Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Lemah Lembut


__ADS_3

Sean meminta Agam mengantar kunci mobilnya, Agam selalu stay di pos keamanan depan dengan beberapa rekanya, karna di sini hanya ada 2 satpam, tugas satpam hanya memantau dan mengemudi pintu gerbang saja, sedangkan kalau ada masalah, Agam yang akan turun langsung dengan puluhan anak buahnya


Sean sudah dapat kunci, hanya saja mobilnya terhalang mobil lain, dia pun melihat Ferari merah punya ibunya yang di samping mobilnya yang bebas dari halangan, dia pun tertarik meminjamnya


"Agam, aku ingin mencoba yang ini, apa kuncinya ada?" tanya Sean


"Ada di rekan ku, tunggu" Agam memanggil anak buahnya dari talkiwalki yang dia pegang, dia pun dengan cepat meluncur dan menyerahkan kunci merah bergambar kuda jingkrak itu ke tangan Sean,


"Agam, aku pergi sendiri, tidak perlu ada pengawalan," ucap Sean


Agam ragu sejenak, tapi tidak banyak bertanya


"Baiklah" tapi dia tidak mungkin membiarkan tuanya pergi sendiri, dia pun berniat mengikuti dari belakang


karena merasa tuanya tak ingin ada gangguan


Sean pun pergi mengandarai Ferari merah ibunya yang jarang terpakai, sangat di sayangkan oleh Sean jika mobil sebagus ini hanya di buat pajangan, mending dia manfaatkan, setelah Sean keluar dari gerbang agam pun masuk ke mobil mercy dengan 2 rekanya dan mengikuti tuanya, sebisa mungkin tidak terlalu dekat hanya untuk berjaga jaga saja


Sean pun melajukan mobil super sport berkelas ini di jalanan kota 'J', mobil dengan kapasitas mesin 3.800 cc V8 yang di klaim mampu berakselrasi 100km /jam dalam waktu 3,5detik, dan mampu melesat hingga kecepatan 320km/jam ini hanya di lajukan Sean dengan kecepatan 40km/jam saja, sungguh melukai harga diri sang kuda jingkrak merah ini


Setelah beberapa waktu Sean sampai di depan rumah sewanya, meskipun Sean mengendarai mobilnya dengan pelan, tapi yang namanya mobil sport tetap saja memiliki suara yang has saat melaju, itu pun terdengar oleh telinga Rania yang sedang duduk di kursi depan rumah sewa Sean


Rania pun melihat ke arah mobil yang datang dengan sorot mata yang tajam, Rania heran kenapa ada mobil semewah ini masuk pemukiman warga, tak lama mobil pun berhenti tepat di depa pintu tralist rumah sewa, dan Sean pun turun dari mobil,


Rania yang di dalam berusaha memalingkan wajahnya agar tidak melihat ke arah orang yang turun dari mobil itu, Rania memang bukan tipe orang yang silau akan kemewahan, jadi meskipun dia sangat tertarik dengan mobilnya, tidak berarti tertarik juga dengan yang mengendarainya


Yang tak di sangka Rania, orang yang turun dari mobil itu ternyat membuka pintu tralis, dia tetap tidak mnolehnya membuang pandanganya kesamping kanan melihat kerumah lain


Sampai akhirnya Rania penasaran dan mmenoleh dia kaget orang itu tiba tiba sudah ada di depanya, dipun sekarang menatapnya


"Se Sean, kapan kamu kemari?" tanya Rania


"Barusan kan, pertanyaan mu itu aneh" ucap Sean


"Oh, aku kira yang masuk barusan adalah orang yang turun dari mobil di depan itu, aku tidak memperhatikanmu tadi, jadi aku kaget" ucap Rania

__ADS_1


"Aku memang turun dari mobil itu, kuncinya ada di tanganku" ucap Sean memperlihatkan kunci merah bergambar kuda jingkrak di tanganya


Rania pun melihat kunci itu dan mngambilnya


"Ah, masa iya, memang kamu bisa memakainya?


