Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Hacker


__ADS_3

Sean pun menyerahkan paperbag di tanganya ke Elisa, dan bunganya juga, kalau di lihat dari jauh, mungkin adegan ini mirip seperti sorang pria yang memberi hadiah pada pacarnya, "Maaf merepotkanmu" ucap Sean, meski Elisa sekretarisnya, tapi bisa di bilang belum sepenuhnya, karna jabatan direktur ini masih belum sepenuhnya dia emban, terlebih Elisa adalah wanita yang anggun, jadi Sean merasa sungkan


"Tidak apa pak direktur, tidak usah sungkan, itu sudah tugas saya membantu anda" ucap Elisa


"Baiklah terima kasih, mari" ucap Sean memberi isarat tangan untuk Elisa jalan duluan ke arah lift


Mereka pun berjalan beriringan masuk ke dalam lift, di dalam lift mereka berdiri berjauhan, bukanya Sean tidak ingin dekat, hanya mencoba menjaga imej Elisa saja, sejujurnya Sean memang kagum dengan Elisa, masih muda dan cantik, tapi sudah menutup kepalanya, itu yang selalu Sean harapkan dari istrinya kelak, sayangnya gadis ini sudah bertunangan


Setelah beberapa saat pintu lift pun terbuka di lantai 9 tempat dimana ruangan kerja Rania berada,


"Saya duluan pak direktur" ucap Elisa


"Iya" karena ini masih pagi, jadi Sean yakin Rania belum ada di ruangannya, dia sengaja mnyuruh Elisa karna dia pasti tau ruangn Rania dan terbiasa masuk keruangan staf lain


Di dalam lift hanya tinggal sean sendiri, tapi tak lama pintu lift terbuka di lantai 8, Sean pun tiba di lantai tempatnya melakukan riset dan mempelajari manajemen,


Karna masih pagi ruangan kantor manajemen pemasaran belum ramai karyawan, hanya ada beberapa karyawan yang sudah datang mereka masih ngobrol ngobrol di luar ruangan mereka,


Sean juga melihat Sandri sudah ada di tempat duduknya dan sudah menyalakan komputernya, Sandri pun menoleh kebelakang, melihat kalau Sean ada di belakangnya dia berdiri dan membungkuk ke arah Sean


"Pa pak Direktur selamat pagi, " ucap Sandri terbata


Sean kaget, 'Kenapa Sandri bisa tau aku direktur'


"Iya pagi juga, jangan panggil begitu, panggil aku Sean saja, ngomong ngomong kenapa kamu bisa tau?" tanya Sean ke Sandri


"Maaf barusan saya memantau anda di lantai khusus direktur, saya tidak menyangka kalau anda adalah direktur baru itu, mohon maaf saya sudah lancang kemarin" ucap Sandri dengan ekspresi gugup


"Memantau?, apa bisa kau jelaskan perkataanmu itu?"

__ADS_1


"Aku aku meretas sistem keamanan kantor dan meng hack cctv , mohon anda memaafkan saya" ucap Sandri


"Benarkah, apa kau seorang Hacker" tanya Sean bersemangat, dia berpikir mungkin Sandri bisa membantu dirinya menemukan musuh ibunya


"Bi bi bisa di bilang begitu pak, tolong jangan pecat saya, saya tidak ada maksud jelek pada perusahaan ini, saya saya hanya iseng" Sandri takut kalau dirinya akan di tuduh mata mata


"Itu bagus, tapi ku rasa di sini bukan tempat yang tepat untukmu, ikut aku!" ucap Sean


Sandri gemetaran, dia menyangka kalau dirinya akan di hukum, dia pun mengikuti Sean dia tidak berani menolak 'Seharusnya aku tidak mengaku tadi, sunguh hari yang sial,' umpat Sandri


Sandri mengikuti Sean masuk ke dalam lift dengan pasrah, lift pun mulai bergerak, dan behenti di lantai paling atas, pintu lift pun terbuka, Sean bergegas menuju keruangan ibunya


Elisa yang melihat Sean pun mengangguk padanya, Sean juga membalasnya dengan senyum, dia pun masuk keruangan ibunya untuk membicarakan soal pengajuan Sandri untuk jadi mata ketiga Sean dan perusahaan, yang mungkin butuh perhatian dan pasilitas khusus untuk mendukungnya jadi penanggung jawab ke amanan di balik layar


