
Sementara itu di tempat terpisah saat malam menjelang.
Di sebuah rumah berlantai dua milik Giovanni Reksa. Pria gondrong itu nampak seperti orang bingung. Ia nampak sibuk dengan ponselnya. Mencoba menghubungi seseorang, namun ketika telepon itu diangkat Gio justru mematikan sambungan teleponnya. Hal itupun berkali kali ia lakukan. Membuat si pemilik nomor dengan foto profil sebuah halaman kitab suci Al-Qur'an itu pun bahkan sampai mengirimkan pesan untuk Gio, menanyakan siapa ia dan ada perlu apa. Namun Gio sejak tadi seolah enggan untuk membalas pesan itu. Ia terlalu gengsi dan tinggi ego untuk sekedar menjawab pesan dari nomor seorang perawat cantik yang diam diam dirindukannya tersebut.
Tuutt ... Tuutt ... Tuutt ...
Gio mencoba menghubungi nomor itu lagi.
"Ini siapa, sih?!! Jangan ganggu, dong! Aku lagi sibuk!!" sahut seorang wanita dari seberang sana dengan suara yang terdengar kesal. Laki laki itu kembali mematikan sambungan teleponnya. Ia lantas berdecak kesal.
"Ck! Bego banget sih nih cewek! Nggak ada gitu inisiatif nanya baik baik. Dikecilin kek, suara. Cempreng banget!" gerutu Gio seorang diri. Laki laki kembali membuka ponselnya. Mencoba kembali menghubungi nomor itu. Namun...
Tak bisa. Sepertinya nomornya sudah di blokir oleh perawat cantik berhijab tersebut. Gio mengumpat. Ia menggerakkan kakinya menendang udara seolah kesal dengan reaksi wanita cantik itu.
"Xena! Lu tolol banget, anj*r! Napa malah diblok!" ucap Gio seorang diri. Andai ada manusia diluar sana yang melihat tingkah polah laki laki itu, mungkin ia sudah disangka gila.
Gio kembali menggerakkan jari jari tangannya diatas layar ponsel miliknya, berusaha untuk menghubungi Xena lagi. Namun sayang, sudah tidak bisa. Wanita itu benar-benar sudah memblokir nomor ponsel pemuda itu.
Gio kesal. Ia mengangkat tangannya hendak membanting benda pipih itu, namun tiba tiba...
Drrrrttt ... Drrrrttt...
Ponsel ditangannya bergetar. Laki laki itu pun buru-buru melihat ke arah layar benda pipih miliknya itu. Laki laki itu nampak membuang nafasnya kasar. Raut wajahnya terlihat kecewa. Ia pikir itu adalah panggilan telepon dari Xena. Namun berupaya ia salah. Itu adalah sebuah panggilan WhatsApp dari salah satu rekan perkumpulan pecinta motor besar yang dinaunginya. Ilham namanya.
Gio menggerakkan ibu jari dan mengusap tombol hijau pada layar ponsel itu.
"Apa sih, anj*nk?!" tanya Gio sembari mengumpat di akhir kalimatnya.
"Gi, lu dimana? Sini! Ada yang nantangin balapan! Sikat, gih!" ucap Ilham.
__ADS_1
"Siapa?" tanya Gio santai dan terkesan meremehkan.
"Anak anak Black Moon! Tau kan lo? Sini buruan! Lumayan nih, duitnya gede!" ucap Ilham memberi informasi.
Gio diam sejenak. Ia kemudian mendongak menatap ke arah jam dinding yang tertempel di kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Seutas senyum samar samar terbentuk dari bibirnya. Laki laki itu lantas mengangkat dagunya.
"Oke! Gue OTW kesana sekarang!" ucap Gio sembari melangkahkan kakinya, menyahut jaket tebal miliknya yang ter selampir di sebuah sofa single disana.
Pemuda itu kemudian mematikan sambungan teleponnya. Ia berjalan keluar kamar sebari memasukkan ponsel ke dalam saku celananya. Ia kemudian melangkahkan kakinya menuruni anak tangga rumah berlantai dua itu lalu keluar dari bangunan tersebut. Ia lantas melesat pergi dari tempat itu menggunakan motor besar kesayangannya.
