
Kendaraan roda dua itu sampai di sebuah jalanan yang biasanya sepi disiang hari namun sering menjadi lokasi balap liar di malam harinya itu. Sorak sorai pemuda pemudi yang menyaksikan acara balap liar itu samar samar terdengar masuk ke telinga Xena yang kini dibonceng oleh Gio.
Wanita berhijab yang tak terbiasa keluar malam selain untuk bekerja itu nampak mengernyitkan dahinya.
"Gio, kamu mau bawa aku kemana?!" tanya wanita muda tersebut.
"Gue mau ngajak lu balapan!" ucap Gio dari balik helmnya.
Plakk...
Xena menepuk bahu Gio dengan cukup keras.
"Kamu ngapain bawa aku ke tempat kayak begini? Aku nggak mau!!" ucap Xena protes.
"Apasih? Bawel banget! Udahlah, nurut aja!" ucap Gio.
"Gio, aku mau pulang. Ini udah malam!" ucap Xena sembari menarik narik jaket Gio seolah minta diantar pulang.
"Bentar doang! Lu temenin gua! Ini hukuman buat lo karena udah berani ngeblok nomor gue!" ucap Gio.
"Nomor apa?!" tanya Xena tak mengerti. Gio tak menjawab. Wanita itu kemudian nampak berfikir.
"Oh, nomor itu?! Jadi yang dari kemarin miss call aku terus terusan itu kamu? Ngapain kamu kayak gitu? Kurang kerjaan banget, ya jelas lah aku blok kamu!!" ucap Xena.
"Berisik lu!" ucap Gio kesal.
"Kalau butuh temen curhat itu ngomong, sayang! Makan gengsi nggak bikin kenyang!" ucap Xena meledek, membuat Gio kesal dibuatnya
"Bawel lu, ya! Lu nggak diem gue tinggalin lu disini!" ancam Gio seolah meminta Xena untuk tutup mulut.
"Nyenyenyenyenye...!" Wanita berhijab itu menyibikkan bibirnya mengikuti ucapan Gio.
Ia lantas terdiam ketika sudah memasuki arena sirkuit balap liar itu. Dilihatnya disana sekumpulan anak muda sudah berkumpul. Bau alkohol, asap rokok, asap knalpot, semua bercampur jadi satu. Sorak sorai penonton, suara geberan motor, umpatan umpatan kasar dari pengunjung, peserta balapan serta timnya, saling bersahutan dan dapat ditangkap dengan jelas oleh telinga Xena.
Xena makin tidak nyaman. Gio melajukan motor besarnya mendekati sekumpulan anak muda rekan satu geng-nya lalu menghentikan motornya disana.
Laki laki itu kemudian melepas helmnya, ia melakukan tos dengan kawan kawannya yang sudah menunggu disana sejak tadi. Sedangkan Xena yang berada di jok belakang motor itu hanya diam sambil menunduk seolah tak berani menatap pria-pria dengan mulut yang sedikit kotor itu.
Xena manarik jaket Gio lagi.
"Apa sih?!" tanya Gio sedikit jengkel menghadapi Xena yang rewel sejak tadi.
"Pulang!" rengek Xena dengan mata yang terlihat sedikit mengembun.
__ADS_1
"Entar dulu! Gue mau ngajakin lu nonton gue balapan dulu. Lu semangatin gue dulu, abis itu baru gue antar lu pulang!" ucap Gio. Xena hanya bisa mendengus kesal. Sedangkan balapan untuk Gio belum di mulai. Malam ini Gio akan menghadapi salah seorang anggota dari sebuah geng motor yang diketahui bernama Black Moon itu. Sebuah perkumpulan anak muda pecinta motor besar yang diketuai oleh pria yang berprofesi sebagai penyanyi muda yang cukup dikenal di kalangan remaja bernama Galaksi.
Dulu, Black Moon cukup di kenal di kota itu, namun bukan dari prestasi ataupun hal hal positifnya, melainkan dari aksi aksi arogan dan para anggotanya yang sering tersandung kasus. Mulai dari tawuran, narkoba, balap liar, dan sebagainya. Namun seiring berjalannya waktu kabar tentang Black Moon yang berulah makin tak terdengar. Sebagian dari anggotanya hilang tanpa kabar. Mulai dari yang bernama Gerald yang memutuskan keluar dari genk tanpa alasan yang jelas, hingga sang leader, Galaksi, yang memilih mendalami karir keartisannya dan dikabarkan akan segera melangsungkan pernikahan dengan seorang gadis yang tak pernah diperkenalkan ke publik. Kabarnya sih, calon istrinya adalah seorang pengajar. Namun entahlah, tak ada yang tahu pasti akan hal itu.
Gio nampak bersiap siap. Sedangkan Xena nampak tak bergerak dari tempat duduknya. Laki laki berambut gondrong dengan helm full face hitam itu kemudian menoleh ke arah gadis berhijab tersebut.
"Lu nggak turun?" tanya Gio.
"Hah?" tanya Xena bingung. Ia benar benar tak tahu harus bagaimana di tengah tengah pemuda pemudi yang sebagian tengah dalam kondisi mengkonsumsi minuman keras itu.
