
Setelah dia yakin pada dirinya sendiri, dia pun bergegas ke gedung Redbear lagi dan segera mengajak Tiara keluar
Sean pun mengajak Tiara ke sebuah Restoran supaya suasananya juga tidak terlalu ramai, tidak seperti di markas Redbear
Mereka duduk di salah satu meja di sana, "Tiara, katakan, apa yang terjadi semalam" tanya Sean tampa basa basi
"Aku aku tidak tau, aku tidak Ingat, sungguh, aku hanya mengingat kalau aku sudah ada di satu ruangan denganmu" ucap Tiara
"Apa ini rencana mu supaya aku bisa meminjam kan statusku? dan membuat hubunganku dengan Rania hancur?" tanya Sean
"Apa?, Rania mengetahui nya? bagaimana bisa?" Tiara pun sedikit kaget
'Brak' Sean langsung menggebrak meja "Kamu tidak usah pura-pura, pasti kamu yang mengirim Foto itu ke Rania kan?" ucap Sean sdikit meninggikan Suaranya "Aku menyesal sudah membantumu, harusnya aku tau kalau anak seorang penjahat tidak mungkin jadi baik" ucap Sean yang emosi
Tiara pun langsung mengalirkan air di sudut matanya, "Aku bersumpah, tidak ada sedikit pun niatku untuk melakukan hal selicik itu, aku akui aku mengagumi mu, tapi aku masih tau batasan, tidak mungkin aku mengkhianati temanku sendiri" ucap Tiara
Sean mengambil nafas panjang dan mengeluarkan nya, dia berusaha untuk menenangkan pikiran nya kembali, dia ingin menebak Tiara jujur atau tidak, tapi Sean pun menebak kalau memang Tiara tidak berbohong "Baik, aku hanya butuh bukti Sekarang, kalau kamu merasa ada orang lain yang melakukan nya, carikan aku buktinya" ucap Sean
Sean pun berdiri dari duduknya bermaksud untuk pergi "Aku tidak bisa percaya sebelum kamu memberikanku bukti, dan untuk semalam, aku minta maaf jika sudah membuatmu merasa di rugikan, tapi aku yakin kalau kita tidak melakukan apapun" ucap Sean
Tiara juga memang merasa tidak ada yang berbeda pada dirinya, dia juga yakin kalau kehormatannya masih terjaga
"Baik, aku tidak akan mengecewakan mu" ucapTiara
Sean pun pergi dari hadapan Tiara, dan dia pun segera kembali ke mansion
Sean menghawatirkan pernikahannya akan terancam batal jika saja Rania masih tidak percaya padanya, padahal waktu pernikahannya hanya tinggal beberapa Minggu lagi, tempat dan semua keperluan sudah di persiapkan oleh Kartina, undangan juga tinggal di sebar
Sean sedikit pesimis, Dia khawatir semuanya tidak akan berjalan sebagaimana mestinya jika keadaanya terus seperti ini, dia tidak tau apa yang bisa di perbuatnya sekarang , dia hanya berharap Tiara segera mendapat bukti yang bisa membuat keadaan jadi normal kembali
1hari, Sean masih belum dapat kabar apapun, 2 hari berikutnya Sean mendapatkan kabar dari Tiara kalau ini adalah perbuatan ibundanya, Ratih berharap Sean bisa menikahi Tiara dan kedudukannya di Redbear bisa terus betahann,
Sean pun mengajaknya untuk bernegosiasi, tapi
Sean masih harus berdebat dengannya karena Ratih tidak mau mengakui perbuatannya
Tapi Sean berhasil membujuk Ratih karena Sean memang selalu punya caranya sendiri untuk menakuti orang, Sean mengancam akan menendang Tiara dan dirinya dari organisasi, dan tentu Ratih tidak ingin itu terjadi
Hari berikutnya, Sean mencoba mempertemukan Ratih dan Rania supaya dia dapat penjelasan dari Ratih, tapi Rania selalu menolak dan tidak mau peduli pada Sean yang berusaha keras untuk menjelaskan
Hingga berkali-kali, hingga berhari-hari Rania masih belum mau mendengarkan penjelasan dari Sean, Rania terus menghindarinya, hingga Sean sedikit putus asa menghadapi ujian cintanya ini
…
Tidak terasa sudah seminggu lebih masalah Sean berlarut larut, hingga sekarang pun dia belum menemukan titik terang
__ADS_1
Hari ini Sean melakukan aktivitasnya seperti biasa, setelah sedikit berolah Raga, dia sarapan pagi dengan ibunya di Ruang makan
"Arman, apa kamu masih belum baikan dengan Rania?" tanya Kartina
"Belum Bu, Arman sudah mencoba berbagai cara untuk menemuinya, tapi dia tetap tidak mau perduli, Arman pernah mencoba menunggu seharian di depan pintu rumahnya, tapi Rania tetap tidak mau dengar penjelasan, dia juga tidak mau di temui Tiara, Rania benar-benar marah " ucap Sean
"Terus gimana pernikahan kalian, padahal pernikahan kalian tinggal menghitung hari kan?" ucap Kartina
Sean pun hanya menghela nafas nya, "Entah lah" ucap Sean
"Sayang sekali jika harus batal, padahal ibu sudah mempersiapkan semuanya" ucap Kartina sedikit murung
Selesai sarapan Sean pun pergi ke kantor dengan sedikit lesu, semenjak hubungannya bermasalah dia seperti tidak punya gairah, dia juga tidak peduli dengan Redbear, dan juga sangat ilfil dengan Tiara
Di kantor, seperti biasa Sean menghabiskan waktunya hanya dengan duduk di depan layar komputernya, dia tidak terlalu fokus pada kerjanya, meskipun matanya menatap layar komputer, tapi pikiranya melayang tidak tentu arah, sesekali dia melihat cicin tunangannya, dia pun hanya menghela nafas
