
Babak ketiga telah berakhir hari ini, empat pertandingan yang dipertunjukan dalam babak itu sangat memukau penonton.
Sebelum babak ketiga ditutup, lawan untuk peserta babak ke empat ditampilkan dengan segera. Semua peserta mengetahui lawan tarung mereka di babak selanjutnya.
—Yami VS Cresil—
—Yuuryui VS Urashia—
“Sungguh beruntung, aku nampaknya bisa menghabisinya lebih cepat. Ku kira aku akan bertemu dengannya di final.” Tohrei tersenyum gembira skenarionya berjalan dengan lebih cepat.
[Anda mendapatkan misi baru!]
[Misi : Ungkap identitas Cresil dan kalahkan dia tanpa menerima satu pun serangan dari nya!
Hadiah :
(1) 1400 poin status
(2) +3 level up]
***
Sehari telah berlalu, ini adalah hari dimana pertarungan antara Tohrei dan Cresil akan berlangsung. Namun, sebelum itu ada pertarungan Ryuuryui melawan Urashia yang menjadi pertandingan pertama.
Pertarungan antara Ryuuryui dengan Urashia berlangsung cukup singkat, jika dibandingkan dengan pertarungan Ryui dengan Ifrit, maka pertarungan Ryui dengan Urashia lebih cepat selesai. Urashia dibuat tak sadarkan diri oleh Ryui.
Tanpa menunggu lama, pertandingan ke dua segera dilaksanakan. Cresil dan Tohrei memasuki arena. Begitu wasit menyatakan mulainya pertandingan, Cresil segera melesatkan mantra yang telah ia persiapkan.
“!”
Akan tetapi berbanding terbalik dengan Tohrei, ia hanya diam ditempat tanpa melakukan pergerakan apapun. Dia tidak terlihat akan menyerang menggunakan fisik atau mempersiapkan serangan lain.
__ADS_1
Ketika Tohrei masih berdiam diri, sebuah lingkaran sihir tercipta di bawah tanah yang dipijaki olehnya. Dari lingkaran sihir itu keluar serangkaian rantai gelap yang mengekangnya.
‘Ini aneh, apa tujuannya hanya berdiam diri disana? Apa yang dia rencanakan? Tetapi terlalu rumit untuk memikirkannya, yang bisa kulakukan hanya mengambil keuntungan dari situasi ini!’ Karena Tohrei memakai topeng yang menutup seluruh wajah, Cresil tak bisa membaca maksud dari tindakan Tohrei.
Cresil menciptakan sejumlah jarum yang memancarkan kegelapan dan itu ia lesatkan ke arah Tohrei. Ia mencoba memanfaatkan keadaan Tohrei yang tidak bergerak untuk menyerang tanpa masalah.
Akan tetapi, tanpa tanda apapun, Tohrei sudah menghilang dari kekangan rantai ketika Cresil mengejapkan mata. Cresil segera melihat kebelakang, memastikan tiada siapapun yang akan menyerangnya.
Namun, Cresil yang baru menggerakkan bola matanya dikejutkan oleh tulang punggungnya yang tiba-tiba saja remuk seolah diinjak oleh batu ratusan ton. Bersamaan dengan itu, dia melesat menghantam tembok dengan kecepatan yang hampir setara kecepatan suara.
Karena tubuhnya tak cukup kuat untuk menahan kecepatan itu, rasa sakit menyebar ke seluruh tubuh Cresil. Dia segera menyembuhkan dirinya dengan skill misterius dan menoleh, mencari tahu ulah siapa hingga ia menjadi begini.
Rupanya, dibelakangnya berdiri Tohrei dengan pose menendang. Dialah yang menghancurkan tubuh Cresil dengan mudahnya.
“Tidak mungkin! Bagaimana kau bisa lepas dari phantom chain?!”
Ketika pertandingan baru saja dimulai, Tohrei menonaktifkan absolute avoidance. Akan tetapi itu hanya berlangsung sampai Cresil menyerangnya dengan sejumlah jarum kegelapan. Tohrei mengaktifkan kembali skill itu setelahnya.
