
Sean pun memperhatikan tampilan Tiara malam ini, jika itu pria lain yang melihat Tiara berpenampilan seperti sekarang ini, pasti mereka akan sangat terpesona oleh kecantikan Tiara, contohnya Regan yang tidak bisa berkedip menatap Tiara yang mengenakan gaun hitam elegan ini, tapi untuk Sean dia malah biasa biasa saja karena memang dari awal Sean tidak ada perasaan apapun padanya,
Tidak setiap wanita cantik yang dekat dengannya dia sukai, karena yang membuat kesan pada hatinya bukan hanya soal wajah, tapi soal siapa yang tulus dan peduli pada dirinya, terutama di saat dia belum jadi seperti sekarang ini, seperti halnya Rania dan Lena, mereka datang di saat dirinya masih jadi seorang pelayan,
"Tidak apa, ini bukan masalah" ucap Sean
"Kalau gitu ayo kita segera masuk, semua ketua anggota sudah menunggu di dalam" ucap Tiara sambil menggandeng tangan Sean
Dan mereka pun mulai melangkah melewati 2 penjaga yang masih berlutut itu, "Kalian di sini dan seperti ini sampai acara nya bubar, ini hukuman untuk kalian karena sudah tidak sopan pada master" Ucap Tiara
"Ba baik nona" Ucap keduanya, merekapun tidak berani membantah Tiara, untuk berlutut selama acara masih berlangsung
Sean pun akhirnya memasuki gedung lagi dengan di temani Tiara di sampingnya, Seketika semua perhatian hadirin pun tertuju pada mereka ber2 saat mereka masuk
Sean pun berjalan di kerumunan para bos gangster, dan para bos mafia yang lain, mereka semua membungkukan badan pada Sean seraya menyebutnya "Master Sent" sapaan mereka pada Sean
Sean tidak tau cara menyapa balik orang orang seperti mereka ini, jika dia ada di pesta bisnis biasa pasti Sean akan berjabat tangan dengan mereka, dan mengungkapkan kesan dan pesan pada mereka, 'Masa iya aku harus mengucapkan semoga kalian sukses melanggar peraturan' pikir Sean
Sean pun langsung di Arahkan Tiara untuk langsung duduk di singgasananya, Tiara juga duduk di kursi dekat Sean
"O Yah, Aku sudah menyiapkan naskah untuk kamu baca nanti saat kamu di minta untuk menyampaikan pidato mu, Ini, lihatlah" ucap Tiara memberikan sebuah berkas tipis pada Sean
Sean pun langsung mengambilnya "Harus menyampaikan pidato juga? seperti di acara formal saja" ucap Sean asal
"Iya maaf, Aku terlalu banyak merepotkan" ucap Tiara
__ADS_1
Sean pun melihat lihat isi di dalam naskah itu, dan menurut Sean itu aman aman saja, namun Sean sedikit tidak puas dengan naskah dari Tiara ini "Kenapa kamu hanya sedikit menyertakan argumen kebijakan yang aku ajukan?" tanya Sean
"Iya maaf, aku rasa itu tidak bisa di realisasikan sekaligus, mungkin aku akan secara bertahap merubah peraturannya supaya bisa lebih mudah di terima semua anggota, pasti akan terlalu banyak pro dan kontranya jika itu di lakukan sekaligus" ucap Tiara
"Baiklah, terserah kamu saja bagaimana pun caramu mengaturnya, yang pnting kamu tidak melanggar perjanjian kita waktu di awal" ucap Sean
"Tentu saja, aku pastikan tidak akan mengecewakan mu" ucapTiara
Sean pun memperhatikan ke arah kerumunan acara yang cukup meriah, semua orang mengangkat gelasnya ke arah Sean, mereka bermaksud mengajak Sean bersulang dari kejauhan, Sean juga mengangkat gelas nya yang hanya berisi sampanye buah non alkohol di tanganya, minuman ituTiara yang siapkan, karena dia tau kalau Sean tidak minum minuman beralkohol
Di sisi lain pesta, ada seorang ibu yang sedang memperhatikan Sean, dan dia memikirkan sesuatu tentang Sean, dia tau Sean sudah memiliki tunangan, Dia juga sekarang tau kalau Tiara dan Sean memang tidak pernah ada apa apa, hanya sebatas saling mengenal dari teman ke teman, tapi dia tau kalau Tiara menyukai Sean, dia juga tau semua ini adalah rencana Tiara, karena Tiara sudah menceritakan semuanya pada dirinya
Sementara Sean tidak sadar kalau ada yang memperhatikan nya, dia hanya fokus memastikan kalau semua yang di minum atau yang di maknanya itu tidak mengandung Racun
Sean pun memulai mebacakan pidatonya, sementara semua hadirin kini duduk di kursinya masing-masing dan tidak ada satupun yang berani berbicara lagi,
Sampai setelah Sean menutup pidatonya terdengarlah gemuruh tepuk tangan sambil meneriakkan kata "Hidup master Sent" "Hidup Master Sent" hampir semua hadirin meneriakkan kata itu