Sandri sekarang sudah keluar dari lift dan dia berjalan ke arah Elisa


Elisa pun melihat ke arah Sandri yang menghampiri mejanya "Kamu siapa, dan ada keperluan apa kemari" tanya Elisa


"Oh, kalo begitu silahkan duduk saja dulu," ucap Elisa


"Baik lah, " Sandri pun duduk di sofa empuk di ruangan itu dengan ragu ragu dan perasaan waswas, ini pertama kalinya dia menginjakan kaki di ruangan yang khusus untuk direktur ini


Setelah beberapa saat Sean pun membuka pintu


"Sandri, kamu masuk" ucap Sean


"Baik pak" Sandri pun masuk keruangan Kartina


"Sandri silahkan duduk," ucap Kartina,

__ADS_1


"Baik bu direktur" Sandripun duduk di kursi kantor depan meja Kartina, sedangkan Sean berdiri di sebelah di antara mereka


"Sandri, aku dengar dari anaku kalau kamu seorang hacker, apa itu benar?"


"Ti tidak seperti itu bu, aku aku tidak ada maksud buruk dengan perusahaan ini, aku berani bersumpah," ucap Sandri gemetar karna tekanan suasana yang besar dari ibu dan anak ini


"Bukan itu yang ingin ku ketahui, tapi aku ingin tau apa kemampuan mu itu bisa berguna atau tidak bagi perusahaan, apa saja kemampuanmu dan apa yang kamu bisa lakukan?" tanya Kartina


Sandri pun tercengang, 'ternyata untuk ini, selamat selamat' gumam hati si jenius ini, dia pun menjelaskan kemampuanya dalam dunia hacker, dari nge hack situs web, meretas komputer jarak jauh, meretas kamera ponsel jarak jauh, dan nge hack kamera cctv jarak jauh, termasuk melacak seseorang dari nomor ponselnya tampa perlu mengundang nomor itu terlebih dahulu


Sean yang awam tentang hal semacam itu pun bertepuk tangan setelah mendengar semua keahlian Sandri yang tentu saja tidak semua orang bisa melakukanya dengan baik


"Hebat hebat, aku menginginkan bakatmu, tidak salah penilaian ku terhadapmu, kau memang jenius, apa kau tertarik untuk jadi mata mata perusahaan?" ucap Sean sangat bersemangat


"Te tentu saja, saya senang ada yang bisa mengapresiasi bakatku, aku sudah bosan di sebut si culun, aku merasa sangat terhormat jika pak direktur mengargai hobi dan bakatku ini" ucap Sandri merasa tersentuh


Dia juga bukanya tidak pernah ada yang meminta bantuan dengan bakatnya itu, hanya saja mereka memintanya daring, tidak ada yang mempercayainya dengan penampilanya sekarang, kebannyakan hanya menganggap sandri adalah pria culun yang lemah,


"Baiklah, mulai sekarang kamu resmi jadi asisten pribadi pak Arman, adapun masalah kontrak kerja dan pengajun gaji akan segera di urus nanti " ucap Kartina


"Baik baik bu, terima kasih, terima kasih" Sandri merasa sangat senang, dia tidak menyangka hobi dan keisenganya yang dia tekuni dari masa masa kuliah ini akan mendapat apresiasi dari bosnya ini


"Baiklah, tugas pertamamu sekarang adalah carikan aku pemilik nomor ponsel ini, bisakan?" ucap Sean memperlihatkan nomor kontak di hanponya,


"Bisa, tentu saja bisaa" ucap sandri, dia pun langsung memperosesnya dengan sbuah laptop yang dia bawa sendiri, meskipun dia bisa saja menggunaka ponsel pintarnya, tapi jika dengan laptop hasilnya lebih akurat dan jelas,


Tidak berapa lama dia pun menunjukan hasilnya pada Sean,


Sean tercengang, karna pemilik nomor ponsel ini ada di gedung ini juga, Kartina juga tidak habis pikir ternyata ada musuh dalam selimut

__ADS_1


"Siapa orang ini? panatas saja dia selalu tau kalau aku akan bertugas keluar, apa kamu bisa mengetahui posisi pasti orang ini?" tanya Kartina


...~°~...


__ADS_2