
Setelah beberapa lama mereka di dalam perpustakaan, Tohrei dan Eriana keluar sambil menyeret mayat iblis yang telah dibunuh.
Untung saja belum ada korban yang dibunuh karena Tohrei dengan sangat gesit membunuh mereka. Akan tetapi kebenaran itu tak banyak yang mengetahuinya.
Beberapa yang tak menyaksikannya membunuh para iblis berspekulasi jika ada orang misterius yang membantu.
Sementara itu, Venoire hanya mengawasi apa yang terjadi selama itu. Ia memiliki kepercayaan tinggi bahwa Tohrei bisa mengatasi ini dengan mudah.
Bagaimana Venoire bisa mengetahui itu? Itu karena Sei Fausten yang mengatakannya sendiri. Venoire tak tahu alasannya, namun ia hanya bisa mempercayai itu karena Sei Fausten adalah orang yang ia percaya.
Pembelajaran akademi tertunda selama beberapa jam akibat kejadian tak terduga. Namun setelah itu pembelajaran kembali berjalan dengan normal.
“Sepertinya sudah saatnya kita kembali ke kelas Eri.” Tohrei berdiri dan membersihkan bajunya yang nampak debu menempel.
“Oh ya, kau ada di kelas mana?” Tohrei lupa bertanya sehingga ia bertanya sekarang.
“Kelas Khusus, apa kau pernah mendengar kelas itu?” Eriana ikut berdiri, dibantu oleh Tohrei.
“Kelas khusus? Hmm kurasa kita ada di kelas yang sama.” Tohrei secara kebetulan membaca tulisan di papan yang ada di luar pintu kelas yang sebelumnya ia masuki. Di papan itu tertulis [Ruang Kelas Khusus].
“Apa itu pekerjaan Venoire juga? Memangnya sihir apa yang kau punya Rei?”
“Semua sihir elemental dasar dan sihir kegelapan.”
“Yang benar saja, berapa banyak lagi kemampuan yang kau sembunyikan?”
“Uh itu ...”
“Jadi masih ada yang disembunyikan ya? Yah tidak apa, asal suatu saat kau mengatakan yang sebenarnya kepadaku. Lebih baik sekarang kita pergi ke kelas.” Eriana tak terlalu memikirkan rahasia Tohrei, ia sangat mempercayai Tohrei sehingga ini bukan masalah.
‘Benar, aku harus memberitahu yang sebenarnya, termasuk tentang sistem, suatu saat nanti.’ Tohrei tak bisa menyembunyikan ini selamanya, ia harus memberitahu yang sebenarnya suatu hari yang akan datang.
__ADS_1
Setelah itu, mereka pergi ke kelas khusus, siapa yang menyangka bahwa guru dari kelas ini adalah Venoire sendiri.
Ketika mereka sampai, seluruh murid kelas khusus sudah berkumpul. Itu termasuk Magreis, yang masih bisa hadir karena sudah diberi heal oleh Tohrei.
Yang lain agak terkejut ketika melihat Tohrei datang berbarengan dengan Eriana. Mereka nampak curiga bahwa mereka berdua memiliki hubungan rahasia.
“Karena seluruh murid sudah hadir, maka langsung saja kita mulai pembelajaran hari ini. Walau ini hari pertama kalian, kurasa tidak ada kegugupan sama sekali ya diantata kalian?” Venoire membawa pembukaan.
‘Wah kebetulan saja, jadi ini hari pertama untuk kelas khusus ya?’ Tohrei mengira bahwa ia akan hadir dengan materi yang tertinggal.
“Sebelum memulai, aku akan memberitahu beberapa hal singkat tentang kelas khusus. Pertama, kelas khusus mengutamakan nilai praktek, namun nilai tulis juga penting disini. Lalu kedua, pembelajaran di kelas khusus sangat berat, jadi kalian harus sangat serius di kelas ini.”
“Kemudian kita mulai pembelajarannya, pelajaran pertama adalah tentang magic spirit. Apa diantara kalian ada yang tahu apa itu magic spirit?” Venoire langsung memulai kelas dengan pertanyaan.
Eriana mengangkat tangan, hendak menjawab. Venoire mempersilahkannya.
“Magic Spirit adalah roh pendamping bagi seorang penyihir. Magic spirit atau roh sihir biasanya berukuran kecil dan bentuk serta kekuatannya berdasarkan dari pemiliknya. Biasanya magic spirit hanya dimiliki oleh seorang penyihir yang ahli.”
‘Magic Spirit? Apakah Ifrit termasuk? Tetapi Ifrit tidak berukuran kecil, jadi bukan termasuk magic spirit ya?’ Tohrei membatin dalam pikirannya.
