
Sean pun segera pergi dari depan Tiara, dan kembali ke mansion tampa memikirkan apapun yang Tiara katakan
Dia hanya menghabiskan harinya lagi dengan hanya beristirahat di rumah, dan ketika hari mulai sore, Sean mendapat panggilan telpon dari Rania "Hallo Ran" ucap Sean
"kamu lagi apa? sibuk tidak" tanya Rania
"Tidak, kebetulan aku hanya sedang bersantai di balkon, memang nya kenapa?" tanya Sean
"Bisa kerumah tidak sekarang?" ucap Rania
"Bisa,,, ada apa memang?, tumben nyuruh ke rumah, kangen ya?" tanya Sean
"Kalau kangen memang tiap hari, tapi aku mau bicarakan seauatu" ucap Rania
"Oh, ya sudah aku segera kesana" ucap Sean
Sean pun segera bergegas untuk pergi ke rumah Rania dengan mengendarai mobil koenigsegg nya, setelah beberapa waktu berakselerasi di jalanan kota J, Sean pun akhirnya tiba di komplek rumah Rania ini
Sean pun langsung menuju ke rumah Rania dan memarkirkan mobilnya di jalanan depan gerbang rumah Rania
Sean pun langsung masuk, sekarang Sean memang tidak segan lagi masuk ke rumah Rania ini, diapun segera membuka pintu rumahnya, Sean langsung melihat Rania yang duduk di kursi ruang tamu, dia bersetelan jas kantor dengan rambut di sanggul kecil, karena dia selalu melepas hijab nya saat dia sudah berada di rumah, dan ada sosok gadis cantik lainya dengan rambut yang di ikat dan masih berpakaian formal juga
"Tiara!,,, kenapa dia di sini?" Sean cukup kaget, dia tidak menyangka Tiara berkunjung ke Rumah Rania
"Iya, dia Sedang ada masalah, dia cuma butuh teman curhat" ucap Rania
Perasaan Sean pun mulai merasa tidak enak 'Apa di benar-benar bilang ke Rania,?' pikir Sean,
Sean serasa ingin kembali lagi untuk pulang,
"Masuk dong, masa diam saja di situ" ucap Rania
Sean yang masih berdiri di pintu pun sadar dari lamunanya, diapun segera beranjak kedalam dan duduk di samping Rania
"Sejak kapan kalian akrab lagi?" tanya Sean heran
"Sejak tadi" ucap Rania, "O iya, Ikut dulu aku kedalam" Rania pun berdiri dari duduknya dan menuntun Sean ke ruang tengah dan meninggalkan Tiara sendiri di ruang tamu
Sean pun mengikuti tuntunan Rania itu dengan perasaan curiga, kalau kalau Tiara sudah menceritakan ke Rania apa yang diceritakan padanya pagi tadi
Merekapun segera duduk di kursi ruang tengah, "Ada apa? kenapa kita harus bicara di sini?" tanya Sean
__ADS_1
"Tidak, aku Hanya kasihan pada Tiara tentang apa yang terjadi pada keluarga nya, Tiara bilang ingin minta bantuan mu untuk menyelesaikannya, apa kamu bersedia?" tanya Rania
Pikiran Sean langsung mengarah ke perkataan Tiara pagi tadi "Itu gila Ran, aku tidak mungkin melakukan itu, aku Hanya akan menikah denganmu saja, kalau pun aku harus menikahi orang lain, itu pasti Lena bukan Tiara" ucap Sean tiba tiba
Ekspresi Rania pun langsung berubah, "Apa yang kamu bicarakan, aku tidak menyuruhmu menikahi Tiara, aku Hanya memintamu membantunya, itu saja," ucap Rania dengan wajahnya yang menggelap
"Oh, apa kamu hanya mau bilang itu saja?, apa tidak ada kata lain yang di bicarakan Tiara tadi?" ucap Sean jadi canggung sendiri karena pikirannya terlalu berlebihan
Sean pun juga berpikir ulang kalau Tiara memberi tau rencananya pada Rania dengan blak-blakan, tentu wajah Rania tidak akan biasa biasa saja saat tadi
"Aku tidak tau apa maksudmu" ucap Rania, dia memanyunkan bibirnya karena masih tidak terima kalau dirinya sedikit di bentak Sean
Sean pun menyadari kalau dirinya sudah salah paham "Maaf Ran aku kira Tiara ngomong sesuatu padamu seperti padaku tadi pagi, aku tidak bermaksud bicara begitu, jadi apa yang dia bilang?" tanya Sean
"Apa kamu se ingin itu menikahi Lena?" Tanya Rania
