
Tohrei keluar dari penginapan, ia berjalan berkeliling wilayah di dekat sini. Secara tak sengaja dia melihat sebuah restoran yang kelihatan mewah.
“Bagaimana ya standar makanan mewah di dunia ini? Mungkin dengan mengecek restoran itu aku akan tahu.” Tohrei berjalan masuk ke dalam restoran, ia langsung saja disambut oleh pramusaji restoran.
“Selamat datang pelanggan, anda bisa duduk di kursi yang kosong.” Ucap sang pramusaji dengan menurunkan badannya sebelum kembali melayani pelanggan yang lain.
Tohrei pergi menuju meja kosong terdekat dan kebetulan melihat trio pahlawan, Kazuya, Mizuhara, dan Mayumi.
“Oho?” Tohrei tersenyum tipis, dia segera menghampiri mereka bertiga.
“Yo! Para hero! Tak kusangka kita bertemu disini!” Tohrei menepuk pundak Mayumi dan Kazuya hingga membuat mereka terkejut.
Mereka segera saja memegang gagang pedang, mereka belum menyadari identitas Tohrei. Sementara itu Mizuhara yang sebelumnya masih sibuk memakan kue, baru menyadari Tohrei.
“Ah bukankah kau yang dari hutan Ashfriet itu?”
Menyadari ucapan Mizuhara, Mayumi serta Kazuya melepaskan tangannya dari gagang pedang.
Mizuhara, seorang gadis berambut coklat dengan gaya rambut pig-tail. Mayumi, gadis berambut hitam panjang dengan wajah serius. Serta kazuya yang berambut biru tua dengan wajah polosnya.
“Fyuh, itu mengejutkanku, kenapa kau mengagetkan kami.” Kazuya sedikit memaafkan karena Tohrei tak berniat jahat.
“Kau ... begitu mengejutkan kami.” Mayumi merasa kesal dikejutkan tanpa sebab.
__ADS_1
“Ahaha maaf-maaf, kita sudah lama tak bertemu kan? Jadi aku ingin sedikit mengejutkan kalian.”
“Oh ya, apa aku boleh duduk di sini?” Dalam satu meja ada empat kursi, satu kursi di meja mereka masih kosong.
“Kami tidak keberatan~” Mizuhara dengan santai mengatakannya.
“Hei! Itu bukan keputusanku!” Mayumi tidak setuju.
“Tidak apa kan? Kursinya kan juga kosong.” Kazuya merasa tak keberatan.
“Kalau begitu terima kasih~” Tohrei segera saja duduk.
“Pelayan! Kesini!” Mizuhara memanggil pramusaji untuk memesan kembali. Tohrei juga ikut memesan tentunya, ia memesan sebuah cake, Tohrei penasaran bagaimana rasa kue yang dibuat asli oleh orang dunia ini.
“Yah itu karena aku dulu memakai topeng yang menutupi seluruh wajahku. Apa aku terlihat lebih tampan jika seperti ini?” Ucap Tohrei dengan percaya diri.
Sedangkan itu, Mayumi entah mengapa merasa familiar dengan wajah Tohrei. Ia seperti pernah melihatnya di bumi.
“Oh ya mengenai yang saat itu kami benar-benar minta maaf, aku terlalu berprasangka buruk.” Kazuya membicarakan tentang Tohrei yang ia sangka adalah ras iblis.
“Aku sudah melupakannya, tak perlu dipikirkan.” Tohrei tentu tahu bahwa perkataan itu tak akan keluar dari mulut Kazuya jika dulu ia tak menggunakan skill Regnare.
“Makanan anda.” Pelayan datang memberikan makanan yang dipesan Mizuhara dan Tohrei.
__ADS_1
Tohrei pun mencicipi cake yang ia pesan, Tohrei sedikit terdiam, dia mencoba menilai rasa dari cake itu.
‘Hmmm ... rasanya tidak buruk, yah tapi dibandingkan buatanku sendiri, kurasa buatanku lebih baik hahaha.’ Komentar Tohrei di batinnya.
Mizuhara yang berada di sisi lain juga menikmati cake yang ia pesan. Mizuhara memang penyuka manisan sehingga kue adalah makanan favoritnya.
“Setelah melihat wajahmu ... kalau tak salah kau yang memenangkan turnamen Aelion kan? Saat itu aku baru tahu kalau namamu Yami.” Mizuhara baru saja ingat.
“Ah, mengenai soal nama, kami lupa memberitahu nama kami. Yang berambut panjang adalah Mayumi, yang berambut coklat adalah Mizuhara, sedangkan aku adalah Kazuya.” Kazuya memperkenalkan seluruh hero pada Tohrei.
“Kalau begitu salam kenal.” Tohrei mengucapkannya sambil mengambil sepotong cake dengan garpu. Dia sudah tahu nama mereka jadi memperkenalkan diri mereka sebenarnya sia-sia.
“Yah tadi cukup mengejutkan, apa tujuanmu kesini? Kau kesini bukan sekedar ikut turnamen kan?” Ucap Mayumi.
“Aku memang ada urusan selain dari itu disini.” Setelah menyantap seluruh cake pesanannya, ia menaruh satu koin gold lalu pergi.
“Aku sudah selesai, kalau begitu aku pamit dulu.”
Mayumi menatap perginya Tohrei, ia masih belum bisa menghilangkan rasa familiar dari Tohrei.
“Ada apa Mayumi?” Kazuya keheranan melihat tatapan intens dari Mayumi.
“Tidak ada apa-apa.” Mayumi menggelengkan kepala pelan.
__ADS_1