Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Bab 143


__ADS_3

Sean pun segera beranjak untuk membersikan dirinya ke kamar mandi, dan setelah beberapa saat, dia pun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan jubah mandi katun yang tersedia di Hotel,


Dia pun melangkah mendekati tempat tidur mewah yang ada di suite room ini, dia pun mendapati Kalau Rania duduk membelakanginya di pinggir tempat tidur di sebrang Sean,, Rania terlihat membalut dirinya dengan selimut Hotel, dan yang sekarang di lihat Sean hanya belakang kepalanya saja,


"Kenapa Ran, apa kamu kedinginan?" tanya Sean


Rania pun terlihat menggelengkan kepalanya


Sean pun sedikit heran dengan Rania yang seperti itu, dia pun menghampirinya dan duduk di sebelahnya untuk memeluknya dari samping "Terus kenapa kamu pakai selimut kalau tidak dingin" tanya Sean


Rania pun menggelengkan kepalanya lagi


Sean pun mencium pipi Rania


"Kalau begitu singkirkan selimut mu ini," ucap Sean


"Tidak mau" ucap Rania


Sean pun di buat penasaran oleh tingkah Rania yang aneh ini "Apa ada yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Sean


Rania tersenyum "Tidak ada" ucap Rania


Sean pun mendekat dan membisikan sesuatu di telinga Rania "Tapi aku ingin melihat apa yang kamu sembunyikan dariku itu" ucap Sean


Sean pun langsung mencium lembut belakang telinga Rania,,,


Itu membuat Rania sedikit merinding dibuatnya


"Aku pernah dengar kalau malam pertama itu sedikit sakit" bisik Sean di telinga Rania


Rania pun hanya memandang wajah Sean yang sangat dekat dengan wajahnya itu, "Lakukan saja" bisik Rania juga


Setelah dapat persetujuan, Sean pun tidak ada keraguan lagi, di langsung menyingkirkan semua penghalang di antara mereka berdua dan segera merebahkan Rania di Ranjang nya dan mencumbunya,


Dan malam ini pun jadi malam pengantin mereka yang sempat tertunda, dan malam pertama bagi mereka ini terlaksana di kota B, tempat pertama kali mereka bertemu dulu


Kota ini pun seperti jadi saksi antara pertemuan hingga akhirnya mereka menyatukan jiwa Raga mereka,



Malam penuh cinta itu pun segera berlalu, Ke esokan paginya di sebuah kamar Presidensial suite room terlihat sepasang insan yang masih tertidur di kasur mewahnya, dengan masih saling berpelukan, mereka seperti enggan melepaskan satu sama lain


Perlahan Sean pun membuka matanya, dia pun langsung melirik Rania yang masih tertidur dengan memeluknya,


Sean hanya menatap wajahnya, dia merasakan kebahagiaan seutuhnya setelah melakukannya, meskipun mereka belum bertanding sampai finish karena Rania menitikan air mata, dan membuat Sean sedikit tidak tega, tapi itu cukup membuat Sean tersenyum cerah saat bangun

__ADS_1


Perlahan Rania juga membuka matanya, dan tatapan mereka pun beradu, Rania pun tersenyum manja pada Sean


"Pagi sayang," ucap Sean menyapanya pelan


"Pagi juga" ucap Rania


"Apa tidur mu nyenyak semalam?" tanya Sean


"Tidak pernah senyenyak ini" ucap Rania juga


"Ya sudah, Kamu sekarang bangun, bersihkan badan mu sana" ucap Sean,


"Baiklah"


Sean pun mendudukan dirinya dan memakai jubah nya lagi, tapi mata Sean pun teralihkan ke lingerie yang di kenakan Rania semalam


"Kenapa kamu mengenakan baju seperti itu semalam?" tanya Sean sedikit penasaran


"Ah, itu, itu saran dari Karin, katanya, suami suka dengan istri yang memakai itu" ucap Rania


Sean tidak bisa untuk tidak tersenyum "Ada ada saja, tapi aku tidak jelas melihat kamu memakainya semalam, apa kamu bisa memakainya lagi" ucap Sean


"Tentu" Rania pun duduk dan langsung mengambilnya, kemudian dia memakainya lagi dengan sdikit malu malu


"Apa kamu Suka?" tanya Rania


Merekapun segera membersihkan diri mereka masing masing, dan segera mengenakan pakaian rapih seperti biasanya, sambil terus bercanda ala pengantin baru,,


Setelah mereka sudah bersiap, merekapun segera pergi dari Hotel dan bergegas ke Rumah orang tua Lena, Sean menjeput Lena untuk segera kembali ke kota J lagi,


Di dalam mobil Rania duduk berdampingan dengan Lena, sementara Sean duduk di kursi depan dengan Agam


Sepanjang perjalanan mereka pun mengobrol seperti biasanya, tidak nampak ada kecanggungan di antara mereka berdua


