
Sementara Goma hanya berdiri tenang dan tidak menganggap kalau agam itu sebuah acaman "Aku kesini hanya untuk putraku, kalau tidak, aku tidak sudi harus menginjakan kakiku di tempat busukmu ini" ucap Goma
Tiara pun tidak menyangka kalau itu ayahnya yang datang ketempat ini, diapun melihat ke arah datangnya rombongan Redbear itu, sangat jarang bagi Goma untuk turun langsung mengurus masalah, tapi ini karena menyangkut masalah putranya, jadi dia mengurusnya sendiri
"Putramu pantas mendapatkan itu" ucap Agam
"Hmm, kamu berani juga mengatakan itu di hadapanku, apa kau tidak takut mati?" ucap Goma tenang
"Aku tidak pernah takut mati, dan juga tidak pernah takut olehmu" ucap Agam
"Baiklah kita buktikan ucapan mu" ucap Goma smbil melepas kaca mata dan memberikannya kepada orang yang di sampingnya "Sudah lama aku tidak berolah raga, aku sangat senang jika ada sesuatu untuk di hajar" ucap Goma
"Jangan banyak basa basi," ucap Agam
Seketika anak buah Agam pun mundur untuk memberi sedikit ruang pada Agam, Karena mereka tau akan ada perkelahian dan ini adalah urusan pemimpin mereka, begitu juga anggota Redbear yang segera mundur dan memberikan ruang untuk pergerakan pemimpinya bertarung
ini kesempatan langka untuk anggota Redbear bisa menyaksikan langsung pemimpin mereka bertarung, biasanya mereka hanya melihat rekanya yang di pukuli oleh Goma karena membuat kesalahan
Agam pun sudah bersiap, sementara Goma masih terlihat berdiri cukup tenang, dengan secepat kilat Agam pun langsung melesatkan tinjunya ke Arah Goma, Goma juga dengan sekejap mata mampu mengelak dan dengan cepat membalas Agam, Agam juga masih bisa mengimbangi gerakan Goma
Dan merekapun segera memulai baku hantam dengan cukup Sengit, pertarungan mereka terlihat seimbang pada awalnya, namun kemudian Goma terlihat lebih unggul Karena serangan Agam tidak ada yang mampu membuatnya kesakitan, dan sampai akhirnya Agam pun di tendang keras oleh Goma hingga Agam pun terpental cukup jauh dan menabrak beberapa anak buahnya di belakang
Agam pun terduduk di lantai dengan di sangga beberapa anak buah Agam, "Bos, apa anda tidak papa" ucap Salah satu anak buah Agam kepadanya
"Tida apa," Agam pun mencoba bangkit kembali namun kekuatanya sudah cukup terkuras, dan tubuhnya mulai melemah akibat dari seerangan serangan Goma, diapun sudah tidak kuat memaksakan dirinya untuk berdiri lagi
"Cuma segitu kemampuan mu?, sungguh mengecewakan" ucap Goma
Sean yang masih berdiri menonton di dalam ring tinju pun cukup kaget karena melihat pria itu bisa melumpuhkan Agam dengan rentan waktu yang singkat, Sean sangat tau kekutan Agam itu cukup besar, dan setamina nya juga tidak bisa di samakan dengan orang orang biasa
Sean pun memastikan kalau pria paruh baya ini adalah orang yang di sebut Anggota Redbear sebagai Bear one, Sean pun segera loncat dari atas ring tinju untuk melihat kondisi Agam yang terkapar itu
"Agam, apa kamu tidak papa?" tanya Sean yang baru pertama kalinya melihat Agam terkapar oleh orang lain
"Tidak tuan," ucap Agam
"Hmm, Kamu pasti putra dari Kartina kan?, tidak ku sangka kau jadi duri dalam daging keluargaku, aku peringatkan, segeralah lepaskan putraku dari tuntutanmu, atau kamu tanggung sendiri akibatnya" ucap Goma,
