
Setelah beberapa saat, Sean dan Lena pun sudah membersihkan diri mereka masing-masing, namun Lena tidak mengijinkan Sean langsung keluar kamar setelah mereka Solat, Sean juga tidak bisa menolak Lena yang ingin di manja ini,, mungkin sekarang Lena sudah merasa kalau dirinya sudah di miliki Sean se utuhnya
Lena pun terus bermanja dan memeluk Sean di sofa
"Len, kamu kenapa cerita ke Gina soal malam pengantin?, dia juga kan belum nikah kan?" ucap Sean penasaran
"Sebenarnya Lena tidak bermaksud cerita, Gina yang mendesak Lena terus, jadi Lena keceplosan bilang kalau kak Sean tidak melakukan apa pun ke Lena setelah akad" ucap Lena
"Oh,,, lain kali, jangan cerita lagi masalah seperti itu ke Gina, apa Gina bicara sesuatu lagi selain itu?" tanya Sean masih penasaran
"Gina bilang, jika kak Sean tidak melakukanya, mungkin itu karena Lena nya kurang menarik, jadi tidak menggairahkan, gitu katanya" ucap Lena polos
"Gina bilang begitu,? awas saja kalau ketemu dia, akan ku cubit pipi cabinya itu, kamu itu sangat menarik," ucap Sean
"Begitu kah? terus kenapa tidak melakukanya sebelumnya?" tanya Lena
"Karena kakak pikir kamu tidak sekuat itu Len" ucap Sean Tersenyum
Lena pun juga hanya tersenyum
Setelah Hari beranjak Siang mereka pun Keluar dari kamar, ternyata Rania sudah menunggu mereka di depan pintu "Cie yang udah dapet jatah, hari gini baru keluar kamar" ucap Rania yang melihat Rambut mereka masih lembab
"Ayolah, jangan bahas masalah seperti ini pagi pagi," ucap Sean
Sementara Lena hanya mesem saja
"Iya Iya, bercanda" ucap Rania
"Ya sudah, kita turun sekarang, kita sarapan" ucap Sean
Mereka pun turun dengan Sean yang di gandeng 2 bidadari cantiknya itu untuk Sarapan pagi bersama
Setelah selesai Sarapan, Lena pun segera bersiap, dan segera pergi ke fakultas nya Tampa di antar Sean, karena dia memang sudah meminta izin untuk membawa mobilnya sendiri
Di teras belakang
"Kamu tidak Antar Lena kuliah?, kok malah olah raga di sini sayang?" tanya Rania yang melihat Sean lari pagi di track mill
"Tidak, dia bilang mau bawa mobilnya sendiri" ucap Sean
"Oh, kalau gitu kita mending pergi bersepeda saja, kita pergi ke taman komplek, gimana?" ucap Rania
"Boleh juga," ucap Sean
__ADS_1
"Oke kalau gitu tunggu sebentar, aku ganti baju ku dulu" ucap Rania, Dia pun segera beranjak untuk bersiap, sementara Sean langsung pergi keluar dan menunggu Rania di teras depan Rumah
Tidak beberapa lama Rania pun keluar dengan sudah memakai outfit bersepeda, dengan jilbab topi berwarna pink di kepalanya "Ayo, aku sudah Siap" ucap Rania
Sean pun memperhatikan penampilan Rania itu dan tersenyum sedikit "Iya" ucap Sean
Mereka pun segera pergi bersepeda beriringan, dan mulai menggoes spedanya menyusuri jalanan komplek, hingga merekapun akhirnya sampai di taman komplek dan mengitarinya beberapa kali dengan sepeda, sekali kali mereka bercanda dan tertawa saat bersepeda
Sean jarang melakukan kegiatan seperti ini di luar mansion, tapi kalau Rania memang dia sering melakukannya, setiap akhir pekan pasti dia bersepeda ke car free day atau ke sekitaran stadion di kota J,
Setelah sedikit lelah mereka pun beristirahat di kursi taman dan meminum Air bekal mereka, "Haduh cape juga say," ucap Rania
"Habis ini kita langsung pulang saja kalau kamu sudah capek" ucap Sean
"Iya, o yah Sayang, ngomong-ngomong kapan kita pergi ke pulau BL itu, aku sudah lama tidak pernah ke sana lagi" ucap Rania
