Terjebak Di Sarang Psikopat

Terjebak Di Sarang Psikopat
28


__ADS_3

Di meja makan....


Saras dan Dion nampak menikmati santap pagi mereka berdua. Pagi ini mereka hanya makan berdua, lantaran Malvino sejak kemarin belum pulang, entah kemana.


Dion nampak menikmati menu makan paginya itu dengan cukup lahap. Namun berbeda dengan Saras, wanita itu terlihat murung, tak bersemangat menyantap santap paginya ini.


Dion menoleh...


"kau tidak makan?" tanya Dion.


Saras diam. Tak menjawab ucapan suaminya. Ia sibuk memainkan sendok nya. Memutar mutar makanan di piringnya tanpa sudi memakannya.


"kamu kenapa?" tanya Dion lagi.


Saras menoleh ke arah sang suami. Ia nampak menunduk sambil membuang nafas kasar, seolah ragu ragu untuk mengatakan keinginannya pada pria penuh misteri itu.


"Dion...." ucap Saras.


Laki laki itu tak menjawab.


"kita udah seminggu nikah, loh. Kamu nggak ada niat ngajak aku pergi keluar,gitu?" tanya wanita itu memberanikan diri.


Sungguh, sebagai manusia normal sebenarnya ia sangat bosan dirumah terus terusan. Ia hanya sekali diizinkan pergi ke rumah ibunya. Setelah itu tidak lagi.


Kini Saras kembali jenuh. Dion pernah menuruti kemauan nya untuk memberi izin pergi ke rumah Ratih. Mungkin jika sekarang Saras meminta lagi, Dion juga akan mengabulkan permintaan wanita itu. Toh juga tidak setiap hari. Jika dilihat lihat, seperti nya laki laki itu sebenarnya cukup sayang pada Saras, hanya saja Dion tak bisa mengekspresikan nya.


"keluar kemana?" tanya pria berkacamata itu.


"ya....kemana kek..! jalan jalan, nonton, beli kuaci..! aku bosen dirumah terus...yuk, pergi yuk..." ucap Saras memohon.


"kau mau kerumah ibumu lagi?" tanya Dion.


"enggak..! maunya pergi sama kamu.." ucap Saras lagi mulai bertingkah manja.


Dion diam.


"kau sudah tahu aku tidak suka keramaian, Saras...!" ucap Dion.


"ya kan sama aku..! kita cari tempat yang nggak terlalu rame aja..! ya...bentar aja..! aki pengen pergi berdua sama kamu...pleaseee..." ucap Saras mulai merengek.

__ADS_1


"kenapa kau jadi seperti anak kecil begini..?! kau mau apa, biar aku belikan? kau mau nonton film apa, biar aku buatkan bioskop pribadi khusus untukmu sekalian, jadi kau tidak perlu keluar rumah...!" ucap Dion tegas.


Saras membuang nafas kasar. Ia nampak berdecak kesal. Padahal ia maunya pergi berdua dengan suaminya, menghabiskan waktu bersama laki laki itu di luar rumah selayaknya pasangan pengantin baru pada umumnya.


Saras menggerakkan tangannya, menyendok makanannya dengan wajah cemberut. Sesuatu yang dapat di tangkap dengan jelas oleh mata tajam Dionyz Aldari Miguel.


Dion hanya diam. Memperhatikan gerak gerik sang istri yang sepertinya kecewa padanya itu.


Sarapan pun berlanjut, tanpa ada obrolan apapun dari sepasang suami istri itu.


tak...tak...tak....


Suara langkah kaki itu terdengar mendekati meja makan. Sepasang suami istri itu lantas menoleh menatap ke arah sumber suara. Di mana di sana dua orang pria dewasa nampak berjalan ke arahnya dengan kepala terangkat dari sorot mata dingin dan tajam khas seorang Malvino Andreas Miguel dan anak buah kepercayaannya, Jason Smith.


Dion tersenyum manis. Dibalas senyuman tenang dari pria berjambang lebat yang baru saja tiba itu.


"pa..." ucap Dion manis.


"morning, boy..." ucap Malvino sembari mendekati Dion, menyentuh pundak nya dan sedikit mengusap usap nya.


"papa baru pulang?" tanya Dion.


"papa mau sarapan. Papa sangat lapar .." ucap Malvino.


Dion tersenyum.


"aku tahu .." ucapnya kemudian yang dibalas dengan senyuman oleh pria dewasa tersebut.


Sarapan kembali berlangsung. Malvino sekilas melirik ke arah sang menantu yang sejak tadi hanya diam tak berbicara.


Tiba tiba...


"pa...." ucap Dion.


"ya...." jawab Malvino.


"aku mau pergi siang ini dengan Saras.." ucap Dion membuat Malvino sedikit terkejut hingga terbatuk lantaran tersedak makanan yang berada di dalam mulutnya.


Saras dan Jason yang juga berada di ruangan itu pun ikut reflek menoleh ke arah Dion.

__ADS_1


Malvino meraih gelas panjang berisi air putih itu lalu menenggaknya. Ia kemudian mulai menetralkan ekspresi nya dan menoleh ke arah sang putra.


"kau mau pergi?" tanya Malvino. Dion mengangguk.


"kemana?" tanyanya lagi.


"jalan jalan sekitar sini aja, pa. Aku pengen nemenin Saras keluar. Kayaknya dia bosen di rumah terus .." ucap Dion manis.


Malvino diam. Ia lantas saling melempar pandangan dengan Jason yang berdiri tak jauh dari tempat duduknya.


Malvino kembali menoleh ke arah sang putra.


"kau yakin, mau pergi?" tanya Malvino.


"ya, cuma sebentar kok, pa.." jawab Dion.


Malvino mengangkat dagunya. Ia melirik ke arah Saras yang nampak tersenyum mendengar ucapan suaminya itu.


Malvino berdehem.


"baiklah, silahkan kalau mau pergi. Tapi harus tetap ada pengawal yang menjaga kamu. Dan satu lagi, kalau kamu merasa tidak nyaman, pulang. Kamu paham?" tanya Malvino.


"iya, pa.." jawab Dion.


Malvino tersenyum. Ia kembali melirik ke arah Saras. Wanita itu terlihat semakin bahagia. Sepertinya usahanya untuk mengajak sang suami lebih dekat dengan dunia luar tak sepenuhnya sia sia. Akhirnya Dion mau keluar rumah bersamanya.


...----------------...


Selamat siang....


up 11:35


yuk, dukungan dulu...


semoga bisa crazy up lagi hari ini....


Jangan lupa mampir juga kesini👇


__ADS_1


__ADS_2