
“Kau sudah memanggil Biglesser, itu berarti kau berniat untuk melihat kemampuan penuhku kan?” Zen dengan nada tenang namun raut yang penuh amarah bertanya pada magic spirit pengujinya.
“Begitulah~”
“Maka akan kutunjukkan itu disini!” Zen menciptakan ratusan es tajam menghujani monster biglesser.
Biglesser itu nampak sedikit terganggu namun dia bisa segera menghancurkan es-es itu. Namun yang tidak ia duga adalah Zen naik ke atas kepalanya.
Zen menusukkan pedang es ke kepala biglesser itu. Seketika membuat biglesser membeku dan Zen segera mundur karena serangannya bukan hanya sekedar itu.
“Hancurkan!” Segera setelah Zen mengatakan itu, retakan muncul dari pedang yang ia tancapkan dan tanpa waktu yang lama membuat retakan di seluruh tubuh biglesser yang membeku.
Lalu apa yang terjadi selanjutnya? Tubuh biglesser hancur berkeping-keping sesuai retakan yang dibuat oleh pedang itu.
Walau monster yang ia lawan telah tiada, Zen tetap menunjukkan raut wajah yang amat serius. Dia tahu bahwa pertarungannya belum berakhir sepenuhnya.
Biglesser yang sudah ia kalahkan secara tiba-tiba saja bergerak sendiri dan menyatukan diri kembali. Membentuk tubuh biglesser yang semula. Kemudian biglesser itu mendapat lagi nyawanya, atau lebih tepatnya dari awal dia belumlah tiada.
Zen nampak tidak terkejut. Hal itu karena memang biglesser memiliki kemampuan menyebalkan yang seperti ini. Satu-satunya cara membunuh total biglesser adalah dengan menghancurkannya dengan suhu yang lebih rendah atau jauh lebih tinggi dari biglesser itu sendiri.
Tadi itu adalah serangan yang seharusnya bisa membunuh biglesser biasa. Dari sini Zen bisa berkesimpulan bahwa itu bukanlah biglesser biasa, namun biglesser lord.
Yang membuatnya heran adalah ciri-cirinya yang berbeda dari biglesser lord pada umumnya. Zen menduga bahwa magic spirit yang mengujinya memodifikasi kekuatan atau bentuk dari biglesser.
‘Mau apapun itu, aku pasti akan memusnahkannya!’ Zen berniat memberi serangan lagi. Namun ia terkejut ketika melihat ke sekitar bahwa jumlah biglesser disini bukan hanya satu.
“Tenanglah ... bagaimana pun akan sulit bagiku jika menggunakan salah satu spell terkuatku jika tak tenang.” Gumam Zen yang menenangkan diri setelah melihat situasi saat ini.
“” Zen menciptakan puluhan bunga es. Seperti yang diketahui, spell ice flowers mampu membuat siapapun yang menghirupnya membeku terkecuali penggunanya.
__ADS_1
Walau biglesser tak memiliki hidung, namun dia mampu menyium bau ice flower melalui tanduknya. Tanduk biglesser berguna sebagai indra pencium yang mencium bau disekitarnya secara otomatis sehingga ini efektif.
Para biglesser seketika membeku sementara itu Zen hanya diam. Dia diam karena sedang merapalkan salah satu sihir terkuatnya yang baru-baru ini dia ciptakan.
“”
Seketika suhu sekitar Zen turun hingga begitu drastis. Overcold adalah spell yang bersifat area of effect. Spell itu akan menilai berapa suhu tubuh makhluk sekitarnya dan ketika sudah melinai, spell itu akan menurunkan suhu area hingga dua kali lipat dari suhu tubuh makhluk dalam area itu.
Namun, kelemahan spell ini adalah membuat suhu tubuh penggunanya menjadi sangat panas. Dia akan mengalami overheat.
