
Sean pun kembali lagi menghampiri mereka "Kalian keluarga Lena, itu artinya kalian keluarga ku juga, dan ibuku juga pasti tidak akan keberatan bertemu kalian" ucap Sean "Mari silahkan masuk, tidak usah Sungkan"
Sean pun menggandeng bu Naya untuk masuk dan menemui Kartina, Sean tau mereka tidak memperlakukan Lena dengan baik, tapi Sean punya pandangan lain tentang itu, menurutnya mereka sudah berhasil membentuk kepribadian Lena yang sekarang dia sukai, Sean tidak tau jika Lena tumbuh besar dengan cara di manja, mungkin saja Sean tidak akan bertemu dengan Lena yang sebaik dan sepolos saat ini
Dengan segera mereka di bawa Sean untuk berhadapan dengan Kartina
"Bu, mereka orang tua Lena dari kota B" ucap Sean memperkenalkan mereka
"Oh, jadi mereka besan ibu" ucap Kartina
Kartina pun langsung mengulurkan tanganya untuk bersalaman, Bu Naya malah sedikit terbengong karena terkesima dengan sosok Kartina yang penuh karisma ini, meski umur mereka hampir sama, tapi bu Naya melihat Kartina seperti berumur lebih muda darinya, padahal aslinya Kartina lebih tua darinya
"Bu" ucap Sean pada bu Naya
"Oh iya" Bu Naya pun langsung menyambut tangan Kartina itu
Pak Harjo pun hanya tersenyum ke arah Kartina
"Saya senang bisa bertemu kalian di sini, ayo silahkan duduk" ucap Kartina
Bu Naya dan pak Harjo pun saling memandang sejenak
"Tidak usah sungkan, mari" ucap Kartina, dia tidak panatik dengan penampilan mereka yang sesederhana itu,
Merekapun akhirnya duduk di barisan kursi khusus untuk keluarga mempelai di atas panggung
Tidak lama berselang, sang pemeran utama wanita pun mulai memasuki Ruangan, seketika semua mata pun terpukau oleh sosok pengantin imut yang mengenakan gaun pengantin berwarna putih tulang itu, gaun indah itu pun terlihat lebih elok karena menempel di tubuh Lena , itu membuat Aura cantik Lena semakin terpancar keluar
Sean pun sedikit terkesima, karena ini pertama kalinya dia melihat Lena yang di Rias sebagai pengantin, bukanya Lena tidak cantik saat dia tidak memakai Riasan, hanya saja dia merasa sedikit pangling saja,
Lena di dapingi Rania dan juga Gina sebagai pengiring pengantin, dan beberapa orang juga yang membantu Lena berjalan dengan gaunnya itu
__ADS_1
Perlahan mereka pun mendekat pada Sean, dan ketika mereka sudah sangat dekat, Sean pun mengulurkan kedua tangannya, menyambut 2 istrinya yang akan menaiki panggung
"Kalian sangat cantik" ucap Sean
Keduanya pun sedikit tersipu "Terimakasih" jawab Lena
Merekapun melangkah bersamaan ke tengah panggung dengan Sean, dan kedua Orang tua Lena pun langsung menghampiri Lena, mata mereka berdua pun berkaca-kaca "Putriku, kamu cantik sekali," bu Naya pun langsung memeluk Lena dan meciuminya
"Maafkan mamah Len, selama ini mamah hanya membuatmu susah, mamah tidak pernah mendengarkan keluh kesah mu, mamah tidak pernah memperjuangkan mimpimu, mamah hanya jadi beban saja buatmu" ucap bu Naya yang air matanya mulai menetes
"Tidak mah, Lena tidak pernah menganggap mamah itu beban, Lena pergi dari Rumah juga bukannya tidak ingin memperdulikan mamah atau ayah lagi, tapi Lena hanya ingin membuat kalian berdua bangga dengan mimpi dan cita-cita Lena, itu saja" ucap Lena yang juga merasa terharu dan menangis, jujur, baru kali ini dia berbicara dari hati kehati dengan ibunya semenjak dia dewasa
"Len, papah juga minta maaf padamu, kami memang bersalah padamu, tidak seharusnya bapak membeda bedakan kasih sayang antara kamu dan adikmu, jadi papah mohon kamu tidak akan membenci kami di kemudian hari" ucap pak Harjo, diapun juga memeluk Lena dan bu Naya