Kendaraan roda dua itu melesat menembus jalan raya yang sudah mulai lengang. Hawa dingin menyeruak seolah berhasil menusuk tulang andaikan Gio tak mengenakan jaket tebal sebagai pelindung tubuh tegapya. Laki-laki itu membawa sepeda motornya menuju sebuah jalanan sepi yang menjadi arena balap liar malam ini. Sebelum menuju arena balap, pemuda itu nampak berbelok sejenak, memasuki area rumah sakit tempat dimana ia dirawat beberapa hari lalu. Laki laki itu lantas melajukan kendaraannya menuju sebuah lahan parkir khusus sepeda motor disana. Di mana seorang perawat cantik berhijab putih nampak bersiap untuk pulang menggunakan sekuter matic berwarna merah miliknya. Gio menghentikan laju kendaraan roda duanya itu tempat di samping sang perawat. Membuat wanita itu kemudian menoleh ke arahnya.
Gio membuka kaca helm full face miliknya.
"Gio?" tanya Xena dengan helm putih yang sudah bertengger di kepalanya.
"Naik!" ucap Gio.
"Kamu ngapain disini?" tanya Xena mengabaikan perintah Gio.
"Mau kemana? Aku mau pulang!" ucap Xena.
"Gue antar!"
"Nggak usah! Aku bisa pulang sendiri!" ucap Xena menolak.
"Bawel banget sih?! Tinggal naik doang susah amat! Naik!!" ucap Gio hilang kesabaran. Xena nampak menggelengkan kepalanya pertanda menolak perintah Gio. Laki laki itu gemas. dengan gerakan cepat Ia turun dari motor besarnya kemudian meraih kunci kontak yang tergantung di sekuter matic milik Xena.
"Gio!!!" pekik Xena. Ia berusaha meraih kontak motornya yang berada di tangan laki-laki itu. Namun Gio justru mengangkatnya tinggi-tinggi. Membuat Xena pun harus melompat-lompat bersusah payah untuk meraih kontak tersebut.
"Gio, balikin! Kamu apa apaan sih??" protes Xena.
__ADS_1
"Gue cuma mau nganterin lu pulang! Elu yang ribet!" ucap Gio.
"Kalau aku nggak mau, kamu mau apa?! Kamu nggak bisa maksa, tahu nggak?!" ucap Xena.
"Bodo amat! Ini hukuman buat lo karena udah nge blok nomor gue!" ucap Gio angkuh tepat di depan wajah Xena. Wanita itu mengernyitkan dahi nya. Gio tidak peduli. Laki laki itu kemudian memasukkan kontak motor itu ke dalam saku celananya lalu naik ke atas motornya.
"Buruan naik! Gue anterin lu pulang!" ucap Gio.
"Kok kamu maksa sih?" tanya Xena.
"Nggak buruan naik, gue tinggal lu!" ancam Gio. Xena nampak nyengir. Mau tak mau ia pun naik ke atas motor itu menuruti perintah Gio sembari terus menggerutu.
"Dasar cowok aneh! Siapapun istri Gio nanti, aku turut berbelasungkawa mulai dari sekarang. Karena berjodoh dengan laki laki sinting kayak manusia satu ini!" batin Xena menggerutu.
Motor pun melaju. Meninggalkan tempat itu menuju ke sirkuit balap liar tempat tujuan Gio yang sebenarnya.
...----------------...
Selamat malam
up 20:50
yuk, dukungan dulu.
Mampir sini yang belum mampir 👇🔥
👑(Bukan) Perampas Mahkotaku 👑
Pertemuan mereka terjadi karena sebuah kesalahpahaman. Kesalahan seseorang membuat mereka saling mengenal, terpaksa dekat, hingga akhirnya jatuh cinta.
Sebuah kisah cinta sederhana yang tumbuh seiring berjalannya waktu. Penuh makna dan arti dari ketulusan sebuah perasaan suci yang tidak memandang kasta, latar belakang dan masa lalu satu dengan yang lainnya.
__ADS_1
Bagaimana kisah mereka?