[Ifrit tak termasuk ke dalam golongan magic spirit, itu karena Ifrit adalah spirit yang dipanggil dengan cara yang berbeda. Magic spirit harus dipanggil dengan cara khusus, mereka tak dapat dipanggil dengan skill spirit summoning.
Akan tetapi spirit yang dipanggil melalui spirit summoning lebih kuat dari magic spirit. Itu karena spirit summoning tak membatasi kekuatan spirit yang disummon.
Sedangkan, Magic Spirit memiliki kekuatan yang dibatasi karena harus menyesuaikan dengan jiwa pemiliknya. Jika sang magic spirit memiliki kekuatan yang terlalu jauh dari pemilik, maka jiwa pemiliknya tak akan sanggup menahan kekuatan tersebut. Magic spirit harus meningkatkan kekuatannya berbarengan dengan pemiliknya.]
Sistem secara tiba-tiba menjelaskan. Itu membuat sistem seolah-olah adalah gurunya disini.
‘Uh ... terima kasih sudah menjelaskan itu sistem.’
“Seperti yang dijelaskan Eriana, magic spirit adalah roh pendamping bagi penyihir. Mereka memberi kita bantuan lebih dalam menghadapi musuh. Tetapi sayangnya cukup sulit untuk mendapatkan magic spirit. Mereka harus dipanggil melalui tempat bernama Magic Spirit Altar.”
__ADS_1
‘Ah jadi itu maksud sistem, mereka hanya bisa dipanggil melalui magic spirit altar.’
“Untuk bisa memanggil magic spirit disana, kalian harus melalui sebuah ujian yang diberikan oleh sang magic spirit. Itu dibuat agar mereka bisa menilai seberapa pantas kalian untuk menjadi masternya.” Jelas Venoire.
“Jadi untuk materi kali ini, kita akan pergi ke magic spirit altar untuk memanggil roh sihir kalian.”
Ketika ia selesai menjelaskan, Zen mengangkat tangannya, hendak bertanya. “Ya? Ada apa Zen?”
“Mengenai itu, bukannya magic spirit altar itu sulit ditemukan pak?” Tanya Zen.
“Itu memang benar, tetapi untung saja kita menemukannya satu di Aelion Empire dan kita memiliki izin untuk memasukinya. Ini hanya bisa dimasuki oleh kelas khusus karena kita belum melihat isinya.” Jawab Venoire.
‘Hei kalau begitu bukannya kita jadi bahan percobaan?’ Pikir Tohrei. Tetapi nampaknya itu menguntungkan karena mereka akan menjadi murid akademi pertama yang memasuki itu.
“Apa ada yang ingin ditanyakan lagi?” Ucap Venoire.
“Kalau begitu, apa bapak sendiri punya magic spirit?” Harciest bertanya.
“Aku punya, tetapi dia itu pemalu sehingga ia tak menunjukkan wujudnya jika tidak dalam keadaan yang genting.” Jawab Venoire.
“Oh ya, aku lupa menjelaskan, magic spirit altar itu memiliki dua tipe. Tipe yang pertama adalah tipe permanen, itu adalah tipe altar yang bisa dikunjungi secara terus menerus. Lalu tipe kedua adalah tipe sementara, yaitu tipe altar yang hanya bisa dimasuki satu orang dan setelah orang itu mendapatkan magic spirit, maka altar tersebut akan runtuh dan hancur.” Venoire kembali memberi penjelasan.
“Magic spirit altar yang kita temukan kali ini adalah tipe permanen. Sedangkan itu, Magic spirit yang berhasil ku panggil berasal dari magic altar sementara, jadi aku termasuk beruntung mungkin haha.” Jelas Venoire lagi.
“Setelah ini kuharap kalian mempelajari apa yang ada di buku ini. Tenang saja, aku tak akan memberi soal, kalian cukup baca semua ini sampai habis.” Venoire mengambil tujuh buku dengan isi yang sama. Ia memberikannya kepada seluruh murid kelas khusus.
Venoire memberi itu dengan menggunakan sihirnya. Venoire memiliki sihir gravitasi, sihir langka yang bisa memberatkan, meringankan, dan menggerakkan sesuatu sesukanya.
Venoire menggunakan sihir gravitasi untuk meringankan buku-buku itu lalu menaruhnya ke masing-masing meja murid.
“Karena pembelajaran sudah selesai, aku akan pamit. Besok akan kukabari kapan kita akan ke magic spirit altar.” Venoire pergi dengan melambaikan tangan.
__ADS_1