
Magreis ternyata masih belum cukup kuat untuk berjalan, sehingga Tohrei menyokongnya untuk keluar dari arena.
Ketika itu berlangsung, Tohrei merasakan sesuatu tiba ke akademi ini. Sesuatu yang bukanlah hal baik. Ia menggunakan area detection ke seluruh akademi.
‘Ini ... ! Bagaimana mereka bisa ada disini?’ Tohrei nampak terkejut ketika mendeteksi keberadaan asing di akademi ini.
Disaat Tohrei baru saja selesai mendeteksi area sekitar, seorang guru akademi datang ke arena dengan tergesa-gesa dan panik.
“Perhatian! Kalian harus segera meninggalkan tempat ini! Ada serangan asing!” Guru itu berteriak memperingatkan seluruh orang di arena.
Akan tetapi, tak lama setelah ia memberi peringatan, sebuah ledakan menghancurkan tembok arena.
“Sial! Mereka juga kesini!” Guru itu segera menyiapkan sihir untuk menghadapi ancaman yang meledakkan tembok arena.
Tohrei segera berteleportasi dengan menyokong Magreis. Ia berteleportasi ke Zen dan Harciest. “Aku titipkan dia pada kalian!” Sesaat setelah itu Tohrei berteleportasi ke lokasi ledakan.
“Jangan ada yang bergerak! Atau kami akan—!” Beberapa iblis datang dari lubang bekas ledakan dan memberi ancaman.
Namun sebelum ia menyampaikan seluruh ucapannya, Tohrei datang ke arah mereka dan menghabisi mereka.
“” Seketika iblis-iblis itu hilang bagai ditelan bumi. Tohrei sudah cukup lama tak menggunakan skill ini, skill yang mampu menghapus sesuatu bahkan makhluk hidup.
[120 EXP diperoleh]
Seperti terburu-buru, setelah menghapus keberadaan iblis-iblis itu, Tohrei pergi lagi menggunakan teleportasi untuk ke suatu tempat.
***
Tak lengkap bagi akademi bergengsi jika tak memiliki sebuah perpustakaan. Akademi Aelion pun demikian, terdapat sebuah perpustakaan yang cukup besar berdiri untuk memberi pengetahuan yang lebih luas bagi para murid.
Akademi bergengsi tentunya juga memiliki murid-murid yang berbakat. Eriana Viel Aelion merupakan salah satu dari murid berbakat itu.
__ADS_1
Eriana saat ini sedang mencari-cari buku yang ingin ia baca. Namun sampai saat ini dia belum bisa menemukan buku yang dimaksud.
“Huft .... sudah kucari disetiap rak, tetapi kenapa sihir tentang itu tidak ketemu?” Eriana menghela napas lelah, ia cukup kesal karena tak menemukan apapun tentang sihir miliknya.
Eriana merupakan pengguna light magic. Akan tetapi itu merupakan tipe sihir cahaya yang langka. Sihir itu disebut Starlight Magic.
Starlight magic memiliki keefektifan yang 5 kali lebih besar daripada light magic biasa. Walau masih termasuk light magic, starlight magic tidak bisa dipelajari menggunakan metode light magic biasa.
Menggunakan metode light magic biasa pada starlight magic akan membuat sihirnya gagal dirapalkan.
Maka dari itu, Eriana harus mempelajari sihir itu dengan caranya sendiri. Alhasil, perkembangan sihirnya terkadang terhambat.
Dengan ke perpustakaan akademi, pikirnya bisa menemukan buku tentang starlight magic. Akan tetapi hasilnya nihil.
“Tidak ada yang bisa kutemukan disini, lebih baik aku segera ke kelas. Venoire akan menatapku dengan wajahnya yang menyeramkan lagi jika aku terlambat.” Eriana bisa membayangkan itu.
Baru beberapa langkah ia berjalan, Eriana merasakan orang-orang yang mencurigakan sedang mengawasinya.
‘2 ... 3 ... 7, jumlah mereka ada tujuh orang.’ Eriana menghitung jumlah titik cahaya tersebut.
Eriana kemudian berjalan pelan menuju jalan keluar, ia menunggu pergerakan dari orang-orang itu.
Baru beberapa saat Eriana melangkah, orang-orang itu keluar dari persembunyiannya dan segera melakukan serangan cepat pada Eriana. Mereka semua mengenakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuh mereka.
“” Eriana dengan sigap melakukan perlawanan dengan melakukan serangan menggunakan rapier sword nya.
Eriana dengan kecepatan cahaya menebas seluruh musuhnya. Spell Celerite Light merupakan spell yang membuat penggunanya mampu bergerak dengan kecepatan cahaya. Namun itu memberi beban yang berat bagi tubuhnya, sehingga hanya bisa digunakan dalam jangka waktu yang sangat-sangat sebentar.
Seluruh orang berjubah seketika terbaring di lantai setelah Eriana melancarkan serangan. Itu memang terlihat hebat, namun tubuh Eriana terasa sakit di dalam karena menggunakan spell itu.
“Mereka ... sepertinya bukan manusia.” Eriana memperhatikan mereka dengan sedikit teliti. Mereka semua memiliki kuku yang tajam dan berwarna hitam.
__ADS_1
“Ughh kupikir aku akan mati.” Terdengar suara serak, itu berasal dari salah satu orang berjubah.
Eriana yang begitu terkejut segera menolehkan kepala dan mendapati lawannya kembali bangkit setelah ia tebas dengan pedangnya.
Orang-orang berjubah itu membuka tudungnya, menunjukkan wujud asli mereka. Gigi-gigi taring yang panjang nampak menganga dengan jelas di mulut mereka. Mata mereka berwarna hitam pekat dengan iris merah darah. Mereka memiliki telinga runcing layaknya elf namun berukuran pendek.
‘Ciri-ciri itu ... Mereka sudah pasti ras iblis! Pantas saja seranganku tak terlalu berpengaruh.’ Eriana pernah mempelajari ciri-ciri tubuh dari ras iblis, apa yang ia pelajari di buku persis seperti apa yang ada di depannya.
“Kita terlalu meremehkannya, kita harus lebih serius! Tetapi ingat bahwa dia sumber informasi kita! Jangan sampai membunuhnya!” Para iblis itu nampaknya memiliki tujuan tertentu hingga menyerang Eriana.
Empat dari iblis itu bergerak ke arah Eriana dan melancarkan serangan menggunakan cakar mereka. Sedangkan itu, tiga lainnya menyerang menggunakan sihir api.
“” Eriana melapisi pedangnya dengan sihir cahaya, membuat serangannya memiliki efek yang lebih kuat.
Walau diserang dari berbagai arah, Eriana dengan tangkas menghindari, menangkis, dan menyerang mereka.
“” Ketiga iblis pengguna sihir itu memberikan serangan secara bersamaan.
‘Kuh! Nampaknya aku harus menggunakan Celerite Light lagi!’ Eriana menggunakan mantra itu dan menyerang empat iblis lalu menyerang tiga iblis dibelakangnya.
‘Tubuhku sulit digerakkan ...’ Eriana terlutut selepas menggunakan Celerite Light sekali lagi.
“Ini belum berakhir! ” Eriana lengah, salah satu iblis di belakangnya bangkit kembali dan menyerang tiba-tiba.
Akan tetapi—
“”
—Seseorang tiba-tiba muncul lalu memegang kepala iblis itu. Seketika iblis itu terlahap oleh asap hitam yang aneh.
“Rei ... ?” Eriana menoleh kebelakang dan melihat sesosok pemuda yang tidak asing baginya.
__ADS_1