Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Takut Ada Yang Nyuri


__ADS_3

Tiara pun langsung duduk di kursi sebelah kiri Sean karena Sebelah kanan Sean ada Lena dan Gina "Kalian tunggu di luar saja, aku makan dengan teman, jadi tidak usah kalian tunggu" ucap Tiara ke pengawal di belakangnya, dia tidak akan bebas bicara kalau dia terus di kawal seperti itu


"Baik bu" ucap para pengawal itu dan kemudian merekapun keluar


Tiara berani menyapa Sean karena dia tidak melihat Rania di sana, Kalau ada mungkin dia berpikir 2 kali, karena mereka belum benar benar akur


"Kebetulan Sekali kita bertemu disini, Susah sekali mencari informasimu, kenapa kamu tidak pernah menghubungiku?, apa kamu tidak berminat dengan tawaranku tempo hari itu?" tanya Tiara smbil menggeser sedikit kursinya agak mendekat ke kursi Sean


Seanpun hanya tersenyum canggung, merasa tidak enak hati di posisi seperti ini pada Lena "Iya maaf, setelah kupikir pikir aku memang tidak berminat bergabung dengan organisasimu, aku punya pekerjaan sendiri yang tidak bisa kutinggal" ucap Sean


"Sayang sekali, padahal aku sangat berharap kamu bisa gabung" ucap Tiara


Lena pun menatap gadis ini dengan aroma persaingan yang kuat, jika itu Rania yang datang, tentu saja Lena yang akan mengalah dan pergi karena dia sangat menghargai Sean, tapi kalau orang lain yang mendekati Sean seperti ini dia sedikit tidak rela


"Apa anda punya sopan santun? anda hanya mengganggu kami makan saja" ucap Lena sambil menekan pisau ke makananya dengan sedikit kesal karena Sean di dekati Tiara seperti itu


"Oh iya maaf Sebelumnya, perkenalkan Saya Tiara, Saya pernah bertemu Sean di suatu tempat, dan saya sangat kagum dengan kemampuan yang dia miliki," ucap Tiara ke Lena


"Apa harus sampai mengganggunya di saat makan seperti ini ?" ucap Lena dingin


"Iya baiklah, saya akan menunggu dia selesai makan dulu, maaf" ucap Tiara, dia pun memesan makan juga, Tiara juga memperhatian gadis berjilbab hijau muda ini, 'Saiapa gadis ini,' pikir Tiara


Napsu makan Lena pun jadi sedikit berkurang karena adanya Tiara di meja ini, karena sekilas pun Lena bisa melihat kalau gadis cantik ini punya bentuk tubuh yang bagus dengan ukuran dada yang lumayan besar jika di bandingkan dengan miliknya


Jadi tentu Saja Lena sedikit minder tapi ada cemburu juga kalau Sean dekat denganya, karena pikir Lena laki laki manapun sepertinya akan menyukai perempuan seperti Tiara ini


Sean pun menyadari kalau kondisinya sedikit memanas, Rasanya dia ingin menyuruh Tiara pergi, tapi dia masih menghargainya, diapun hanya bisa meneruskan makannya


Beberapa waktu kemudian merekapun sudah menyelesaikan makan Siang mereka


"O yah Sean kamu tinggal di mana sekarang?" tanya tiara membuka obrolan lagi


"Di rumah Sakit" ucap Sean asal


Tiara pun memperhatikan Perban di kepala Sean "O yah? kamu kenapa?" tanya Tiara


"Aku hanya terluka Ringan saja" jawab Sean


"Apa kamu kesini bawa mobil?" tanya Tiara


"Tidak" ucap Sean, karena memang dia tidak membawa mobilnya


"Oh, kalau begitu kita pulang bareng saja, aku antar kamu kerumah sakit" ucap Tiara


'uhuk uhuk' Lena yang sedang minum pun terbatuk mendengar perkataan Tiara ini


"Pelan pelan Len, sampai terbetuk gitu!" ucap Sean, dia sebenarnya sadar kalau Lena begitu karena mendengar ucapan Tiara

__ADS_1


"Iya kak" ucap Lena sambil cemberut, dia menanti Sean akan menjawab iya atau tidak dengan ajakan Tiara ini


"Apa dia adikmu Sean?" tanya Tiara, karena dia tau pacar Sean pasti Rania, jadi dia menebak kalau Lena bukan pacarnya


"Bukan, dia teman baiku" ucap Sean


"Oh, salam kenal kalau gitu" ucap Tiara ke Lena


Lena tidak merespon ucapan Tiara itu


"Gimana, mau bareng denganku tidak?," tanya Tiara lagi


"Aku kesini bareng Lena, jadi aku akan kembali denganya juga" ucap Sean menolak, dia juga memang tidak terlalu akrab dengan Tiara


