Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Pemandangan Berbahaya


__ADS_3

Sean pun segera membuka pintu kamar Hotel itu dengan sedikit penasaran, dan ternyata, Rania lah yang mengetuk pintu, dan dia sekarang berdiri di luar pintu dengan membawa sebuah bantal hotel "Ran, Ada apa?" tanya Sean sedikit heran


"Apa kamu sudah selesai?" tanya Rania


"Selesai apa?" tanya Sean


"Dengan Lena," ucap Rania


Sean pun mengerutkan dahinya "Belum, memangnya ada apa?" tanya Sean


"Aku mau menginap dengan kalian" ucap Rania yang langsung melangkah masuk ke dalam kamar


"Tapi....., Ran,, masa kamu mau tidur di sini" ucap Sean, dia pun menutup pintu dan segera mengikuti Rania yang masuk


"Len, aku ingin menginap di sini, boleh tidak?" tanya Rania


Lena pun terduduk dan melirik Sean untuk meminta pendapatnya


Sean hanya tersenyum bingung ke arah Lena "Kalau begitu aku tidur di kamar Rania saja Len, kalian berdua tidur di sini" ucap Sean


""Mana boleh begitu"" ucap serempak Rania dan Lena, mereka pun langsung berpandangan sejenak karena merasa mengucapkan kata yang sama


"Maksudku aku ingin tidur dengan kalaian, bukan dengan Lena saja" ucap Rania


"Mana boleh begitu Ran" ucap Sean


"Aku kedingina tidur sendirian di kamar Hotel, kalian berdua disini enak bisa cari kehangatan, itu tidak adil" ucap Rania


Sean pun menghela nafasnya, dia ingat kemarin pulang terlambat setelah mengecek kesiapan acara resepsi untuk Lena, jadi mungkin Rania merasa kalau kemarin bukan waktunya Sean dan dirinya bersama, karena dia sudah tidur saat Sean pulang,


"Baiklah, tapi kamu tanyakan ke dulu ke Lena" ucap Sean


"Boleh ya Len?" ucap Rania


"Iya boleh kak" ucap Lena


"Tuh kan boleh" ucap Rania, diapun langsung naik ke ranjang pengantin Lena, dan dia langsung masuk ke dalam selimut "Kamu di sini" Rania menepuk nepuk tempat di antara Rania dan Lena, karena memang tempat tidurnya lumayan luas, dan cukup leluasa untuk mereka bertiga


"Hhhhh, Baiklah" Sean pun menghampiri mereka dan duduk di antara Rania yang sudah tiduran, dan Lena yang terduduk karena kedatangan Rania yang tiba tiba ini


Lena pun turun dari tempat tidur nya


"Kemana Len?" tanya Sean


"Lena ganti baju dulu" ucap Lena


"Oh, ya sudah" ucap Sean


Lena pun segera bergegas ke ruang ganti, dan mengganti gaunya itu dengan baju tidur, dan kembali masuk kedalam selimut di samping Sean

__ADS_1


Sean pun sedikit ngedumel di hatinya 'Haduuuh, gagal lagi' pikir Sean, meski mereka berdua itu istri nya, tapi Sean tidak mungkin melakukannya bersamaan pada mereka, bukan Sean tidak menginginkanya, tapi Sean sedikit tau aturan,


Sean pun segera membaringkan tubuhnya di tengah-tengah mereka berdua, dia tidak berani berpikiran untuk memeluk salah satu dari mereka, karena pasti akan ada yang merasa itu tidak adil lagi


Namun ternyata mereka berdua lah yang justru berinisiatif memeluk Sean bersamaan,


Hati Sean pun seketika menghangat, Dia cukup merasa senang bisa bersama sama dengan mereka seperti ini, pengalaman seperti ini memang tidak pernah terpikirkan oleh Sean sebelumnya, bahkan mengkhayalkannya pun Sean tidak berani sebelumnya, Sean pun berharap, ke adaan seperti ini akan terus bertahan selamanya