Sean jadi sedikit bingung kenapa nama panggilannya jadi sedikit berubah, tapi Sean juga tidak terlalu menghiraukanya
Sean juga sedikit berorasi asal asalan untuk menutup pidatonya, dia hanya mencoba menjiwaii peran yang di mainkannya sekarang, setelah semua nya selesai Sean pun kembali ke kursi nya lagi masih di dampingi Tiara
"Dengan berakhirnya ini berarti semuanya sudah selesai, kau sudah sah mewakili ku jadi pemimpin, Aku Sangat sangat berterimakasih sekli padamu, aku adalah budak mu Sekarang, jadi apapun yang kamu inginkan, aku akan menurutimu, mari bersulang lagi" ucap Tiara yang sudah setengah mabuk dan tidak bisa mengontrol kata katanya, dan dia pun mengangkat gelasnya ke arah Sean
Sean sedikit merasa lucu melihat gadis cantik yang mabuk ini, dia pun hanya tersenyum ke arah Tiara, Sean pun juga mengangkat gelasnya itu dan mereka pun bersulang hingga langsung menghabiskan minuman di gelas mereka
__ADS_1
Tiara mengisi gelasnya lagi dan lagi dengan minuman beralkohol untuk merayakan keberhasilan nya ini,
Sementara itu, Sean yang baru menghabiskan Satu gelas minumannya yang tadi, dia merasa ada yang tidak beres pada dirinya, dia merasa kalau kepalanya sangat berat dan merasa sangat mengantuk, dia mencoba menahannya tapi kantuknya benar benar terlalu kuat, sampai akhirnya dia pun menyandarkan diri di singgasana, dan beberapa detik kemudian dia pun tidak mengingat apapun lagi
…
Keesokan paginya di sebuah kamar yang cukup luas yang keseluruhan dekorasinya bernuansa biru putih ini, Sean perlahan membuka matanya, dia merasa kalau kepalanya sedikit pusing, diapun perlahan mulai mengumpulkan kesadarannya dan memperhatikan langit-langit ruangan yang terasa sangat asing baginya
Tapi Sean merasa dia tidak sendirian di tempat tidur ini, karena ada sebuah tangan yang memeluk nya dari samping, Sean pun langsung melirik ke arah samping, dan dia pun langsung terkejut karena melihat wajah Tiara yang sangat dekat di samping dirinya
Seketika Sean pun kaget dan langsung beranjak turun dari tempat tidur itu, dan Sean melihat ke arah Tiara yang mengenakan baju tidur seksi yang tipis, dengan bagian dada yang hampir terlihat seluruh nya, Sean pun cepat-cepat menutup kembali tubuh Tiara yang masih tidur itu dengan selimut
Sean pun merasa kedinginan di bagian atas tubuhnya, diapun sadar kalau dia tidak mengenakan bajunya, namun jeans nya masih ada di tempat nya "Ini, ini tidak mungkin, ini, ini gila, kenapa aku bisa berada di sini dengan Tiara?, ini, ini benar-benar gila,, ya Tuhan apa yang sudah aku lakukan semalam" Sean benar-benar merasa panik,
"Bagaimana aku menjelaskan pada gadis ini kalau dia bangun?" ucap Sean sambil mundar mandir dengan gugup, dia merasa yakin kalau dirinya tidak meminum alkohol semalam, jadi Sean merasa tidak mungkin dia mabuk dan mengajak Tiara tidur bersamanya
Sean pun hampir gila memikirkan kejadian seperti ini, dia pun mulai mengambil pakainya di kasur dan segera memakai nya, dan segera bergegas keluar dari ruangan itu dengan panik
Sementara Tiara matanya masih terpejam, namun perlahan dia mengalirkan air dari sudut matanya ke bantal, bibirnya sedikit menyunggingkan senyum, sebenarnya dia sadar lebih dulu daripada Sean, hanya saja dia juga bingung harus bereaksi seperti apa, karena dia juga mabuk dan tidak terlalu Ingat kejadian semalam seperti apa,
Sementara Sean yang sudah keluar dari ruangan tempat istirahat Tiara pun sadar kalau ini masih di gedung Redbear, dia pun segera bergegas keluar, dan tidak ayal dia di sapa para anggota Redbear yang kebetulan berpapasan dengannya, namun Sean tidak perduli dan tidak menggubris mereka
Dia keluar dengan sangat tergesa-gesa seperti seorang pencuri yang ingin melarikan diri dari kejaran polisi, Sean pun langsung masuk ke salah satu mobil anggota Redbear, karena dia tidak melihat mobilnya lagi di parkiran "Ada apa ini, kenapa semua orang meninggalkanku di sini, apa aku benar-benar mabuk semalam" guma Sean yang terlihat sangat frustasi,
Diapun segera pulang ke mansion dengan di antar anggota Redbear itu
__ADS_1