Terjebak Di Sarang Psikopat

Terjebak Di Sarang Psikopat
43


__ADS_3

Siang menjelang,


Wanita cantik yang kini menjadi pengangguran sekaligus seorang istri itu nampak merebahkan tubuhnya di atas sebuah sofa panjang ruang tamu rumah megah milik mertuanya itu. Jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas siang, wanita cantik dengan kacamata bening yang bertengger manis membingkai mata lentiknya itu sejak tadi nampak asyik dengan aktifitasnya.


Jari jari tangan putihnya terlihat sibuk menggeser geser layar ponsel miliknya disana. Mencoba menjual lukisan lukisan hasil karya sang suami di akun jual beli online. Sepertinya wanita itu benar benar serius untuk mendorong Dion agar mau bangkit dari kisah masa lalunya. Keluar dari zona nyamannya. Dan berdiri menatap lurus kedepan melawan rasa trauma yang selama ini membayanginya.


Saras masih asyik dengan ponselnya. Hingga tiba tiba....


huuuuhhhfff.......


Hembusan nafas nan lembut terasa menerpa wajah cantiknya dari arah samping.


Saras terhenyak. Ia lantas menoleh ke arah samping.



Dilihatnya disana pria tampan bermata sipit itu sudah berdiri disampingnya. Ia nampak tersenyum manis ke arah wanita yang kini tengah dalam kondisi tiduran di atas sofa panjang itu.


"Dion..." ucap Saras.


Dion tersenyum.


"lagi apa?" tanya laki laki yang kini nampak duduk berjongkok di lantai itu.


Saras tersenyum. Ia lantas menunjukkan layar ponselnya ke arah sang suami.


"nih...." ucapnya.


Dion diam sembari menampilkan senyuman tipisnya.


"udah ada yang beli?" tanya Dion.


"eeeemmmm....belum...! sabar ya...! aku udah up banyak kok. Siapa tau ada yang minat...!" ucap Saras.


Dion tersenyum lagi. Ia kemudian bangkit, meraih kepala Saras, lalu duduk di sofa panjang itu dan meletakkan kepala wanita cantik itu di pahanya.


"aku nggak pernah punya niat buat jual lukisan lukisan itu. Yang punya niat menjualnya kan kamu" ucap Dion sembari membelai lembut kepala sang istri.


Saras tersenyum. Ia mendongak lagi menatap wajah tampan suami 'unik' nya itu.


"pergi, yuk..." ucap Dion.


Saras diam. Lalu tersenyum manis.


"kamu ngajak pergi? kemana?" tanya Saras antusias.


"di pinggiran kota kan ada danau. Kesana yuk, kita gambar danau yang cantik disana...!" ucap Dion.


Saras tersenyum semakin manis. Ia pun lantas bangkit dari posisi rebahan nya. Duduk cantik di samping sang suami yang mulai sering menampakkan senyuman manisnya itu.


"yuk...!" ucap Saras.


Dion tersenyum lagi hingga memperlihatkan barisan gigi gigi putihnya.


"yuk ..!" jawabnya.


Sepasang suami istri itu pun lantas bergegas pergi meninggalkan kediaman mewah mereka itu. Seperti biasanya, seorang sopir selalu mengantar ke manapun Saras dan Dion pergi. Sebagai pengemudi sekaligus pengawal bagi sepasang suami istri yang begitu sangat dijaga keselamatan nya oleh sang Malvino itu.


Mobil mewah itu terus melaju menembus padatnya jalan raya. Sepanjang perjalanan, Saras tak henti mengajak Dion bercengkrama. Berbincang santai sambil sesekali bercanda dengan pria yang semakin hari semakin menunjukkan perubahan ke arah yang lebih positif itu. Entah dari sisi emosi maupun tingkah laku serta kebiasaan Dion.


Seperti siang ini, jika biasanya Dion selalu keluar rumah dengan hoodie hitamnya. Kali ini pemuda itu terlihat lebih santai dengan kemeja panjangnya yang terlihat rapi. Laki laki itu terlihat lebih segar dan percaya diri. Tak melulu menunduk dan sibuk dengan rubik di tangan nya sepanjang perjalanan.