"Paling beberapa hari lagi Ran, setelah selesai resepsi untuk Lena kita langsung terbang kesana", ucap Sean
"Oh, baiklah, aku sudah tidak sabar" ucap Rania
Setelah mengobrol beberapa saat lagi, mereka pun segera kembali lagi ke mansion dan mengistirahatkan tubuhnya sejenak, untuk kemudian merekapun ke Area belakang untuk berenang bersama, dan bersantai di gazebo pinggiran kolam
Setelah hari beranjak Siang, saat Sean sedang duduk duduk dengan Rania di ruang keluarga, ponsel Sean pun tiba-tiba berbunyi
"Siapa yang Telpon sayang?" tanya Rania
"Terima saja, mungkin dia ada perlu dengan mu" ucap Rania
"Baklah" Sean pun menerima panggilannya, Tiara pun hanya mengabari kalau pertandingan yang di rencanakan keluarga intinya sudah di mulai, dan Tiara mengundang Sean untuk bisa hadir di sana
"Ran, Tiara memintaku untuk kesana lagi, ada pertandingan di gedung Redbear, dan kebetulan Tiara juga ikut serta di dalamnya, apa kamu tidak keberatan kalau aku kesana?" ucap Sean
"Kalau gitu aku ikut kesana saja denganmu, sekalian untuk dukung Tiara" ucap Rania
"Ran, bukanya tidak boleh, tapi kurasa tempat itu tidak akan cocok untukmu, apa kamu mau melihat orang yang main pukul pukulan?" ucap Sean
"Ii Iya sih aku tidak Suka melihat orang berantem, tapi Tiara gimana,?, apa dia akan berkelahi juga?, diakan perempuan, apa dia tidak akan takut di pukull?" ucap Rania
"Harusnya kamu lebih tau Tiara dari pada aku kan?" ucap Sean
"Iya sih, dia memang jago berantem dulu, laki laki juga banyak yang takut padanya, makanya tidak ada yang berani mengganggu kami 3srikandi waktu sekolah dulu" ucap Rania bangga
"Iya Iya, aku percaya" ucap Sean
__ADS_1
Setelah Sean dapat izin dia pun segera pergi ke gedung Redbear untuk melihat pertandingan mereka, Sean pun segera di arahkan ke tempat pertarungan oleh beberapa orang anggota Redbear yang badanya tinggi besar,
Jika dulu mereka sering cari gara gara pada Sean karena di suruh Ferdi , Sekarang mereka tunduk dan takut kepada Sean
Sean pun masuk ke sebuah aula latihan mereka yang cukup Luas ini, ukuranya lebih besar dari markas Agam, di sini bahkan sampai ada 4 Ring tinju, dan sudah tidak terlihat peralatan latihan di ruangan ini, mungkin karena sengaja di bereskan Agar semua anggota Redbear leluasa menyaksikan petua mereka bertarung
Sean pun di Arahkan ke kursi yang khusus untuk dia duduk, level tempat duduknya sengaja di buat lebih tinggi supaya dia bisa jelas melihat ke area pertarungan, di antara banyaknya Anggota Redbear yang menyaksikan
Tiara pun segera menghadap ke depan Sean di ikuti Agam dan Aruna di belakang nya "Anda sudah datang master, penyisihan pertama sudah selesai, tinggal menyisakan 8 anggota keluarga inti dari 16 yang ikut, mereka akan berhadapan di pertandingan selanjutnya, termasuk saya" ucap Tiara
"Kamu punya kemampuan, harus nya kamu bisa dengan mudah mengalahkan mereka, aku percaya padamu" ucap Sean
"Terima kasih untuk kepercayaan mu, akan ku usahakan sebisaku" ucap Tiara
Sean pun hanya memperhatikan pertarungan yang sedang berlangsung sekarang dari tempat duduknya, terdengar riuh sorak ratusan anggota Redbear yang menyaksikan pertandingan itu
Mereka berhadapan di atas Ring satu lawan satu, mereka beradu pukul, beradu tendangan dan sebagainya, mereka memang punya kemampuan bertarung lebih baik dari anggota Redbear biasa
