
"Seperti itu kah" ucap Sean, dia pun merenung 'apa itu artinya aku takut kehilangan 2 2 nya?, mana boleh begitu kan' gumam hati Sean
Setelah makan dan mengobrol beberapa topik merekapun kembali ke kamarnya masing masing,
...
keesokan harinya pagi pagi sekali Sean sudah mampir ketempat Latihan bersama Agam di tempatnya, setelah latihan sean kembali untuk mandi dan berangkat ke kantor
Sesampainya di kantor Sean menunggu Elisa dan memintanya untuk mengantar dia pindah ke departemen Lain, Dan mulai hari ini dia masuk ke manajmen personalia yang di pimpin oleh manager Oktaviani
Manager Oktaviani atau di panggil via ini adalah teman dari Elisa, mereka cukup akrab, itu kelihatan dari cara Elisa mengantar Sean, Obrolan mereka cukup Familiar
"Via, itu Sean yang ku ceritain kemarin, tolong bimbing dia ya, dia masih pemula, jadi sedikit sedikit dulu kamu beri kerjaanya, juga kasih arahan dan masukanya pelan pelan juga" ucap Elisa
"Oh , oke, kalau begitu silahkan masuk Sean" ucap via
via ini adalah wanita yang lumayan cantik, berperawakan sedang, berkulit putih, berwajah cabi, dan berambut hitam sebahu, dia tidak mngenakan penutup kepala seperti Elisa
Sean pun segera masuk dan duduk berhadapan dengan via,
"Sebentar, apa kita pernah bertemu sebelumnya" tanya via yang merasa familiar juga dengan wajah Sean ini,
"Sepertinya belum bu, mungkin aku hanya mmirip dengan seseorang" ucap Sean asal
"Oh, ya sepertinnya begitu" ucap via
via pun langsung memberi beberapa arahan awal untuk Sean bergabung di manajmennya, dan Sean pun sedikit paham
"Jadi, selamat bergabung di tim kami" ucap via
"Iya terima kasih bu, mohon bimbinganya" ucap Sean
Sean pun di antar oleh asisten via ke kursi barunya, dengan tugas baru, dan seperti biasa Sean harus mempelajarinya dulu, dan Sean cukup serius untuk mepelajari dan mengerjakan tugas tugasnya perlahan
Sampai tidak terasa waktu pun beranjak siang dan karyawan lain sudah mulai keluar Ruangan, karena terlalu fokus Sean baru sadar kalau sekarang sudah waktunya istirahat
"Hah, sudah waktunya istirahat lagi, perasaan baru juga mulai" gumam Sean sambil meregangkan punggungnya
Sean pun beranjak dari kursinya untuk kelantai atas menemui ibunya, tapi Rania menghubungi Sean Saat dia baru sampai depan lift
__ADS_1
"Hallo Sean, aku tunggu di lobi yah, kita makan bareng" ucap Rania di telpon
"Oh, baiklah , tungu sebentar aku turun" ucap Sean
Sean pun beralih lift dan menuju lantai bawah, dan stelah sampai di lantai dasar Sean pun keluar dari lift dan berjalan ke arah lobi
Dia mencari Rania di antara banyak nya karyawan yang berlalu lalang
"Sean, aku di sini," ucap Rania melambaikan tanganya ke arah Sean
Sean pun melihat kearah Rania dan menghampirinya,
"Kita makan di luar yuk" ucap Rania pada Sean
"Iya kak Sean, jangan makan di kantin mulu, itu membosankan" ucap Seli
"Iya baiklah aku ikut" ucap Sean
Merekapun pergi ke tempat makan dengan mobil Rania si pinky, sesampainya di tempat makan merekapun masuk dan duduk di satu meja dan mulai memesan makan
"Sean, bagaimana lukamu, apa sudah membaik?, Maaf waktu kamu pulang dari rumah sakit gak bisa jemput kamu" ucap Rania
"Tapi kamu pulang kemana kemarin?, aku hari minggu main ke rumah sewamu, tapi kamu sepertinya tidak ada," tanya Rania
