Terjebak Di Sarang Psikopat

Terjebak Di Sarang Psikopat
70


__ADS_3

Malam menjelang...


Di atas ranjang luas milik Dion dan Saras. Sepasang suami istri itu nampak saling berpelukan di bawah selimut tebal mereka. Tubuh keduanya sudah sama sama polos. Saras menggunakan dada bidang suaminya itu sebagai bantal, sedangkan sebelah tangan Dion nampak mengusap usap lembut rambut Saras, dan satu tangannya kini terlihat memainkan tombol pink kecoklatan yang berada di pucuk benda kenyal milik sang istri.


"Saras...." ucap Dion.


"Ya..." jawab wanita itu sambil memainkan ponselnya. Membalas pesan dari seseorang yang sejak siang tadi menghubunginya, bertanya tanya mengenai salah satu lukisan milik Dion yang ia posting di aplikasi jual beli online.


"Apa disini sudah ada calon anakku?" tanya Dion sambil menggeser posisi tangannya yang semula memainkan pucuk pay*dara Saras, kini bergerak mengusap usap lembut perut rata wanita cantik itu.


Saras mendongak. Ia nampak menatap lekat paras tampan itu sambil tersenyum samar. Sudah satu minggu ini Saras berhenti mengkonsumsi pil KB yang ia sembunyikan di lemari nakas nya. Entahlah, semenjak Dion meminta anak, Saras jadi malas minum pil itu.


Dion nampak tersenyum manis. Dibelainya pipi mulus wanita itu dengan lembut.


"Kamu bener bener pengen punya anak dari aku?" tanya Saras.


Dion tersenyum lagi.


"Ya iyalah..! Masa iya aku bercanda..!" ucap Dion. Saras terkekeh.


Laki laki itu kemudian menggerakkan satu tangannya, menyelinap masuk ke bawah bantal dan mengambil sesuatu dari sana.


"Kamu nggak nyariin ini?" tanya Dion lagi sembari menunjukkan satu setrip pil KB yang sudah nampak terbuka beberapa butir.


Saras terbelalak. Ia nampak sedikit terkejut melihat benda yang berada di tangan Dion. Wanita itu kemudian menegakkan kepalanya, lalu menggerakkan tangannya hendak merampas pil KB yang berada di tangan suaminya itu. Namun Dion justru menjauhkannya dari jangkauan Saras.


"Kok ini bisa ada di kamu?!" tanya Saras yang memang sudah sejak seminggu terakhir tidak membuka lemari nakas miliknya.


Dion terkekeh.


"Ngapain pakai kayak ginian segala? Hemm?" tanya Dion sembari mengetuk ngetuk pucuk hidung Saras dengan setrip pil KB itu.

__ADS_1


Saras nampak menunduk. Ia bingung harus menjawab apa. Mengingat alasannya menggunakan pil KB adalah karena ia belum siap untuk memiliki anak dari Dion yang notabene belum bisa mengendalikan emosinya kala itu. Tak seperti sekarang di mana dion jauh lebih terarah dan lebih bisa dikendalikan oleh Saras.


Saras menjatuhkan tubuhnya di dada bidang sang suami. Lalu mulai mengeluarkan jurus bermanja manjanya disana.


"Ya, belum pengen aja. Aku kan masih muda. Maaf..." ucap Saras.


Dion berdecih. Saras mendongak lagi menatap paras tampan itu dalam jarak yang cukup dekat.


"Tapi aku udah nggak minum itu kok..! Udah semingguan..! Beneran..! Kalau ini nanti jadi anak ya nggak apa apa. Aku udah nggak minum itu lagi. aku aja nggak tahu kalau itu udah ada di tangan kamu. Soalnya aku udah nggak pernah buka buka lemari itu lagi" ucap Saras.


Dion terkekeh. Ia melempar pil itu asal hingga tergeletak di lantai. Lalu merengkuh pinggang sang istri dengan posesif.


"Aku tahu. Aku tahu semuanya..! Nggak apa-apa. Tapi yang penting, sekarang aku nggak mau kamu mengkonsumsi pil itu lagi. Aku mau ada anak diantara kita. Kamu mau kan mengandung benihku?" tanya Dion tanpa melepaskan pandangannya dari paras manis wanita dengan rambut bergelombang itu. Saras tersenyum manis lalu mengangguk yakin.


Dion pun ikut tersenyum manis. Ia lantas melepaskan pelukannya atas Saras, tubuhnya di atas ranjang itu dalam posisi terlentang.


