
Rania pun segera turun dari mobilnya, dan Sean juga langsung menghampirinya
"Maaf tidak memberitahumu sebelumnya" ucap Sean
"Di mana dia? ajak aku menemuinya sekarang" ucap Rania sedikit ngambek
Sean jadi sedikit ragu, dia tidak tau apa yang akan Rania lakukan jika dia bertemu Lena 'Apa mereka akan main cakar cakaran?, haduh bahaya ini' pikir Sean
"Ran, ku rasa kamu benar tadi, sepertinya lebih enak kalau kita jalan jalan keluar yuk, kita makan!" ucap Sean membujuk Rania supaya tidak menemui Lena
"Tidak, Aku ingin menemui gadis itu sekarang" ucap Rania yang langsung berjalan kedepan, dan setelah agak Jauh dia menoleh kebelakang lagi
"Ayo" ucap Rania kembali berjalan ke arah Sean karena merasa segan untuk masuk ke rumah kartina yang super mewah ini
"Ran,,, memangnya mau apa kamu menemuinya?" ucap Sean
"Terserah aku mau apa nanti, sekarang antar aku padanya" ucap Rania dengan menarik tangan Sean yang terlihat enggan beranjak dari sana, itu membuat Rania makin curiga
Sean pun hanya menghela nafasnya, dan dengan terpaksa dia mengikuti Rania untuk ke teras
Rania pun terus menarik tangan Sean hingga diapun akhirnya sampai di teras depan dan langsung melihat kalau Lena dan Kartina sedang mengobrol di sana
"Eh, bu, maaf" ucap Rania malu Sendiri karena tampa permisi dia singgah kerumah orang dan menarik Sean sebagai tuan Rumahnya, dia tadinya berpikir di rumah ini hanya ada Lena dan Sean saja, itu karena pikiranya di tutupi kecemburuan tadi
"Rania,,, kamu kesini juga, apa kalian janjian?" tanya Kartina melihat ke Lena dan Rania bergantian
"Ti tidak Bu, aku aku kebetulan saja main ke sini" ucap Rania terbata karena berhadapan dengan calon mertua, dan dia merasa sedikit gugup
"Oh, ibu kira kalian sengaja di undang Arman kemari" ucap Kartina
Rania pun menghampiri Kartina untuk memberi salam padanya "Tidak bu, saya juga tidak tau kenapa tiba tiba kepikiran kesini dan ingin main kemari tadi," ucap Rania
Lena tidak menyangka kalau dia akan bertemu Rania di sini, dia pun sedikit bingung akan bersikap seperti apa padanya
"Hallo bu Rania" sapa Lena dengan memberi senyum ke arahnya
Rania pun memperhatikan Lena yang sekarang penampilanya jauh berbeda dari pada waktu pertama kali Rania melihatnya di kota B "Kamu Lena ya?" tanya Rania
"Iya bu" ucap Lena mengangguk
"Jangan panggil ibu, kurang enak di dengarnya juga, sekarang aku sudah bukan atasanmu kan" ucap Rania yang memberi respon baik terhadap Lena yang juga sopan padanya
"Iya bu, eh kak Ran maksud saya" ucap Lena
"Huuuuuh" Sean yang di belakang Rania pun menghela nafas nya, dia beryukur tidak ada acara cakar cakaran seperti yang di khawatirkanya tadi
"Ya sudah kita duduk di dalam saja" ucap Kartina beranjak dari duduknya
"Iya baik bu" ucap Rania
__ADS_1
Mereka bertiga pun segera masuk kedalam Rumah dan Sean juga mengikutinya di belakang mereka, Sean juga sempat bermaksud untuk berjalan berdampingan dengan Rania, tapi Rania malah sedikit mendorongnya "Jangan dekat dekat, aku masih belum memaafkanmu" ucap Rania masih ketus namun dengan suara yang pelan
Sean pun mengalah dan hanya berjalan mengikuti para wanita ini di belakang