"Iya aku memang tidak di rumah Sewa kemarin, aku pergi ke kota B" ucap Sean
"Oh begitu ya, ada apa kamu kesana?" ucap Rania
"Engga ada apa apa, cuma ingin ketemu teman," ucap Sean
"Oh, teman yang di Rumah makan itu ya?" ucap Rania tenang, tapi dia pun seperti mengingat sesuatu "tunggu tunggu, apa itu artinya kamu menemui gadis polos yang waktu itu ku bilang pacarmu?" tanya Rania dengan nada cemburu
Sean pun tersenyum "memangnya kenapa kalau aku bertemu denganya, dia kan temanku juga" ucap Sean
"Tidak boleh!!, m m maksudku kamu tida boleh sendiri kalau main, ajak ajak aku gituh, aku juga ingin bertemu temanmu" ucap Rania
Sean pun hanya tersenyum melihat Rania yang gelagapan
"Oh, Kemarin aku tidak bertemu denganya, kebetulan dia sedang tidak ada di kota B," ucap Sean
__ADS_1
"Oh, begitu ya," Rania menghela nafas, "lain kali Kalau ke kota B lagi ajak aku" ucap Rania sambil sdikit memanyunkan bibir
"Kayaknya ada bau bau kecemburuan nih" ucap Seli sambil pura pura mencium makanan yang sudah ada di meja
"Diam adik kecil, jangan ikuti obrolan kakak-kakak yah, duduk saja yang manis dan makan, pelan pelan jangan belepotan ya" ucap Rania sambil mengelus kepala Seli
"Makanya buruan pacaran, nanti di ambil orang lo" ucap Seli lagi
"Sssssst, sudah, jangan brisik kalau sedang makan, diem ya cantik" ucap Rania masih sabar
"Kak Sean mending pacaran denganku saja, kalau kamu nungguin kakaku yang cantik ini, sampai keriput juga gak bakal jadian", ucap Seli terus memancing emosi Rania
"Hey, kamu masih bayi juga, ngomongin pacaran pacaran, kerja dulu yang bener biar sukses dulu," ucap Rania mulai naik darah
"Biarin, bayi juga aku pernah punya pacar, daripada kak Rania, sudah tua juga belum pernah pacaran, kabuuuur" ucap seli sambil mengangkat piring makanya dan pindah duduk kemeja yang lain
"Hey kemari kau, awas kau yah, lihat saja nanti" ucap Rania murka tapi tersenyum di ahir
Sean hanya terus tersenyum melihat kelakuan dua saudari sepupu ini, 'jarang sekali akurnya mereka' pikir sean, mereka pun mulai makan hanya berdua saja dengan penuh ketenangan, karena biang rusuhnya juga sudah kabur
Selesai makan mereka bertiga pun kembali ke kantor dan pergi keruangan masing masing untuk menyelesiakan tugasnya masing masing hingga sore harinya
Dan waktu pulang pun tiba Sean seperti biasa naik ke ruangan ibunya dulu "Sore bu" ucap Sean
Kartina pun menengok ke arahnya "Ibu kira siapa," ucap kartina yang masih fokus di depan komputernya
"Pulang sekarang bu?," ucap Sean
"Sebentar lagi, tanggung" ucap Kartina
"Baiklah Arman tunggu", ucap Sean, sean pun duduk di sofa yang di sebrang meja kerja ibunya
"Arman, apa Tidak ada yang menghubungi ponsel Si Ferdi itu" tanya Kartina
"Untuk sementara ini belum bu, mungkin dia langsung konfirmasi ke bos nya kalau ponselnya dia tinggal, tapi kita tunggu saja" ucap Sean
Mengingat ponsel Ferdi, Sean pun seperti mengingat sesuatu, dan dia teringat Lena yang entah ada dimana, 'Kenapa aku tidak minta bantuan (S), apa harus ada di kondisi darurat dulu baru minta bantuan (S)? tidak juga kan, bodoh' umpat Sean di hatinya
Sean yang penasaran dengan keberadaan Lena pun mengirimkan kontak Lena kepada (S) untuk di telusuri
__ADS_1
...~°~...