Setelah beberapa saat, mereka bertiga pun tertidur di tempat tidur yang sama dengan harmonis



Keesokan paginya merekapun terbangun hampir bersamaan, senyum cerah pun langsung tergambar di bibir mereka, meskipun Sean tidak melakukan nya semalam, tapi kebersamaan seperti ini tidak kalah membahagiakannya untuk mereka


Mereka pun segera beranjak untuk ambil air wudhu, kemudian mereka pun Solat bersama dengan Sean sebagai imam mereka


Setelah solat, mereka pun mencium tangan Sean bergantian, dan Sean juga mencium kening mereka bergantian, tergambar jelas di mata Sean, kalau dia sangat bangga bisa mendapatkan istri seperti mereka berdua, mereka memang memberi ketenangan dan kesejukan di hatinya


Setelah hari beranjak Siang, mereka pun bersiap dan segera pergi ke bandara, karena seperti yang sudah di rencanakan Sean dan Rania sebelumnya, mereka akan berbulan madu di pulau BL


Sean juga mengajak Agam dan Aruna untuk ikut kesana, dan beberapa anak buahnya juga ikut


Setelah prosedur keberangkatan sudah di urus, Sean pun mengajak Lena dan Rania langsung menuju ke jet pribadi milik Kartina itu


Lena pun memperhatikan pesawat yang akan dia naikinya ini "Waaaw,, pesawatnya bertuliskan nama ibu, apa pesawat ini milik ibu juga?" tanya Lena, dia memang baru pertamakalinya melihat pesawat jet yang bertuliskan Kartin di badan pesawat nya ini


Lena pun berdecak kagum dengan apa yang Ibu mertuanya miliki ini "Ibu benar-benar Hebat, aku ingin sekali jadi seperti ibu nanti" ucap Lena dengan mata berbinar


"Kamu jadi dokter hebat dulu, nanti kamu juga pasti bisa seperti ibu" ucap Sean


"Siap Suamiku, Lena pasti akan jadi dokter Hebat suatu hari nanti" ucap Lena


"Menurutmu, apa aku juga bisa seperti ibu" tanya Rania yang di sebelah Sean yang lain


"Tentu saja, kamu juga punya kemampuan, tapi aku sarankan kamu jadi ibu yang baik buat anak anak kita saja nanti," ucap Sean,


Sean berbicara seperti itu karena dia tidak mau Rania lebih mementingkan pekerjaannya nanti, dan melupakan kewajibannya sebagai ibu, karena Sean bisa melihat kalau Rania memang berpotensi dan lumayan ambisius dalam mengejar karir, dia bisa melupakan sesuatu yang lain saat dia fokus mengejar sesuatu,


Sean memang berharap istri istrinya bisa jadi ibu yang baik untuk anak anaknya kelak, dan Sean bisa melihat kalau Lena akan seperti itu nantinya, menurutnya Lena sudah memiliki sifat ke ibuan dan empati, jadi dia tidak berkata demikian pada Lena, Sean memang tidak mau anak-anaknya nanti kekurangan perhatian ibunya seperti Sean waktu kecil dulu,


"Aaaaaa sayang, kamu tidak adil, kenapa padaku berbicara begitu, kamu tidak mendukung istrimu secara imbang, aku marah padamu" ucap Rania pura pura marah dan memalingkan wajahanya


"Ran, bukanya begitu, aku hanya tidak mau kalau nanti aku jadi bapak Rumah tangga, karena kalah bisnis oleh istrinya" ucap Sean asal


"Ah, kamu bercanda saja, mana mungkin aku bisa dengan mudahnya menyaingimu kan, itu mustahil" ucap Rania sambil memanyunkan bibirnya


Sean hanya tersenyum mendengarnya, "Ya sudah, kita naik sekarang" ucap Sean, mereka pun segera naik dan masuk ke kabin pesawat untuk segera mengudara, Lena terlihat cukup bersemangat pada awalnya, namun dia terlihat cukup panik saat pesawat perlahan mulai mengudara