Sesampainya di Ruang tamu mereka bertiga pun duduk berdekatan di sofa, Rania sangat mengagumi seisi Rumah mewah ini, itu terlihat dari matanya yang terus memperhatikan sekitarnya,
Mereka pun mulai mengobrol lagi dan suasan Rumah pun mulai menghangat, mereka membahas tentang kerja Rania dan juga membahas kuliah Lena, Rania dan Lena juga mengobrol cukup akrab meskipun mereka duduk terpisah oleh Kartina yang duduk di antara mereka
Sementara Sean di acuhkan oleh mereka "Gini nih, kalau hidup numpang di dunia wanita, ter abaikan" ucap Sean
Mereka melirik Sean sejenak dan menertawakanya bersamaan
Sean sebenarnya sangat senang melihat orang orang terkasih nya ini berkumpul dengan cukup Harmonis, hatinya pun sedikit merasa hangat, 'Andai saja mereka bisa berkumpul seperti ini sampai nanti, tapi rasanya tidak mungkin, Lena pasti akan punya kehidupanya sendiri, andai saja...... ah apa yang kupikirkan,' pikir Sean menggelengkan kepalanya sambil memandangi mereka
"O yah ibu ke atas dulu sebentar ya, ibu ambil dulu sesatu" ucap Kartina yang perlahan beranjak dari tempat duduknya
"Oh iya tante, silahkan" ucap Lena
Kartina pun segera pergi dari sana, Rania dan Lena pun kini tidak terhalang Kartina, dan seketika suasana pun menjadi sedikit canggung, tidak ada yang memulai untuk bicara
Sean juga bingung harus nanya siapa duluan "Ran,, Len,, kita ke area belakang saja yuk, suasana di sana lumayan nyaman" ucap Sean memecah kecanggungan
"Boleh," ucap Lena
Sementara Rania masih sedikit acuh pada Sean
"Nah di sini , kita duduk di sana saja" ucap Sean menunjuk Gazebo pinggir kolam yang memang terlihat nyaman
Mata 2 gadis ini pun berbinar melihat Area belakang yang benara benar terlihat cukup nyaman dengan Riaknya Air kolam yang sangat jernih didepan mereka, di tambah beberapa area hijau taman membuat mereka serasa ingin berlalma lama berada di tempat ini
Merekapun segera menuju gazebo mengingukuti Sean, melewati dek kayu tepi kolam yang cukup nyaman untuk di pijak, mereka pun perlahan duduk di sofa Rotan sintetis sambil menikmati pemandangan air kolam yang menenangkan perasaan mereka
Sean duduk di kursi tengah, sementara Rania dan Lena duduk bersebrangan dan terhalang oleh meja rotan berbentuk oval
"O yah Len, aku boleh tanya tidak?" ucap Rania memulai pembicaraan
"Tanya apa kak Ran?"ucap Lena
"Kamu Sudah berapa lama kenal Sean waktu di Rumah makan?" tanya Rania
"Aku tidak ingat pasti kapan kita bertemu kak, tapi lumayan lama sih" ucap Lena
"Apa kamu tau sesuatu tentang hubungan di masa lalunya?" tanya Rania yang mendadak ingin tau masa lalu Sean
"Ran,,, apaan sih, kenapa nanya nanya masa lalu?" ucap Sean, dia masih ingat kalau dia pernah bahas masa lalu dengan Lena waktu mereka jalan bareng, jadi Lena pasti juga masih mengingatnya
"Ssssut, diem, ini urusan Cewek, kamu tidak perlu ikut ikutan, kalau kamu tidak mau dengar di omongin, kamu pidah ke dalam saja, biar kupingmu tidak kepanasan" ucap Rania mengusir Sean
"Kejam sekali kau Ran" ucap Sean dengan raut muka aneh, Sean juga tidak mau pergi meninggalkan mereka berdua di sana
__ADS_1
"Jadi gimana Len, apa kamu tau Sesuatu?" Tanya Rania kekeh
Lena pun menatap wajah Sean, dia Ragu untuk meceritakanya, takut Sean tidak mengijinkanya
