Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Meminangmu


__ADS_3

Setelah beberapa saat, Rania pun sudah menghabiskan makanan nya, diapun membereskan piringnya sendiri


"Kamu ngapain?" tanya Sean


"Berberes, memang menurutmu apa?" ucap Rania


'Apa dia terbiasa seperti ini?' pikir Sean, "Ran apa di rumah ibumu tidak ada asisten rumah?" tanya Sean


"Memangnya kenapa menanyakan itu?" tanya Rania yang sudah merpihkan piring kosongnya


"Tidak, aku pikir kamu tidak perlu melakukan itu, ada bi Sari ini yang beresin nanti" ucap Sean


"Ini di rumah orang, tidak enak jika terlalu merepotkan asisten rumahnya kan, juga memang sudah terbiasa di rumah mamah aku yang beresin, asisten di rumah mamah cuma Satu orang, kasian juga kalau mengurus rumah sendirian, jadi aku Sering bantu?"ucap Rania


Sean tidak tau antara harus salut atau iba, di sisi lain Sean merasa kalau wanita memang harusnya bisa mengurus rumah, tapi di sisi lain Rania juga sebagai pemimpin kantor di sepanjang harinya, dan itu pasti sangat melelahkan dan menguras pikiranya, dan setelah pulang kerumah masih harus bantuin asisten rumahnya juga, 'wanita memang lebih kuat dari apa yang terlihat' pikir Sean tersenyum


"Sudah tidak usah di bawa kedapur, ada bi Sari ini" ucap Sean


"Bi,,,,,bi Sari" ucap Sean memanggil


"Iya den" bi Sari pun segera menghadap ke ruang makan minimalis itu


"Tolong beresin yah" ucap Sean yang tidak enak pada Rania


"Tentu den ini tugas saya" ucap bi sari sambil mengambil piring piring dari tangan Rania


"Sayanggg,,, kamu itu apa apaan si? kita numpang di sini, malu sdikit gitu sama yang nunggu rumah" ucap Rania yang merasa tidak enak pada bi Sari


Seapun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Rania "Sudah ini urusan bi Sari, kita ke atas saja" ucap Sean Sambil mendorong pundak Rania dari belakangnya, Rani pun perlahan melangkah karena dorongan Sean itu


"Sayang, kamu tidak tau malu ih" ucap Rania yang tidak bisa menolak Sean itu Rania pun naik kelantai atas dengan Sean yang mengemudikanya


Sean mengarahkan Rania kekiri ke kanan dan menuju ke arah balkon


"Sayang berhenti!, kita mau kemana sih?, ini di rumah orang, jangan seenaknya gini deh" ucap Rania


"Kita kan orang juga, berarti ini juga rumah kita," ucap Sean


Sean pun membuka pintu untuk ke luar balkon belakang rumah, dan diapun mengarahkan Rania untuk keluar sendiri


"Silahkan" ucap Sean tersenyum


Rania pun keluar dan langsung melihat pemandangan taman di malam hari yang cukup indah itu

__ADS_1


"Gimana menurutmu taman ini jika di lihat malam hari?" ucap Sean


"Waw,,, indah ya,,,, sangat berbeda suasananya daripada waktu siang, juga kalau di lihat dari sudut ini suasananya jadi agak romantis juga ada lampu lampunya,, sangat menenanangkan" ucap Rania yang perlahan meletakan tanganya di pagar pembatas balkon itu dan melihat ikan ikan yang berenang dari atas


"Ini memang tempat untuk menenangkan diri terbaik di rumah ini" ucap Sean yang berdiri di sebelah Rania


"Ya kurasa juga memang seperti itu" ucap Rania


Mereka pun terdiam di sana menikmati pemandangan yang menenangkan itu hingga beberapa saat, dan itu membuat hati Rania merasa sangat tenang dan damai


"Sayang,,, terima kasih ya,,, kamu sudah mau peduli padaku" ucap Rania sambil menoleh ke arah Sean


Sean juga menoleh ke arah Rania "Iya, itu memang sudah seharusnya kan?" ucap Sean, dia mentap lurus ke arah mata Rania yang juga sedang menatap dirinya


Entah mengapa Rania yang di lihatnya di suasana yang temaram seperti ini wajahnya terlihat sangat menarik bagi Sean, wajahnya terlihat sangat indah dengan mata yang terus menatap ke arahnya, bibirnya juga terlihat sangat manis dan menggoda dan seperti mempunyai sebuah tarikan magnet kuat yang menarik Sean untuk mendekati bibirnya itu


Hingga tidak terasa Sean pun mendekatkan wjahnya ke arah wajah Rania hingga dia pun bisa menghirup napas Rania yang beraroma wangi, Rania juga tidak menghindari wajah Sean yang mendekat padanya itu, Rania bahkan memejamkan matanya sendiri dan menanti apa yang akan trjadi, Sean semakin dekat dan dekat lagi dengan bibir Rania dan


