Terjebak Di Sarang Psikopat

Terjebak Di Sarang Psikopat
30


__ADS_3

Waktu terus berjalan...


Setelah selesai menyaksikan sebuah film di sebuah bioskop di kota itu, kini saat malam mulai menjelang, sepasang suami istri itu kembali melanjutkan jalan jalan mereka. Saras mengajak Dion menuju sebuah restoran jepang.


Sebuah restoran dengan suasana yang cukup tenang lantaran Saras sengaja memesan privat room untuk dirinya dan sang suami. Ruangan yang biasa di pasan oleh pengunjung yang biasanya merupakan pasangan atau rekan bisnis, untuk menikmati hidangan dengan privasi yang terjaga.


Ya, selama di dalam bioskop Dion seolah begitu ketakutan. Matanya terus bergerak menatap tiap orang yang berada di bioskop itu sedangkan wajahnya terus ia sembunyikan di balik kupluk hoodie nya. Hal itupun membuat Saras makin penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Dion. Kenapa ia begitu takut keramaian, takut berinteraksi dengan orang orang luar.


Didalam private room itu...


Aneka makanan khas negeri sakura sudah tersaji di atas meja. Saras lantas mendudukkan tubuhnya di sana, berhadap hadapan dengan sang suami yang terlihat lebih tenang.


"buka dong kupluk nya. Kan udah nggak ada orang..." ucap Saras manis.


Dion yang terus menunduk itu nampak melirik ke arah sang istri. Saras tersenyum manis.


"buka, sayang..." ucap Saras lagi.


Dion tersenyum kaku, lalu membuka penutup kepalanya itu hingga menampilkan wajah tampan putih bersih miliknya.


"nah, gitu kan kelihatan gantengnya .." ucap Saras yang nampak memasang senyuman termanisnya. Wanita muda itu bahkan bertepuk tangan ringan, sambil kini mulai menatap ke arah sekumpulan makanan yang terlihat begitu nikmat di atas meja sana.



Dion ikut tersenyum manis. Saras meraih ponselnya. Mengambil gambar beberapa makanan disana beserta sang suami yang kini terlihat jauh lebih baik, ikut tersenyum manis dihadapan nya.


"nggak usah difoto..!" ucap Dion.


"nggak apa apa lah, kan biar bisa diabadikan. Sini dong liat kamera..!" ucap Saras pada pria itu.


"nggak mau..!" ucap Dion sembari mulai menggerakkan sumpit nya dan memasukkan sepotong sushi ke mulutnya.


"dih, sok ganteng...!" ucap Saras sekenanya. Dion menggulung tissue, lalu melemparkannya ke arah Saras.


Wanita itu tergelak.


"sini, duduk disini, jangan disitu..!" ucap Dion sambil menggeser tubuhnya. Meminta sang istri untuk duduk di sampingnya, bukan di hadapannya.


Saras menurut. Ia pun bangkit dari posisinya semula kemudian berpindah duduk di samping sang suami yang sepertinya kini mulai mengubah mode takutnya menjadi mode nyaman.


Saras memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. Tiba tiba .....


seeeeetttt.....


Dion meraih pinggang ramping sang istri. Membuat wanita cantik berkulit putih itu pun menoleh ke arah laki laki tampan itu.


"i love you..." ucapnya.


Saras tersenyum manis.


"love you more..." jawab wanita itu.


"Saras.." ucap Dion.


"ya...." jawabnya.


"kamu udah ngajak aku jalan jalan hari ini. Setelah ini, giliran aku yang akan ngajak kamu jalan jalan" ucap Dion.


Saras menyipitkan matanya.

__ADS_1


"kemana?" tanya nya kemudian.


"aku nggak mau pulang malam ini" ucap pria itu.


"terus?" tanya Saras.


"aku pengen ngajak kamu ke suatu tempat. Aku pengen menghabiskan waktu sama kamu berdua disana" ucap Dion.


Saras diam.


"suatu tempat?" tanya Saras.


"ya...! tempat tinggal aku waktu kecil. Aku pengen ngasih liat itu ke kamu. Kita nginep disana malam ini. Kamu pasti suka. Kamu mau kan?" tanya Dion.


Saras nampak berfikir sejenak. Ia lantas menoleh. Kemudian tersenyum.


"boleh..." jawabnya.


Dion tersenyum sangat manis. Di kecupnya kening wanita itu. Kemudian memulai santap malam mereka.



...****************...


Beberapa menit kemudian,


Sepasang suami istri itu selesai dengan santap malam mereka. Saras meraih tisu yang berada di atas meja guna mengelap area sekitar mulutnya. Begitupun dengan Dion.


Saras menoleh ke arah sang suami..


"Dion, aku ke toilet bentar ya...." ucap wanita itu.


