Terjebak Di Sarang Psikopat

Terjebak Di Sarang Psikopat
17


__ADS_3

Pagi menjelang....


Saat mentari mulai naik, dan sudah menunjukkan pukul enam pagi,


Wanita cantik yang pagi ini akan menjadi seorang pengantin itu nampak duduk bersimpuh di atas lantai yang dingin. Kepalanya terbenam diantara paha dan dadanya. Pikirannya melayang kemana mana. Membayangkan nasibnya setelah ini.


Ribuan penyesalan menggelayuti nya. Tentang kebodohan nya yang dengan gampangnya tergoda iming iming uang yang berlebih dari seorang pria yang bahkan ia tahu bukanlah pria baik baik.


Niatnya menyelamatkan ibu dan adiknya dari cengkraman sang ayah tiri yang kejam justru membuatnya kini terjebak di sarang pria gila dengan sejuta hal mengerikan yang menyelimuti nya.


Ya, Dion yang ia kira adalah pria yang bisa ia manfaatkan untuk mengangkat derajatnya rupanya bukanlah laki laki yang sepenuhnya baik. Ia adalah psikopat gila dengan naluri membunuh yang mengerikan. Cairan merah yang ia temukan di ruang lukis calon suaminya itu adalah cairan darah dari para korban korbannya.


Entahlah, apa yang akan terjadi pada Saras setelah ini. Ia tak punya pilihan lain selain menuruti perintah Dion dan Malvino. Menyerahkan hidupnya. Mengabdi sebagai seorang istri dan menantu pada pria pria gila itu dengan berbagai resiko yang mungkin akan ditanggungnya setelah ini.


Surat perjanjian sudah ditanda tangani. Uang, rumah, dan mobil sudah diterima. Kehidupannya dan keluarga nya sudah terikat oleh Malvino. Saras sudah tidak punya pilihan lain...!


Ia harus menikah dengan Dion dan menerima nasib nya yang buruk.


Saras mengangkat kepalanya. Mengusap wajahnya hingga ke kepala bagian belakangnya sembari membuang nafas kasar.


ceklek.....


pintu kamar terbuka.


Saras menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya disana, Malvino masuk ke dalam kamar itu dengan sebuah kain kebaya putih di tangannya. Dilihat sekilas kebaya itu. Nampak indah. Mungkin harganya juga mahal.


buuuuuggghhhh....


Pria itu melempar benda tersebut hingga mengenai wajah Saras.


"cepatlah berganti baju...! penghulu sudah menunggu mu dibawah sana...!" ucap Malvino.


Saras diam.


"kau sudah tahu tentang putraku, aku harap kau tidak membuat onar setelah ini, Saras. Aku yakin, kau pasti sudah paham, konsekuensi apa yang akan kau terima jika hal itu sampai terjadi. Nasib keluarga mu, berada di tanganmu sendiri..!" ucap Malvino mengerikan.

__ADS_1


Saras tak menjawab. Ia nampak memalingkan wajahnya. Tak mau menatap wajah calon mertuanya itu.


"sekarang bersiaplah. Dion tidak suka menunggu...!" ucap pria itu kemudian meraih handle pintu kamar itu dan menutupnya.


Saras meneteskan air matanya tanpa suara. Antara sedih, kesal, kecewa, marah, takut, bingung. Semua jadi satu.


Bukan kebahagiaan yang ia dapatkan setelah lolos dari ayah tirinya, kini justru bakal penderitaan baru menantinya di depan mata.


"aaaakkkhhh...!!!!" Digerakkan nya kaki itu menendang udara guna menyalurkan kekesalannya. Wanita itu kemudian bangkit. Melempar kebaya cantik itu ke atas ranjang lalu masuk ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar mewah itu. Ia lantas menutup pintunya, lalu mulai mandi sebelum merias wajahnya.


****************


Lima belas menit berselang..


Gadis muda berkebaya putih itu nampak berjalan menuruni tangga bersama dua orang pelayan perempuan di sisi kanan dan kirinya. Sedangkan diruang tamu, seorang pemuka agama yang ditunjuk sebagai wali nikah sudah nampak duduk disana. Bersama Dion, Malvino, Jason, Ratih, Adit, serta beberapa anak buah lain yang akan bertindak sebagai saksi dalam acara pernikahan siri yang sebentar lagi akan digelar.


Saras menarik nafas panjang. Tidak ada senyuman yang terbentuk dari bibir wanita berkebaya indah itu.


Bayang bayang tinggal di rumah megah dengan segala fasilitas yang ada. Menjadi menantu seorang pria kaya raya. Bersuamikan pria tampan dengan harta yang bergelimang rupanya sama sekali tak bisa membuatnya tersenyum pagi ini.


Bukankah itu sangat mengerikan...?!


Tapi lagi lagi, Saras tak punya pilihan lain..!


.


.


Wanita itu sampai di ruang tamu. Ia kemudian mendudukkan tubuhnya di samping Dion yang nampak tersenyum manis menatap nya.


"kamu cantik sekali, sayang" ucap pria itu memuji.


Saras menoleh. Ia hanya tersenyum simpul dan tipis, lalu kembali memfokuskan pandangan matanya ke depan.


Ratih yang duduk tak jauh dari tempat Saras itu nampak mengernyitkan dahinya. Ia yang sebenarnya kurang setuju dengan pilihan Saras menikah dengan laki laki yang tak ia kenali itu merasa ada sesuatu yang janggal dalam diri Dion. Bukan hanya hari ini, tapi sejak kemarin saat pria itu tiba tiba datang ke rumah barunya dan mencari putrinya.

__ADS_1


Segala tindak tanduk dan tingkah laku Dion terasa aneh dimata Ratih.


Tapi entahlah... pernikahan ini adalah keputusan Saras. Ia hanya bisa berharap semoga putrinya itu tidak salah dalam memilih pasangan hidup.


"bagaimana, bisa kita mulai ijab qobul nya?" tanya si pemuka agama yang bertindak sebagai wali nikah pagi ini.


"bisa, pak ustadz" jawab Malvino.


Sang ustad pun tersenyum. Ia kemudian mengulurkan tangannya yang disambut dengan yakin oleh pria tampan berkulit putih itu.


Prosesi ijab qobul di laksanakan. Suasana seketika hening, hanya ada suara dari sang wali nikah yang disambut dengan lafal ijab qobul dalam satu tarikan nafas yang terdengar lantang dari mulut Dion.


"bagaimana, sah?"


"Sah..!!"


"Alhamdulillah.........................."


Doa doa setelah ijab qobul dipanjatkan. Dipimpin sang wali nikah yang kemudian di amin kan oleh semua yang berada di ruang tamu rumah megah itu. Saras menunduk. Setitik air mata jatuh tanpa suara. Selesai..! ia sudah selesai...! resmi dipersunting laki laki asing dengan hal hal mengerikan yang menyelimuti nya.


Netra lentik itu masih terpejam. Ia pasrah. Menjalani kehidupan nya setelah ini. Entah bagaimana akhir dari perjalanan hidupnya. Ia sudah terlanjur salah mengambil keputusan. Maka tidak ada pilihan lain baginya selain pasrah dan mengikuti skenario yang sudah Tuhan tuliskan.


Semoga ia kuat. Dan semoga semua baik baik saja. Bukan hanya untuknya tapi juga untuk ibu dan adiknya.



...----------------...


Selamat pagi


up 03:30


yuk, dukungan dulu...


jangan lupa mampir ke sini juga👇

__ADS_1



__ADS_2