Terjebak Di Sarang Psikopat

Terjebak Di Sarang Psikopat
69


__ADS_3

Sore menjelang di sebuah rumah megah kediaman Malvino.


Sebuah mobil mewah berwarna hitam nampak memasuki halaman luas istana milik sang Malvino. Seorang pria bertato keluar dari kursi kemudinya. Ia lantas berjalan menuju pintu belakang, membukakan pintu kendaraan mewah itu agar sang tuan yang duduk tenang di dalam sana dapat keluar dari tunggangan mahal berharga fantastis itu.


Malvino turun dari mobilnya. Dengan pembawaannya yang dingin dan misterius khas ayah kandung Dion itu, ia melangkah menuju pintu utama rumahnya di ikuti Jason di belakangnya.


"Tuan ..."


Suara itu berhasil menghentikan langkah kaki Malvino. Dilihatnya disana seorang wanita cantik berdiri di ujung tangga rumah itu. Ya, itu Saras..! Sepertinya wanita itu sudah menunggu kepulangannya sejak tadi.


Malvino berbalik badan. Menatap angkuh menantunya itu dengan dagu yang terangkat tanpa mengucap sepatah katapun.


Saras mendekat.


"Tuan, boleh saya bicara sebentar dengan Tuan?" tanya wanita itu.


Malvino tak menjawab.


"Ada yang ingin saya tanyakan pada tuan. Ini tentang masa lalu Dion" ucap Saras.


Malvino menajamkan matanya ke arah sang menantu.


"Ulah apalagi yang ingin kau buat, perempuan?" tanya Malvino dingin.


"Tidak..! Saya bukan sedang ingin membuat ulah, tapi saya ingin menanyakan tentang masa lalu Dion. Tentang perempuan yang pernah merawatnya dulu..!" ucap Saras.


Jason reflek menajamkan pandangan matanya menatap ke arah Saras yang tiba tiba menanyakan tentang mantan guru Dion itu. Sedangkan Malvino nampak menatap datar ke arah wanita itu dengan dagu terangkat.


"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Malvino kemudian.

__ADS_1


Saras menoleh di belakang. Mendongak ke lantai atas tempat di mana kamar pribadinya dan sang suami berada.


"Ada yang ingin saya tanyakan, tapi tidak di sini. Saya nggak mau Dion mendengar pembicaraan kita" ucap Saras.


Malvino melirik sejenak ke arah lantai dua, lalu kembali menatap ke arah Saras dengan sorot mata datar dan angkuh.


"Kita bicara di ruangan ku..!" ucap Malvino kemudian berbalik badan bergegas pergi meninggalkan tempat itu menuju ruangan pribadi miliknya yang berada di lantai dasar rumah tersebut. Saras mengikuti Malvino dari belakang, disusul Jason di belakangnya.


Ceklek..


Pintu ruangan itu terbuka. Saras masuk ke dalam ruangan bernuansa gelap yang dipenuhi berbagai ornamen vulgar itu bersama dengan Malvino dan Jason. Ini kali pertama Saras masuk ke dalam ruangan itu selama menjadi istri Dion. Sebuah ruangan yang biasa Malvino gunakan untuk menyusun strategi merampok, menghitung hasil jarahannya, dan menyimpannya di sebuah ruangan bawah tanah yang pintunya berada di salah satu sudut ruangan itu. Tapi entah di bagian yang mana.


Pintu ditutup dari dalam oleh Jason. Malvino lantas berbalik badan. Mengarahkan pandangannya pada Saras.


"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Malvino.


"Ini tentang wanita yang pernah anda bilang merawat Dion selama anda di tahan" ucap Saras.


"Akhir-akhir ini Dion sering pusing yang hebat. Dia pernah dua kali bertemu dengan seorang perempuan. Usianya mungkin sepantaran dengan anda. Dion bilang pada saya, katanya dia pernah melihat wajah perempuan itu. Tapi dia lupa siapa dan di mana. Ketika dia sedang berusaha mengingat perempuan itu, kepalanya selalu pusing dan Dion selalu kesakitan.."


"Tadi kami bertemu lagi dengan perempuan itu di rumah sakit. Dan seperti biasa, Dion pusing sampai kesakitan. Saat saya bawa ke dokter, dokter mengatakan bahwa apa yang terjadi pada Dion adalah efek jangka panjang yang dialami Dion karena dulunya sering mengkonsumsi obat-obatan jenis tertentu yang berdampak pada kesehatan otaknya. Membuat sebagian memori dalam otaknya hilang." ucap Saras panjang lebar.


"Yang ingin saya tanyakan kepada anda, apakah dulu Dion memang sering mengkonsumsi obat-obatan jenis itu? atau mungkin itu adalah obat obatb tertentu diberikan oleh wanita misterius yang anda maksud dulu pada Dion? Dan kalau boleh saya tahu, apakah anda mengetahui ciri ciri fisik atau gambaran dari wajah wanita misterius itu?" tanya Saras.


