintu itu dan segera pergi dari kediaman Rania, dia ingin menanyakan langsung pada Tiara apa yang sebenarnya terjadi,
Dia pun ingin membuktikan dulu pada dirinya sendiri, dia teringat dengan pantangan kang Rawing, "Kalau aku benar-benar menyentuh Tiara, pasti kekebalan ku akan luntur" gumam Sean
Dia memarkirkan mobilnya di depan sebuah mini market, dia membeli sebuah pisau yang sangat tajam dari mini market itu, diapun segera ke mobil lagi, Sean pun mengarahkan pisau itu ke pergelangan tangannya, Sean sempat ragu untuk menyatakan pisau itu ke tanganya, tapi dia pikir dia pantas terluka jika dia benar-benar sudah melakukannya,
__ADS_1
Sen pun tidak ragu lagi dan langsung menyatakan pisau itu sekuat tenaganya tapi memang tidak terjadi apapun pada tanganya itu, dia pun yakin kalau dirinya masih belum melanggar pantangan itu