"pak, mampir di coffee shop depan ya..." ucap Saras tiba tiba.


Dion menoleh.


"mau ngapain?" tanya laki laki itu.


"mau beli minum bentar. Itu coffee shop tempat aku beliin minuman buat kamu waktu itu..! Kamu mau dibeliin juga nggak?" tanya Saras.

__ADS_1


Dion diam tak berekspresi. Ia hafal betul dengan coffee shop itu. Termasuk salah satu pemiliknya.


Dion mengangkat satu sudut bibirnya.


"aku nggak suka minuman di tempat itu" ucap Dion.


Saras hanya diam. Tal ada kecurigaan sama sekali dalam benaknya.


"kamu kalau mau beli, beli aja. Tapi langsung balik. Aku melarang kamu bicara banyak dengan pemilik tempat itu..!" ucap Dion.


Saras tersenyum. Ia hanya mengangguk. Bagi Saras itu hanyalah bagian dari sikap protektif yang sering Dion ditunjukkan padanya.


Tak lama, sang supir yang juga merangkap sebagai pengawal dengan seragam serba hitam itu nampak membelokkan laju kendaraan nya. Memasuki halaman tak terlalu luas sebuah coffee shop yang berada di pinggir jalan raya kota besar itu.


"kamu tunggu sini bentar, ya...." ucap Saras.


Dion hanya mengangguk. Wanita cantik itu kemudian turun dari mobil tunggangan nya, kemudian bergegas masuk ke dalam bangunan yang selalu nampak ramai itu untuk memesan minuman favorit nya.


Di dalam coffee shop...


krriiiieettt.....


Pintu utama coffee shop yang terbuat dari kaca bening itu terbuka. Seorang wanita cantik dengan kacamata berlensa bening nampak masuk ke dalam ruangan yang nampak ramai oleh para pengunjung tersebut.


Sepasang mata tajam milik pria berambut gondrong itu seketika tertuju pada wanita cantik berambut sebahu dengan atasan kaos putih dan celana jeans biru di atas lutut itu. Kakinya yang jenjang. Tubuhnya yang ramping. Kulitnya yang putih mulus tanpa noda, serta rambut bergelombang dan paras manis yang menggoda, berhasil membuat pandangan mata Gio seketika terkunci pada wanita muda bersuami itu.


Seutas senyuman terbentuk dari bibir sahabat Arkana itu. Wanita itu datang lagi. Sesuai dengan perkiraan nya beberapa hari lalu.


Saras berjalan mendekati meja barista. Gio menyambutnya dengan senyuman khas nya. Membungkukkan tubuhnya. Meletakkan kedua sikunya di atas meja seolah menggunakannya sebagai tumpuan atas tubuh tegapnya.


Saras menatap sekilas pria itu. Lalu meraih sebuah buku menu yang berada di atas meja.


"selamat siang, Saras..." ucap pria itu.


Saras melirik sekilas. Lalu acuh.


"mau pesen apa hari ini?" tanya Gio lagi.


"dua?" tanya laki laki itu.


"satu aja.." jawab wanita itu.


Gio tersenyum.


"oke..! tunggu ya..." jawab Gio.


Pria itu kemudian berbalik badan.


"Jon..! affogato satu...! cepet..!" ucap Gio memerintahkan salah satu anak buahnya.


"iya, bang...!" jawab seorang karyawan yang dimaksud.


Gio kembali berbalik badan.


"tiap kesini selalu sendiri? dan selalu jam segini. Kuliah? atau, kerja?" tanya Gio basa basi sambil memainkan sebuah sendok yang sejak tadi berada di tangannya.


Saras tersenyum simpul.


"enggak" jawabnya.


Gio diam. Diam diam mencuri pandang.


Ponsel Saras yang berada di saku celana nya nampak bergetar. Wanita itu kemudian merogoh saku tersebut, mengambil benda pipih itu lalu membukanya.


Satu pesan masuk dari suaminya.


"jangan lama lama..!" tulis pria itu.


Saras tersenyum simpul.

__ADS_1


"iya...! atau kamu mau masuk aja? kita makan disini dulu" tulis Saras.


Gio yang berada disamping wanita itu tak henti mengamati paras cantik Saras. Terlihat makin cantik kala wanita itu menyunggingkan senyuman nya yang indah.


