Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Viona


__ADS_3

Rania pun teharu mendengar kata kata Sean itu hingga matanya pun berkaca kaca "Iya, kuharap juga Secepatnya, aku doakan biar kamu juga cepat sukses" Rania pun tidak mampu membendung air matanya saking terharunya, hingga perlahan air matanya pun menetes


Sean pun meraih tangan Rania yang ada di meja,


"Hey,,,,, kenapa malah nangis?, bukan ekspresi seperti itu yang ingin aku lihat darimu" ucap Sean


Rania pun memberi senyuman kepada Sean "Aku hanya terharu" ucap Rania


"Suadah, jangan nangis gitu, o yah apa hari ini kamu mau ke kantor?" tanya Sean mengalihkan topik


"Iya, aku akan ke kantor" ucap Rania


"Kalau kamu belum merasa baikan kamu beristirahat saja di sini, tidak usah pergi kerja dulu" ucap Sean


"Tidak, aku tidak papa, aku Sudah baikan" ucap Rania


"Baiklah kalau memang begitu, habiskan dulu sarapanmu, makan yang banyak biar kamu kuat menghadapi 2 wanita itu" ucap Sean tersenyum


"Iya," ucap Rania sambil menyeka air matanya


"Dan,,, maaf soal semalam, aku tidak bisa mengontrol diriku" ucap Sean


"Tidak apa, tidak terjadi juga kan" ucap Rania tersenyum, dia sebenarnya sdikit menyayangkan karena semalam ada gangguan teknis, kalau sampai terjadi itu mungkin adalah ciuman pertamanya


Merekapun melanjutkan makan mereka lagi, dan kemudian bersiap untuk pergi ke kantor, mereka pun pergi bareng dengan menggunakan mobil maserati granturismo hitam yang ada di garasi Rumah


Sean sekarang mengenakan jas nya yang biasanya dia simpan di mobil kalau dia di luaran, terlihat sangat gagah dan berwibawa,


Rania juga mengenakan setelan blezer hitam simpel dengan dalaman kemeja putih dan rok span panjang yang di bawanya dari rumah, dan kepalanya dibalut jilbab biru navy yang menurut Sean setelan itu sangat elok kalau di pakai Rania


Mereka bak sepasang Suami istri karir yang harmonis, Sean pun mengantar Rania sampai ke depan kantornya, Rania pun turun dari mobil dan berdiam sejenak di jendela mobil yang terbuka "Terima kasih sudah antar lagi ya, jangn bilang ke ibu Kartina kalau mobilnya di pakai buat anter anter aku, aku malu nanti" ucap Rania tersenyum


"Iya enggak, sanah buruan masuk, mungkin karyawanmu sudah tidak sabar menunggu pemimpin cantiknya datang" ucap Sean


"Iya, kamu juga buruan ke kantor jangan sampai telat, aku tidak mau atasan mu marah pada manager tampanku ini" ucap Rania yang merasa yakin kalau Sean sudah di angkat jadi manager karena Sean pergi kerja mengenakan stelan jas


"Tenang saja, tidak akan ada yang berani marah padaku, aku bos nya kan" ucap Sean


"Iya iya kamu bosnya, terus saja halu, kalau bos yang aslinya dengar pasti marah dia, sudah ah aku masuk kantor dulu ya" ucap Rania


Raniapun berbalik untuk masuk kedalam, namun di depan gerbang Rania sudah di tunggu oleh 2 wanita yang berpakaian formal juga , Yang satu wanita paruh baya dengan Rambut hitam yang di sanggul simple itu ibu Rania,


Dan satu lagi terlihat masih muda dengan Rambut di ikat, dan wajahnya ada sedikit kemiripan dengan wajah Rania, itulah kakaknya Rania


"Oh, ternyata kamu pergi bersama pria kaya yah semalam?, tampangmu saja alim, tapi ternyata kamu cewek murahan Ran," ucap Viona

__ADS_1


"Itu pasti karena didikan dari papahnya, jadi gini nih kelakuanya, susah di atur juga sama orang tua" ucap Retno (Ibunya Rania)


Mungkin karena ini di area tempat kerja, jadi mereka bisa sedikit halus, kalau di Rumah mungkin lain lagi cerita


Rania pun malas untuk meladeni mereka, dan bermaksud untuk menghindar, dan masuk melewati mereka seperti tidak mendengar apapun


"Heh,, tidak Sopan kamu, dengerin kalau orang tua bicara" ucap Retno marah


Tapi Rania terus saja melangkah masuk, dia tidak enak kalau harus ada pertengkaran di area kantor, Raniapun segera masuk kedalam, dan 2 wanita itupun juga masuk setelah beberapa kali memperhatikan mobil Sean yang membawa Rania, hanya saja mereka tidak melihat pengemudinya dengan jelas karena Sean sudah menaikan lagi kaca jendela mobilnya


Sementara Sean masih di sana dan mendengar perkataan mereka dengan jengkel, dia ingin sekali turun untuk membela Rania dan memukuli dua manusia bermulut pedas ini, tapi tentu saja dia tidak bisa melakukanya, dia mana mungkin memukuli wanita,


"Aku tidak habis pikir, bagaimana Rania bisa bertahan cukup lama dengan 2 wanita bermulut sambal seperti mereka" gumam Sean


Sean pun segera pergi dari sana menuju kantor cabang perusahan KARTIN.corp sendirian karena Agam dia tinggal dirumah dan menyuruhnya menyusul sendiri ke kantor


Setelah sampai kantor Sean pun sudah di tunggu lagi oleh Regan dan beberapa orang Lainya di lobi "Pagi pak direktur" ucap serempak beberapa petinggi kantor itu yang langsung berdiri dari duduk mereka