Para biglesser kini telah benar-benar tiada. Sementara itu Zen sangat kepanasan, seluruh tubuhnya memgucurkan keringat. Tak lama, Zen terjatuh dari posisi berdirinya.
Namun sebelum itu terjadi, seorang wanita berambut biru panjang datang dan menangkap tubuh Zen.
“Kau sungguh anak yang sangat nekad, sudah semestinya kau lulus.” Wanita itu merupakan ice magic spirit yang menguji Zen. Kini dia mengakui Zen sebagai rekannya dan mereka saat ini sudah terjalin kontrak.
***
[Mendapatkan informasi perubahan]
[Selamat! Kini anda telah mendapat skill Spirit Mode(SS)]
[Silahkan cek skill untuk melihat deskripsi skill]
“Hah? Aku mendapat skill?” Setelah keluar dari ruangan putih, ia hanya mencoba untuk menjelajahi gua selama semenit.
“Ah ... apa jangan-jangan yang tadi itu ujian magic spirit? Tetapi kenapa aku tak mendapat magic spirit? Yang ku dapat malah sebuah skill ...” Tohrei merasa bingung.
Namun pada akhirnya Tohrei hanya kembali berjalan menelusuri gua. Akan tetapi ia terhenti ketika Tohrei melihat salah satu kristal di tembok gua bersinar lebih terang dari biasanya.
__ADS_1
Tohrei langsung bersikap waspada, berjaga-jaga jika sesuatu yang mirip seperti sebelumnya terjadi. Namun yang ia dapati adalah Eriana yang secara tiba-tiba muncul dari kristal itu.
“Eri?!”
“Rei?! Apa yang telah terjadi?”
“Kurasa tadi aku mengalami ujian magic spirit, apa kau mengalami hal yang sama?”
“Ya, sejujurnya itu sangat sulit, apa ujian magic spirit memang berjalan seperti ini?” Eriana merasa keheranan karena cara ujian berlangsung terlalu tiba-tiba dan tanpa peringatan.
“Entahlah, tetapi ujianku memang juga sangat sulit. Yang terpenting sekarang kita harus segera mencari ujung dari gua in—”
Belum selesai berbicara, mereka kembali diteleportasikan, namun kini bukan karena ujian. Melainkan karena mereka telah lolos ujian. Mereka diteleportasikan ke sebuah tempat dimana terdapat sebuah singgasana kristal di tengah ruangannya.
Itu merupakan ruangan inti dari magic spirit altar. “Aku sudah menunggu kalian putri, juga Tohrei. Tetapi yang kembali baru kalian.”
Tak jauh dari sana, terlihat seseorang yang akrab, yaitu Venoire. Disampingnya juga ada Sei.
“Venoire? Apa yang terjadi? Kami secara tiba-tiba saja diteleportasikan kesini.” Tanya Eriana.
“Oh, itu karena ini adalah ruangan inti magic spirit altar. Ini adalah tempat dimana para peserta yang lolos dikumpulkan. Ketika seluruhnya berkumpul, tak lama dari itu mereka akan diteleportasikan keluar.” Jelas Venoire.
“Kita diharuskan berkumpul dulu disini sampai semuanya lulus atau gagal. Aku telah mengalami ujian magic spirit sekali jadi aku tentu tahu prosesnya.”
“Ugh ... dimana ini?” Seseorang baru saja tiba disini. Dia adalah Zen yang baru saja terbangun setelah menyelesaikan ujian.
“Nampaknya Zen sudah tiba.” Venoire kembali menjelaskan apa yang ia katakan sebelumnya pada Zen agar tak membuatnya merasa kebingungan.
Selain dari ketiganya, yaitu Tohrei, Eriana, dan Zen, belum ada lagi yang lolos ujian kali ini. Mereka nampaknya masih kesulitan menyelesaikan ujian magic spirit.
__ADS_1
Sementara itu, Tohrei memeriksa deskripsi dari skill yang baru saja ia dapatkan sebagai ganti dari ujian spirit.