Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
JJS


__ADS_3

Agam pun segera mengendarai mobilnya dan bergegas meninggalkan rumah sewa Sean, dan merekapun kembali ke mansion kartina


"Bu" ucap Sean yang baru Saja masuk dan memberi Salam kepada ibunya yang sedang duduk dan minum teh


"Kamu dari mana dulu, tumben tidak langsung pulang" ucap Kartina


"Iya maaf bu, tadi habis makan dulu dengan Rania," ucap Sean


"Oh, gimana hubunganmu dengan Rania Sekarang" tanya Kartina


"Ada kemajuan bu, sekarang dia sudah menerima Arman" ucap Sean


"Oh, syukurlah, terus gimana kabar teman mu yang dari kota B yang tempo hari kamu cari, apa kamu sudah menemuinya?" tanya Kartina


"Iya bu, Sudah, sekarang dia ada di kota J juga" ucap Sean


"Oh, jadi apa kamu juga sudah mengatakan perasaanmu padanya" tanya Kartina


"Tidak bu, Arman kira itu tidak mungkin, meskipun Arman memang menyukainya, tapi tidak mungkin Arman mencintai 2 orang sekaligus kan bu" ucap Sean


"Ya, Ibu juga berpikir begitu, tapi ibu penasaran ingin melihat gadis temanmu itu, kalau ada waktu ajak dia main kemari," ucap Kartina


"Iya bu, kalau ada waktu Arman akan ajak" ucap Sean


...


Keesokan harinya Semuanya terjadi seperti biasanya, latihan, berangkat ke kantor, makan Siang dengan Rania, dan Sean beberapa hari ini memang masuk di zona zona nyamanya, msnikmati hari hari penuh ketenangan, belum ada tanda tanda Leon atau siapapun yang akan mengganggu harinya lagi setelah hari itu


Di suatu Sore Sean memutuskan untuk menemui Lena karena dia ada janji ke ibunya mengajak Lena untuk berkunjung diapun pergi Sendiri menggunakan mobil kantor mercy E class berwana putih, Sean memang menyukai warna putih untuk beberapa jenis mobil tertentu


Dia tidak memakai BMW miliknya untuk antisipasi kalau kalau Lena meminta Gina untuk ikut, Sean pun segera berangkat ke tempat Lena , Sean kali ini tidak menunggu di depan kost Lena, tapi dia menunggu di depan pintu keluar fakultasnya, setibanya di sana Sean menunggu di luar mobil dan bersandar di cup depan mobilnya beberapa saat


Setelah Sean sudah hampir bosan melihat orang yang keluar dari sana, Sean pun melihat sebuah motor yang keluar dari pintu parkiran di sebelah pos, dan dia mengenali orang yang duduk di belakangnya, itu memang Lena yang di bonceng seorang pria yang memakai almamater yang sama dengan Lena


Sean pun hanya memperhatikan mereka ber 2, tidak lama motorpun mendekat ke arah Sean, Lena pun juga mulai Sadar kalau ada Sean di depanya


"Ren, Reno, stop aku turun disini saja" ucap Lena

__ADS_1


"Lho, kenapa Len?, apa kamu mau beli dulu sesuatu?" tanya Reno yang sudah beberapa kali mengantar Lena pulang, dia memang pria yang di sebutkan agam tempo hari yang sedang mencoba dekat dengan Lena


"Tidak, aku ada temenku yang nungguin" ucap Lena jujur


"Oh" Reno pun langsung berhenti di depan mobilnya Sean


Lena pun segera turun dari speda motor Reno dan berjalan ke Arah Sean, Reno juga turun dari motornya dan mengikuti di belakang Lena


"Kak Sean, nungguin Lena ya?"tanya Lena


"Iya Len, kalau mau di antar dulu ke rumah kost, tidak papah, nanti kak Sean ikutin di belakang" ucap Sean


"Ti tidak kak, dia cuma teman Lena kok" ucap Lena


"O iyah, Aku Reno, teman deket Lena" ucap Reno yang tiba tiba menyodorkan tanganya ke depan Sean


Sean pun menjabat tanganya, "Aku Sean, teman lama Lena juga" ucap Sean


Mereka pun bersalaman normal pada awalnya, namun lama kelamaan Reno malah menggunakan tenaganya untuk bersalaman dengan Sean