"Bos, apa anda belum baikan dengan nona Rania?" tanya Regan
"Ini semua gara gara kamu, jadi hubunganku tidak tentu arah seperti ini" ucap Sean
"Ya kan saya sudah berkali-kali minta maaf bos, saya tidak menyangka kalau akhirnya akan seperti ini, saya membiarkan bos tidur di sana juga kan karena ibunya Tiara melarangku untuk membawa bos pulang, jadi saya tidak sepenuhnya salah kan" ucap Regan membela dirinya
"Tetap saja kamu salah, kalau kamu membawaku pulang waktu itu, mungkin pernikahanku masih bisa di selamatkan" ucap Sean dingin, Sean menyalahkan semua orang yang ikut denganya waktu itu, tidak terkecuali Agam yang juga mabuk malam itu
'Tok'tok'tok' tiba-tiba terdengar pintu ruangan Sean di ketuk seseorang, Sean pun menoleh ke arah pintu yang perlahan terbuka itu
"Tidak, aku hanya membawa seseorang untuk menemuimu saja" ucap Tiara
"Katakan padanya, aku sedang tidak menerima tamu, aku sibuk" ucap Sean tampa menoleh
Seseorang dari luar itu pun masuk melewati Tiara, dia melihat lihat ruangan Sean ini dan langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu
Sean pun hanya melihat geriknya saja dengan sudut matanya, "Aku bilang aku sibuk, dan tidak menerima tamu" ucap Sean acuh tak acuh
Tapi orang itu tidak mendengarkan perkataan Sean, dia hanya terus memperhatikan ruangan Sean yang menurutnya sangat nyaman ini "Ruangan mu cukup bagus"
"Aku tidak punya waktu untuk ................" ucapan Sean terhenti saat melihat wanita yang duduk di Sofa itu adalah "Rania?, kapan kamu kemari?" ucap Sean heran
"Pertanyaan bodoh, bukan kah Tiara sudah memberitahu mu tadi" ucap Sean
Sean pun melihat ke arah Tiara yang masih berdiri di depan pintu, diapun hanya tersenyum ke arah Sean
"Bu bukan, maksudku kenapa kamu kesini, maksudku kamu ada perlu apa, bukan maksudku....." pertanyaan Sean yang tidak jelas itu pun di potong Rania
"Aku kesini ingin menemuimu kan, sayang" ucap Rania tersenyum
__ADS_1
"Sayang?" Sean sangat senang mendengar Rania menyebutkan kata itu lagi, jika sebelumnya kata itu terdengar biasa saja, tapi kali ini kata itu terdengar indah di telinga Sean "Apa itu artinya kamu sudah tidak marah?" tanya Sean
"Ya kurasa begitu" ucap Rania
"Sungguh?" Sean pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Rania di sana, diapun berjongkok di depanya dan mengambil kedua tangan Rania
"Kenapa kamu marah begitu lama, aku sudah meminta maaf kepadamu ribuan kali kan, kenapa baru sekarang kamu memberiku maaf" ucap Sean yang senang
"Iya maaf, aku yang salah, aku yang terlalu egois karena tidak mau mendengarkan penjelasan mu dan Tiara, aku seharusnya tidak seperti itu" ucap Rania
"Tidak apa , aku senang kamu bisa seperti ini lagi" ucap Sean
"Kamu kurusan ya?" tanya Rania
"Bagaimana tidak kurus nona, Bos jarang makan akhir akhir ini, itu karena dia teringat nona Rania terus" ucap Regan
Sean pun langsung melotot pada Regan, bermaksud tidak menyetujui Regan untuk menceritakan soal dirinya itu pada Rania, dia tidak ingin jika kelemahan seperti itu di ketahuinya
"Uuuuuh kasian sekali, jarang makan ya?, pantesan kurus" ucap Rania sambil mencubit pipi Sean dengan perasaan sedikt bersalah
"Iya," ucap Sean
"Ya sudah, kalau gitu kita makan sekarang, yuk" ucap Rania, Dia pun bangkit dari duduknya dan mengambil tangan Sean
Sean juga berdiri berhadapan dengan Rania dan terus menatap matanya "Ran" ucap Sean
"Apa ?" ucap Rania juga
"Bolehkah aku memlukmu?" tanya Sean
"Harusnya tidak boleh, tapi......."
Sebelum Rania menyelesaikan kata katanya Sean sudah menarik tubuh Rania kepelukanya, dan dia mendekapnya erat seperti tidak ingin melepasnya lagi "Apa kamu tau, jika kamu tidak kesini sekarang, mungkin aku akan bunuh diri," ucap Sean bercanda
"Masa bos organisasi bunuh diri hanya karena bertengkar dengan pacarnya, apa nanti tidak malu kalau di bilang Bos lebay?" ucap Rania
"Ya, ku rasa akan malu, tapi intinya aku Senang kamu kembali lagi seperti ini" ucap Sean
"Senang sih senang, tapi apa kamu mau membunuhku dengan pelukan mu ini, jangan memeluk seperti ini, aku sesak nafas nanti" ucap Rania
Sean pun langsung melepaskan pelukannya itu "Oh maaf maaf, terlalu erat ya? Apa sakit?" ucap Sean yang merasa bersalah karena dia memeluk Rania terlalu erat karena saking rindunya
"Tidak apa, hanya sedikit," ucap Rania
"Ee ehem ehem, apa bisa adegan seperti ini tidak di lakukan di depan manusia jomblo seperti ku" ucap Regan yang merasa sedikit iri
__ADS_1
Sean dan Rania pun menoleh dan segera menertawakan Regan, Tiara pun hanya mesem melihat mereka yang terlihat cukup bahagia itu