Terjebak Di Sarang Psikopat

Terjebak Di Sarang Psikopat
71


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Setelah sempat dirawat di rumah sakit beberapa hari, kini Arkana sudah kembali beraktivitas seperti sedia kala.


Pagi ini, untuk pertama kalinya setelah beristirahat pasca sakitnya, Arkana kembali bekerja seperti sedia kala. Dengan mengendarai motor besarnya, pemuda tampan itu berangkat menuju coffee shop miliknya setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya.


Sekitar lima belas menit perjalanan dari rumahnya, Arkana sampai di sebuah coffee shop yang merupakan tempat usahanya bersama sahabat dekatnya itu.


Arkana mematikan mesin motor itu kemudian melepaskan helmnya. Fokus matanya langsung tertuju pada sebuah kendaraan roda dua yang terparkir tak jauh dari tempatnya berada saat ini. Sebuah motor besar berwarna biru dengan helm berwarna senada berada di atasnya.


Sebuah senyuman lebar mengembang di bibir Arkana. Ia hafal betul motor itu. Itu adalah motor milik sahabatnya yang sudah hampir dua minggu tak ada kabarnya.


Ya, itu motor Gio..!


Dengan segera Arkana turun dari kendaraan nya. Ia kemudian setengah berlari menuju coffee shop miliknya itu.


Krieeettt..


Pintu kaca itu terbuka. Dilihatnya di sana seorang pria berambut gondrong nampak berada di belakang meja barista. Melayani seorang pengunjung dengan wajah datar khasnya sembari menggunakan celemek berwarna coklat disana.


Arkana nampak berbinar. Akhirnya kawannya itu muncul kembali ke permukaan setelah tertelan lumpur bumi.


Arkana berbinar. Pria yang baru saja sembuh dari sakitnya itu kemudian setengah berlari lalu melompat, menabrakkan tubuhnya pada punggung kokoh Gio. Membuat pria gondrong itu setengah terkejut sembari mengumpat.


"Anj....!!" ucap Gio pelan lantaran reflek. Arkana mengacak acak rambut dan wajah Gio sesuka hatinya tanpa melepaskan senyumannya.


"Keluar juga lu dari goa..!" ucap Arkana.


"Anj*nk lu..! Kaget gua, bangs*t..!" ucap Gio pada sahabat terbaiknya itu.


Arkana tak menjawab. Ia terlalu bahagia melihat kemunculan pria yang sudah lama menghilang dari pandangannya itu.

__ADS_1


"Gue kira lu udah mati, c*k..! Gila, makin ganteng aja lu sekarang..!" ucap Arkana sembari kembali mengacak acak rambut gondrong pria itu.


Gio tak menjawab. Ia ikut tersenyum melihat reaksi Arkana yang seolah begitu merindukannya itu. Arka lantas meraih celemek yang berada di sana. Kemudian memulai bekerja bersama sang partner yang sudah lama menghilang itu.


...****************...


Sementara itu di tempat terpisah.


Wanita cantik dengan tank top abu abu dan celana pendek berwarna putih tulang itu nampak setengah berlari menuruni tangga rumahnya dengan wajah yang terlihat riang.


Sebuah ponsel berada di tangannya. Ia berjalan menuruni tangga sambil memanggil-manggil nama sang suami.


"Dion...!!" ucap Saras namun tak mendapat jawaban dari laki laki tampan itu.


Saras berjalan menuju ke kolam renang, tempat dimana suara deburan air terdengar disana.


Wanita itu kemudian tersenyum. Dilihatnya di sana Dion nampak asyik menggerakkan tubuhnya, menyelami air jernih itu seorang diri.


Dion terlihat begitu asyik dengan air yang sangat jernih itu. Ia kemudian menggerakkan tubuhnya, berbalik haluan mendekati sang istri saat menyadari kehadiran wanita cantik kesayangannya itu.



Kepala itu muncul ke permukaan. Dipeluknya kedua kaki jenjang terjun ke air itu Dan meletakkan kepalanya di paha mulus milik sang istri.


"Apa?" tanya Dion.


Saras tersenyum manis. Ia lantas menunjukkan layar ponsel yang memperlihatkan room chatnya dengan seorang calon pembeli lukisannya.


"Ada yang mau beli lukisan kamu lagi..!!"ucap Saras berbinar goyang-goyangkan tubuhnya tak bocah yang tengah kegirangan.


Dion tersenyum lucu melihat tingkah wanitanya itu.

__ADS_1


"Besok dia ngajakin ketemu. Dia mau borong dua sekaligus..!!" ucap Saras lagi.


Dion tak menjawab. Raut wajah bahagia Saras jauh lebih menggembirakan baginya, dibandingkan kabar terjualnya salah satu lukisan miliknya itu.


"Kamu seneng nggak sih? Kok diem aja..?!" tanya Saras pada dion hanya tersenyum tanpa memberikan respon bahagia padanya.


Dian lantas membenamkan wajahnya diantara kedua belah paha wanita cantik itu.


"Kan yang jual kamu. Kamu senang aku ikut senang. Aku udah punya banyak uang tanpa perlu jual-jual lukisan" ucap Dion sambil menggerak gerakkan kepalanya di sana.


Saras mengangkat satu sudut bibirnya sinis.


"Nggak asik..!" ucap wanita itu kemudian.


Dion kembali mengangkat kepalanya sambil tersenyum.


"Mau ikut berenang?" tanya Dion.


"Nggak bisa renang..! Takut kelelep..!" ucap wanita itu.


Dion tergelak.


"Udah sana, berenang lagi..! Aku mau cari duit..!" ucap Saras sembari kembali memainkan ponselnya. Dion terkekeh lagi. Dengan gemasnya ia menggigit paha mulus wanita itu. Membuat Saras sedikit terjingkat dibuatnya. Dion menggerakkan tangannya. Memercikkan air kolam renang itu ke arah Saras membuat wanita itu memekik lagi. Keduanya pun lantas tertawa bersama sama. Bercanda berdua di kolam renang pribadi kediaman mereka.


...----------------...


Selamat siang


up 11:57


yuk, dukungan dulu 🥰😘😘

__ADS_1


__ADS_2