The Endless System

The Endless System
Ch 41 — Melenyapkan Gluttony Slime


__ADS_3

Gadis ogre itu menjelaskan alasan mereka memohon untuk melewati wilayah Tohrei. Dia menjelaskan bahwa seekor slime yang amat sangat besar menghancurkan rumah mereka dan melahap ayah mereka. Slime itu bernama gluttony slime.


Mereka bertiga melarikan diri karena tidak dapat menghadapi slime itu. Cepat atau lambat slime itu akan kemari. Untuk pergi lebih cepat mereka harus berjalan lurus dibanding memutar. Tetapi mereka tidak menyangka bahwa sebuah tembok berdiri membuat mereka tidak dapat melewatinya.


“Slime itu sudah beberapa ratus meter dari sini. Semakin banyak yang ia lahap maka dia akan menjadi lebih besar. Cepat atau lambat dia akan menghancurkan seluruh hutan!” Gadis ogre itu berkata dengan wajah serius.


“Slime besar ya..., seperti yang dikatakan Werfen.” Tohrei melirik ke si kobold, Werfen.


“Kurasa aku tidak akan mengizinkan kalian melewati wilayahku.” Tohrei membuat keputusan.


“ke..kenapa?!” Ini sungguh tidak ia ekspetasikan. Dia sungguh sangat berharap ia mengizinkan mereka. Mengapa dia melakukan itu?


“Karena daripada itu, mengapa tidak ku lenyapkan saja slime itu?” Tohrei mengatakannya dengan senyum percaya diri.


[Misi : Bunuh gluttony slime


Lenyapkan gluttony slime yang berusaha menghancurkan hutan.


Hadiah :


(1) 1.000 poin tukar


(2) 100.000 EXP]


‘Huh? Aku mendapatkan misi? Sepertinya karena aku memicunya.’


“Me..melenyapkannya? Apa itu bisa dilakukan?”

__ADS_1


“Tentu bisa. Jika tidak yakin maka ikutlah denganku dan menyaksikan aku melenyapkan slime itu.”


“Bagaimana ibu?” Gadis itu bertanya kepada ibunya.


Ibunya hanya mengangguk pelan. Karena tanda itu maka gadis ogre itu setuju untuk ikut bersama dengan ibu dan adiknya.


“Kami akan ikut.”


“Baiklah, kalau begitu ayo.” Tohrei mengajak para ogre.


“Untuk kalian, tetaplah berjaga di tembok.” Tohrei mengatakannya kepada para penjaga tembok.


“Baik.”


“Oh ya..., siapa nama kalian? Aku Tohrei.” Tohrei lupa menanyai nama mereka.


“Salam kenal!” Adik Virea, yaitu Miria berkata dengan riang.


“Salam kenal tuan muda.” Ibu mereka, Mirevia berkata dengan sopan.


“Ah..., anda tidak perlu memanggilku tuan muda.” Tohrei meminta ibu Virea untuk memanggilnya dengan biasa.


“Tetapi yang lebih penting, kita harus pergi segera ke tempat slime itu kan?”


“” Tohrei menggunakan skill switch pada para ogre dan dirinya. Dia juga menggunakan area detection untuk mendeteksi keberadaan gluttony slime.


“Hwaa?!” Virea berteriak sebelum berpindah karena switch.

__ADS_1


***


“Tempat ini?” Virea memeriksa kesekitar.


Mereka berpindah ke tempat dimana gluttony slime berada. Ukurannya saat ini sangat besar. Dia berukuran sebesar dan setinggi gunung.


“Terakhir kali kami melihat gluttony slime tidak sebesar ini. Dia membesar dengan begitu cepat.” Kata ibu Virea.


“I..itu sangat besar! Apa kamu yakin bisa mengalahkannya?” Virea berbicara kepada Tohrei.


“Tenang saja, aku tahu kelemahannya.”


“Kelemahannya? Apa itu?” Virea penasaran.


“Yaitu inti miliknya. Jika kuhancurkan maka tamat riwayatnya.” Tohrei berkata sambil menunjuk ke inti yang dimiliki gluttony slime. Inti milik gluttony slime nampak cukup besar.


“...” Mereka terdiam.


“Se..semua orang juga tahu itu bukan?! Masalahnya bagaimana bisa intinya dihancurkan! Mustahil bukan?! Habis sudah!” Virea berteriak pasrah.


“Huh? Mudah saja. Aku tinggal gunakan pada inti itu maka inti itu akan lenyap.” Tohrei mengatakannya sambil menggunakan skillnya.


“Apa?” Virea kembali menatap inti gluttony slime namun inti itu sudah tidak ada di sana. Mereka benar-benar terdiam karena inti gluttony slime benar-benar menghilang.


Perlahan bentuk slime itu tidak mampu dipertahankan dan pada akhirnya tubuh slime itu meledak dan menghujani hutan.


[Misi selesai! Anda mendapatkan hadiah 1.000 poin tukar & 100.000 exp!]

__ADS_1


__ADS_2