Sean sedikit banyaknya tau masalah yang Lena alami, dia memang pernah mengatakan tentang orang tuanya yang sangat memanjakan adik laki laki Lena, jadi Lena merasa di nomor 2 kan, sekarang terbukti, Adik Lena jadi jarang di rumah, kerjaanya nongkrong, dan di sekolahnya pun di keluarkan karena tidak pernah membayarkan uang sekolah yang di titipkan bu Naya padanya, dia pun kini jadi anak berandalan yang gak jelas, itu mungkin akibat dari mereka terlalu memanjakannya dari awal
Tidak lama, Harjo pun melepas pelukannya pada Lena , dia beralih menatap Sean "Apa kamu Sudi memeluk pria tua ini?" tanya pak Harjo
"Nak Arman, tolong jaga Lena baik baik, bapak percayakan Putri bapak padamu, berikan dia kasih sayang yang utuh meskipun dia istri kedua bagimu, tolong berikan lah dia kebahagiaan yang tidak sempat kami berikan padanya" ucap pak Harjo
"Percayakan saja padaku, saya akan berusaha sebisaku untuk membahagiakan Lena, tidak ada ke 1atau ke 2, Lena dan Rania adalah bagian dari hidupku, aku tidak akan membedakan kasih sayang pada mereka berdua," ucap Sean
"Bapak percaya padamu" ucap Pak Harjo, dia pun perlahan melepas pelukannya pada Sean
Pak Harjo pun melirik Rania, "Anaku, bapak titip kan Lena padamu juga, jangan sakiti dia, kalau bisa, anggap dia sebagai adik, jangan anggap dia saingan di Rumah tanggamu, ajarilah dia jadi adik yang baik, jangan kasari dia, karena bapak yakin, Lena bisa jadi adik yang baik dan penurut" ucap pak Harjo
"Insyaallah pak," ucap Rania
Lena tidak bisa menahan harunya, dia masih memeluk bu Naya erat, dengan Air mata sebening kristal yang terus berjatuhan membasahi kebaya Bu Naya
Sampai Akhirnya Lena pun melepas pelukan dari bu Naya, dan Lena pun segera menghadap Sean untuk mengulang kembali menyematkan cin cin pernikahan di jari manis mereka, dan disaksikan oleh Ratusan pasang mata yang melihat ke arah mereka,, seketika tepuk tangan pun langsung terdengar di Ruangan yang luas ini setelah mereka selesai menyematkan cincin di jari masing masing, dan mereka pun segera melanjutkan prosesi selanjutnya
__ADS_1
…
Waktu pun berlalu begitu cepat, Setelah semua prosesi sudah mereka selesaikan, mereka bertiga pun kembali ke kamar pengantin mereka,
Kamar Rania juga di hias sama seperti kamar Lena, meskipun Rania tidak meminta itu pada Sean
Sementara Sean tentunya berada di Kamar Lena sekarang, karena kebetulan ini waktunya Sean dengan Lena juga, Sean sudah memberesihkan dirinya, sementara Lena sudah tiduran di tempat tidur dengan masih mengenakan Gaun pengantinnya "Len, apa kamu tidak mau mengganti gaunmu itu,?" tanya Sean
"Tidak, ini bagus, Lena masih ingin mengenakannya" ucap Lena
Lena memang memakai gaunya itu lagi dan lagi, meskipun dia sempat beberapa kali melepasnya untuk solat dan membersihkan diri,, tapi dia belum berniat menggantinya dengan baju lain
"Apa kamu mau melakukanya juga dengan menggunakan gaun itu?" tanya Sean asal
"Memangnya kita akan melakukannya di sini?" tanya Lena
"Tentu saja," ucap Sean yang langsung mendekat kan dirinya pada Lena
"Tapi ini kan bukan di kamar Lena, Lena malu kalau harus melakukanya di sini" ucap Lena
Sean pun mulai mendekap Lena yang terbaring, dan berpandangan mata dengannya "Jadi apa kamu tidak mau melakukannya sekarang?" tanya Sean
Lena pun melingkarkan tanganya di leher Sean
"Bukanya begitu, tapi Lena malu, ini kan di kamar orang lain" ucap Lena
Sean pun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Lena "Begitu kah, tapi di sini cuma ada kia berdua sekarang, kamu tidak perlu malu" ucap Sean merayu, dia pun segera mengarahkan bibirnya untuk mnyentuh bibir Lena,
Lena juga memejamkan matanya dan menanti yang akan terjadi, namun
'Tok tok tok' Tiba tiba terdengar suara ketukan dari arah luar pintu
__ADS_1
Seketika mood mereka pun langsung hancur karenanya "Haduhhhh,,, Siapa yang mengetuk pintu malam malam begini?" ucap Sean, dia pun bangkit dengan malas dan berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang mengganggunya di saat saat kritis seperti ini