Malvino diam tak bergerak. Ya, laki-laki itu bahkan sampai lupa bahwa setelah puluhan tahun berlalu ia belum menemukan wanita yang sepertinya menjadi biang keladi atas berubahnya Dion menjadi seperti saat ini. Sosok wanita misterius itu sama sekali tak terendus keberadaannya. Dia berhasil membuat Dion yang dulu berubah menjadi Dion yang sekarang. Pria aneh yang gemar membunuh dan lebih banyak berdiam diri di kamarnya.


Entah seperti apa wujud wanita itu, Malvino juga tidak tahu. Lantaran sejak dulu Dion tidak pernah mau menceritakan sosok wanita itu pada Malvino. Sama seperti yang Saras alami saat ini, Dion selalu merasakan sakit kepala yang hebat setiap kali ditanya tentang perempuan itu. Mungkin benar dugaan Saras. Jika memang dokter mengatakan ada obat obatan tertentu yang dikonsumsi oleh Dion, maka itu pasti adalah obat-obatan yang diberikan oleh wanita itu dulunya.


Malvino menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Aku tidak tahu seperti apa wanita itu. Sama seperti yang kau katakan, dulu saat aku bertanya tentang wanita itu pada Dion, ia juga selalu mengalami pusing hebat seperti ini. Bahkan mungkin lebih hebat dari sekarang. Dia bahkan sering marah-marah dan menghancurkan benda benda yang ada di depannya. Itulah sebabnya kenapa aku sampai membawanya ke rumah sakit jiwa. Tapi walaupun begitu, nyatanya ingatannya tentang wanita itu tidak pernah kembali sampai sekarang" ucap laki-laki itu.


Malvino kemudian mengangkat dagunya. Menatap sang menantu yang diam tak bergerak.


"Asal kau tahu, Saras. Beberapa hari terakhir ini, anak buahku sering melihat dua orang laki-laki mengikutimu dan Dion diam-diam." Ucap Malvino. Saras sedikit terkejut.


"Aku tidak tahu siapa wanita yang kau maksud. Dan aku juga belum tahu laki laki yang dimaksud oleh anak buahku. Karena begitu sulit untuk menyelidikinya. Tapi satu yang harus kau tahu, ada seseorang yang mungkin mengincarmu juga putraku. Aku harap kau lebih berhati-hati..!" ucap Malvino.


"Sebenarnya aku tidak terlalu peduli jika itu hanya menyangkut tentang dirimu. Tapi yang menjadi masalah adalah, sekarang kau adalah istri putraku. Suka tidak suka, aku sadar, bahwa kini Dion sangat bergantung padamu. Dia sangat mencintaimu. Aku tidak mau terjadi hal-hal yang tidak tidak pada putraku jika sampai kau kenapa-napa. Aku sudah menempatkan beberapa orang untuk menjagamu jika kamu berpergian. Tapi aku minta, kau tetap waspada. Karena kita tidak tahu, siapa orang yang sekarang kita hadapi saat ini. Sepertinya dia bukan orang sembarangan" ucap Malvino.


Saras tak bergerak. Malvino lantas berjalan menuju meja kerjanya dan duduk di sana. Ia meraih selembar kertas putih serta sebuah pensil.


"Sekarang ceritakan padaku ciri ciri fisik wanita yang kalian temui di rumah sakit itu..!" ucap Malvino pada Saras. Ia nampak bersiap untuk menggambar sketsa wajah sesuai dengan keterangan yang Saras berikan.


...****************...


Sementara itu di tempat terpisah, seorang wanita berpenampilan anggun nampak mengendarai sebuah mobil mewah berwarna kuning miliknya.


Dengan tenang, ia melesatkan kendaraannya itu menembus padatnya jalan raya ibukota, kemudian berbelok menuju sebuah stasiun kereta yang berada di salah satu sudut kota besar itu.


Mobil itu kemudian berhenti tepat di depan sebuah warung rokok yang berada di area depan stasiun tersebut. Tanpa mematikan mesin mobilnya, netra lentik berbingkai kacamata hitam itu nampak menatap lurus ke depan. Seorang pemuda berambut gondrong kemudian membuka pintu di samping kursi kemudi itu, lalu masuk dan menundukkan tubuhnya di sana.



Tanpa kata, wanita itu kembali melesetkan mobilnya meninggalkan tempat tersebut, membawa pemuda yang kini menyalakan rokoknya itu menuju sebuah rumah tak terlalu mewah yang merupakan salah satu dari banyaknya aset miliknya.


...----------------...


Selamat siang...

__ADS_1


maaf, akhir akhir ini banyak telatnya 🙈


yuk, dukungan dulu 🥰


__ADS_2