Sean juga Sadar kalau sepertinya Reno menganggap dirinya Saingan, Sean juga tidak mau kalah dengan menambah tenaga ke gegamanya, selang beberapa detik kemudian Reno segera melepas tanganya dengan Raut wajah kurang baik,


"Kalau gitu Aku duluan ya Len" ucap Reno sambil menyembunyikan tanganya yang sakit


"Oh ya sudah, terimakasih ya" ucap Lena yang tidak sadar kalau di antara mereka ada aroma persaingan yang terjadi di sepersekian detik barusan


"Iya" Reno pun segera naik kemotornya dan melajukan motornya dengan tanganya sedikit kaku


"Dia beneran cuma teman Lena ko kak, tidak lebih" ucap Lena menegaskan


"Iya, gak papa kalau lebih dari teman juga, dia tampan, sepertinya juga baik" ucap Sean


"Iya maaf ka, dia suka ngedasak Lena, jadi Lena gak bisa nolak kalo dia antar" ucap Lena


"Kenapa harus minta maaf, itu normal untuk wanita secantik kamu, kalau tidak ada yang tertarik padamu, baru kak Sean merasa aneh" ucap Sean


"Enggak, takutnya kak Sean tidak mau menemui Lena lagi kalau Lena punya teman Pria" ucap Lena sambil menundukan pandanganya

__ADS_1


"Tidak tidak seperti itu, selama kamu menganggap kak Sean ini temanmu, maka sampai kapan pun juga kak Sean akan seperti itu, jujur, kak Sean juga sudah jadian dengan bu Rania Len, jadi alangkah baiknya jika kamu juga punya ceritamu sendiri untuk kamu jalani dan untuk kak Sean dengar" ucap Sean


Lena pun menghela nafas dalam, " Benarkah?, selamat kalau begitu, Lena juga ikut senang kak" ucap Lena, meskipun mulutnya tersenyum tapi matanya berkaca kaca, mungkin kata kata Sean itu sedikit menyesakan untuk Lena


"Len, kamu belum pulang?, ku kira kamu sudah duduk manis di Rumah kost Sekarang" ucap Gina dari belakang Lena "Eh ada kak Sean, pantesan Lena gak jadi pulang dengan si itu" ucap Gina


"Iya Gin" ucap Lena


"O iyah, kak Sean kesini sebenarnya mau ajak kamu makan Len, kebetulan ibu kak Sean ingin ketemu kamu, entah apa yang membuatnya penasaran dengan kamu, padahal kak Sean juga tidak cerita cerita banyak tentang kamu ke ibu, kamu ada waktu tidak Len?" tanya Sean


"Ciee mau ketemu camer ni ye", ucap Gina


"Apaan sih Gin, jangan sembarangan kalo bicara" ucap Lena tersenyum


"Gimana ya kak, Lena ngerasa agak malu kalau harus ketemu ibunya kak Sean, pasti Seleranya bagus" ucap Lena


"Apa maksudmu?" tanya Sean


"Iya kan pasti ibunya kak Sean orang kaya, Lena ngerasa gak pantes saja kalau bertemu denganya" ucap Lena


"Kamu ngomong apa sih?, ibu kak Sean cuman ingin ketemu sama kamu, gak ada hubunganya dengan apa dan siapa kamu, coba katakan, apa yang membuat kamu minder dari diri kamu?, kamu cantik, kamu juga baik" ucap Sean


Lena pun menjawab dengan senyum kaku "Penampilan kak, Lena gak punya baju bagus kak" ucap Lena polos


"Ya ampun, kukira apa, kalau itu yang jadi masalahnya gampang, ayo ikut kakak" ucap Sean


"Kemana kak?" tanya Lena bingung


"Ikut saja" ucap Sean


"Iya sana pergi, semoga sukses ya, aku mendoakanmu dari sini" ucap Gina


"Gin, kalau kamu mau ikut, ikut juga sekalian, biar Lena ada teman" ucap Sean


"Beneran kak?, waaaah asik jalan jalan sore nih, ayo Len kita masuk" ucap Gina sambil langsung mengajak Lena masuk ke mobil


"Hah" ucap Lena yang masih termenung karena jujur ada perasaan gugup di hatinya, Lena tidak sempat merespon Lagi, dan merekapun masuk ke mobil

__ADS_1


Sean juga masuk setelah membukakan pintu untuk Lena


__ADS_2