"Ceritakan saja Len, dia sedikit keras kepala" ucap Sean pasrah
"Oh, baiklah" Lena pun mulai menceritakan apa yang pernah di dengarnya dari Sean tentang seorang gadis spesial yang 6 tahun bersama Sean, namun gadis itu pergi dari kehidupan Sean sangat lama dan tampa ada komunikasi, hingga Sean menutup dirinya pada wanita lain cukup lama, karena Sean masih berharap Gadis itu aka kembali bersamanya,
Rania pun lanjut bertanya tentang kebersamaan Sean dan Lena, Lena juga menceritakanya dengan sedikit Ragu
Sean pun hanya tersenyum kecut mendengar mereka berdua terus membicarakan dirinya, Sean tidak bisa menghentikan Rania yang terus saja menggali informasi apapun yang ingin dia tau dari Lena
Dan akhirnya Rania pun dapat menyimpulkan sesuatu tentang mereka dari cerita Lena itu, "Jadi kalian.........." ucapan Rania terhenti karena melihat Kartina mendekat dan menghampiri mereka
"Kalian di sini, ibu cari di depan tidak ada" ucap Kartina yang menghampiri mereka dengan membawa 2 kotak beludru di tangannya
"Eh iya bu, kami di sini, tempatnya cukup nyaman di sini" ucap Rania
"Syukur kalau kalian betah di tempat ini" ucap Kartina
"O yah tante ada sesuatu buat Kalian, ini untuk kamu dan ini untuk Lena" ucap Kartina memberikan mereka sebuah kotak beludru yang berukuran 20x20
"Untuku mana?" ucap Sean pura pura meminta jatah
"Kamu tidak mungkin bisa pakai isi di dalamnya, kecuali kalau kamu mau di dandanin seperti anak gadis" ucap Kartina
Sean pun hanya tersenyum, karena dia tau apa isi di dalamnya
"Apa ini tante?" tanya Lena penasaran
"Buka Saja" ucap Kartina
Mereka berdua pun membuka kotak yang di bawa mereka itu, dan merekapun langsung terpana melihat sesuatu di dalmnya "Waw, ini indah sekali bu, ini untuk kami?" tanya Rania yang melihat di dalamnya itu adalah satu set perhiasan berlian mewah yang sangat berkilauan, dan Rania taksir harga satu kalungnya saja itu bisa menyentuh angka ratusan juta, dan dia mendapatkan satu set lengkap, dia tidak tau berapa total keseluruhanya ini
"Iya itu untuk kalian, apa kalian Suka?" tanya Kartina
Rania masih tertegun melihat perhiasan perhiasan itu
Dan yang pertama merespon adalah Lena "Ta tapi kenapa Lena juga di kasih ini tante?" tanya Lena yang heran, menurutnya kalau Rania yang di kasih itu wajar karena dia memang pacar Sean,
"Karena Kalian adalah orang yang spesial untuk Arman, jadi tante rasa kalian pantas menerimanya, Tante sudah tua, sudah jarang juga pakai perhiasan macam itu, tante juga punya banyak, jadi tidak bisa pakai semuanya juga, dari pada hanya di simpan saja mending di pakai kalian kan" ucap Kartina
Rania dan Lena pun saling menatap, entah apa yang mereka pikirkan tentang pernyataan kartina yang menyebut mereka adalah orang spesial untuk Sean
"Ibu, kenapa bicara seperti itu?" ucap Sean "Maaf ibu memang suka bercanda" ucap Sean merasa tidak enak kepada Rania dan Lena, hingga dia pun gelagapan
"Memang begitu kenyataanya kan?" ucap Kartina
Sean tidak tau apa yang di pikirkan ibunya, meskipun yang di katakan ibunya memang benar tapi Sean masih menghargai perasaan ke dua gadis ini 'Kenapa ibu blak blakan seperti ini, apa ibu tidak memikirkan perasaan mereka?' pikir Sean
__ADS_1