__ADS_1
Goma sudah mencoba menggunakan relasinya dengan petinggi petinggi polri kota SB untuk melepaskan putranya dari jeratan hukum, tapi itu tidak semudah perkiraanya, itu tidak cukup untuk menghadapi relasi Kartina dan pengacaranya yang lebih kuat, jadi dia memutuskan menemui Sean dengan mengikuti putrinya
'Duri dalam daging,? apa maksud pria ini' pikir Sean
"Saya tidak mengenal anda sebelumnya, kenapa anda bisa menyebut saya duri dalam daging keluarga anda?" tanya Sean
"Namamu Arman kan?, seharusnya kamu mati sejak dulu seperti ayahmu, hanya saja pengasuhmu yang tidak berguna itu malah membiarkanmu hidup, aku membayarnya cukup mahal untuk menyingkirkanmu yang masih kecil, tapi mungkin kamu punya keberuntungan yang baik" ucap Goma
'Teg' dada Sean sperti terhantam sesutu, "Apa itu artinya anda adalah dalang dari kejadian 20 tahun lalu itu?" tanya Sean dengan mata yang mulai menggelap
"Tebakanmu tepat , tapi itu bukan Salah ku, itu salah ibumu karena dia tidak mau kujadikan istri, dia malah memilih ayahmu yang lemah itu" ucap Goma
Sean pun merenung sejenak, dia memikirkan perkatan goma yang mengungkit ibunya, diapun berpikir kalau kisah ibunya tidak jauh berbeda dengan kisah Sean, Rania, dan Leon, hanya saja sdikit berbeda ke adaan
"Kurang ajar, apa kamu juga yang telah membunuh ayahku?" tanya Sean
"Tidak, takdir yang merenggut nyawanya, aku hanya memberika jalan untuk takdir itu saja" ucap Goma
Seketika emosi Sean pun sedikit terpancing "Kau, kau tidak bisa di maafkan" ucap Sean langsung beranjak dan langsung mendekat ke arah goma dengan penuh Amarah
Tampa basa basi lagi Sean langsung menyerang Goma yang cukup hebat itu, dia terus menyerang Goma dengan membabi buta, namun sayang seranganya tidak ada yang berpengaruh pada tubuh Goma, seketika dia pun teringat pertarungan dengan kang Rawing tempo hari yang pukulanya tidak mempan pada tubuhnya, Sean pun memastikan kalau ada sesuatu pada tubuh Goma juga
Sean tetap saja menyerangnya bertubi tubi, sampai akhirnya Sean terkena pukulan yang cukup keras dari goma yang membuat tubuhnya mundur cukup jauh
Sean merasakan sakit pada bagian dadanya karena pukulan Goma itu dan dia memegangi dadanya, diapun baru menyadari sesuatu kalau dia tadi lupa tidak memakai dulu besi kursaninya, dan sekarang benda itu berada di saku jasnya yang dia bawa Sean ke atas ring tinju tadi
Sean pun memikirkan cara bagai mana mengambil cicin itu sekarang, sedangkan Goma sudah siap untuk menyerang lagi padanya, Sean pun tidak ada waktu untuk menghidar dan bermaksud untuk tetap menghadapi Goma tampa cicin itu, namun Saat Goma mulai mendekati Sean, ada sebua tubuh yang dengan cepat menghalangi jalan Sean untuk maju
"Cukup pah, hentikan pertarunganya" ucap Tiara yang menghalangi di tengah tengah pertarungan mereka
Goma pun langsung menghetikan tinju yang akan dia lesatkan kepada Sean karena Sean terhalang oleh tubuh tiara Sekarang
"Minggirlah Tiara, papah sedang memberi pelajaran pada orang yang sudah membuat kakamu menderita di balik jereuji" ucap Goma
"Tidak pah, hentikan, masalah ini biar Tiara yang akan urus, papah tidak perlu membuang banyak tenaga untuk masalah ini, percayakan saja padaku" ucap Tiara
"Ahh, kamu mengganggu kesenangan papah saja, papah kan sedang bersenang senang, tapi baiklah karena kamu yang minta, papah akan beri dia waktu 3 hari untuk dia bisa melepaskan Leon, kalau tidak, dia akan tanggung sendiri akibatnya" ucap Goma