"Kerja, gih..!" ucap Dion.


"Kerja?" tanya Saras.


"Naik..!" ucapnya.


Saras nampak menoleh ke arah sang suami yang sudah tak berbusana itu. Ia kemudian dengan ragu ragu pun menuruti perintah suaminya.


Saras bergerak, mendudukkan tubuhnya di atas perut sang suami. Dion tersenyum menyaksikan pemandangan berupa lekukan indah dengan dua benda menonjol yang terlihat menggoda di atasnya itu.


Kedua tangan kekar itu bergerak mengusap-usap lembut paha mulus sang istri sambil menggaruk-garuknya lembut.


Saras tersenyum. Mulai menggeliat mendapati gerakan yang demikian dari sang suami. Tangan kekar itu bergerak lagi. Dari paha, ia merayap, meraba pinggang lalu naik ke dada. Merem*s-rem*s benda indah itu sambil sesekali memutar jarinya di ujung tombol berwarna pink kecoklatan tersebut.


Saras memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya. Tangan ramping itu bergerak menyentuh dada bidang Dion sambil sesekali ikut merem*snya. Hawa panas merasuki tubuh sepasang suami istri itu.

__ADS_1


Cukup lama Dion bermain-main dengan benda indah tersebut. Laki-laki itu kemudian meraih pinggul sang istri, kemudian sedikit mendorongnya kedepan seolah memintanya untuk sedikit maju mendekati wajahnya.


Saras hanya menurut. Ia bergerak maju masih dalam posisi duduk, sesuai permintaan suaminya. Saras sedikit mengangkat pinggulnya. Membiarkan sesuatu menari nari di liang sempitnya. ******* habis benda yang kini mulai basah itu hingga kenyang.


Saras menggeliat. Pinggul itu bergerak gerak seolah meminta lebih. Tangan pria itu kembali terulur. mengusap dan menjelajah setiap inchi kulit wanita yang kini dalam kondisi polos itu.


Puas dengan posisi itu, Dion kemudian mendorong sang istri untuk menjauh darinya. Laki-laki itu kemudian mengubah posisinya. Merentangkan kedua lengannya sambil menatap lapar ke arah sang istri, seolah meminta wanita itu untuk kembali bekerja di atas tubuhnya.


Saras paham. Ia mengubah posisinya. Duduk di ujung kaki laki-laki berparas tampan itu. Wanita itu kemudian membungkuk, merangkak, berjalan menyusuri tiap inci kulit laki-laki itu dari ujung kaki, naik ke betis, lalu ke paha, melewati sebuah benda yang sudah berdiri tegak di sana tanpa memainkannya. Hanya sentuhan tangan naik turun yang lembut yang ia berikan pads benda itu.


Wanita itu lantas bermain-main sebentar di area perut bagian bawah laki-laki itu. Ia memberikan gigitan gigitan kecil, menyesap, dan meninggalkan sebuah bekas berwarna merah keunguan disana.


Dion memejamkan matanya. Merasakan sensasi yang luar biasa yang selalu Saras sajikan disetiap malamnya. Wanita itu menyapu bagian perut berotot sang suami. Membuat area tubuh yang semula kering itu kini menjadi sedikit basah akibat ulah bibir dan lidahnya.


Wanita itu kemudian naik. Kembali memainkan benda elastis berwarna merah muda dalam mulutnya itu, berputar-putar di sebuah tombol kecil di tengah-tengah bongkahan besar dada bidang Dionyz Aldari Miguel.


Suara-suara indah terdengar dari bibir laki-laki itu. Saras tak berhenti sampai di situ. Ia kemudian naik lagi menyesap ceruk leher hingga daun telinga pria berkulit putih tersebut. Dion panas. Saras sangat lihai memancing birahinya. Sepertinya ilmu itu ia dapatkan dari wanita wanita malam di tempat kerjanya dulu.


Dion makin memburu. Kemudian dengan satu gerakan ia memeluk wanita itu. Menerkamnya dengan buas, kemudian membalik posisi mereka. Menindih tubuh wanita cantik itu hingga berada di bawahnya.


Pergulatan panas pun terus berlanjut. Keduanya menghabiskan malam mereka dengan adegan mesra selayaknya sepasang suami istri yang selalu mereka lakukan di setiap malamnya.



...----------------...


Selamat malam


up 19:21


yuk, dukungan dulu 🥰😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2