"Iya, pagi" jawab Sean singkat


"Pagi Bos" ucap Regan yang menyapa belakangan


"Pagi, apa bu Irna sudah datang?" Tanya Sean


"Baik, o yah Regan, kamu tidak perlu ikut aku untuk meninjau perusahaan, aku punya tugas untukmu!" ucap Sean


"Baik bos?" ucap Regan


Sean pun menyuruh Regan untuk membeli sebuah mobil yang mirip dengan mobil bi Irna dan sebuah apartemen di daerah yang dekat dengan kantor Rania, dan Regan pun pergi dengan segera


Sementara itu, Sean pun naik ke Lantai atas untuk ke Ruangan bi Irna


"Pagi bi," sapa Sean yang masuk, diapun melihat bi irna tidak sendiri, ada seorang gadis berpakaian formal juga di kursi depan mejanya


"Kamu sudah datang, duduk dulu" ucap bi irna


"Iya," Sean pun duduk di sofa di sebrang meja bi Irna,


"Pagi pak Arman" ucap gadis itu juga menyapa Sean


"Pagi" ucap Sean juga


Tiadak berapa lama bi irna pun menghampiri Sean Yang duduk di Sofa


"Arman apa orangmu dari kota J sudah kumpul?" tanya bi Irna

__ADS_1


"Sudah bi, mereka ada di Ruang tunggu" ucap Sean


"Ya sudah kita langsung berangkat saja" ucap bi irna


"Anita, apa kamu sudah memberi kabar untuk kunjungan kita ke tempat mereka?" tanya bi irna pada asistenya


"Sudah bu, saya sudah memberi tau pada beberapa pemimpin perusahaan yang akan kita datangi untuk hari ini" ucap Anita


"Oh baiklah" Bi irna pun langsung bergegas keluar ruanganya di ikuti Sean dan asitenya, dan orang orang Sean yang di ruang tunggu pun juga bergabung dengan mereka dan langsung menuju area liftt untuk turun kebawah perusahaan


Merekapun pergi dengan Rombongan mobil yang mengiringi mobil bi irna di bagian depan dan mobil Sean di urutan kedua


Dan merka pun langsung meninjau lokasi yang paling dekat terlebih dahulu yang masih ada di dalam kota, Rombongan Sean pun di sambut hangat oleh perusahaan perusahaan yang di datanginya


Ada kebanggan tersendiri untuk para pemimipin anak perusahaan karena bisa bertatap muka langsung dengan direktur Arman yang namanya kini memang sedang hangat hangatnya di perbincangkan di dunia bisnis


Waktupun beranjak Siang, dan beberap perusahaan sudah Sean singgahi dan mendapat beberapa pengetahuan di beberapa bidang yang dia tinjau


Hingga sampailah Sean di kantor Jaya Estate.tbk yang bangunanya lumayan bersar, diapun bertemu dengan pak Jaya sebagai pemimpin utama di kantor itu, perusahaan ini sudah Lama di akuisisi oleh Kartina dengan Sahamnya yang lebih dari 60% di perusahaan ini


Setelah beberapa waktu mengadakan meeting dadakan, merekapun langsung meninjau tempat pengebangan real estate yang di kelola oleh Jaya estate.tbk ini


Sampailah mereka di sebuah komplek perumahan yang masih dalam tahap pembangunan, mungkin hanya sekitar 50% yang sudah siap huni atau tanah yang siap di jual


Sean memakai apd untuk meninjau langsung lokasi, seperti helm, sepatu boots dan yang lainya, dia memutuskan untuk turun langsung ke lokasi dengan beberapa penanggung jawab proyek dan pak Jaya juga, sementara bi irna menunggu di kantor pemasaran,


Sean pun mulai berkeringat karena kepanasan dan kehausan setelah beberapa waktu peninjauan, dan dia pun memutuskan untuk duluan kembali ke kantor pemasaran


Seanpun masuk ke dalam kantor pemasaran itu dan melewati 2 orang wanita yang duduk di ruang tunggu, Sean tidak terlalu memperhatikan 2orang itu, sean pun masuk kesebuah ruangan dan duduk di Sofa dekat bi Irna,


"Gimana? capek ya turun kelapanga langsung, bibi bilang juga tidak perlu ikut, percayakan saja semuanya pada pak Jaya" ucap bi Irna yang duduk di sofa Ruangan pemimpin kantor pemasaran yang tidak terlalu besar ini, dengan di temani minuman dingin di meja


"Iya bi, lumayan, aku hanya ingin mengenal lebih dalam saja, ya meskipun aku tidak terlalu paham di bidang ini, setidaknya untuk bahan pelajaran" ucap Sean


'Tok tok' tiba tiba ada yang mengetuk pintu Ruangan yang memang terbuka itu "Mohon maaf pak Arman, bu Irna, ada yang ingin bertemu" ucap salah satu staf


"Siapa? dan dari perusahaan mana?" tanya bi Irna


Staf itu pun mempersilahkan seorang wanita untuk menjawabnya "Silahkan bicara" ucap staf itu


"Oh iya terimakasih" ucap wanita itu "Saya Viona bu, dari perusahaan Hendros properti ingin mengajukan prihal kerja sama, apa saya bisa masuk?" tanya Viona


Sean yang tadinya tidak memperhatikan pun mendengar nama perusahaan itu dia langsung melihat ke arah wanita yang bicara dan masih berdiri di pintu masuk itu, dia masih mengingatnya 'Viona? bukan kah dia kakaknya Rania yang bermulut pedas itu?' pikir Sean


...~°~...

__ADS_1


__ADS_2