__ADS_1
Sean yang di belakang Tiara diam diam menghela napas, dia hanya terdiam di sana merasakan kesakitanya, dia juga merasa seperti jadi orang pengecut karena bersembunyi di balik tubuh seoranga gadis, tapi dia berpikir sekarang dia memang tidak punya kesempatan menang melawan Goma, meskipun dia melanjutkan pertarunganya sekarang
"Iya pah, Tiara janji akan mengurus ini secepatnya" ucap Tiara
"Ya sudah, papa tunggu kabar darimu, Ingat, 3 hari" ucap Goma yang menyadari kalau putrinya sengaja membela pria di belakngnya ini, dia memang sangat menyayangi Tiara, dan juga cukup memanjakanya, jadi dia tidak ingin mengganggu sesuatu yang dia senangi sekarang
"Anak muda, pertarunganmu cukup hebat, aku cukup mengagumimu, tapi bukan berarti aku akan melepaskanmu begitu saja, masih ada yang harus kita perhitungkan lagi nanti" ucap Goma pada Sean,
Goma pun berbalik dan pergi dari markas Agam itu di ikuti oleh puluhan Anggota Redbear di belakangnya
Dan Suasana di dalam markas Agam itu pun kembali tenang meskipun dengan keadaan yang sdikit berantakan akibat pertarungan
"Untuk apa kamu menghalangiku?, aku tidak butuh di bela olehmu" ucap Sean pada Tiara
Tiarapun berbalik menghadap Sean "Maaf, aku bukan membelamu, aku, aku, hanya berpikir kalau aku yang akan mengalahkanmu nanti, bukan Ayahku" ucap tiara yang mencoba menyembunyikan kepedulianya
"Aku menyesal" ucap Sean
"Menyesal, untuk apa?" ucap Tiara
"Aku menyesal tidak langsung membuat kakakmu mati, dan juga menyesal tidak menghajarmu tadi" ucap Sean
"Sean, maaf, aku memang tidak mengerti masalah antara papah dan keluargamu, tapi aku harap kamu tidak akan membenciku" ucap Tiara menatap mata Sean dengan penuh harap, dia merasa Sean benar benar marah padanya kali ini
"Pergilah, aku tidak ingin melihatmu di sini, kalau tidak, aku bisa saja membuatmu menderita seperti kakakmu, aku tidak akan peduli jika ayah mu akan marah" ucap Sean menggeretak Tiara
Tiara hampir menangis karena di usir oleh Sean seperti itu, dia merasa hatinya sedikit sakit, dia sadar kalau harusnya hatinya tidak seperti ini terhadap pacar temannya itu
"Baiklah, tapi aku Sarankan berrhati hatilah terhadap papah, tubuh dia kebal terhadap benda apapun, bahkan peluru dari pistol polisi pun tidak bisa melukainya, dia tidak bisa di tangkap oleh polisi meskipun dia melakukan banyak kesalahan, karena memang sampai saat ini tidak ada polisi yang bisa membawa dan mengurungnya di penjara, meskipun sudah banyak yang mencoba menangkapnya, tapi mereka selalu berakhir dengan tragis" ucap Tiara
Sean pun sedikit merinding mendengar informasi dari Tiara ini, meskipun dia juga bisa menggunakan keahlian Seperti goma itu, tapi Sean merasa kalau Goma memang bukan lawan yang enteng, butuh strategi untuk bisa mengalahkanya
"Kenapa kamu memberitahukan ini padaku?, tidak perlu kamu so peduli padaku, aku tidak butuh di pedulikan olehmu" ucap Sean yang sekarang memang menyimpan kebencian terhadap Goma, dan sekarang dia hanya bisa melampiaskanya pada Tiara
"Tidak apa apa, aku hanya memberi bahan untuk pertimbanganmu untuk membebaskan kakakku atau tidak" ucap Tiara
"Tidak perlu ada pertimbangan apapun, pergilah" ucap Sean
__ADS_1
Sebenarnya Sean tidak ingin marah pada Tiara, karena apa yang di lakukan Goma tidak ada hubungannya dengan dia, Sean juga merasa kalau Tiara tidak sama dengan Goma atau Leon,
Tapi memang emosi pada dirinya sedang menguasai Sean sekarang, Sean bertekad menuntut balas untuk Ayahnya pada Goma dengan cara apapun