
Aldo pun tidak bertanya lagi dan langsung melaksanakan apa yang di suruh Ferdi
"Hhhmm, Kita lihat kali ini, apa kamu masih bisa lolos atau tidak anak kampung" gumam Ferdi
...
Di kerumunan Rania dan Sean masih mengobrol dengan beberapa teman lama, mereka terlihat cukup asik dengan acara ini
Tak lama berselang, seorang pramusaji wanita menghampiri Sean yang sedang menyimak Obrolan Rania dan teman temanya, "Minumanya tuan" ucap peramusaji itu pada Sean
"Oh, iya terimakasih" Sean pun tampa pikir panjang mengambil minuman di nampan kecil yang di bawa pramusaji itu, dan menyimpan gelas yang memang sudah kosong dari tadi dia pegang
Peramusaji itu segera pergi, Sean pun meminum minuman itu sdikit demi sedikit, beberapa saat kemudian Sean merasa perut nya tidak nyaman
"Ran, aku tinggal dulu sebentar ya" ucap Sean
"Kamu mau kemana?" tanya Rania
"Aku cari kamar kecil dulu" ucap Sean
"Oh, ya sudah sana" ucap Rania
Sean pun pergi mencari toilet dengan bertanya pada pelayan,
dia pun di arah kan kebagian belakang lesrtoran yang memang toiletnya ada disana, Dia melewati sebuah lorong untuk sampai ketoilet dia pun menemukan yang dia cari,
setelah beberapa waktu Sean sudah melaksanakan keinginan perutnya itu, dia pun kelur dan mencuci tangan di wastafel, dia juga membasuh mukanya supaya segar kembali, Dia pun keluar dari kamar mandi dan berniat kembali kedalam melewati lorong
Tapi Saat dia keluar dan melihat lorong, di sana sudah ada beberapa orang yang berdiri tegap, perasaan Sean mulai tidak enak, karena yang berdiri di sana itu adalah 5 anggota Red bear
Sean pun mundur lagi kebelakang berharap mereka tidak melihatnya, tapi baru selangkah dia mundur, semua mata anggota Red bear itu malah tertuju padanya
Sean tidak ada pilihan lain selain menghadapi apapun yang akan terjadi, tapi dia tetap mundur ke area toilet yang sempit
dengan harapan walaupun mereka menyerang tentu tidak bisa bersamaan
Dan benar saja kekhawatiran Sean itu, 5 anggota Red Bear itu pun segera bergegas ke arahnya
"Hey anak muda, apa kamu sudah makan banyak tadi?" Tanya salah satu pria kekar yang sekarang sudah berada di depan pintu area wastafel
__ADS_1
"Lumayan banyak, tapi masih kurang, jadi bolehkah aku kedalam dan makan lagi?" ucap Sean tenang, dia sudah tidak sempat untuk menghubungi Agam yang berada di area luar lestoran
"Sepertinya itu saja sudah cukup untuk kami keluarkan lagi dari perutmu, hajar dia" ucap pria tadi, dan benar saja, karena area wastafel sempit jadi yang maju pun hanya 2 orang
"Coba saja kalau bisa" ucap Sean yang mulai siaga
2 pria itupun langsung menghampiri Sean dengan tenang, mereka meremehkan Sean yang terlihat lemah
"Jadi apa kau sudah siap di puk....." ucapan ssalahsatu pria itu tidak sempat dia selesaikan karena Sean sudah memukul mereka duluan
'buk' buk' buk' guprak' gedebuk' hanya suara itu yang terdengar dan di susul erangan kesakitan dari dalam area wastafel itu dan kedua orang yang tadi masuk itu kini sudah tergeletak di lantai
Pria yang memberi arahan Tadi pun kaget bukan main
"Sialan, kamu ternyata bisa bela diri juga, aku sudah salah menilaimu, cepat bangun jangan main main lagi, kamu kamu juga bantu, buat dia jadi perkedel" ucap pria itu
"Perkedel? Aku tidak selembek itu paman" ucap Sean mencoba untuk tetap tenang meskipun hatinya mulai gentar karena Sean tau kalau anggota RedBear itu bukan orang orang sembarangan
"Paman paman kepalamu" ucap pria yang mulai masuk untuk membantu 2 orang tadi yang sekarang sudah bangkit dari lantai, dan mereka pun langsung menyerang tampa ragu lagi ke arah Sean
Sean pun mencoba terus menahan serangan pria pria ini dan menyerang balik semampu dia, tapi sejagonya jagonya Sean tetap saja dia belum sekuat Agam, dia pun mendapat banyak pukulan di badanya karena memang menghadapi 4 orang yang terlatih itu cukup sulit, dan kesempatan untuk menang pun sangat tipis