"Aku hanya asal bicara Ran, jangan kamu masukan ke hati, itu karena tadi pagi Tiara meminta ku membantu nya, tapi dengan cara aku harus pura pura menikah dengan dia di depan keluarga nya, dan aku kira kamu menyetujui hal itu" ucap Sean
"Apa kamu jujur?, kamu tau kan kalau aku tidak suka di bohongi, jadi jangan berbohong hanya untuk membela dirimu" ucap Rania yang masih memonyongkan bibir
"Aku berkata jujur,,, jadi jangan marah ya cantik, please" ucap Sean mencoba merayu
"Tidak,, aku tidak cantik, pergi sana," ucap Rania
"Kamu mau ke mana?" tanya Rania
"Pergi" ucap Sean menoleh
"Kenapa kamu malah pergi?" tanya Rania
"Kamu yang nyuruh" ucap Sean
"Iiiiiiihhh kenapa kamu tidak peka, aku inginya di rayu, bukanya beneran di tinggal" ucap Rania makin cemberut
"Hah??, sejak kapan kamu bisa kekanak-kanakan seperti ini?" ucap Sean yang sedikit Heran, karena yang dia tau Rania biasanya tegas dan serius dengan ucapannya
"Biarin" ucap Rania ngambek
Sean pun duduk kembali di samping Rania, dan mencoba mengalihkan pandangan Rania padanya
"Sayang,, jangan ngambek, mana senyum cantik nya, coba sini aku mau lihat" ucap Sean
__ADS_1
"Tidak mau, aku bukan anak TK, itu rayuan untuk anak Kecil" ucap Rania
Sean sedikit payah kalau soal urusan merayu gadis "Mau aku belikan tas atau baju mahal, tapi senyum dulu" ucap Sean masih mencoba
"Itu rayuan untuk cewek matre, apa kau kira aku matre?" ucap Rania belum merubah raut wajahnya
Sean pun di buat bingung harus seperti apa merayu wanita seperti Rania ini "Apa kau punya petunjuk? aku tidak tau harus merayumu seperti apa" ucap Sean
bingung
Rania pun menyentuh bibirnya sendiri dengan jari telunjuknya
Sean pun sedikit berpikir apa maksud dari Rania ini "Apa mau makan?" ucap Sean sengaja me melesatkan tebakanya
"Tau ah" ucap Rania ketus
Sean pun langsung meraih kepala Rania dan mengecup lembut kening nya "mmmmmmmuaahh, sudah jangan ngambek lagi ya" ucap Sean
Rania pun mulai senyum, "Bukan di situ, tapi di sini" ucap Rania tetap menunjuk bibirnya
"Kalau ciumannya di sana, itu untuk merayu gadis nakal, apa kamu gadis nakal?" ucap Sean
Rania pun menggelengkan kepalanya dengan tersenyum
"Kalau bukan harusnya di sana juga cukup," ucap Sean
Di sisi lain Tiara yang tadinya penasaran ingin mendengar percakapan mereka pun hatinya jadi sedikit panas karena mengintip kemesraan mereka, dan dia pun kembali duduk di kursinya tadi dengan sedikit iri
"O ya, jadi apa yang Kamu ingin bicarakan tadi?" tanya Sean kembali ke topik
"Oh itu, Tiara meminta bantuan mu untuk pergi ke kantor Ayahnya besok, Tiara bilang, kalau kamu bisa mengambil alih kantor Ayahnya maka kantor itu akan selamat, dan Tiara masih bisa beratahan hidup di sana, kalau tidak mungkin akan ada perpecahan di kantor Ayahnya itu, dan mungkin beberapa kubu akan terbentuk dengan sendirinya, saling menyerang satu sama lain untuk memperebutkan siapa yang pantas untuk memimpin, dan Tiara tidak ingin itu terjadi, jadi dia harap kamu mau membantunya" ucap Rania panjang lebar
"Segitu saja, apa ada yang lain?" tanya Sean memastikan lagi,
"Masih kurang ya penjelasanya, Ada satu lagi" ucap Rania
"Apa" Sean sedikit curiga
"Tiara bilang kalau kamu bisa membantunya dia akan sangat berhutang Budi padamu, kasian dia, Ayahnya baru masuk penjara kemarin, dia teman baiku dulu, dia tidak mau kantor Ayahnya hancur, jadi tolong bantu dia yah!" ucap Rania
Sean pun menghela nafasnya, "Baiklah, aku akan membantunya, apa dia tidak menyebutkan kenapa ayahnya bisa masuk penjara?" tanya Sean
__ADS_1
"Aku tidak tanya sih, apa itu penting?, kalau penting aku akan tanyakan padanya" ucap Rania
"Tidak, tidak penting, ya sudah, bilang padanya aku bersedia membantunya" ucap Sean