
Di sebuah tempat di Ashfriet Forest, terdapat sebuah gunung yang didiami oleh seorang naga agung. Naga agung itu sudah tertidur selama ratusan, namun baru-baru ini naga itu terbangun dan menggemparkan negeri-negeri disekitarnya. Diceritakan bahwa naga itu begitu kuat dan arogan. Naga itu disebut sebagai Moon Dragon.
Akan tetapi yang tidak mereka ketahui mengenai naga itu adalah....
“Siaaal!! Co...coklatnya habis! Apa yang kulakukan?! Tidaak! Bagaimana sekarang?!” Yuuryui, sang Moon Dragon itu kini sedang panik dengan wajah yang berlinang air mata karena coklat yang ia miliki sudah habis.
Beberapa waktu yang lalu, Yuuryui diberi sesuatu yang bernama coklat. Benda itu diberikan oleh seseorang yang bernama Tohrei. Awalnya Yuuryui tidak tahu kegunaan benda itu. Namun ketika ia mencoba memasukkan satu dari coklat itu kedalam mulutnya, ia merasa ketagihan dan tanpa sadar terus memakannya hingga tersisa satu.
Dengan sangat berhati-hati dia tidak memakan satu coklat yang tersisa, namun beberapa saat yang lalu coklat yang tersisa itu malah termakan olehnya secara tidak sengaja. Padahal dia menyisakannya agar bisa dinikmati lebih lama.
Kini Ryui dilanda kepanikan, dia sekarang merasa tak bisa hidup tanpa coklat itu.
“Ukh..., aku terpaksa harus kesana lagi...,” Ryui menggigit jarinya.
Ryui merasa enggan untuk kembali ke tempat dimana Tohrei tinggal. Itu karena apa yang pernah terjadi padanya di tempat tersebut.
Akan tetapi, kini dia terpaksa untuk kembali kesana karena coklatnya habis. Dia yakin bahwa Tohrei memiliki coklat lain.
“Tidak ada pilihan lain!” Yuuryui pergi dari guanya dan terbang menuju ke tempat Tohrei.
Ryui segera pergi ke wilayah Tohrei.
“Oh? Ada urusan apa Ryui? Tidak biasanya kau kesini?”
Ryui terkejut ketika dia melihat Tohrei berada di depannya. Tohrei seperti terlihat sudah tahu bahwa Ryui akan kesini.
“Toh...rei?”
“Biar kutebak, kau pasti akan menolak menjawab pertanyaan ku kan?”
Ryui baru saja ingin mengatakan itu namun mengetahui bahwa Tohrei sudah menduganya membuat Ryui terdiam.
__ADS_1
“Yah, lebih baik sebagai tuan rumah aku menjamu tamuku kan?” Tohrei melesat ke arah Ryui dan menggendongnya.
“Hwaa?!” Wajah Ryui nampak memerah menyadari dirinya digendong layaknya seorang putri.
Tohrei membawa Ryui ke kediamannya.
“Kemana Master pergi kak Ifrit?” Ikumi dan Urashia yang baru saja berada di taman menghampiri Ifrit. Ikumi secara tidak sengaja melihat Tohrei pergi dengan cara terbang.
“Saya tidak tahu. Tuan pergi begitu saja.” Ifrit menggeleng pelan.
Tak lama kemudian, Tohrei kembali dengan menggendong seorang gadis kecil. Mereka turun ke atas tanah.
“A...apa-apaan tadi itu?!” Ryui dengan wajah yang merah membentak Tohrei.
“Siapa gadis kecil itu honey? Dia terlihat lucu!” Urashia menghampiri mereka. Ikumi dan Ifrit juga ikut menghampiri.
“Aku bukan gadis kecil!” Ryui kesal disebut sebagai gadis kecil.
“Dia adalah naga?” Mereka sulit mempercayainya dengan penampilan seperti itu dia adalah makhluk tingkat tinggi seperti naga.
“Hei ada apa dengan tatapan kalian? Bukankah kalian juga sama dengannya?” Ucap Tohrei.
Penampilan mereka yang terlihat lemah lembut juga berbanding terbalik dengan kemampuan mereka seperti Ryui.
“Huh memangnya begitu ya?” Urashia tidak menyadarinya sama sekali.
“Ngomong-ngomong, jadi apa urusanmu kesini Ryui?” Tanya Tohrei lagi. Tohrei diam-diam menggunakan skill ragnare.
“A...aku...., Coklat....,” Ryui berbicara dengan tidak begitu jelas.
“Huh? Apa?” Tohrei tidak mendengar dengan begitu jelas perkataan Ryui.
__ADS_1
“Aku ingin coklat! Apa sudah jelas?!” Ryui menjawab dengan teriakannya.
“Coklat?” Ifrit, Ikumi dan Urashia tidak tahu apa itu coklat yang dimaksud Ryui. Ifrit sedikit merasa familiar namun dia tidak terlalu ingat.
“Pfft hahaha! Jadi hanya itu?! Kenapa kau perlu malu untuk mengatakannya?” Tohrei tertawa mendengar alasan Ryui kesini.
“Memangnya apa yang salah?! Memangnya kau akan memberikannya?!”
“Apa itu coklat Master?” Ikumi bertanya kepada Tohrei.
“Apa itu coklat? Sederhananya itu adalah makanan manis.” Tohrei dengan skill Creationnya menciptakan coklat.
Mereka mencicipi coklat itu dan mengakui bahwa itu sangat enak. Perpaduan rasa pahit dan manis adalah rasa yang belum pernah mereka rasakan.
“Apa kau mau ini Ryui? Aku akan memberikannya jika kau mengikuti syaratku.” Tohrei berkata kepada Ryui.
“Katakan! Apa syaratnya?!” Ryui sudah terlalu tergoda dengan coklat itu.
“Syaratnya adalah kau harus mengelilingi benua ini sebanyak 10 kali, apa kau sanggup?”
“Apa?! Yang benar saja?!” Ryui merasa enggan.
“Aku hanya bercanda, aku akan memberikannya selama kau mau.” Tohrei tersenyum tipis kepada Ryui.
Ryui memasang wajah kesal karena dipermainkan oleh Tohrei.
“Mengapa kalian berdua asik sendiri? Apa kami tidak dianggap?” Urashia menggembungkan pipi lalu memeluk Tohrei dari belakang.
“Huh? Apa maksudmu? Sejak kapan itu terjadi?” Tohrei heran dengan itu.
‘Mereka ini..., mereka hanya berada satu tingkat dibawahku, bagaimana bisa mereka berada di dekat manusia itu padahal mereka adalah monster?’ Batin Ryui yang menyadari tingkat kekuatan ketiga gadis itu.
__ADS_1