Saras pun bangkit dari posisi duduknya, berjalan menuju pintu ruangan itu, menggesernya hingga terbuka, keluar, lalu menutupnya kembali. Saras berbalik badan, hendak menuju toilet yang berada di ujung ruangan. Hingga tiba tiba....


buuuuuggghhhh.....


"aaawww...!!!"


Saras setengah memekik. Wanita itu tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria yang tiba tiba datang dari arah belakangnya. Membuat badan tinggi tegap itupun tak sengaja menabrak tubuh ringkih penuh luka milik anak kandung Ratih itu. Saras oleng, hampir jatuh. Pria itupun dengan sigap menangkap tubuh wanita itu agar tak terpelanting ke lantai.


Saras mendongak.


Dilihatnya disana seorang pria dewasa berbadan tegap, berkulit putih, dengan kumis dan jenggot yang nampak mengelilingi area mulutnya nampak berdiri dihadapannya. Menatap tenang ke arah Saras dari balik kacamata hitamnya.



Saras diam mematung untuk beberapa saat. Nampak memiringkan kepalanya menatap pria yang terlihat rapi dan gagah itu.


"kamu nggak apa apa?" tanya laki laki itu.


Saras nampak terhenyak. Menetralkan ekspresi nya. Lalu menegakkan posisi tubuhnya.


"oh, nggak apa apa, om" ucap Saras sambil tersenyum.


"maaf, saya nggak lihat kalau ada om dibelakang saya tadi..." ucap Saras sambil kembali mencuri pandang. Menatap pria dewasa gagah yang nampak bersahaja itu


Pria itu tersenyum.


"iya, nggak apa apa. Lain kali hati hati ya..." ucap pria itu.

__ADS_1


"iya, om.." jawab Saras sopan.


Pria itu kembali tersenyum lembut. Ia lantas berlalu pergi dari tempat itu. Menuju salah satu privat room yang berjejer disana, menggeser pintunya, lalu masuk ke dalam nya.


Saras nampak tersenyum melihat pria itu dari kejauhan. Ia kemudian kembali mengayunkan kakinya. Menuju toilet, tempat tujuannya semula.


Sementara itu di salah satu privat room disana,


Pria dewasa yang baru saja tanpa sengaja bertabrakan dengan istri sah Dionyz Aldari Miguel itu nampak tersenyum ke arah seorang wanita cantik berparas anggun yang sudah menunggunya disana.


"hai..." ucapnya sambil menutup pintu ruangan itu.



"hai...." jawab wanita dewasa itu.


"maaf, telat..." ucap pria yang diketahui bernama Bharata Wijaya itu.


"nggak apa apa. Kamu kan emang udah biasa telat.." jawab wanita yang juga diketahui bernama Maya itu.


"yang penting kan nggak setiap hari..." ucap pria itu tenang sambil melepaskan kacamata hitam nya, mendudukkan tubuhnya di salah satu bantal duduk disana. Saling berhadap hadapan dengan wanita cantik yang merupakan istri tercinta nya itu.


"tapi hampir setiap ada momen penting kamu selalu telat..." ucap Maya lagi.


Bharata tersenyum.


"iya, namanya juga sibuk. Maaf ya..." jawab pria itu.


Maya tersenyum lembut.


Pria dewasa itu meraih punggung tangan sang istri. Membelai dan mengusap usapnya lembut penuh cinta.


"happy anniversary yang ke lima belas tahun, sayang. Terimakasih sudah menjadi istri dan ibu yang baik untukku dan Arkana. Maaf, jika sebagai suami aku jarang ada waktu denganmu. Aku terlalu disibukkan dengan pekerjaan pekerjaanku yang menumpuk" ucap Bharata.


Maya tersenyum.


"aku ngerti, mas. Seenggaknya masih selalu ada buat aku disaat aku butuh. Ya, walaupun suka banget bikin aku nunggu kayak gini" ucap Maya.


Bharata terkekeh.


"aku mau berterima kasih sama kamu. Kamu masih mau menerima aku, dengan segala kekurangan ku. Meskipun sampai sekarang aku belum bisa memberikan kamu keturunan. Aku minta maaf.." ucap Maya dengan sorot mata sendu.


Bharata tersenyum.


"aku nggak peduli itu. Yang terpenting aku sudah punya kamu dan Arka, itu sudah sangat membahagiakan buat aku.." ucap pria itu lagi.


Maya tersenyum haru.


"sekali lagi happy anniversary, sayang. Terima kasih sudah hadir dalam kehidupan ku, menjadi perhiasan paling indah yang pernah aku dan Arka miliki" ucap pria itu lagi. Di angkatnya punggung tangan sang wanita itu rendah, lalu mengecup nya dengan lembut. Maya tersenyum. Laki laki itu selalu bisa memberikan perlakuan perlakuan yang manis untuk dirinya.


...----------------...


Selamat siang


up 11:31


yuk, dukungan dulu 🥰😘


mampir sini juga....

__ADS_1



__ADS_2