Pertarungan pun berlangsung cukup sengit dan sudah menguras tenaga dari masing masing lawan, area wastafel pun sudah berantakan tidak beraturan, cermin pecah wastafel miring dan air memancar karena keran patah
Sean masih bertahan meskipun keadaanya sudah terpojok sekarang, dia masih mencoba untuk melawan ke empat orang tersebut dengan tenaga yang tersisa sekarang
"Berhentiiii, hentikan perkelahian" tiba tiba ada sebuah teriakan seorang perempuan yang membuat perkelahian itu pun seketika berhenti
"Amar, apa yang terjadi di sini, kenapa membuat keributan disini, apa kalian tidak punya etika" ucap perempuan itu
Amar yang berada di luar pun langsung menundukan wajah dan tidak berani menatap wajah wanita itu
"Ma maaf bu Tiara, kami hanya dapat tugas untuk memberi pelajarn seseorang di sini" ucap Amar gugup, suara wanita itu tidak lain tidak bukan adalah Tiara
"Siapa yang memberi tugas pada kalian?, apakah Bearone?" tanya Tiara
(Bearone adala sebutan mereka untuk pemimpin tertinggi, atau beruang pertama)
"Bu bukan bu, tapi dari seorang klien" ucap Amar jujur
__ADS_1
"Apa???, benar benar kalian ini tidak punya etika sama sekali, pergi sekarang dan bereskan semua ini dengan pihak lestoran atau aku laporkan perbuatan kalian ini ke pemimpin" ucap Tiara tegas
"Ja jangan bu, baik kami akan bertangung jawab untuk kerusakan disini, tapi jangan laporkan kami" Amar ketakutan karena dia tau sudah melanggar kode etik kelompok mereka, dan tentu saja sangsinya berat dan menakutkan jika pemimpinya tau
"Pergi" ucap Tiara tegas
"Ba baik bu terima kasih banyak" ucap Amar, dia pun menoleh ke arah 4 angota yang lain yang sekarang juga berdiri dan menundukan kepala mereka
"Hey kalian, cepat minta maaf pada bu tiara" ucap Amar kepada empat anggotanya
"Temasuk kepada orang yang kalian pukuli" ucap Tiara menyambung
"Ba baik baik" ucap serempak empat anggota itu
Sean yang sekarang masih terpojok di dinding kamar mandi pun tidak habis fikir 'kenapa mereka takut dan menurut pada Tiara' hati Sean bertanya tanya
Keempat anggota yang sudah babak belur itu pun segera meminta maaf pada Sean dan tentunya pada Tiara, dan merka berlima pun ahirnya segera pergi dan hanya menyisakan Tiara pengawalnya dan tentunya Sean yang mengalami beberapa luka lebam kecil di wajahnya
"Apa kamu tidak papa" tanya Tiara dari luar
"Tidak, tidak papa, ini hanya ku anggap olahraga pria saja, sudah Resiko" ucap Sean masih tetap tenang meskipun penampilanya sudah acak acakan tidak karuan
"Baguslah" Tiara pun berbalik bermaksud untuk pergi
Tapi Tiara merasa tidak asing dengan sosok yang berada di dalam itu, dia pun mulai mengingatnya, dan dia berbalik kembali "Oh satu lagi, aku salut untuk kemampuan bertarungmu, kamu sanggup mengimbangi 4 angota kami, tentunya itu bukan perkara mudah jika kamu orang biasa" ucap Tiara
Dan Tiara pun berjalan mendekat ke arah Sean
"Siapa namamu, bukankah kau yang bersama Rania?" tanya Tiara
"Iya, namaku Sean" Jawab Sean singkat
Tiara pun mengeluarkan sebuh kartu nama dari tas nya dan mengulurkanya ke arah Sean
"Baiklah Sean, kamu cukup pandai dalam bela diri, jika kamu berminat, kamu bisa bergabung dengan RedBear, kami butuh orang orang berbakat sepertimu, dan jika kamu bergabung kamu pasti akan di terima dengan baik di Redbear" ucap Tiara
Sean pun mengambil kartu nama dari tangan Tiara
"Baiklah, akan ku pertimbangkan dulu" ucap Sean yang sebenarnya tidak berminat sama sekali, tapi dia merasa penasaran dengan sosok Tiara ini
__ADS_1
"Baik, jika kamu berminat, hubungi saja nomor yang tertera di sana, itu nomor pribadiku, aku jamin kamu akan di terima dengan baik jika kamu bergabung" ucap Tiara, dia pun berbalik dan akhirnya pergi dari hadapan Sean
...~°~...