Lena pun merasa sedikit lega mendengar itu


"Kalau begitu aku minta nomor ponselmu, boleh?" tanya Tiara


Baru juga Lena merasa tenang, sudah di buat kesal lagi, "Kak aku pulang duluan saja" ucap Lena yang sudah tidak sabar ingin pergi dari sana, dia tidak mau melihat Sean terlalu akrab dengan Tiara, dia juga tidak bisa melarang Sean karena itu haknya


Lena pun mencoba beranjak dari tempat duduknya


"Tunggu sebentar Len, Kak Sean bayar dulu" ucap Sean


Sean pun memanggil pelayan yang tidak terlalu jauh dengan mengangkat tanganya, kemudian dia pun membayar tagihanya


"Oh baiklah kalau begitu, aku juga mau Langsung balik ke kantor" ucap Tiara, jujur dia memang sangat menyukai pria yang ahli dalam bela diri, karena memang dia besar di lingkungan Seperti itu, dia adalah putri dari pemimpin Redbear yang terkenal hebat juga dalam urusan beladiri


Jadi Tiara menyukai pria seperti Sean ini, Selain dia pandai dalam hal bela diri Sean juga cukup tampan menurutnya


"Ngomong ngomong, di rumah sakit mana kamu di rawat?" tanya tiara lagi


"Aku di rumah sakit umum kota J yang tidak jauh dari sini" ucap Sean


"Oh baiklah," ucap Tiara


Lena pun keluar berdampingan dengan Sean dan terus memegang erat tangannya, karena kalau Sean dia lepas Lena takut ada yang nyuri, mereka pun di ikuti Gina dan Tiara juga di belakangnya


Merekapun sampai di depan mobil Lena,


"Sean, aku akan menjengukmu nanti" ucap Tiara, dia tidak mempedulikan Lena yang berada di Samping Sean


"Aku hanya luka kecil saja, tidak perlu di jenguk juga" ucap Sean


"Ya, tidak papa kan kalau cuma main kesana?, kantor Redbear juga tidak jauh dari sini" ucap Tiara


Wajah Lena pun seamkin tidak enak untuk di lihat, dia terus cemberut, tidak ada senyum manis, tidak ada Lena yang imut, yang ada hanya Lena yang merasa tersaingi

__ADS_1


"Baiklah, terserah kamu saja" ucap Sean


Merekapun Segera naik ke mobil masing masing, dan merekapun keluar dari Area Lestoran


Di dalam mobil Lena menyetir masih dengan ekspresi seperti tadi


Sean sedikit kebingungan bagaimana membuatnya seperti biasa Lagi, pikir Sean 'pasti Lena yang seperti ini sedikit sensitif'


"Len, kenapa kamu cemberut gitu?, tidak enak di lihatnya" ucap Sean


"Lena tidak papa kok, biasa saja" ucap Lena ketus


"Tapi ekspresimu tidak mengatakan begitu, kak Sean tau kamu kesal dengan Tiara kan?" ucap Sean


"Kalau tau kenapa kak Sean nanya?, kenapa kak Sean meladeni gadis itu,? kenapa tidak menyuruhnya pergi saja dari awal?, Lena tidak suka kalau kak Sean dekat denganya!" ucap Lena sdikit menaikan nada bicaranya


"Segitu saja?" tanya Sean


"Segitu saja apa?" ucap Lena


"Apa ada lagi unek unek yang lain?" ucap Sean sengaja memancing Lena untuk mengeluarkan segala unek uneknya


"Tidak!" ucap Lena


"Unek unek itu memang lebih baik di keluarin daripada di pendam kan?" ucap Sean


"Iya kak.... maaf, Lena terlalu implusif" ucap Lena yang perlahan memang merasa lebih baik


"Tidak papa, begitu lebih baik kan?, kak Sean juga minta maaf ya" ucap Sean


"Tidak kak, kak Sean tidak Salah apa apa kok, Lena yang salah!" ucap Lena


"Ya sudah kalau begitu senyum dulu, kalau kamu cemberut seperti itu, cantiknya hilang lho!" ucap Sean


"Apaan sih kak" ucap Lena tersenyum


Sean pun melihat Gina yang di belakang, karena dari tadi tidak ada Suaranya di belakang "Tumben tidak ada suarnya" ucap Sean


"Aku tidak mau ikutan ah, nanti kena semprot lagi" ucap Gina


"Iya lebih baik memang begitu, kalau kamu ikut ikutan pasti aku turunin kamu di jalan" ucap Lena tersenyum, dan di ikuti oleh senyuman Sean dan Gina juga


Suasana di dalam mobil pun kembali seperti sediakala, dan tak lama Lena pun memasukan mobilnya ke area parkir rumah Sakit lagi


Mereka pun turun dari mobil dan bergegas kembali ke ruang rawat Sean


...~°~...

__ADS_1


__ADS_2