Gio tersenyum. "Atau mau ikut gue aja?" tanya pria itu. Xena buru buru menggelengkan kepalanya cepat.
"Ya udah, makanya turun. Lu semangatin gue, kalau gue menang, lu minta apa aja gue turutin!" ucap Gio.
Xena tak menjawab. Ia tidak nyaman dengan tempat ini. Membuatnya seolah tak begitu memperdulikan segala omong kosong yang Gio ucapkan. Xena lantas turun. Ia bergabung dengan beberapa pemuda pemudi disana. Mendekati sekumpulan penonton yang ada perempuannya. Lantaran kebanyakan yang berada di sana adalah laki laki.
Gio menempatkan diri dan kendaraan roda duanya di belakang garis start. Tepat di samping seorang pemuda lain berjaket hitam dengan logo bertuliskan Black Moon di bagian punggungnya. Pemuda itu diketahui bernama Wisnu, pria yang akan menjadi lawan Gio malam ini.
Xena nampak meremas jaket coklatnya di bagian dada. Entah mengapa ia tiba tiba merasa khawatir. Ia tak terbiasa nonton balapan. Apalagi ini balap liar. Ia takut terjadi sesuatu lagi dengan Gio.
Xena masih sibuk memperhatikan laki laki gondrong itu. Tiba tiba...
Buughh...
"Eh, maaf, kak. Nggak sengaja," ucap wanita cantik berkulit putih dengan rambut panjang itu.
Xena mengulum senyum. "Nggak apa apa, Kak" ucap Xena. Wanita cantik itu kemudian tersenyum manis. Kedua wanita itu kemudian mulai mengarahkan pandangan mereka ke arah sirkuit balap.
Sorak sorai penonton menggema. Pertandingan akan segera dimulai. Gio dan Wisnu sudah bersiap di posisi. Wanita cantik berkulit putih itu nampak santai menyeruput es nya. Sedangkan Xena nampak menatap khawatir ke arah Gio.
Laki laki yang sudah bersiap di posisinya itu lantas menoleh ke arah Xena. Ia menggerakkan tangannya, mengacungkan jari tengah dan telunjuknya yang rapat itu ke arah Xena seolah tengah memberikan tembakan untuk wanita cantik itu.
Xena diam diam mengulum senyum. Ia mengangkat tangan kanannya yang mengepal itu rendah, seolah memberikan semangat untuk pria yang sebentar lagi akan mulai balapan itu.
Wanita di samping Xena nampak menoleh ke arah gadis berhijab putih tersebut.
"Pacarnya?" tanya wanita itu.
Xena menoleh.
"Bukan," jawab Xena.
__ADS_1
"Calon suami?" tanyanya lagi.
"Bukan juga. Cuma teman," jawab Xena lagi.
Wanita itu mengangguk. "Memang semua berawal kalau nggak dari teman, ya musuh. Setelah itu jadi pacar." ucap wanita itu sambil tersenyum membuat Xena diam.
Wanita cantik itu kemudian mengulurkan tangannya. "Saya Pelangi," ucapnya.
Xena tersenyum lembut lalu menyambut uluran tangan itu. "Saya Xena."
"Nama yang bagus," ucap Pelangi.
"Nama kamu juga lucu," sahut Xena.
Keduanya diam sesaat menatap ke arah garis start.
"Kamu, sering kesini?" tanya Xena pada Pelangi.
"Jarang. Kebetulan malam ini diajak calon suami saya, nonton teman temannya balapan," ucap Pelangi. Xena mengangguk.
"Terus, mana orangnya?" tanya Xena.
"Tuh," jawab Pelangi sembari menunjuk ke arah sekumpulan pemuda berjaket hitam bertuliskan Black Moon di punggungnya, yang nampak berdiri bergerombol tepat di samping Wisnu, lawan tanding Gio.
Xena terdiam.
"Itukan Galaksi? Penyanyi itu?" batin Xena. "Jadi perempuan ini pacarnya yang nggak pernah di publish itu?"
Xena diam sejenak, lalu menoleh ke arah Pelangi. Wanita itu nampak melambaikan tangannya ke arah Galaksi, yang kemudian disambut dengan sebuah senyuman manis dari pria di seberang jalan itu.
Seorang wanita berpenampilan serba mini lantas mendekati dua pemuda yang sudah bersiap untuk melakukan pertandingan balap liar itu. Dengan sebuah bendera di tangan, ia nampak berdiri dengan percaya diri tepat di tengah tengah garis start.
Bendera diangkat.
"Ready?" ucap wanita itu. Gio dan Wisnu mulai mengambil ancang-ancang. Sorot mata kedua pemuda itupun menatap lurus ke depan.
"3...2...1...GO!!!"
Kedua kendaraan beroda dua itu melesat bak angin topan diiringi sorak sorai penonton disana. Xena nampak mengepalkan tangannya tepat di depan dada seolah berdoa. Wajahnya nampak khawatir. Ia takut terjadi sesuatu lagi pada Gio. Hal yang wajar dirasakan oleh seorang wanita yang baru pertama kali menyaksikan orang yang ia pedulikan melakukan aksi yang cukup berbahaya itu.
...----------------...
__ADS_1