Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Asisten


__ADS_3

Keesokan harinya Sean sudah bisa mengatur kondisi hatinya seperti semula, dia pun mulai menjalani aktivitasnya seperti biasa lagi


Namun sekarang di kantor Sean bekerja lebih serius dari biasanya, lebih fokus dan bahkan Sean mampu meningkatkan itensitas kerjanya dengan pesat, tujuanya tidak lain agar dia cepat memahami semua bidang di kantor ini


Bahkan Sean sekarang sering membawa berkas berkas penting dan pekerjaan kerumah, dia sering lembur di ruang kerja Kartina yang ada di Rumah, tidak ada waktu luang yang di sia siakan Sean, dari hari kehari, dari minggu ke minggu, Sean terus menyibukan dirinya dengan masalah kantor dan pekerjaan


Kartina pun mulai khawatir dengan perubahan Sean yang cukup extreme ini, diapun menghampiri Sean saat dia lembur di ruanga kerja rumahnya "Sean, kenapa kamu melakukan ini, apa kamu ingin mebuktikan dirimu? pada Siapa? dan untuk apa?, jika itu untuk ibu lupakan lah, kamu tidak perlu bekerja sekeras ini jika hanya untuk membahagiakan ibu, kamu harus jaga kesehatanmu juga, tidak baik bekerja berlebihan seperti ini" ucap Kartina


"Tidak bu, Arman hanya mencoba menghargai kepercayaan yang ibu berikan, tenang saja, Arman tau batasan Arman" ucap Sean


Setelah 1 bulan kemudian Sean sudah hampir memahami keseluruhan susunan struktur di perusahaan, dia pun merasa kalau dia sudah siap untuk memipin perusahaan KARTIN.corp Sekarang


Sean pun mendapatkan hak penuh dari saham KARTIN.corp, tapi menurut Sean itu terlalu berlebihan, dia pun hanya menerima 50% saham dari ibunya, itu artinya setengah dari hasil keseluruhan perusahaan ibunya ini sekarang adalah hak milik Sean, dan sebagian lagi tetap hak milik kartina, karena memang tidak ada pemegang Saham lain di perusahaan milik ibunya ini


Hari ini Sean makan di tempat makan biasa dengan Elisa, karena Kartina sekarang sudah jarang hadir di kantor semenjak Sean mulai sepenuhnya memimpin perusahaan, dia sangat percaya akan kemampuan Anaknya dalam memimpin perusahaan sekarang


Sekembalinya Sean ke kantor, Sean melihat ada seorang pria muda dengan jaket lusuh di pundak nya, dia berdiri di depan meja resepsionis untuk memohon sesuat


"Saya mohon bu, mohon bantuanya untuk mempertimbangkan lamaran kerja saya, saya sangat butuh pekerjaan, jadi o.b pun saya bersedia" ucap Regan


"Mohon maaf pak, tapi di perusahaan kami saat ini memang tidak ada lowongan pekerjaan, jadi mohon maaf saya tidak bisa bantu anda untuk saat ini" ucap resepsionis itu


Sean pun menghampiri pria yang di rasa tidak asing baginya itu "Apa kamu Regan" tanya Sean dari arah samping pria itu


Pria itu pun langsung menoleh ke arah Sean dan memutar memorinya untuk mengingat pria di depanya itu "Lu Sean kan?, yang sering berantem di sekolah" tanya Regan


Sean pun hanya tersenyum mendengarnya, dia selalu melepas jas mahalnya saat dia keluar untuk makan, Sean merasa nyaman dengan penampilan sederhana saat berada di luar kantor, mungkin karena dia sudah terbiasa sebelumnya, jadi dia pun terlihat hanya seperti karyawan biasa saja saat ini, jadi Regan tidak terlalu segan padanya


"Iya, aku Sean, kamu ada perlu apa datang ke kantor ini" tanya Sean


Mereka dulu memang pernah berada di satu ruangan kelas yang sama, tapi mereka memang tidak terlalu akrab, hanya saja Sean pernah membelanya Saat dia di buly beberapa teman prianya, karena mereka memang sama sama memiliki latar belakang keluarga yang sederhana, jadi Sean membantunya waktu itu


Regan pun menghela napasnya "Gue melamar pekerjan disini, aku sudah coba memasukan lamaran ku di beberapa perusahaan dari beberapa bulan lalu, tapi belum satu pun ada panggilan, aku sangat butuh kerjaan sekarang, ibuku sedang butuh biaya di rumah Sakit, aku tidak tau harus nyari kerja kemana lagi, apa lu kerja di sini?" tanya Regan

__ADS_1


"Ya bisa di bilang begitu" ucap Sean pun sedikit iba padanya


"Hebat lu, padahal lu gak lanjut kuliah kan? gue yang kuliah malah susah dapat kerja, lu bisa bantu gue gak? kali aja lu kenal seseorang di sini yang bisa bantu gue masuk, gue akan sangat berterimakasih ke elu" ucap Regan


"Baiklah, aku akan coba bantu" ucap Sean


"Dina, boleh saya lihat lamaran kerjanya" ucap Sean pada resepsionis, kebetulan memang sedang di lihatnya


"Oh, ini pak, maaf" ucap resepsionis


Sean pun melihat beberapa Surat lamaran yang sudah lengkap, CV nya juga cukup bagus "Kalau begitu kamu ikut keruanganku, kita bicarakan ini di ruanganku saja" ucap Sean


