Terjebak Di Sarang Psikopat

Terjebak Di Sarang Psikopat
119


__ADS_3

Sementara itu di tempat terpisah. Di saat coffee shop milik Arkana nampak ramai dipenuhi para pengunjung.


Seorang wanita cantik berhijab putih nampak melajukan motornya menuju sebuah rumah sakit tempatnya bekerja. Jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas siang. Masih ada waktu setengah jam lagi sebelum jam masuk sorenya sebagai perawat di mulai.



Xena melajukan skuter maticnya dengan tenang. Menyusuri jalanan sepi yang merupakan jalan alternatif menuju rumah sakit tempatnya bekerja itu. Gadis muda yang kini nampak mengenakan kacamata bening sebagai aksesoris itu nampak sesekali bersenandung ria guna mengusir sepi sepanjang perjalanan. Hingga...


Xena perlahan memelankan laju motornya. Dari kejauhan, samar samar ia melihat sosok tinggi dengan pakaian serba hitam berdiri di tengah jalan, menghadang laju kendaraan roda duanya. Rambutnya gondrong, badannya tinggi tegap. Ia berdiri di tengah jalan membelakangi wanita yang kini makin mendekat itu.


Xena menghentikan motornya. Ia nampak menyipitkan matanya menatap sosok laki laki yang sepertinya ia kenal itu.


"Gio?" ucap Xena.


Laki laki itu perlahan berbalik badan. Dengan sebatang rokok terapit di mulutnya, serta beberapa luka memar yang kembali menghiasi wajahnya, laki laki itu nampak menatap datar ke arah Xena.



Wanita itu menghela nafas panjang. Setelah kejadian balap liar beberapa hari lalu, ia sudah tak pernah lagi bertemu dengan Gio. Mungkin kurang lebih sudah dua minggu.


Dan hari ini, untuk pertama kalinya, ia kembali bertemu dengan pria berambut gondrong itu. Gio sengaja menunggu Xena di jalan ini. Kurang lebih sudah satu jam Gio berdiri di sana menunggu wanita yang sepertinya sudah berhasil membuat pikiran Gio kacau.


Laki laki itu berjalan mendekati Xena. Ia berdiri tepat di samping wanita cantik berhijab itu. Xena nampak menatap penuh tanya ke arah Gio. Dua pasang mata itupun bertemu. Gio mengangkat satu sudut bibirnya menatap paras cantik gadis muda yang usianya hanya terpaut satu tahun lebih muda darinya itu.


"Apa?" tanya Xena. Gio tak menjawab. Tanpa aba aba ia menggerakkan tangannya. Meraih kontak motor Xena dan mencabutnya dari tempatnya. Wanita itupun nampak melotot.

__ADS_1


"Gio! Jangan diambil! Kebiasaan!!" ucap wanita itu sembari turun dari kendaraannya, berusaha meraih kontak motor yang kini berada di tangan Gio. Xena sesekali melompat, berusaha meraih kontak motor yang kini di angkat tinggi tinggi oleh pria berparas manis itu.


"Balikin!!" ucap Xena.


Gio tak menjawab. Ia hanya tersenyum sambil bergerak mundur. Ia seolah ingin menikmati pemandangan lucu dihadapannya. Seorang gadis cantik melompat lompat bak seekor kelinci imut sambil terus menggerutu.


"Gioo!!!" rengek Xena. Gio tak menjawab. Ia terus mengulum senyum dengan satu tangan terangkat memegang kontak motor Xena, sedangkan satu tangan lainnya nampak asyik dengan rokoknya.


Xena lelah. Ia menghentikan langkahnya.


"Gio, capeeekk!!! Aku mau kerja!!!" rengek Xena lagi. Gio menghisap cerutunya lagi, lalu membuang asapnya. Ia kemudian menurunkan tangannya, mengarahkan kontak motor itu ke arah Xena. Gadis itu menggerakkan tangannya mencoba meraih kontaknya, namun Gio kembali menjauhkannya. Sepertinya pria itu sengaja ingin bermain main dengan Xena.


"Nggak lucu!" ucap Xena kesal. Gio terkekeh. Ia lantas maju satu langkah, mengikis jarak dengan Xena, lalu membungkukkan badannya, membuat wajah keduanya pun dekat.


Xena sedikit menjauh. Gio tersenyum manis.


Xena diam. Gio tersenyum lagi. Keduanya saling pandang untuk beberapa saat. Lalu.


Seettt...


Gio menegakkan posisi tubuhnya. Pria itu lantas berjalan dengan santainya menuju sekuter matic milik Xena. Ia kemudian duduk disana lalu menyalakan mesin motor itu.


"Naik!" ucap Gio.


"Apaan?!" tanya Xena kesal.

__ADS_1


"Gue anterin lu!" ucap Gio lagi tanpa menoleh ke arah Xena. Ia duduk di atas motor itu sembari menikmati rokoknya. Ia menunggu Xena naik memboncengnya.


"Nggak perlu, aku bisa berangkat sendiri!" ucap Xena.


"Ya udah, jalan kaki lu!" ucap Gio santai sembari mulai melajukan kendaraan roda itu. Membuat Xena pun kaget dibuatnya.


"Lho, tunggu!!" ucap wanita itu berteriak sembari mengejar motornya yang belum jauh melesat dari tempatku berdiri.


Gio mengulum senyum. Ia menghentikan laju motor itu lagi. Xena mendekat dengan sedikit ngos-ngosan.


"Turun nggak?!" gertak Xena.


Gio menoleh. "Naik nggak?" tanyanya santai.


"Aku bilang turun!!" bentak Xena.


"Gue bilang naik," jawab Gio tetap santai.


"Bodo'!"


"Yaudah!" ucap Gio sembari kembali memutar gas. Membuat motor itu kembali bergerak maju. Xena menjerit kesal.


"AAAAKKKKHHH!! IYA, IYA, IYA, IYA, AKU YANG NAIK!! DASAR COWOK STRES!" umpat Xena kesal.


Wanita itupun akhirnya naik dan duduk membonceng di belakang Gio. Mulutnya terus mengomel, membuat Gio justru tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


Laki laki itu kembali menghisap rokoknya untuk yang terakhir kalinya, lalu membuangnya. Kendaraan roda dua itupun lantas melaju, menyusuri jalanan yang sepi itu.


...----------------...


__ADS_2