Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Samurai


__ADS_3

Dan Sean pun akhirnya pergi dari kamar Lena meskipun sebenarnya dia ingin tinggal dan menunggu Lena sampai siuman, tapi dia merasa tidak enak hati jika terus berlama lama di kosan wanita, mungkin besok dia akan kembali


Seanpun menghampiri Agam yang sudah beres dengan tugasnya "Sudah beres? nah gitukan Rapih kelihatanya" ucap Sean


"Le lepaskan kami" ucap salah seorang preman itu


"Tidak, semuanya sudah kuucapkan, jadi kalian harus disini sampai pagi, kemudian masuk penjara" ucap Sean, diapun meninggalkan mereka dengan keadaan terikat


Sean pun kembali ke mansion ibunya hampir larut malam, diapun segera ke kamarnya untuk solat dan kemudian tidur


...


Keesokan paginya, di sebuah kamar kost yang di huni oleh 2 gadis muda ini, Lena pun perlahan terbangun dengan kaget "Kak Sean" ucap Lena sambil terengah "untung cuma mimpi" ucap Lena


"Kebiasaan, pagi pagi sudah manggil manggil kak Sean," ucap Gina yang sudah duluan bangun


"Iya maaf aku semalam mimpi buruk," ucap Lena, dia pun mulai mengingat sesuatu "Tasku, tasku, apa tas ku ada yang ambil? tasku" ucap Lena mencari cari tas nya


"Ini kusimpan di sini," ucap Gina mengambilkan tasnya untuk Lena


"Tas ku, syukurlah" Lena pun memeluk tasnya "bukan kah semalam ada yang ambil, bagaimana bisa kembali?" tanya Lena penasaran


"Panjang ceritanya, jadi kemarin tuh waktu kamu sudah pingsan ada sesosok pemuda, eh pangeran, eh kesatria, atau apalah dia, pokonya tampaaaaan sekali Len, dia tuh melawan preman preman itu sendirian, mereka semua pun kalah sama dia, ah pokonya hebat deh" ucap Gina menceritakan apa yang dia lihat


"Huuuuh, ngarang saja, pagi pagi sudah halu kamu Gin" ucap Lena sambil melempar bantal kecil kemuka Gina


Gina pun mengelak dan bantal pun dia tangkap "Seriusan, masa iya aku bohongin kamu, kamu pasti juga gak inget kalau dia sudah gendong kamu dari depan Sampai tempat tidurmu sekarang kan?" ucap Gina


"Ah masa sih, aku memang gak ingat, apa kamu tanya namanya? apa namanya Sean?, karena aku merasa ada kehadiran kak Sean waktu aku pingsan" ucap Lena


"Kamu tuh yang halu pagi pagi, kak Sean mu itu memang selalu ada tiap kamu mengigau kan, dia itu namanya Ssssss siapa itu aku lupa lagi, oh iya namanya Sarman" ucap Gina


"Sarman? namanya cukup asing, apa dia orang sini?" tanya Lena

__ADS_1


"Nah itu, aku lupa bertanya alamatnya, tapi sepertinya dia tertarik padamu, dia terus menatapmu waktu kamu pingsan lho," ucap Gina


"Coba semalem yang pingsan itu aku yah, pasti aku yang di gendong kak Sarman, indah tau ngebayanginya juga" ucap Gina lagi


"Ya sudah, kita ulang lagi kalau begitu dari awal, aku gak mau di gendong kak sarmanmu itu, aku maunya kak Sean" ucap Lena bercanda tapi bernada serius


"Enga engga ah, apaan ulang ulang, ngeri tau semalem, aku sampai gemteran, kamu mh enak bisa sembunyi di belakang aku, terus tidur, terus ada yang nolongin," ucap Gina


Obrolan mereka pun terus berlanjut terus sampai pagi, sambil Sarapan, dan sampai masuk fakultas barulah mereka berhenti, mereka memang sangat akrab karena berangkat dari latar belakang keluarga yang hampir sama


...


