Terjebak Di Sarang Psikopat

Terjebak Di Sarang Psikopat
126


__ADS_3

MalvinoπŸ‘‡



"Kau adalah putriku!"


Deeghh...


Xena membelalakkan matanya dengan mulut yang nampak terbuka. Siapa yang tak terkejut?! Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba saja Malvino datang ke panti asuhan tempat tinggal Xena setelah sebelumnya merampas cincin milik wanita itu ketika berada di rumah sakit. Kemudian kini, tanpa basa basi tiba-tiba saja Malvino mengatakan bahwa Xena adalah putrinya! Apa maksudnya ini? Putri darimananya?!!


Xena masih diam tak bergerak menatap paras gahar pria dewasa itu. Malvino kembali menyesap rokoknya dan membuang asapnya.


"Cincin itu adalah cincin yang kuberikan pada mantan kekasihku dulu. Rihanna, yang sekarang lebih dikenal dengan nama Maya, aku yakin kau mengenalnya!" ucap Malvino dingin sembari menoleh ke arah wanita muda nan cantik itu.


Xena masih diam tak bergerak. Malvino kemudian mulai menceritakan tentang kisah masa lalunya dengan Maya alias Rihanna. Tentang hubungan mereka yang terjalin cukup lama namun pada akhirnya berpisah karena Maya melahirkan anak perempuan, bukan laki laki seperti yang Malvino harapkan.


Lalu bagaimana perasaan Xena?


Tentu saja ia terkejut. Tak ada angin tak ada hujan tiba tiba saja laki laki itu datang dan mengaku sebagai ayah kandungnya. Selain itu dengan gamblang dan seolah tanpa rasa bersalah laki laki itu mengatakan bahwa ia memilih mengakhiri hubungannya dengan Maya karena wanita itu melahirkan anak perempuan, anak yang tidak ia inginkan. Karena pada saat itu ia hanya butuh anak laki-laki, dan lahirlah Dion dari rahim wanita yang tak jelas kini dimana rimbanya.


Siapa yang tak sakit hati? Anak mana yang tidak terluka hatinya mendengar ucapan seperti itu? Jadi ia dibuang karena tidak diinginkan. Jadi ia dibuang karena ia dianggap tidak diperlukan dalam kehidupan kedua orang tuanya. Ayahnya membuang ibunya, kemudian ibunya yang sakit hati membuang dirinya. Ia lahir dari sebuah hubungan yang tidak sah. Dari sebuah perbuatan yang hina di mata agama dan negara.


Xena memejamkan matanya. Air matanya menetes deras tak terbendung. Sakit sekali. Malvino yang kini duduk di sampingnya itu hanya diam. Menatap datar ke arah wanita cantik yang kini menangis tersedu sedu itu. Laki laki itu masih menampakkan wajah dingin dan datar, seolah tak tersentuh oleh air mata Xena yang notabene adalah anak kandungnya.

__ADS_1


"Sudahi tangisanmu!" ucap Malvino dengan mode dinginnya membuat Xena justru makin sesenggukan.


"Aku datang kemari hanya untuk menawarkan sesuatu padamu. Aku tahu aku salah. Karena perbuatanku, kau harus terlempar ke panti asuhan yang kecil ini." ucap Malvino.


"Aku akan menebus semua dosa-dosaku. Aku akan memberikanmu uang dan fasilitas yang lebih baik dari ini. Ikutlah denganku! Tinggallah bersamaku! Dan aku akan menjamin kebahagiaanmu!" ucap Malvino.


Xena menoleh ke arah pria itu. Ia tertawa sumbang di balik tangisannya.


"Untuk apa?" tanyanya membuat Malvino diam.


"Bukankah Tuan tidak menginginkan saya? Bukankah Tuan tidak memerlukan anak perempuan? Lalu untuk apa sekarang anda mengajak saya ikut dengan anda? Bukankah anda sudah punya anak laki-laki yang bisa anda banggakan?" tanya Xena dengan air mata banjir.


"Panti ini memang kecil. Panti ini memang tidak semewah rumah anda. Tapi di sini saya menemukan kebahagiaan. Di sini saya menemukan keluarga. Di sini saya menemukan orang-orang yang bisa menerima saya. Di sini saya menemukan orang orang yang mau memungut saya dari pinggir kali dan membesarkan saya dengan setulus hati tanpa peduli dari rahim dan benih siapa saya tercipta!" ucap Xena.


"Bukankah anda yang membuang ibu saya? Membuat saya yang tidak tahu apa-apa pun terlempar ke tempat ini?!"


Malvino diam tak bergerak.


"Harta? Uang? Kemewahan?!"


"Untuk apa semua itu jika dalam hati anda saja anda tidak pernah mengharapkan kelahiran saya!" tanya Xena menggebu gebu.


"Bukan begitu......" ucap Malvino terpotong.

__ADS_1


" Anda membuang saya!! Bukan begitu yang seperti apa?!!" tanya Xena dengan suara mulai meninggi.


"Jika anda memang menginginkan saya, jika memang anda menganggap saya anak anda, anda tidak perlu datang kemari setelah dua puluh empat tahun saya tinggal di sini. Kemana saja anda selama ini?! Untuk apa anda datang lagi ke kehidupan saya jika hanya ingin menceritakan tentang ketidaksukaan anda atas kelahiran saya? Untuk apa?!!"


"Saya lebih baik tidak mengenal anda sebagai ayah saya, daripada saya harus mengenal anda dengan segala pemikiran anda di masa lalu! Apa anda tidak berpikir betapa sakitnya saya?!" tambah Xena dengan air mata mengalir deras.


"Sudah kubilang, aku datang untuk menebus dosa dosaku!" ucap Malvino tetap dengan mode tenangnya. Namun entah, bagaimana perasaan dalam hatinya.


Xena menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu. Jika dengan memberikan saya fasilitas yang mewah dapat anda sebut dengan penebusan dosa, maka ada salah! Jika anda ingin menebus dosa-dosa anda, maka meminta ampunlah pada Tuhan. Dan jika anda ingin meminta maaf pada saya, cukup dengan tidak menemui saya dan biarkan saya bahagia di sini!"


"Ini rumah saya. Ibu panti dan anak-anak panti adalah keluarga saya. Saya terlahir di tengah-tengah air yang mengalir di sungai kotor itu. Saya tidak punya ayah dan ibu!!" ujar wanita itu kemudian berlalu pergi meninggalkan Malvino sembari mengusap lelehan air matanya yang semakin deras mengalir.


Malvino diam. Suara lantangnya yang memanggil manggil nama Xena seolah tak digubris oleh gadis muda itu. Niatnya datang ke panti asuhan untuk menebus kesalahannya pada sang putri justru tak berbuah manis. Xena justru sakit hati. Entah bagaimana setelah ini. Malvino tak tahu. Apakah ia akan membiarkan Xena tetap berada di panti ini, atau membawanya pulang meskipun dengan paksaan. Ia sudah membuat Rihanna gila, entah mengapa kini si penjahat kelas kakap itu berfikir, ia tak mau putrinya menderita jauh dari jangkauan nya. Ia ingin membahagiakan putrinya. Namun sepertinya, Malvino kurang pandai mengekspresikan kasih sayangnya.


...----------------...


Selamat malam


up 20:16


yuk, dukungan dulu

__ADS_1


mampir sini juga ya, yang nggak terlalu tegang..πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



__ADS_2