, bukan kah kamu bilang kamu tidak bisa menyetir, jangan menggodaku seperti ini, itu tidak lucu" ucap Rania, meskipun kuncinya sekarang ada di tanganya, Rania tetap tidak percaya kalau Sean yang membawanya


"Aku sedang belajar" ucap Sean


Dia langsung bergegas ke mobil itu dengan ragu, dia ingin memastikan ada orang lain atau tidak di mobil, dan memastikan kuncinya benar atau tidak, alangkah terkejutnya dia, karna kuncinya memang di respon mobil, dan tidak ada orang lain lagi di luar


Rania pun kembali ke dalam


"Katakan, mobil siapa ini, ini mobil mahal kamu tidak boleh memakainya sembarangan, andai lecet saja itu bisa membuatmu di tungtut Sean" Rania sangat khawatir


"Itu mobilku, tenang saja" ucap Sean


"Jangan bohong, aku tidak suka orang yang suka bohong,


kalau memang kamu bilang ini mobilmu, apa kamu tau harga mobil ini berapa?" tanya Rania


"Sudah kuduga, sekarang jujur ini mobilmu atau bukan?"


Sean menggelengkan lagi kepalanya dengan senyuman yang bahkan lebih buruk daripada menangis


"Sudah kuduga, jangan berlaga seperti ini lagi kedepanya, aku tidak suka, cepat cepat kembalikan kalau sudah memakainya, dan juga cepat buka pintu rumahmu itu aku sudah kesemutan dari tadi duduk di sini" ucap Rania merengek


"Oh, iya maaf aku lupa," Sean sekarang seperti anak yang di marahi ibunya, dia salah tingkah, dia benar benar menyesali "Baik lah, silahkan masuk" ucap Sean sambil membukakan pintu untuk Rania


"Iya, terima kasih" ucap Rania yang mukanya masih cemberut


Mereka pun masuk kedalam, Sean mengambilkan minum untuk Rania, dia pun memberikanya


"Minum dulu, biar tenggorokanmu tidak kering sehabis marah, marah juga sangat melelahkan kan?" ucap Sean

__ADS_1


"O iya aku lupa bilang kalau kamu sangat cantik malam ini, habis darimana?" ucap Sean


"Iya, tentu saja aku cape, gara gara kamu juga sih yang so,


maaf juga sebenernya aku sedang dalam suasana hati yang tidak baik, tadinya aku mau pergi makan malam dengan direktur Arman, ayahku memaksaku untuk pergi, tapi aku kabur dari mobil ayah, aku tidak suka di paksa paksa" ucap Rania


Sean mendengar ini tak bisa menahan dirinya untuk menepuk jidatnya lagi, dia mengelengkan kepalanya


"Rania Rania, ada ada saja tingkahmu ini, kenapa kamu sampai segitunya?, bukan kah hanya makan malam apa salahnya?"


ucap Sean yang ahirnya mengerti kenapa dia membatalkan makan malamnya tiba tiba


"Salahnya adalah kamu tidak akan mengerti hati perempuan, jadi jangan bertanya kenapa!!," ucap Rania sambil memanyunkan bibirnya, sangat lucu,


'Ternyata seperti ini kalau wanita cantik marah' gumam Sean


"Baik baik aku tidak akan tanya alasanya lagi, tapi ini menurutku yah, bukan kah kata Seli direktur Arman itu tampan? apa kamu tidak suka orang yang tampan?" tanya Sean


"Memangnya kenapa kalau tampan, apa ketampanan itu bisa di makan?" ucap Rania


Sean menggelengkan kepalanya lagi, tidak tau harus jawab apa untuk pertanyaan itu "Kamu menanyakan sesuatu yang tidak pernah di tanyakan guruku di sekolah, aku bingung jawabnya" ucap Sean sambil menggaruk kepalanya


"Ya sudah jangan di jawab saja, tapi jawab pertanyaanku yang kedua, kamu darimana dengan penampilan rapih seperti ini dan juga mobill mewah,? jawab !!" ucap Rania


"Aku tadinya mau makan malam dengan seorang gadis, tapi dia mendadak mebatalkanya, aku sedikit menyayangkan" ucap Sean jujur, berharap Rania sadar kalau Arman dan Sean adalah satu orang


"Apa,? siapa gadis itu?, kapan kamu kenal? apa dia lebih cantik dariku?" mendengar ini Rania malah seperti orang yang cemburu


"Ya dia memang sangat cantik, tapi kerjanya ngomel ngomel terus" ucap Sean


"Begitukah,? untung aku tidak seperti itu kan, jadi sepertinya aku masih terbilang lebih baik darinya kan, iya kan iya kan?" ucap Rania melemah dan mulai tersenyum


Sean tidak tau harus menangis atau tertawa, yang dia bicarakan adalah dirinya, 'Mengapa tidak sadar juga'


"Iya iya, kamu memang cantik dan lemah lembut" ucap Sean

__ADS_1


"Terima kasih" Rania pun mulai melembut lagi karena sanjungan Sean ini


...~°~...


__ADS_2