"Wiih, sepertinya sudah hebat lu disini, beneran lu bisa bantu gue?" tanya Regan


"Iya tentu saja" ucap Sean


Resepsionis pun hanya tersenyum masam pada pria itu, 'jelas bisa bantu, dia memang bosnya' pikir Resepsionis itu, semua pegawai kantor sekarang memang sudah mengetahui sosok Sean, tidak seperti sebelumnya yang cuma beberapa orang saja yang tau kalau Sean putra Kartina


Regan pun langsung memberi salam pada Sean sambil merundukan badanya ke tangan Sean "Terima kasih, terima kasih, gue janji gue bakal traktir lu nanti kalau gue keterima di sini" ucap Regan girang


Mereka bertiga pun segera bergegas masuk ke lift kusus untuk ceo, Regan pun tidak menyadarinya dia hanya mengikuti Sean dan Elisa saja masuk "Sean, apa dia pacarmu, cantik juga, lu memang sangat beruntung, jauh berbeda dengan nasib gue" ucap Regan yang merasa Elisa terus mengikuti Sean dari tadi


"Bukan" ucap Sean tidak terlalu menjelaskan


"Masa sih?, gue lihat kalian cukup Serasi" ucap Regan


Merekapun tiba di lantai tertinggi di gedung kantor KARTIN.corp ini, tidak sembarangan orang bisa menginjakan kaki di lantai ini, hanya petinggi kantor dan tamu penting perusahaan yang biasanya di jamu di sini, jadi tentu saja memiliki ruangan yang bertaraf internasional


Regan yang sudah masuk keruang itu pun sangat mengagumi setiap sudut ruangan yang bergaya minimalis ini


"Gilaa, ini ruangan apa Sean? keren banget" ucap Regan sambil matanya melihat kesana kemari di ruangan yang mirip dengan sebuah ruangan di hotel berbintang lima ini


"Ini lantai khusus presdir" ucap Sean

__ADS_1


"Wah hebat" Regan pun belum menyadari perkataan Sean ini


"Maaf, apa barusan kamu bilang? khusus presdir?" tanya Regan yang mulai menyadari sesuatu


"Memang" ucap Sean singkat


"Ja jadi apa itu artinya kamu direktur di pe perusahaan ini?" ucap Regan tergagap tidak percaya


"Bisa di bilang begitu" ucap Sean "O iya sekretaris Elisa, tolong kamu urus data data Regan ini, dan aturkan dia untuk jadi asisten pribadiku" ucap Sean sambil memberikan berkas di tanganya kepada Elisa, Sean percaya kalau Regan orang yang jujur dan dapat dipercaya


"Baik pak direktur" ucap Elisa, diapun langsung bergegas ke meja sekretaris


Seanpun segera masuk keruangan dan duduk di kursinya, sedangkan Regan terdiam beberapa saat, dia tidak berani ikut masuk ke ruangan Sean, dia masih tidak percaya kalau dari tadi dia sudah berbincang denga direktur perusahaan yang ingin dia kerja di dalamnya,


"Pa pak direktur, ma maaf saya sudah lancang berbicara dengan anda, saya tidak tau anda presdir di sini, saya mohon anda memaafkan saya" ucap Regan sambil menundukan kepalanya dan masih berdiri di pintu masuk ruangan Sean


"Tidak apa apa, masuk lah," ucap sean


"Ba baik pak" ucap Regan, diapun segera masuk dan berdiri di depan meja Sean, dia tidak menyangka kalau dirinya akan diperlakukan seperti ini oleh seorang presdir, padahal dia hanya orang biasa


"Apa kamu tidak keberatan jika jadi asistenku" ucap Sean


"Tidak, tentu saja tidak keberatan pak, saya malah ingin bertanya pada bapak, apakah saya pantas untuk jabatan seperti itu pak?" ucap Regan


"Ini hanya kebetulan saja, Saya memang sedang memerlukan asisten, kalau kamu bersedia, kamu bisa memulai kerja besok" ucap Sean, sebenarnya dia tidak pernah kepikiran sebelumnya untuk memiliki asisten pribadi, karena sudah ada Elisa yang mengatur semuanya


Tapi Sean berpikir tidak ada salahnya juga, supaya dia juga tidak selalu mengandalkan Elisa yang tugasnya juga sudah lumayan banyak, jadi sekalian meringankan tugas Elisa, dan membantu Regan yang memerlukan uang untuk berobat ibunya


"Saya bersedia, saya sangat bersedia, terimakasih banyak pak, terima kasih" ucap Regan dengan membungkukan badanya beberapa kali


"Kalau begitu selamat bergabung di perusahan ini," ucap Sean berdiri dan mengulurkan tanganya


Regan pun langsung menjabat tangan Sean dengan cepat, "Terimakasih pak, terimakasih, saya berjanji untuk mengabdikan diri saya kepada bapak dan perusahaan ini, saya pasti akan bekerja keras pak, terimakasih" ucap Regan

__ADS_1


Setelah itu Regan pun pergi dari perusahaan dengan raut muka yang semberingah, dia tidak menyangka sebelumnya bisa mendapatkan kesempatan seperti ini di awal karirnya, hampir tidak pernah terpikir dia bisa bergabung di perusahaan besar seperti KARTIN.corp dan mendapat jabatan yang bisa di bilang cukup bagus


__ADS_2