Terjebak Di Sarang Psikopat

Terjebak Di Sarang Psikopat
55


__ADS_3

Wanita itu terus menangis. Ia nampak setengah berlari membantu sejumlah petugas rumah sakit mendorong ranjang itu masuk ke dalam IGD. Di sampingnya, Arkana sudah berada di sana. Ikut membawa Dion yang tak sadarkan diri itu menuju ruang IGD untuk mendapatkan perawatan.


"Mohon maaf, mas sama mbaknya silahkan tunggu di luar.." ucap seorang perawat setelah membawa Dion masuk ke dalam ruang IGD rumah sakit itu.


Sang perawat pun menutup pintu ruangan tersebut. Seolah tak mengizinkan Saras dan Arkana untuk ikut masuk ke dalam sana.


Tangis Saras pecah lagi. Wanita bersuami itu merosot tepat di depan pintu buram ruang IGD tersebut. Ia kembali sesenggukan. Air matanya tumpah kini membasahi lantai marmer rumah sakit besar itu. Arkana yang sejak tadi menemaninya itu kini kembali merasa sesak mendengar tangisan wanita tersebut. Pilu sekali. Seolah menggambarkan betapa sakitnya hati wanita yang sempat ia kira belum memiliki pasangan tersebut. Sepertinya Saras sangat menyayangi Dion.


Arkana berjongkok. Digerakkan nya tangan itu menyentuh pundak wanita malang tersebut.


"Yang sabar, ya. Suami lo pasti baik-baik aja" ucap laki laki berjambang tipis itu. Saras tak menjawab. Ia juga tak menghentikan tangisannya. Arkana menggerak gerakkan tangannya mengusap pundak wanita cantik itu bermaksud untuk menenangkannya. Ia berniat untuk menemani Saras sampai salah satu anggota keluarganya datang menemani wanita itu.


Saras masih terus sesenggukan. Arkana juga terus mencoba menenangkan wanita itu. Hingga tiba tiba...


Seett....


Plaakk...


"Aaakkhh...!!"


"Whoee..!!!"


Sesosok laki laki tinggi besar tiba tiba datang mendekat. Kemudian dengan kasarnya menarik rambut wanita malang itu dan menyeretnya. Tak cukup sampai di situ, laki-laki berpenampilan sangar itu bahkan menampar pipi Saras tanpa ampun. Membuat wanita itu pun jatuh terpelanting dan tersungkur di lantai rumah sakit tersebut. Darah mengucur di salah satu ujung bibir wanita itu.


Arkana yang terkejut dengan gerakan yang tiba-tiba itu pun reflek berteriak. Ia berlari mendekati Saras dan secara spontan memeluk wanita malang itu.


Saras semakin menangis sambil memegangi pipinya yang nampak merah. Arkana mendongak. Ia menatap benci ke arah laki-laki yang baru saja datang itu. Sedangkan laki-laki itu kini menatap angkuh penuh angkara murka ke arah Arkana dan Saras. Ya, laki-laki itu adalah Malvino. Ayah kandung Dion. Mertua dari Saras sendiri.


"Lu apa-apaan, anj*ng?! Lu ngapain mukul dia..?!!" tanya Arkana dengan suara lantang. Ia berucap sambil terus memeluk wanita itu seolah ingin memberikan perlindungan padanya.


Hal itu pun membuat Malvino dan Jason yang berdiri di belakang ayah kandung Dion itu pun menatap bengis ke arah Arkana. Berani-beraninya ia memeluk istri dari tuan muda Miguel disaat sang tuan muda sedang dalam kondisi tidak baik baik saja.


"Lepaskan perempuan itu, anak muda..!" ucap Malvino bengis.


Arkana tak gentar. Ia lantas menoleh ke arah Saras. Wanita itu terlihat ketakutan. Ia merapatkan tubuhnya pada Arkana seolah meminta perlindungan.

__ADS_1


Saras tahu, ia pasti akan menjadi sasaran kemarahan Malvino. Di saat ada Arkana saja ia sudah diseret dan dihajar. Apalagi jika tidak ada laki-laki itu. Malvino pasti tidak akan segan-segan untuk membunuhnya.