Sementara itu, Sean juga sudah memulai aktivitasnya di kantor, dia duduk depan sebuah komputer, dia selalu fokus mengerjakan tugas tugas yang dia dapatkan, semuanya di pelajari Sean dengan baik


Dan setelah waktu istirahat tiba, dia naik kelantai atas untuk menemui ibunya, Rania juga tidak ada meneleponya seperti biasa, jadi Sean berangkat makan siang bersama ibunya


Dia pun pergi ke Lestoran biasanya, di parkiran lestoran juga sudah ada si pink milik Rania, Sean sangat mengenalinya


Sean dan Kartinapun masuk kedalam lestoran, Seanpun memperhatikan sekitar untuk mencari sosok Rania, Rania dan Seli pun memang ada, tapi ada stu sosok lagi yang duduk bersama mereka,


Dia seorang pria dengan setelan jas mahal dan Spatu mengkilatnya, tapi Sean tidak mengenalinya dan memastikan kalau itu bukan orang dari kantor ibunya


Mereka terlihat cukup akrab, tidak seperti seseorang yang baru saja bertemu


Sean pun duduk sengaja agak jauh dari meja Rania tapi tetap bisa melihat ke arahnya


"Hey, lihat apa, serius gitu" ucap Kartina melihat Sean terus memperhatikan ke satu arah, dan kartina pun mengikuti arah pandangan Sean "Oh, pantesan, kamu cemburu?" tanya Kartina


"Tidak, bukanya cemburu, tapi aku hanya penasaran, siapa pria yang bersama Rania itu, sepertinya bukan orang biasa biasa" ucap Sean


"Entahlah, ibu juga tidak tau persis, tapi ibu sempat beberapa kali melihat dia makan dengan Rania di sini, ibu rasa dia teman Lama Rania" ucap Kartina


Pikir Sean juga begitu, dia sedikit tau tentang Rania kalau dia tidak mudah untuk akrab dengan teman baru, apa lagi laki laki, pasti mereka memang sudah kenal Sebelumnya

__ADS_1


"Oh, iya sepertinya memang begitu" meskipun Sean ada perasaan cemburu, tapi dia segera menepisnya jauh jauh, toh Rania juga belum Resmi menerimanya, tidak ada yang salah Rania memiliki teman pria, karena Sean juga punya teman Wanita


"Sudah, makan dulu, urusan Rania nanti saja" ucap Kartina


"Iya bu" ucap Sean


Merekapun mulai menyantap hidangan yang sudah ada di meja, meskipun makanan di meja cukup banyak, tapi Sean makan hanya sedikit, mungkin dia tidak terlalu berselera untuk makan


Selesai makan merekapun kembali ke kantor dan meneruskan pekerjaanya masing masing, sepulangnya kerja Sean berniat menjenguk Lena lagi untuk memastikan kondisinya


Dia pun membeli parsel buah di sebuah toko di pinggir jalan yang sudah dekat dengan kosan Lena, kebetulan Toko buah itu bersebrangan dengan toko boneka


Dan ada yang menarik perhatian Sean dari toko boneka itu, ya itu ada sebuah boneka beruang yang berbaju doktor terpajang di etalase, Sean pun seketika mengingat Lena juga calon doktor, Lena pasti menyukainya, dan Sean sangat tertarik untuk membelinya


Sean pun ingin menyebrangi jalan itu untuk Sampai ke toko,


dia berdiri di sisi jalan menunggu ada kesempatan untuk menyebrang, terlihat dari kejauhan ada tiga pengendara motor berpakain hitam dan helm hitam juga yang melaju beriringan dan masing masing membawa satu penumpang di belakang


Sean tidak curiga apapun tentang pengendara itu, makin kesini motor pun makin mendekat kearah Sean, sampai kira kira jarak 2 meter antara Sean dan motor itu sekelebat Sean melihat ada kilatan cahaya putih di tangan salah satu penumpang motor itu yang seketika kilatan cahaya itu langsung mengarah tepat ke badan Sean


Sean pun cepat tersadar kalau ada benda asing yang mengarah tepat padanya, dia pun dengan cepat mencoba menghindarinya dengan mencondongkan badanya kebelakang


"mati kau, ucap pengendara itu


'srreet' kilatan itu adalah sepucuk pedang samurai (katana) yang mengarah ke dada Sean, diapun sampai terjatuh karena menghindari tebasan samurai itu yang mengenai sedikit dadanya


Agam yang melihat kejadian ini pun langsung turun dari mobil langsung mencari benda di sekitar untuk melawan pengendara yang membawa Sepucuk pedang Samurai itu


Si pengendara yang melihat targetnya masih bisa bergerak pun memutar motornya ke bahu jalan, dan berbalik lagi menuju Sean yang sekarang baru terduduk di tanah


Si pengendara itupun sudah menyiapkan Samurai nya untuk menebas Sean lagi yang perlahan mulai dia dekati


...~°~...

__ADS_1


__ADS_2