Sean pun merasa Lega melihat mereka tetap seperti ini,,, jujur, ini memang sangat dia harapkan Sean sebelumnya, dan ini memang berbeda dari ekspektasinya di awal awal, Sean mengira mereka akan sedikit berselisih setelah pernikahan mereka


Setelah melalui perjalanan yang lumayan panjang, mereka pun akhirnya segera tiba di kota J lagi, dan mobil Agam pun segera menuju ke mansion Kartina


Sesampainya di mansion, mereka bertiga pun turun dari mobil "Sampai juga akhirnya, mari masuk," ucap Sean


Sean pun segera mengiringi langkah kaki kedua istrinya ini untuk memasuki mansion, dia semacam ada perasaan bangga pada dirinya, dia pun diam diam membisikan kata gurauan di hatinya 'Sulatan mah bebas' Sean sambil tersenyum melihat punggung dua gadis berjilbab yang bergandengan ini


Lena merasa sangat deg degan untuk masuk ke Rumah ini lagi, karena sekarang statusnya adalah menantu di Rumah ini, tidak seperti sebelumnya yang hanya bersetatus tamu


Dan Saat mereka masuk, Kebetulan Kartina sedang duduk di sofa Ruang tamu mewahnya, dia sedang terfokus ke laptop yang ada di depanya

__ADS_1


"Bu kami pulang" ucap Sean


"Pengantin baru kok sudah pulang kerumah lagi, puas puasin saja dulu di kamar pengantin kalian di Hotel" ucap Kartina dengan masih terfokus ke laptop nya


Dia pun perlahan menutup laptopnya dan barulah memperhatikan ke Arah mereka "Lho, Lena?, Kamu kesini juga? ada apa?" Kartina sedikit bingung karena melihat mereka bertiga, bukan berdua


"Iya bu, Arman bawa dia kesini juga, soalnya Lena juga menantu ibu sekarang" ucap Sean


"Itu tidak Lucu Arman, ada istrimu di sini, jangan bicara yang tidak-tidak," ucap Kartina


"Maaf Bu, aku tidak memberi tahu ibu sebelumnya, aku sudah menikahi Lena juga kemarin" ucap Sean


Seketika wajah Kartina pun menggelap saat mendengar pernyataan Sean itu "Apa????????,,, Apa kamu tidak waras Arman, bagaiman bisa kamu menikahi gadis begitu saja tanpa memberitau ibu," ucap Kartina


"Maaf bu, aku memang salah" ucap Sean


"Bukan masalah benar atau salah, yang kamu nikahi ini wanita, bukan unta,,, Apa kamu tidak bisa menghargai ibu sedikit," ucap Kartina marah "Sini Len, Ran, duduk di sisi ibu" ucap Kartina


Mereka pun menurut dan duduk di samping Kartina setelah mencium tangan Kartina, "Len Kenapa kamu mau di nikahi Arman begitu saja, apa orang tua mu tau?" tanya Kartina


"Tau bu, kami menikah di kota B " ucap Lena


Kartina menoleh lagi ke arah Sean dan memelototi nya sejenak "Berapa mas kawin nya? Apa dia memberimu mahar,? apa dia kasih mahar juga ke kuluargamu? Apa acaranya bagus?" tanya Kartina bertubi tubi ke Lena


Lena sdikit bingung harus menjawab yang mana dulu "Acaranya bagus kok Bu, mahar juga ada, jangan marah pada kak Arman bu, Lena juga salah" ucap Lena


"Tidak, harusnya tidak seperti ini, Arman, ibu sangat marah padamu sekarang" ucap Kartina


Sean memegang sudah mengira ini akan terjadi jadi dia sudah mempersiapkan dirinya untuk di marahi


"Ran, apa kamu ridho dengan pernikahan mereka?" tanya Kartina


"insyaAllah ridho bu" ucap Rania


"Sukur kalau gitu," Kartina pun memeluk Lena dan Rania yang di kiri dan kanannya itu bersaman dan mencium mereka berdua "Buatkan ibu cucu yang banyak yah" ucap Kartina


"Aku siap bu" ucap Sean


"Ibu tidak bicara padamu, ibu masih marah" ucap Kartina


"Ya kan yang ibu bilang tadi pasti melibatkan ku, tidak mungkin hanya mereka berdua saja kan" ucap Sean


Sean pun tidak di gubris oleh ibunya "Kalian ikut ke kamar Ibu sebentar, ada yang mau ibu kasih lihat ke kalian" ucap Kartina, mereka bertiga pun segera beranjak menuju kamar Kartina, dan meninggalkan Sean sendirian


Sementara Sean mendudukan dirinya di sofa "Kenapa malah ibu yang bersama mereka, harusnya aku kan" gumam Sean gabut,

__ADS_1


Tapi Sean pun akhir tersenyum sendiri, karena dia merasa angan angannya yang dulu dia inginkan kini jadi kenyataan


...~°~...


__ADS_2