The Endless System

The Endless System
Ch 59 — Melanjutkan Perjalanan


__ADS_3

“Apa Master baik-baik saja?” Ikumi menghampiri dengan khawatir.


“Ya, aku baik-baik saja, aku hanya merasa sedikit guncangan barusan.” Balas Tohrei yang perlahan kembali berdiri setelah barusan berlutut karena hal tadi.


“Nah sekarang mari kita kembali ke desa, kita akan berdiam di sana hingga esok hari.”


“Baik Master.”


***


Mereka diberi satu kamar untuk menginap dan hari esok pun tiba. Mereka pergi keluar setelah bangun, para warga desa menyambut dan berterima kasih kepada mereka atas tindakan mereka sebelumnya.


Secara kebetulan, mereka betemu Ezardo sang kepala desa dari tempat ini. Dia nampak murung, Tohrei bertanya padanya alasan mengapa dirinya murung.


“Huft..., begini tuan Tohrei, tempat ini sama sekali tidak memiliki pertahanan sehingga rawan diserang. Kami menyewa petualang setiap waktu untuk berjaga akan tetapi seiring waktu keuangan kami menipis karena penghasilan desa yang kecil. Oleh karena itu kami tidak dapat menyewa petualang lagi. Sekarang saya sedang merasa pusing memikirkan solusi untuk ini.” Kepala desa menyampaikan keluh kesahnya.


“Begitu ya, kalau begitu bagaimana jika aku menawarkan bantuan?” Ujar Tohrei.


“Anda tidak perlu repot tuan Tohrei, anda telah membantu kami dengan menangkap bandit yang menjarah desa ini dan itu sudah cukup untuk kami.” Ezardo merasa sungkan menerima bantuan Tohrei lagi.


“Terima saja, lagipula bayarannya tidak terlalu berat, ku yakin kalian akan dengan cepat menerimanya.”

__ADS_1


“Memang apa bayarannya tuan Tohrei?”


“Desa ini akan jadi bagian dari wilayah ku, tenang saja aku akan membuat desa ini terjaga.”


“Apa maksudnya tuan?” Ezardo sama sekali tidak mengerti.


“Baiklah, biar aku jelaskan.” Tohrei memberikan penjelasan.


Dia mengatakan bahwa dia memiliki wilayah yang saat ini di urus bawahannya di dekat sini dan dia berniat untuk memperluas wilayahnya sembari mengembara. Selain itu, Tohrei akan menawarkan bantuan lain, yaitu menyelesaikan masalah mengenai keuangan desa.


Dia berniat untuk desa ini agar memproduksi senjata, makanan dan dapat bertarung. Mengenai cara melakukannya, dia tinggal meminta sistem untuk memberi mereka manualnya.


“Terima tawaran ini pak kepala desa, Master tidak akan mengingkari keputusannya.” Ucap Ikumi.


“Kalau begitu bagaimana jika saya menerima tawaran itu jika warga desa setuju.”


“Silahkan.”


Ezardo mengumpulkan warga desa dan mengumumkannya. Para warga desa setuju karena mereka tidak memiliki harapan saat ini. Mereka juga cukup percaya kepada Tohrei karena telah menangkap bandit yang menjarah desa mereka walau mereka harus menerima korban dari insiden itu.


“Sudah diputuskan ya? Kalau begitu akan ku hubungi bawahanku terlebih dahulu.” Tohrei menggunakan skillnya, yaitu Telepathy.

__ADS_1


Tohrei menghubungi Reikami dan beberapa hobgoblin. Ia memerintahkan mereka untuk pergi ke desa ini dan menjaga desa ini.


“Aku sudah menghubungi mereka, sepertinya kurasa mereka akan sampai dalam beberapa hari. Untuk sementara akan ku bangun pelindung di desa ini.”


“Terima kasih banyak tuan Tohrei, akan kami pastikan bahwa kami akan menjadi bawahan yang setia.” Ezardo sangat bersyukur bertemu dengan sosok Tohrei.


“Oh ya, ini untuk kalian. Pelajarilah itu, akan kusiapkan hal untuk menunjang itu.” Tohrei memberikan 3 gulungan kepada warga desa. Tiga gulungan itu masing-masing berisi keterampilan yang berbeda-beda.


Para warga desa berterima kasih lagi setelah diberikan hal itu.


***


Beberapa hari berlalu, Tohrei membuat tembok batu yang mengelilingi desa agar desa terlindungi dengan cara menggunakan skill creation.


Para warga desa mulai bisa mempelajari keterampilan yang Tohrei berikan. Keterampilan itu adalah penempaan, perkebunan, dan memanah. Hasil dari penempaan dan berkebunan bisa mereka jual ke kota.


Hari itu Reikami dan para hobgoblin tiba. Warga desa nampak terkejut dan panik ketika melihat hobgoblin datang ke desa mereka. Namun setelah mereka menjelaskan bahwa mereka adalah bawahan Tohrei, para warga desa menjadi tenang.


Setelah kedatangan Reikami dan bawahannya yang lain, Tohrei kemudian melanjutkan perjalanan kembali.


Mereka melanjutkan perjalanan selama beberapa hari dengan berjalan dan akhirnya sampai di sebuah kota bernama Vaelia.

__ADS_1


__ADS_2