Terjebak Di Sarang Psikopat

Terjebak Di Sarang Psikopat
64


__ADS_3

Malam menjelang. Saat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam..


Setelah seharian menghabiskan waktu di rumah salah satu temannya, remaja enam belas tahun adik dari Saras itu terlihat berpamitan pada seorang wanita paruh baya, ibu dari salah satu teman sekolahnya. Sejak pulang sekolah hingga saat ini jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Adit belum juga pulang ke rumahnya. Ia asyik menghabiskan waktu di rumah salah satu temannya dengan bermain game.


Anak muda enam belas tahun itu lantas berpamitan. Melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil mewahnya dan segera tancap gas pergi dari tempat tersebut.


Kondisi jalanan malam ini tak terlalu ramai. Adit yang memang sudah terbiasa melakukan balap liar pun melajukan kendaraan roda empatnya itu dengan cukup kencang. Tak lupa, musik diputar dengan cukup kencang oleh anak muda tersebut. Menemani sepanjang perjalanannya menuju kediaman megah pemberian Malvino.


Kendaraan roda empat itu terus melaju dengan cukup kencang. Hingga tiba tiba...


Tiiinn.............


Ciiiiiiiiiiiiitttttttt........


Sebuah mobil box tiba tiba muncul dari sebelah kanan. Tepat dari sebuah jalan pertigaan yang berada disana. Kemampuan balap liar Adit diuji. Dengan segera pemuda itu reflek membanting setir nya ke sebelah kanan.. Membuat kendaraan yang pemuda itu tumpangi berputar-putar searah jarum jam dan menabrak sebuah pohon besar di pinggir jalan. Kendaraan roda empat berwarna merah itupun ringsek di bagian belakangnya akibat terbentur dengan pohon besar di sana.


Adit memekik. Kepalanya terbentur setir mobil mewahnya. Beberapa serpihan kaca yang pecah juga nampak mengenai tubuhnya. Adik Saras itu meringis, merasakan pusing akibat benturan keras di kepalanya.


"Aakkhh...!!" ucapnya.


Pemuda itu lantas membuka pintu mobilnya dengan mata yang sesekali terpejam.


Adit keluar dari kendaraan roda empatnya itu sambil memegangi kepalanya. Jalannya sedikit sempoyongan. Darah mengalir dari pelipis dan keningnya.


Dilihatnya mobil mewah itu nampak rusak di bagian belakangnya hingga mengeluarkan asap. Adit mengumpat hebat melihat kondisi kendaraan mewah kesayangannya itu. Ia kemudian menoleh ke arah sebuah mobil box yang nampak berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Bagian samping mobil itu juga terlihat rusak. Namun mesinnya masih menyala.

__ADS_1


Adit menatap bengis kendaraan besar itu. Ia berdiri dengan berani menatap ke arah mobil yang menjadi biang keladi atas kecelakaan yang menimpanya malam ini. Adit yang berdarah darah itu nampak berdiri tanpa gentar. Matanya melotot seolah menantang dua orang yang berada di kursi kemudi kendaraan tersebut.


"Woi..! Turun lu berdua, anj*ng..! Tanggung jawab..! Mobil gua rusak..! Turun lo semua..!!" teriak remaja yang emosinya masih labil itu.


Sebuah seringai iblis ditampilkan oleh dua pria yang berada di dalam mobil box itu. Alih-alih turun untuk menemui Adit dan meminta maaf, salah seorang pria yang duduk di kursi kemudi itu justru mengambil ancang-ancang dan bersiap untuk tancap gas.


Adit yang masih labil pun nampak murka. Dengan berani ia berjalan mendekati mobil box yang masih menyala mesinnya itu. Niatnya ingin menemui si pengemudi mobil box tersebut dan memaki makinya. Namun baru beberapa langkah ia berjalan, tiba-tiba Adit pun berhenti.


Mobil itu bergerak ke arahnya. Adit melotot. Si pengemudi itu seolah tak punya otak. Ia melajukan kendaraan besar itu dengan kecepatan tinggi mendekatkan Adit. Adit yang yang menyadari pergerakan mobil besar itu pun kemudian melotot. Dengan segera ia berbalik badan, dan berlari sekencang mungkin menghindar dari kejaran mobil berukuran besar itu.


"Anj*nk lu...!! Bangs*t...!!!" teriak Adit di sela sela larinya.


Dan.....


Adit melompat ke semak-semak di pinggir jalan. Menghindari kejaran mobil box yang melaju ugal-ugalan itu.


Adit meringis. Lengannya membentur sebuah batu besar di sana. Membuatnya makin babak belur malam ini. Sedangkan mobil box yang hampir mencelakai nya itu kini sudah melesat pergi meninggalkan tempat tersebut.


Adit mengerang kesakitan di semak semak itu. Dengan sudah payah ia bangkit sambil memegangi lengannya yang cidera. Dia berjalan menuju mobilnya yang nampak mengenaskan itu. Posisinya cukup jauh dari tempatnya terjatuh saat ini.


Adit tak henti merintih. Entah bagaimana caranya ia pulang malam ini. Mobil rusak, tangannya sakit, kepalanya pusing, darah mengucur di mana-mana. Pemuda itu benar-benar remuk malam ini.


Buughh...


Adit menjatuhkan tubuhnya di samping mobilnya yang hancur itu. Ia merosot, mendudukkan tubuhnya di aspal jalan yang sepi itu dengan kaki terjulur lurus. Di tengah kekalutan dan rasa sakit yang menderanya, ia merogoh saku celananya. Mengambil sebuah benda pipih dari sana, berniat untuk menghubungi sang kakak.

__ADS_1


Baru saja ia mencari nomor Saras dan berniat untuk menghubungi wanita bersuami itu. Tiba-tiba sebuah motor besar nampak mendekat. Berhenti di samping Adit yang kesakitan.


Remaja itu mendongak. Si pengendara motor yang sepertinya laki laki itu lantas turun dari kendaraannya. Kemudian melepas helmnya dan mendekati Adit.


"Adit...!!" ucap pria itu, Arkana.


"Kak Arka..!" ucap remaja itu.


"Lu kenapa?" tanya Arkana yang tengah dalam perjalanan pulang itu kaget. Laki-laki itu berjongkok, menyentuh tubuh Adit seolah ingin memastikan kondisi adik dari Saras itu


"Gue habis kecelakaan, kak..!" ucap Adit sambil meringis kesakitan.


"Astaga, kok bisa sih?" ucap Arkana. Adit tak menjawab.


"Ya udah, gue bawa lo ke rumah sakit aja..! Naik motor gua..!" ucap Arkana kemudian.


Adit hanya mengangguk. Ia kemudian mengikuti langkah Arkana, naik ke atas motor besar itu untuk pergi menuju rumah sakit terdekat.


...----------------...


Selamat malam


up 19:44


yuk, dukungan dulu 🥰😘

__ADS_1


__ADS_2