"Ku ulangi sekali lagi, lepaskan wanita itu, atau kau akan berurusan denganku....!" ucap Malvino tegas. Wajahnya terlihat sangat menyeramkan. Amarah menguasai diri ketua gangster berdarah dingin itu.


Alih-alih melepaskan Saras, Arkana justru makin mengeratkan pelukannya atas wanita itu.


"Gua nggak suka lihat perempuan dikasarin..! Apalagi sama laki-laki modelan kayak lu..!" ucap Arkana berani.


"Kalian siapa? Ada masalah apa kalian ama Saras?!" tanya Arkana.


Malvino mengetatkan gigi nya. Ia menatap tajam ke arah dua manusia yang kini bersimpuh di lantai itu. Ia tak peduli dengan cuitan yang Arkana lontarkan tersebut.


"Jason, seret perempuan itu..!" titah sang Malvino pada anak buah kepercayaannya itu


Jason mengangguk. Ia pun dengan segera mengayunkan kakinya mendekati Saras lalu berusaha menarik lengan wanita itu agar ikut dengannya. Saras menolak. Ia kembali menangis ketakutan. Nyawanya mungkin sudah di ujung tanduk jika Arkana pergi darinya. Wanita itu meringsut kan tubuhnya pada Arkana seolah meminta perlindungan.


Arkana pun berusaha melindungi Saras. Ia mendorong anak buah Malvino itu lalu bangkit. Ditatapnya pria arogan itu dengan surat mata tajam.


" Lu jangan berani-beraninya bikin onar di sini, ya..! Ini rumah sakit..! kalau lu berani bikin onar di sini, gue bakal lapor security..!!" ucap Arkana tegas dengan suara lantang.


Malvino menampakkan mimik wajah iblis nya. Sorot matanya menajam. Seolah siap menerkam siapapun yang berada di hadapannya.


"Hajar bocah tengik itu..!" titah Malvino pada Jason yang berdiri berhadapan dengan Arkana. Kedua pria itu sudah saling menatap tajam seolah siap menerkam satu sama lain.


Dan, benar saja. Perkelahian kembali terjadi. Jason berduel dengan Arkana. Sedangkan putra Tuan Bharata itu nampak meladeni serangan dari Jason dengan satu lengan yang memeluk tubuh Saras. Membuat wanita itupun nampak terombang-ambing mengikuti gerak tubuh Arka.


Malvino tak tinggal diam. Di sela-sela perkelahian Jason dan Arkana, laki-laki itu mendekat, menggerakkan tangannya kemudian meraih rambut Saras dan menariknya kuat. Wanita itupun memekik.


Arkana berusaha mempertahankan Saras sambil terus meladeni serangan Jason membuat konsentrasi pemuda itu pun terpecah.


Hingga ..


Bughh....


Sebuah tinjuan sekuat tenaga mendarat di pipi pemuda berjambang tipis itu. Arkana terpelanting jatuh ke lantai. Pelukannya atas Saras pun terlepas. Pemuda itupun jatuh tersungkur di lantai.

__ADS_1


"Akkhh...!!" Saras memekik. Malvino menjambak rambut itu kuat. Membuat Saras pun menangis merasakan helaian rambut bergelombang itu seolah hendak terlepas dari kulit kepalanya.


Saras merintih kesakitan.


"Saras..!!" ucap Arkana di sela sela perkelahiannya dengan Jason.


"Sakit...! Ampun, Tuan..!!" ucap Saras.


"Sudah ku peringatkan berkali-kali Saras, aku tidak suka kau menyakiti putraku..!" ucap Malvino.


"Aku nggak pernah nyakitin Dion..!!"


"TAPI KAU MEMBUATNYA MASUK RUMAH SAKIT...!! APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA??!!!" bentak Malvino murka.


Saras mencoba mengelak. Malvino menggerakkan tangannya lagi hendak menampar Saras. Namun tiba tiba.....


.


.


.


.


.


bersambung lagi..


Kepanjangan🥴🥴


...----------------...


Selamat siang


up 11:26

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰🥰


__ADS_2