“Skillmu terlalu lemah, kekuatannya sangat rapuh bagiku.”
“Persetan! Blaince! Muncul lah!” Cresil memanggil blaince dari dalam bayangannya.
“Pisahkan diri dan serang dia dari segala sisi!” Cresil memerintahkan Blaince untuk menyerang Tohrei.
Blaince menuruti perintah, ia memisahkan dirinya menjadi 4 dan menyerang Tohrei dari segala arah. Namun Tohrei tak butuh banyak tingkah untuk menghindari serangan itu.
Tohrei menghentakkan kakinya ke tanah dan seketika tembok batu yang melindunginya tercipta. Klon Blaince yang berniat menyerang Tohrei seketika berhenti sebelum terhantam oleh tembok batu itu.
Namun para Blaince itu tidak menyerah, mereka menggigit bagian tembok dengan mulut mereka. Mulut mereka diberi energi kegelapan sehingga mampu dengan mudah meleburkan materi lemah seperti batu.
Tohrei sudah menduga suatu hal, sehingga dia tak melakukan apapun hingga setengah dari temboknya lebur dimakan enegi kegelapan.
__ADS_1
Dari kejauhan, Cresil sudah siap dengan sebuah spell. Lingkaran sihir yang besar terukir di langit di atas Tohrei. Bersamaan dengan itu, langit mulai menggelap di sekitar arena.
Cresil menarik seluruh Blaince yang ada di dekat Tohrei.
“Lenyaplah! ”
Dari lingkaran sihir yang besar itu keluar ratusan ular hitam dengan mata merah menyala. Kegelapan yang pekat terpancar jelas di dekitar ular-ular tersebut.
“Bukankah itu gila?! Ular-ular yang sangat banyak itu berasal dari mana?!” Para penonton sontak terkejut melihat spell yang dikerahkan Cresil.
‘Skill ini menarik, kurasa bagus untuk kudapatkan.’ Tohrei mengarahkan tangannya ke hadapan para ular yang meluncur ke arahnya.
“”
Skill Gluttony dengan mudahnya melahap seluruh ular, bahkan itu mampu melahap juga lingkaran sihir di atasnya.
[Skill : Gluttony telah menyerap darkness magic : dark predators! Anda mendapatkan skill ]
‘Skill itu! Tidak mungkin! Itu seharusnya hanya dimiliki olehnya! Untuk seorang manusia ini tidak mungkin! Bahkan ini seharusnya lebih kuat dari milik orang itu!’ Cresil sontak kaget melihat Tohrei mengeluarkan skill yang familiar baginya.
‘Te-tenanglah! Dia hanya manusia, pasti ada batasan yang dimilikinya, bahkan dia tak bisa secara terus menerus menggunakan itu!’ Cresil tak menyerah begitu saja, dia segera menyiapkan berbagai serangan terkuatnya, ini pertaruhan.
“!”
!”
Dari arah belakang Tohrei, melesat tombak kegelapan yang panjang dan besar. Namun disaat bersamaan dibawah kaki Tohrei, bayangan yang tak terukur gelapnya muncul dan membawa hawa yang mengerikan. Bayangan itu nampao seperti akan melahapnya ke dalam sana.
“Hoo ... jika dibandingkan dengan sihir kegelapan milik Viriet, ini memang lebih kuat. Tetapi ya ....”
“Kau tak akan bisa kemana-mana! ” Cresil mengeluarkan spell yang paling ia andalkan dalam situasi genting.
__ADS_1
Full darkness, itu adalah skill sihir yang mampu membuat pandangan target menjadi buta total selama beberapa saat. Namun itu bukan kebutaan biasa, sihir itu juga memiliki efek untuk membuat targetnya kebingungan.
Akan tetapi, kedua efek itu tidak ada artinya bagu Tohrei. “.... Ini masih lemah bagiku.” Absolute Avoidance menghilangkan seluruh efek itu.