"Senyum senyum mulu..! pasti chat an ama cowoknya..!" batin Gio menerka nerka.


Sebuah senyuman kembali terbentuk di bibir Gio. Sedangkan Saras masih sibuk dengan ponselnya.


"sudah kubilang, aku tidak suka menu yang dijual di tempat itu..!" jawab Dion.


Saras hanya menghela nafas panjang membaca pesan balasan dari Dion.


"eeeekkkkmmmm..! permisi..! pesanan siap..!"


Suara itu berhasil membuyarkan lamunan Saras. Dilihatnya di sana satu gelas plastik minuman dingin pesanan nya sudah siap di atas meja. Laki-laki itu nampak tersenyum sambil menyodorkan minuman pesanannya tersebut ke arahnya.


Saras memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya, kemudian meraih satu lembar uang kertas dari saku lainnya.


Baru saja ia hendak menyerahkan uang pembayaran nya tersebut. Tiba tiba....


"eemm, sorry..! akhir bulan ini kita ada event, karena bertepatan dengan ulang tahun coffee shop ini, kita mau bikin semacam pameran gitu. Kayak ada pertunjukan musik, pameran, dan semacamnya. Nanti acaranya akan kita selenggarakan di coffee shop ini. Dan sebagai wujud terima kasih kita buat para pelanggan, kita mau kasih kayak semacam doorprize gitu loh, buat para pelanggan kita yang sering dateng ke sini" ucap Gio menjelaskan.


Ia kemudian membuka laci meja barista, mengeluarkan sebuah kertas formulir serta brosur berisi pemberitahuan sebuah event yang akan diselenggarakan akhir bulan di coffee shop itu. Pria itu lalu menyerahkan dua kertas ditangannya tersebut ?pada Saras.


"kalau lo berkenan, lo bisa isi. Siapa tau lo dapat doorprize nya.." ucap Gio.


Saras diam. Membaca sebentar brosur itu dengan sungguh sungguh.


Ada pameran..! apa lukisan juga bisa dipamerkan di acara itu? pikir Saras.


Wah, kesempatan nih..! acaranya pasti ramai. Mungkin Saras bisa menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan hasil karya suaminya. Ia juga bisa mengajak Dion untuk datang ke acara ini di akhir bulan nanti. Siapa tahu Dion bisa sedikit membuka diri di event itu. Pikir Saras.


Wanita itu lantas mendongak. Menatap pria yang sejak tadi tak lepas memandangi paras cantiknya.


"kalau lukisan bisa dipamerin di sini, nggak?" tanya Saras.


"lu punya lukisan?" ucap Gio balik bertanya.


Saras nampak diam sejenak, lalu mengangguk.


"ada.." jawabnya.


Gio mengulum senyum khasnya.


"bisa..! ntar bisa gua bantu..!" jawab laki-laki itu modus.


Saras mengangguk.


"oke..!" jawab wanita itu kemudian dengan entengnya mengambil sebuah pulpen di sana dan mengisi data diri pada formulir di tangannya itu.


"jangan lupa nomor teleponnya, ya" ucap Gio sambil mengulum senyum kemenangan.


Saras tak menjawab. Ia mengisi semua data diri dalam formulir itu kemudian menyerahkannya pada Gio.


"brosur nya gua bawa, ya" jawab wanita itu.


"ambil aja..! kalau kurang masih banyak..!" jawab Gio.


Saras hanya tersenyum simpul. Ia kemudian menyerahkan uang pembayaran minuman dinginnya itu pada Gio. Pemuda itupun lantas memprosesnya kemudian menyerahkan kembaliannya pada Saras.


Wanita itu pun kemudian berlalu pergi. Gio menatap punggung wanita itu dengan senyuman mengembang. Ditatapnya sebuah formulir yang kini berada di tangannya itu. Nomor ponsel Saras tertera dengan jelas di sana.


Gio menjentikkan jarinya pada kertas itu.


"kena lo..!" ucapnya seorang diri.


...----------------...


Selamat malam....

__ADS_1


up 19:18


yuk dukungan dulu 🥰🥰🥰


__ADS_2