
Pagi menjelang.....
tok...tok....tok.....
Pintu kamar itu diketuk. Saras yang duduk di depan meja rias itu nampak menoleh ke arah sumber suara. Ia yang baru selesai mandi itu lantas berjalan mendekati pintu itu dengan susah payah. Lantaran lagi lagi, luka di sekujur tubuhnya masih terasa sangat perih.
ceklek.....
pintu kamar terbuka....
Seorang pelayan wanita nampak berdiri di balik pintu tersenyum ke arah wanita cantik istri sah Dionyz Aldari Miguel.
"permisi, nona. Sarapan sudah siap..." ucap si pelayan.
"oh, iya. Nanti saya turun. Tuan Malvino sudah pulang?" tanya Saras.
"sejak semalam tuan belum pulang, nona.." ucap si pelayan begitu sopan.
Saras mengangguk.
"oh, oke. Makasih ya, bik. Nanti saya turun sama Dion..." ucap Saras.
"baik, nona. Kalau begitu saya permisi dulu..." ucap si pelayan yang kemudian disambut dengan anggukan kepala serta senyuman manis dari wanita kakak kandung Adit itu.
Sang pelayan pun berlalu pergi. Saras lantas menutup pintu kamar itu kemudian menoleh ke arah ranjang, tempat di mana suaminya masih terlelap dalam posisi tengkurap tak berbusana. Hanya selimut tebal yang menutup tubuh bagian bawahnya. Wanita itu lantas berjalan dengan susah payah mendekati ranjang. Duduk di salah satu sisinya tepat di samping dion yang masih memejamkan matanya.
"Dion, bangun, udah siang..." ucap wanita itu.
Dion tak bergerak. Saras sedikit membungkukkan badannya. Memiringkan kepalanya menatap wajah laki laki tampan yang masih asyik merangkai mimpi mimpi nya itu.
Disentuhnya pipi pria itu. Lalu mengusap usapnya lembut, agar dia segera terbangun dari mimpinya.
"Dion...bangun dong. Udah siang nih, sarapan yuk, aku laper.." ucap wanita itu.
Dion menggeliat. Perlahan ia mulai membuka matanya, mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan seolah tengah mengumpulkan ingatannya yang masih berjalan-jalan entah ke mana.
Dion menoleh ke arah sang istri.
"pagi...." ucap Saras manis.
__ADS_1
Dion tersenyum tipis sambil memejamkan matanya. Digerakkan nya tangan itu memeluk pinggang sang istri.
"bangun yuk, udah siang. Aku laper nggak ada temennya makan" ucap Saras.
Dion tersenyum.
"kamu nungguin aku bangun?" tanya Dion.
Saras mengangguk.
Dion tersenyum manis. Ia lantas mendudukkan tubuhnya tepat dihadapan Saras. Mengamati paras wanita itu dengan sorot mata dalam.
Saras ikut tersenyum. Dion yang seperti inilah yang ia suka. Yang manis, yang terlihat lucu, bukan Dion yang banyak diam dengan mode dinginnya.
Sayang, laki-laki itu seolah bisa berubah bentuk dalam hitungan detik. Bergonta ganti kepribadian sesuai dengan suasana hatinya.
"Kamu tunggu sini bentar. Aku mau mandi dulu. Jangan kemana mana ya..." ucap Dion.
Saras mengangguk.
Dion yang tak berbusana itu lantas bangkit, berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum memulai sarapan pagi nya.
Sementara itu di tempat terpisah
Seorang pemuda tampan dengan jambang tipis menghiasi wajahnya itu nampak turun dari sebuah mobil mewah berwarna kuning kombinasi hitam miliknya. Kendaraan roda empat itu nampak berhenti di sebuah halaman rumah berlantai dua di mana sebuah sepeda motor besar dengan kontak yang masih tercentel di sana nampak terparkir bak sampah tak berguna.
"ck...! nih bocah ceroboh banget...! bisa bisanya kontak motor nggak dicabut..!" ucap pria itu, Arkana Pasha Ghifari, atau lebih sering disapa Arkana atau Arka.
Di raihnya kontak motor yang masih menancap di tempatnya itu. Dengan segera pria tampan berusia 25 tahun itu lantas berjalan mendekati pintu utama rumah yang tak begitu terawat tersebut.
"astaga..!" ucap Arka lagi manakal melihat pintu rumah terbuka lebar tanpa dikunci. Padahal ini masih pagi. Ia yakin si pemilik rumah pasti belum bangun.
Arkana menggelengkan kepalanya. Ia kemudian mengayunkan kakinya, masuk ke dalam rumah itu.
Lagi, Arka menggelengkan kepalanya. Dilihatnya disana, Gio, sang kawan, rekan bisnis, sekaligus sahabatnya itu nampak tertidur di atas sofa dengan kondisi tubuh terlentang. Satu kaki menapak lantai, sedangkan satu lagi tergantung di sandaran samping sofa empuk itu.
__ADS_1
Arkana mendekati pria itu. Diangkatnya satu kaki Gio yang tergantung di sandaran sofa itu lalu melemparnya ke lantai. Membuat pemuda yang tertidur pulas setelah menenggak alkoholnya semalam itu pun terjingkat kaget hingga membuka matanya.
"eeemmmhh..." suara itu lolos dari bibir Gio. Pria itu nampak mengucek sebelah matanya yang terlihat menyipit, mencoba menangkap bayangan pemuda berjambang tipis yang kini sudah duduk di sofa rumahnya itu.
"ck..! ngapain sih lu?!" tanya Gio kesal.
"udah siang, c*k..! bangun...! lu nggak kuliah?!" tanya Arkana. Kedua pria itu memang masih sama-sama mengenyam pendidikan di salah satu universitas ternama di kota itu. Satu kampus, namun berbeda jurusan. Mereka dulu juga satu SMA. Hal itu pulalah yang membuat keduanya begitu akrab, bahkan sampai berani merintis usaha berdua.
Gio membenarkan posisi duduknya. Menyangga kepalanya yang masih terasa berat itu menggunakan kedua telapak tangannya.
"udah dibilangin, kalau malam mending lu tidur di rumah gue aja biar ada temennya..! daripada mabuk-mabukan kayak gini lu tiap malam...! enggak sayang sama nyawa yang tinggal satu..! heran gue..!" ucap Arkana pada si pria pemabuk itu.
"berisik lu..!" ucap Gio sembari bangkit dari sofanya dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Dibilangin...! buruan mandi...! nggak usah lama lama...! gue mau nebeng motor lo hari ini..!" ucap Arkana setengah teriak sembari menjatuhkan tubuhnya di sofa panjang itu.
"kagak...!!!" teriak Gio sembari berjalan menaiki tangga rumahnya.
"nggak usah pelit pelit lu..! jodoh lu seret...!" sahut Arkana sekenanya sambil memainkan ponselnya.
...----------------...
Selamat malam...
up 19:14
yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰
mampir sini juga boleh...
❤️Makmum Untuk Sang Pendosa ❤️
*Jika ada yang bilang....
Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan,Tuhan menciptakan wanita dari tulang rusuk sebelah kiri prianya...maka mungkinkah wanita se sempurnamu adalah tulang rusuk pendosa sepertiku?
Jika ada yang bilang...
Pasangan kita adalah cerminan diri kita,maka mungkinkah jika wanita solehah layaknya bidadari syurga sepertimu bersanding dengan pria ahli neraka sepertiku?
__ADS_1