Karena ini memang penerbangan pertama untuk dirinya, jadi sepanjang penerbangan Lena memegang tangan Sean dengan cukup erat, dia tidak mau melepaskan tangan Sean itu

__ADS_1


Setelah beberapa jam penerbangan, mereka pun segera mendarat di bandara pulau BL, Rania memilih pulau BL untuk honey moon, karena Rania memang sudah pernah kemari sebelumnya, dan dia Sangat menyukai pesona alamnya yang sangat indah, entah itu pantai pantainya, atau wisata alam lainya yang sangat di sukai Rania di pulau ini


Merekapun segera menuju Resort yang sudah mereka pesan sebelumnya, lokasinya sangat dekat dengan pesisir pantai yang cukup populer di pulau itu


Hingga merekapun akhirnya sampai di salah satu kamar resort yang bernuansa minimalis modern, dan terdapat sentuhan tradisional di beberapa sudut Ruangannya


Mereka bertiga pun bisa lansung melihat ke Arah pantai dari jendela kaca kamar


"Waaaaw, indahnya, sudah lama Lena ingin main di pantai, suamiku, ayo kita kesana" ucap Lena


"Apa kamu tidak mau istirahat dulu?" ucap Sean


"Tidak, ayo cepat, kita kesana sekarang" ucap Lena menarik tangan Sean


"Baiklah, tapi kamu ganti pakaian mu dulu" ucap Sean


"Oh, iya, Lena lupa" Lena pun segera bergegas untuk mengganti pakaianya


Rania pun hanya tersenyum dengan sifat adik madunya ini, menurutnya Lena masih mempunyai sedikit sifat ke kanak kanakan pada dirinya,


Setelah semuanya bersiap dengan pakaian santai dan topi pantai lebarnya, mereka pun segera menuju ke pantai indah yang tidak jauh dari Resort mereka itu,


Mereka pun berjalan bergandengan menuju ke bibir pantai yang terlihat cukup Ramai, mereka pun memperhatikan pemandangan sekitarnya yang cukup indah


Namun, saat mereka mulai mendekat, para istri menyadari kalau banyak pemandangan sensitif bagi suaminya di depan sana


Sementara Sean hanya fokus melihat pemandangan laut di depannya,, dia tidak terlalu fokus memperhatikan orang-orang yang ada di pantai itu


Sampai ketika beberapa turis wanita bebikini pun melintas di depan mereka, Seketika Lena dan Rania pun menutupkan tangan mereka pada mata Sean yang di gandengnya


"Jangan lihat" ucap Mereka serempak


"Apa?" Sean bingung karena Sean memang belum sempat melihat turis itu


Setelah para turis itu berlalu, mereka pun membuka tangan mereka itu bersamaan "Tidak apa apa,,,, sayang, sepertinya aku salah pilih tempat honey moon deh, kita pindah Resort saja ya" ucap Rania


"Iya, di sini banyak pemandangan berbahaya kak" ucap Lena


"Berbahaya apa?" ucap Sean bingung, dia pun mulai memperhatikan orang-orang yang ada di sekitarnya, dan dia mulai mengerti maksud dari para istri istri polosnya ini


"Oh, baiklah , tapi sayang sekali, padahal kan di sini enak bisa sekalian cuci mata" ucap Sean menggoda istri istrinya


"Tidak boleh" ucap Rania yang segera mendorong tubuh Sean untuk berbalik arah


"Ihh, kak Sean genit" ucap Lena juga sambil mencubit Sean


Mereka pun segera berbalik ke Resortnya kembali,


Tapi yang tidak di sadari oleh Sean, ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka dari saat pertama mereka datang ke pantai ini, dan pemilik mata itu punya niat yang buruk pada Sean

__ADS_1


__ADS_2