'Ceklek' terdengar sesorang yang membuka handel pintu dari dalam Rumah


Seketika itu Sean pun menarik wajahnya kembali dengan gelagapan


Rania juga langsung memalingkan wajahnya dari Sean


"Iii iya, taruh saja di situ" ucap Sean tergagap karena merasa dirinya hampir kepergok


"Iya, Saya kedalam lagi ya den" ucap bi Sari


"Iya" ucap Sean


Sean pun melihat ke arah Rania yang memalingkan wajahnya ke arah lain


"Maaf barusan aku terlalu terbawa suasana, aku, aku turun dulu, kamu langsung istirahat saja!, sudah malam" ucap Sean dengan jantungnya yang berdebar hebat, diapun langsung beranjak pergi darisana dan meninggalkan Rania sendiridan di balkon


Rania juga tidak terlalu mengerti apa yang dia rasakan barusan, hingga dia tidak menghindari wajah Sean yang mendekat padanya itu, padahal kalau di kondisi normal tentu Rania akan menghindarinya, dia pun berbalik kedalam dan masuk ke salah satu kamar dengan perasaanya yang tidak karuan



Sementara itu Sean yang turun dan masuk ke kamar yang ada di lantai bawah pun langsung menjatuhkan dirinya di atas kasur dengan perasaan yang aneh, semacam ada dorongan yang tak tertuntaskan


"Kenapa aku melakukan hal itu?" gumam Sean yang tidak mengerti darimana dorongan itu berasal


Mungkin dorongan semacam itu datang dari sifat kemanusiawiannya, dan itu juga mungkin ada di luar akal sehatnya sendiri yang membuatnya tidak sadar kalau dirinya barusan akan mencium Rania

__ADS_1



Tidak terasa malam pun berlalu dengan begitu cepatnya, keesokan paginya, di dalam sebuah Ruangan kamar yang lumayan luas ini, Sean pun perlahan terbangun dari tidurnya saat hari masih agak gelap, dia beranjak dari tempat tidurnya langsung ambil wudhu dan sholat, kemudian dia pun keluar dari kamar dan langsung melihat ke arah tangga lantai atas, tapi dia tidak melihat siapapun yang turun dari sana


Sean pun langsung keluar rumah untuk melakukan olah Raga Ringan di halaman, dan setelah hari beranjak terang dia kembali kedalam dan menuju ruang makan untuk sarapan


Sean pun duduk di depan mejamakan "Rania belum turun bi" tanya Sean ke bi Sari yang mengantar sarapan pagi


"Belum den, saya belum melihatnya, apa perlu saya panggil untuk makan?" tanya bi Sari


"Tidak,, tidak perlu bi" ucap Sean yang merasa tidak perlu mengganggunya, Sean pun mulai menyantap makananya


"Pagi sayang" tiba tiba Rania datang dari belakang Sean dan langsung berdiri di samping Sean yang sedang duduk


Seketika Sean pun menoleh ke arahnya "Pag....i juga" Sean langsung melihat Rania yang masih mengenakan piama sutra dengan rambut yang terlihat agak lembab


Mungkin Rania baru selesai mandi, dan Sean pun bisa mencium aroma wangi yang khas dariwanita yang baru saja mandi


'Apakah akan seperti ini ya rasanya kalau sudah punya istri?' pikir Sean


"Hey, kenapa bengong,? kamu gak ngajak ngajak kalau mau Sarapan" ucap Rania sambil duduk di kursi dekat Sean "Bi, boleh aku ikut sarapan?" tanya Rania


Bi sari tertegun sejenak tidak mengerti kenapa Rania selalu meminta ijin padanya, padahal tuan rumahnya ada di sampingnya


"Iya boleh boleh non, silahkan" ucap bi Sari, meskipun dia tidak mengerti tapi dia tidak banyak bertanya


"Iya makasih bi" Rania pun mengambil piring dan roti panggang yang ada di meja


"Apa gini ya rasanya kalau punya istri?, pagi pagi sudah ada yang nemenin sarapan" ucap Sean sambil terus menatap Rania


"Hhuuu, masih pagi juga sudah menghayal saja" ucap Sean


"Anda memang sudah cocok den kalau jadi suami istri" timpal bi Sari


"Tuh kan, kata bi Sari juga gitu" ucap Sean


Tapi Rania malah tertegun, dia pun malah teringat perkataan ayahnya pada Sean tempo hari itu, yang menyuruh Sean untuk sukses dulu baru bisa di restui


"Kenapa, Apa kamu tidak mau menikah denganku" tanya Sean menggodanya


"Bu bukan begitu, aku aku hanya teringat per......" ucap Rania terhenti karena takut itu akan mengganggu pikiran Sean


Sean pun sudah bisa menebak perkataan Rania selanjutnya "Perkataan Ayah mu tempo hari kan?, tenang saja, tidak lama lagi aku pasti akan datang ke ayahmu untuk meminangmu" ucap Sean

__ADS_1


...~°~...


__ADS_2