
-Second Arc : The Beginning Of The Adventure{Start}-
...Sembilan tahun yang lalu...
Di sebuah kekaisaran, hidup seorang putri yang sangat cantik dan mempesona. Suatu ketika, ia menaiki kereta kuda. Kereta kuda itu membawanya pergi ke sebuah acara yang sama sekali tidak ia senangi, yaitu pesta bangsawan.
Putri itu bernama Eriana Viel Aelion. Kecantikannya tidak tertandingi di seluruh kekaisaran. Umurnya saat ini baru menginjak usia 6 tahun. Ketika sedang bosan dalam perjalanan dengan kereta kuda, Eriana melihat keluar jendela kereta.
Tak jauh dari kereta kuda, Eriana melihat ada sosok aneh melangkah ke arah sini. Sosok itu berkaki empat dan terlihat aneh dengan warna hitam legamnya yang menutupi seluruh tubuhnya.
Melihat hal itu, Eriana mengabari pengawal yang menjaganya di luar.. “Paman, apa paman tahu apa yang ada disana?” Eriana menunjuk ke makhluk itu.
Pengawal yang mendengar pertanyaan Eriana segera melihat ke arah yang ditunjuk. Secara tiba-tiba dia memucat begitu melihat makhluk itu. Kusir dan pengawal lain juga ikut menoleh dan juga ikut berwajah pucat.
“Gawat! Kusir tambah kecepatan! Kita harus pergi secepat mungkin!” Pengawal itu memerintahkan kusir kuda ini.
“A...ah baik!” Sang kusir merespon dan menambah kecepatan kudanya.
Mereka pergi dengan kecepatan yang mereka bisa. Keringat mereka bercucuran, hanya Eriana yang tidak merasakan itu karena dialah satu-satunya yang tidak tahu makhluk apa itu.
__ADS_1
“Kenapa kita bertambah cepat? Memangnya ada apa?” Eriana bertanya karena keheranan.
Salah satu pengawal pun menjawab dengan nada yang panik. “Kita harus segera lari! Jika tidak maka—!” Belum selesai berbicara, secara tiba-tiba kepala pengawal itu terpenggal tanpa alasan yang jelas.
Eriana hanya bisa membatu melihat kejadian yang terjadi di dekat matanya. Darah dari penjaga itu menciprat ke wajahnya. Dia hanya bisa merasa bingung dalam hatinya, dia tak mengerti situasi saat ini.
“Larilah tuan putri! Kami tidak bisa menahannya terlalu lam—Agghhh!!” Pengawal yang menyuruh Eriana untuk lari dengan cepat diterkam oleh sosok hitam itu. Hal yang sama terjadi pada kusir kuda. Mereka berteriak ketakutan sekeras-kerasnya sebelum ajal menjemput.
Eriana hanya bisa menuruti perkataan itu dan keluar dari kereta lalu lari menuju hutan. Dengan wajah ketakutan Eriana terus berlari tanpa henti.
Dia menoleh ke belakang dan terkejut ketika monster itu sudah begitu dekat dan bertambah dekat. Monster itu melesatkan cakaran ke arahnya. Ia hanya bisa menutup mata untuk mengurangi rasa sakit yang akan ia alami.
Namun entah darimana muncul sesosok anak laki-laki yang berlari ke arah Eriana dan memeluknya untuk melindunginya. Alhasil, anak itulah yang terkena cakaran makhluk itu. Anehnya, anak itu hanya menerima tiga goresan di punggungnya.
Menyadari ada seseorang yang memeluknya, Eriana membuka matanya. Ia melihat sesosok anak laki-laki berambut hitam melindunginya. Dia adalah Tohrei, usianya saat ini masih 7 tahun.
Hatinya terpincut begitu melihat sosoknya, itu terjadi tanpa Eriana sadari.
Mereka terlempar dan terseret di tanah dengan posisi anak laki-laki itu berada di bawah memunggungi tanah. Bekas lukanya bergesekan dengan tanah.
__ADS_1
“Siapa kau?”
“Itu tidak penting! Kita harus segera lari dari makhluk itu!” Tohrei dengan segera berdiri sambil menahan rasa sakit yang ia terima. Dia menggendong Eriana di depan dan segera berlari.
Monster hitam dibelakang mereka masih mengejar dengan tatapan yang menargetkan mangsanya.
Jarak mereka terus memendek karena kecepatan Tohrei yang lambat akibat dirinya yang sedang menggendong Eriana. Ia pikir disinilah akhirnya, akan tetapi seorang wanita tua dengan pakaian maid datang dan jatuh menghantam monster hitam tersebut.
Kekuatannya sangat tidak logis untuk seorang wanita tua, begitu dia menghantam sang monster, tanah seketika retak dan tulang-tulang monster itu remuk. Melihat hal itu Eriana dan Tohrei begitu terkejut.
Melihat keberadaan wanita tua itu, Tohrei berhenti berlari dan membalikkan badan. Dia mengenal dia. “Ersila! Akhirnya kau datang!” Tohrei berkata dengan senang.
“Apa anda baik-baik saja tuan muda?” Wanita tua berpakaian maid itu menoleh ke arah Tohrei.
Disaat wanita tua itu menoleh, monster hitam yang telah ia remukan bangkit kembali dan melesatkan serangan ke arahnya.
“Awas!” Eriana yang menyadari hal itu mencoba memperingatkannya.
Akan tetapi, diluar dugaan, wanita tua itu dengan santainya mengibaskan tangannya. Seketika tubuh monster itu terpotong-potong menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
“Woaah! Hebat! Kau memang bisa terus membuatku terpukau Ersila!” Tohrei berbicara dengan akrab kepada wanita tua yang ia panggil Ersila itu.
Eriana begitu terpukau dan disaat bersamaan tidak percaya dengan yang ia lihat. Tak pernah ia bayangkan bahwa ada seorang wanita tua yang bisa melakukan hal seperti itu.