Hingga akhirnya Salah satu dari mereka pun tumbang dan menyerah, dan tibalah saatnya untuk Tiara naik ke atas Ring lagi dan berhadapan dengan kakak tirinya yang bernama Tritan
"Tiara, meskipun kamu adik perempuanku, aku tidak akan segan untuk memukulmu, jangan merasa hebat dulu karena kamu sudah mengalahkan Daffin tadi, kamu hanya beruntung bisa mengalahkannya" ucap Tritan
"Aku juga tidak akan segan memukulmu kak, dan satu hal lagi, aku mengalahkan kak Daffin karena dia memeng lemah, bukan karena keberuntunganku" ucap Tiara
"Baiklah, kita lihat sekarang, apa kamu punya cukup kemampuan untuk mengalahkan ku" ucap Tritan
Mereka membungkukan badan sejenak dan kemudian langsung memasang kuda-kuda dengan gaya masing, jika Tiara menggunakan gaya muaythai nya, Tritan lebih ke gaya kungfu yang terlihat sedikit santai
Mereka pun segera maju ke arah lawan dan pertarungan pun di mulai, Tiara dengan cekatan menghindari pukulan pukulan yang di lancarkan Tritan, kemudian dia menyerang kakanya itu dengan dengkul dan sikutnya, di barengi teriakan khas wanita petarung setiap kali Tiara menendangkan kaki atau menyikut, Tiara tidak terlalu mengandalkan tinjunya karena pukulannya lemah menurutnya,,Tritan pun masih bisa menahan serangan Serengan dari Tiara
Pertarungan pun berjalan seimbang, dan masing masing dari mereka belum ada yang dapat serangan serius, hingga pada saat selanjutnya Tiara pun terkena tendangan keras dari Tritan di bagian dadanya, hingga diapun mundur beberapa langkah dan memeganginya
Jika dia tidak memakai besi kursani dari Sean, pasti dia akan langsung sesak nafas saat ini juga karena kesakitan, dan pertandingan pasti akan selesai karenanya
"Apakah sakit adiku sayang, kamu terlalu banyak memiliki kelemahan, dari itu lah kamu tidak pantas untuk punya kuasa terhadap Redbear, jadi aku sarankan kamu menyerah atau kamu akan dapat rasa sakit lebih dari itu " ucap Tritan
"Tidak perlu banyak berdialog, pertarungan belum berakhir" Tiara pun langsung melancarkan serangannya lagi ke arah Tritan, tapi serangnya selalu berhasil di hindari Tritan, karena kakak nya ini memang jauh lebih tinggi darinya, jadi Tiara sedikit kesulitan menyerangnya,
Dan saat Tiara melihat kesempatan dari kuda kuda kakak nya , Tira pun dengan lihaynya membuat gerakan palsu untuk mengecoh kakaknya, dan begitu ada kesempatan Tiara membuat pijakan di lutut Tritan untuk melompat lebih tinggi dan langsung mendengkul dagu Tritan dengan Keras "Drukk"
"Aaaah" Seketika tubuh Tritan pun terjungkal ke belang dan langsung terkapar di matras,, tapi Tritan masih bisa bangkit "Sialan kamu Tiara, aku tidak akan segan lagi padamu" Tritan pun segera berdiri lagi, meskipun serangan Tiara itu cukup menyakitkan, tapi tidak dia rasa, dia gengsi jika harus mengaduh di depan Tiara, Tritan pun langsung menyerang Tiara lagi
Namun Tiara juga tidak tinggal diam, setelah menghindari beberapa pukulan Tritan, Tiara bisa menendang kaki Tritan hingga sebelah lutut nya mnyentuh lantai, dan dengan leluasa Tiara pun menghantamkan dengkulnya lagi ke wajah Tritan lebih keras dari yang pertama "Habuuuuk"
__ADS_1
"Aaaaarrrgh" erang Tritan yang merasa sakit di wajahnya, dan serangan Tiara kali ini membuat kepalanya sedikit pusing dan tubuhnya pun kembali terkapar di lantai
Tritan pun tidak mencoba bangkit lagi oleh serangan Tiara yang satu ini, dia hanya mengaduh di lantai dengan memegang wajahnya "Aaaaargh , brengsek kau Tiara, aaargh" lirih Tritan