
Di kantin rumah sakit besar itu.
Saras nampak dengan telaten menyuapi suaminya. Mengisi perut Dion dengan makanan sebelum meminum obat pemberian dari dokter.
Ya, Dion baru saja selesai diperiksa oleh seorang dokter terbaik di rumah sakit itu. Setelah sebelumnya mengalami pusing hebat yang tiba-tiba muncul tanpa permisi. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa pusing yang tiba tiba menyerang Dion adalah sebuah reaksi yang muncul ketika laki laki itu tengah berusaha keras dan memaksa untuk mengingat sesuatu, namun kemampuan otaknya tidak memadai.
Saras yang sedikit penasaran tentang hilangnya sebagian memori otak Dion pun kemudian bertanya pada sang dokter, kira-kira apa yang menyebabkan Dion sampai kehilangan sebagian ingatannya. Sang dokter mengatakan, bahwa kasus yang dialami Dion kemungkinan besar terjadi akibat laki laki itu sering mengkonsumsi obat-obatan tertentu di masa lalu. Hal demikian juga dapat membuat seseorang kehilangan ingatannya.
Kini saras nampak berfikir keras, obat obatan apa yang pernah diminum Dion dimasa lalu? Hingga membuatnya menjadi seperti sekarang ini? Apa ini ada hubungannya dengan pemulihan Dion di rumah sakit jiwa dulu? Mungkin dokter di sana memberikan sesuatu pada Dion agar laki laki itu lebih tenang dulu, namun berdampak pada hilangnya sebagian memori otak Dion. Atau ini ada hubungannya dengan seorang wanita misterius mantan guru sekolah Dion itu? Ah, banyak sekali misteri dalam hidup laki laki itu..!
Saras membuang nafas kasar. Ia harus mencari tahu tentang ini semua.
.....
Saras kembali menyodorkan satu sendok berisi makanan itu ke mulut Dion. Laki laki itupun menerimanya. Sedangkan Ratih yang duduk mengelilingi bangku yang sama dengan Saras dan Dion itu justru terlihat tidak tenang. Entah mengapa ia merasa khawatir dengan kondisi Arkana. Ia takut terjadi apa-apa dengan pemuda baik hati itu.
"Ibuk kenapa sih?" tanya Adit sambil menyantap sarapan paginya yang tertunda itu.
"Gue khawatir ama kondisi anak itu." ucap Ratih yang nampak bimbang.
Saras menoleh ke arah sang ibu yang seolah begitu peduli dengan kondisi Arkana.
"Ibu kenapa sih? Arkana kan udah ditangani sama dokter. Mamanya juga udah datang. Ya udah...." ucap Saras.
__ADS_1
Ratih diam sejenak.
"Kok rasanya gue pengen nyamperin dia ya, Ras..! Gua pengen tahu kondisi dia..!" ucap Ratih.
"Ibu gak usah aneh-aneh deh..! Ibu nggak lihat apa mamanya Arka itu kayaknya nggak suka kalau kita deket-deket sama anaknya. Mungkin dimata dia kita beda kasta sama mereka. Udahlah, lagian Arkana kan juga bukan siapa-siapanya kita" ucap Saras yang seolah merasa bahwa Maya tak menyukai kehadiran nya dan Ratih.
Ratih menghela nafas panjang. Sungguh, dalam hatinya ia ingin sekali menemui Arkana dan memastikan bahwa kondisinya baik-baik saja.
Sejak awal bertemu dengan pemuda itu Ratih seolah merasa ada sesuatu yang menarik dalam diri pemuda itu. Membuat Ratih seolah begitu menyayangi laki-laki yang belum lama ia kenal tersebut. Entahlah...
"Udah deh, mending ibuk sekarang makan, daripada mikirin Arkana terus" ucap Adit. Ratih tak menjawab.
Saras melirik sekilas ke arah sang ibunda, ia kemudian menoleh kembali ke arah Dion yang berada di sampingnya lalu kembali menyuapi pria tampan itu dengan telaten
Dion menggelengkan kepalanya.
"Udah mendingan.." jawab Dion.
"Kamu kenapa sih sekarang jadi sering pusing gini? Aku khawatir tauk" ucap Saras sembari menyuapi suaminya.
Dion hanya tersenyum, ia tak menjawab.
"Saras...." ucap Dion.
__ADS_1
"Ya...." jawab wanita itu.
"Perempuan itu..." ucap Dion membuat Saras terdiam. Ia nampak memiringkan kepalanya seolah mempertanyakan apa maksud ucapan sang suami.
"Perempuan?" tanya Saras.
"Ya..! Perempuan itu, ibunya temen kamu. Yang tadi nemuin kita.." ucap Dion.
"Mamanya Arkana? Ada apa dengan mamanya Arkana?" tanya Saras.
"Kayak pernah lihat ..! Kayak nggak asing buat aku..!" ucap Dion.
Saras diam.
"Kamu tadi pusing karena coba ingat-ingat tentang mamanya Arkana?" tanya Saras.
Dion menatap lekat sang istri lalu mengangguk. Saras diam sejenak. Entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Apa perlu ia menanyakan hal ini pada Malvino?? Pikir Saras.
...----------------...
Selamat malam
up 21:28
__ADS_1
yuk, dukungan dulu 🥰😘